Anda di halaman 1dari 12

JARINGAN ALIRAN (FLOW

NET)
Kelompok 4
Rifia Auni O. 1606830796
Muhammad Luthfi 1606831363
Virly Ferliani Aswirta 1606831400
Amelia Majid 1606831792
Azka Athariq I. 1606831400
Pengertian
1. Jaringan Aliran (Flow net) adalah kombinasi dari beberapa garis aliran dan garis
ekipotensial.
2. Jaringan aliran dibuat untuk menghitung aliran air tanah.
3. Garis aliran adalah suatu garis sepanjang mana butir-butir air akan bergerak dari
bagian hulu ke bagian hilir sungai melalui media tanah yang tembus air (permeable).
4. Garis ekipotensial adalah suatu garis sepanjang mana tinggi potensial di semua titik
pada garis tersebut mempunyai ketinggian yang sama.
5. Jaringan aliran dibentuk sedemikian rupa sehingga garis ekipotensial memotong
tegak lurus aliran, elemen jaringan aliran dibentuk mendekati bentuk bujur sangkar
(setiap sisinya mempunyai ukuran yang sama panjang).
Jadi apabila alat-alat piezometer diletakkan di beberapa titik yang berbeda-beda di sepanjang suatu garis
ekipotensial, air di dalam piezometer tersebut akan naik pada ketinggian yang sama. Gambar di atas
menunjukkan definisi garis aliran dan garis ekipotensial untuk aliran di dalam lapisan tanah yang tembus
air (permeable layer) di sekeliling jajaran turap yang ditunjukkan pada gambar tersebut (untuk kx = kz = k)
Penggambaran Jaringan Aliran
Dalam pembuatannya, garis-garis aliran dan eksponensial digambar sedemikian rupa,
sehingga :
1. Garis eksponensial memotong tegak lurus garis aliran
2. Elemen-elemen aliran dibuat kira-kira mendekati bentuk bujur sangkar

Gbr 1. contoh jaringan aliran yang lengkap Gbr2. jaringan aliran dalam lapisan tanah
yang tembus air yang isotropic.
Penggambaran suatu jaringan aliran biasanya harus dicoba
berkali-kali. Selama menggambar jaringan aliran, harus selalu
diingat kondisi-kondisi batasnya. Untuk jaringan aliran yang
ditunjukkan dalam Gbr 1., keadaan batas yang dipakai adalah :

1. Permukaan lapisan tembus air pada bagian hulu dan hilir


dari sungai (garis ab dan de) adalah garis-garis
ekipotensial.

2. Karena garis ab dan de adalah garis-garis ekipotensial,


semua garis-garis alirannya memotong tegak lurus.

3. Batas lapisan kedap air, yaitu garis fg, adalah garis aliran ;
begitu juga permukaan turap kedap air, yaitu garis acd.

4. 4. Garis-garis ekipotensial memotong acd dan fg tegak


lurus.
Konsep Jaringan Aliran

■ Persamaan Laplace : menjelaskan mengenai keadaan aliran terus menerus untuk


suatu titik di dalam massa tanah.
■ Hukum Darcy : menghitung banyaknya air yang mengalir melalui tanah.
Persamaan Laplace
■ Aliran airyang terjadi secara terus-menerus dari bagian
hulu (upstream) ke bagian hilir (downstream) melalui
lapisan tanah tembus air (permeable layer) adalah aliran
dalam dua dimensi.
■ Untuk aliran air pada titik A, kita perhatikan suatu elemen
tanah berbentuk kubus yang mempunyai ukuran dx, dy,
dan dz (dy tegak lurus terhadap bidang gambar).
■ Dianggap vx dan vz adalah komponen kecepatan arah
horizontal dan vertikal.
■ Jumlah air yang mengalir masuk ke dalam kubus tanah
persatuan waktu dalam arah horizontal adalah (vx dy dz)
dan dalam arah vertikal adalah (vz dx dy).
■ Jika perubahan kecepatan aliran arah x= δvx/δx dan arah
z=δvz/δz, maka:
Jumlah air keluar dari arah horizontal: Jumlah air keluar arah vertikal:

Air bersifat incompressible, maka jumlah air yang masuk = jumlah air yang keluar dari
elemen tanah
Hukum Darcy
Kecepatan aliran arah horizontal: Kecepatan aliran arah vertikal:

kx = koefisien rembesan arah horizontal; kz = koefisien rembesan arah vertikal


Substitusi persamaan (2) dan (3) ke persamaan (1):

Persamaan kontinuitas pada tanah isotropik:


Perhitungan Rembesan
 Dari hukum Darcy, jumlah air yang mengalir persatuan waktu adalah: q= k.i.A
 Jadi persamaan Δq1 = Δq2 = Δq3 = … = Δq dapat ditulis lagi:

Penurunan energi potensial, terjadi akibat penurunan muka piezometrik antara dua garis ekipotensial

• h1, h2, h3, h4,…, hn adalah muka piezometrik


yang bersesuaian dengan equipotential line.
• kecepatan rembesan = Δq
Satu flow channel terlihat dengan perbedaan tinggi muka air (H) = H1-H2
Jumlah bidang kehilangan energi dalam satu flow channel Nd = 6
Jumlah flow channel dalam satu flow net Nf = 4
Banyaknya air yang mengalir melalui semua saluran (channel) per satuan lebar: