Anda di halaman 1dari 9

Spastic Paretic Stiff-Legged Gait

• Ditemukan pada pasien dengan kelainan UMN.


• Dari sudut pandang energi
Kurangnya fleksi lutut saat mengayun  peningkatan momen inersia 
meningkatkan energi yang dibutuhkan untuk memulai periode ayunan dari
siklus gait.
Tindakan kompensasi untuk menghilangkan tungkai yang kaku, seperti
melompat dengan menggunakan sisi yang sehat dan gerak panggul yang
berlebihan  meningkatkan perpindahan COM vertikal  meningkatkan
pengeluaran energi.
•Dari sudut pandang biomekanik
Tindakan kompensasi membuat lutut yang sehat beresiko mengalami
kerusakan kapsul posterior atau cedera punggung bawah  kurangnya fleksi
lutut dapat menyebabkan penderita menyeret kakinya selama fase swing
meningkatkan risiko jatuh.
Dynamic Knee Recurvatum

• Hiperekstensi lutut selama periode stance


• Ditemukan pada kelainan UMN
• Etiologi: kelemahan atau kekakuan quadriceps,
kelemahan atau spastisitas planar fleksor
pergelangan kaki, kelemahan dorsi fleksor, dan
kontraktur tumit.
• Hiperekstensi dapat  momen ekstensor eksternal
yang abnormal di lutut  menempatkan kapsul dan
struktur ligamen dari aspek posterior lutut yang
berisiko cedera  nyeri, kelemahan ligamen, dan
terkedang deformitas tulang.
Diplegic-Crouched Gait

• Fleksi lutut yang berlebihan selama periode stance


dan paling sering terjadi pada pasien cerebral palsy.
• Pola gait: adduksi dan rotasi internal pada pinggul
dan equinus serta abduksi kaki depan. Berkurangnya
fleksi lutut saat fase swing juga sering ditemukan.
• Etiologi: spastisitas hamstring saat fleksi lutut yang
berlebihan saat fase stance, kelemahan otot fleksor
paha, kelemahan fleksor plantar, dan kontraktur
tumit
Equinus Gait

• Fleksi berlebihan pada plantar ankle yang terjadi baik pada fase stance
maupun swing sering ditemukan pada pasien dengan lesi neurologis.
• Analisis biomekanik
Toe walking memiliki keunggulan biomekanik untuk individu dengan
kelemahan pada ekstremitas bawah bagian distal. Toe walking
membutuhkan sedikit kekuatan otot ekstensor lutut, otot fleksor plantar
dan dorsal ankle, daripada heel-to-toe walking. Pasien dengan cedera UMN
 toe walking lebih efisien untuk ambulasi.
• Selama fase swing fleksi planar yang berlebihan dapat meningkatan risiko
tersandung dan jatuh. Pada fase swing equinus gait, kurangnya aktivitas
fleksor plantar ankle menunjukkan adanya kontraktur heel cord ataupun
kelemahan otot fleksor dorsal ankle sebagai penyebabnya. Setiap pasien
juga layak mendapat evaluasi untuk mekanisme kompensasi fungsional
yang signifikan, seperti peningkatan fleksi pinggul dan hip hiking pada fase
swing.
Pola Gait yang Terkait dengan Kelainan LMN dan Ortopedi

Gait Terkait dengan Neuropati Femoralis


• Kelemahan otot quadriceps tertentu yang dapat terjadi pada neuropati
diabetikum femoralis, femoral nerve entrapment, atau poliomielitis
mengganggu stabilitas weight-bearing selama fase stance.
• Normalnya, kontraksi quadriceps secara eksentrik untuk mengendalikan
laju fleksi lutut saat merespon beban pada ekstremitas yang lemah, lutut
cenderung ''buckle''. Tindakan kompensasi yang efektif adalah
memposisikan ekstremitas bawah sehingga GRF terletak di anterior sendi
lutut sehingga memperpanjang fase stance. Hal ini terjadi saat kontak
awal oleh fleksi planar ankle. Kontraksi otot ekstensor pinggul juga dapat
membantu untuk mempertahankan lutut saat hiperekstensi.
Hubungan Pola Gait Atipikal dengan Kelemahan Otor Fleksor
Dorsal Ankle
• Kelemahan dorsofleksi
• Kondisi klinis: kelumpuhan saraf peroneal yang terjadi karena
entrapment pada caput fibula atau lebih proksimal lagi dikarenakan
cedera pada cabang dari nervus sciatikus atau pada radikulopati L5.
• Jika otot fleksor dorsal ankle derajat 3, 4, atau 5  “foot slap”
ketidakmampuan otot fleksor dorsal ankle untuk berkontraksi
secara eksentris dalam mengendalikan laju planar fleksi setelah
kontak dengan tumit.
• Jika otot fleksor dorsal ankle kekuatannya kurang dari 3/5  toe
drag atau steppage gait dengan fleksi pinggul berlebihan mungkin
terjadi saat fase swing.
Pola Gait Atipikal Terkait dengan Lesi LMN
Generalisata
• Poliomyelitis dan sindrom Guillian Barre
• Untuk mendiagnosis, penilaian kinetik dapat sangat
berguna dalam menentukan gerakan sendi yang
berlebihan, menunjukkan adanya strain berlebihan
pada jaringan lunak atau kebutuhan untuk
meningkatkan aksi otot kompensator pada kelompok
otot yang lain.
Trendelenburg Gait (Gluteus medius gait )
• Uncompensated: Kemiringan panggul yang berlebihan selama periode
stance pada sisi yang sakit
• Compensated: Trunkus lateral yang miring selama periode stance pada
sisi yang sakit
• Etiologi: Kelemahan atau ketidakmauan untuk menggunakan gluteus
medius, OA panggul, atau gangguan yang nyeri lainnya.
• Pola gait terjadi sebagai respon kompensasi untuk mengurangi kekuatan
keseluruhan di pinggul selama fase stance. Hal ini ditunjukkan dengan
adanya pengurangan kerja otot aduktor eksternal panggul yang
biasanya terjadi pada periode stance.
Pengaruh Orthotic pada Gait
• Ortose umumnya diresepkan untuk meningkatkan gait pasien dengan
gangguan ortopedi atau neurologis.
• Penyimpangan gait atau gait terkompensasi kemungkinan disebabkan oleh
abnormalitas anatomi atau orthosis.
• Dalam beberapa kasus, seperti sirkumduksi, orthosis itu sendiri dapat
menyebabkan kompensasi; sebuah orthose lutut-ankle-kaki, yang memiliki
kunci lutut, mengganggu kemampuan pemakai untuk mefleksikan lutut saat
fase swing.
• Pada kasus lain, orthosis yang rusak dapat menghambat berjalan. Sebagai
contoh, jika kontrol pergelangan kaki pada orthosis ankle-kaki terkikis atau
malaligned, pasien mungkin menunjukkan foot slap saat loading respon.