Anda di halaman 1dari 30

Rontgen Thoraks

Rontgen Thoraks

Indikasi Persiapan alat bahan dan pasien

Infeksi traktus respiratorius Marker

Batuk kronis Film

Trauma dada Pesawat rontgen konvensional

Nyeri dada Melepas semua logam

Pre op/ Post op Mengganti pakaian dengan baju


pasien yang sudah tersedia
Teknik pengambilan gambar

AP PA Lateral Top lordotik

• Posisi pasien • Posisi pasien • Posisi pasien, • Erect, badan


supine, semi erect, tangan erect, tangan pasien agak
erect. bertolak dilipat keatas dicondongkan
• Letak film pinggang. • Film sejajar kearah belakang.
dibelakang • Film didepan dengan batas atas • Film dibelakang
punggung pasien. thorax pasien axlla pasien punggung pasien
• Sinar vertikal • Sinar horizontal • Sinar (lateral • Sinar horizontal
(pada posisi dengan Vt. Th VI dextra), film disisi kearah Vt. Th VI-
supine) sejajar Vt. • Indikasi pada kanan axilla VII.
Th VI pasien yang pasien, sinar dari • Hanya dibuat bila
• Indikasi pada dapat berdiri. arah kiri. pada foto PA
pasien yg • Indikasi untuk menunjukan
imobilisasi, pasca melihat volume kelainan pada
bedah, pasien cairan atau apex paru.
anak. ukuran massa.
Syarat Layak Baca Radiografi Thorax
1. Identitas (nama, usia, tanggal lahir, jenis
kelamin)
2. Instansi (tempat pemeriksaan, alamat,
tanggal pemeriksaan)
3. Marker
 Foto harus mencantumkan marker R
(Right/kanan) atau L (Left/kiri)
4. Os. Scapula tidak superposisi
dengan thorax
INTERPRETASI
• PA (berdiri)
• AP (berbaring)

DASAR PENILAIAN :
1. SCAPULA (DILUAR PARENKIM PARU)
2. CLAVICULA (curam)
3. UDARA FUNDUS GASTER
(MEGENBLASE)
PA AP
Posisi Pemeriksaan
5. Densitas Cukup
Densitas foto dikatakan cukup/berkualitas jika corpus
vertebrae di belakang jantung terlihat samar.

DINILAI DARI :
1. Kondisi pulmo keseluruhan (Lusensi parenkim paru)
2. Vertebra Thorakalis tampak I-IV (< VT II Kurang, >
VT VI Keras)
3. Processus Spinosus tampak 3 ATAU 4

INTERPRETASI :
• Kurang (Terlalu putih/ opaque)
• Cukup
• Keras (Terlalu hitam/ Lusens)
Gambaran Radiografi dengan densitas
“kurang, cukup, dan keras”
6. Inspirasi Cukup
 Pada inspirasi yang tidak adekuat atau pada saat
ekspirasi, jantung akan terlihat lebar dan
mendatar, corakan bronkovaskular akan terlihat
ramai/memadat karena terdorong oleh
diafragma.
Inspirasi dinyatakan cukup jika Costae 6 Anterior
atau 10 Costae Posterior terlihat komplit.
Costae Anterior terlihat berbentuk “V” dan
Costae Posterior terlihat menyerupai huruf “A”
Inspirasi Cukup
Inspirasi Kurang
7. Simetris
• Radiografi toraks dikatakan simetris jika
terdapat jarak yang sama antara prosesus
spinosus dan sisi medial os clavikula kanan -
kiri.
• Posisi asimetris dapat mengakibatkan
gambaran jantung mengalami rotasi dan
densitas paru sisi kanan kiri berbeda sehingga
penilaian menjadi kurang valid.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
Pembacaan Foto Polos Thorax
a. Jaringan lunak, tulang
b. Corakan bronkhovaskuler
c. Parenkim paru Keadaan hilus
d. Aorta
e. Cor : CRT
f. Diafragma
g. Sinus Costofrenikus
SISTEMA TULANG DAN JARINGAN
LUNAK

Lokasi dan Gambaran Sistema Tulang:


• Costae
• Clavicula
• Scapula
Lokasi dan Gambaran Jaringan Lunak
• Mammae
KEDUA APEKS PARU
PENILAIAN :
• Tentukan lokasi apeks paru
• Gambaran apeks

INTERPRETASI
• Apeks tenang/bersih
• Apeks terdapat infiltrat (ukuran, bentuk,
densitas)
KEDUA APEKS PARU

APEKS TENANG TERDAPAT PENINGKATAN DENSI


DI APEKS KANAN
CORAKAN
BRONKHOVASKULER
• CARA PENILAIAN
Bagi paru dari tepi mejadi 3, lihat bagian 1/3
lateral.

• NORMAL :
Corakan bronkhovaskuler tidak melebihi 2/3
medial (1/3 lateral tampak bersih)

• INTERPRETASI:
Normal/meningkat
CORAKAN
BRONKHOVASKULER

NORMAL MENINGKAT
PARENKIM PARU
GAMBARAN PARENKIM PARU

APABILA TERDAPAT INFILTRAT:


TENTUKAN :
LOKASI, UKURAN, JUMLAH, BENTUK
PARENKIM PARU
Aorta
• Tidak Melebar
– Untuk mengukur
diameter arcus aorta
(dilatas -, aneurisma -)
– Diameter arcus aorta <
6cm (a)
• Elongatio
– Jarak dari tip aorta ke
garis mid caput klavivula
>1,5-2cm (b)
Cardio Thoracic Ratio (CRT)
• Pada radiografi toraks PA dewasa
dengan bentuk tubuh yang
normal, CTR kurang dari 50%.
• Pada umumnya jantung
mempunyai batas radio-anatomis
sebagai berikut :
– Batas kanan jantung letaknya para-
sternal, Bila kita memakai garis A,
maka garis A ini panjangnya tidak
lebih dari 1/3 garis dari M ke
dinding toraks kanan.
– Batas jantung sisi kiri terletak di
garis pertengahan klavikula (mid-
clavicular line).
– Batas dari arkus aorta, yaitu batas
teratas dari jantung, letaknya 1-2
cm di bawah tepi manubrium
sterni
CRT
SINUS COSTOPHRENICUS
INTERPRETASI
• Lancip atau tumpul
• NORMAL : Lancip
• Bila tumpul pastikan ada kelainan atau
terpotong
SINUS COSTOPHRENICUS

TERPOTONG EFUSI PLEURA


Diafragma
• Sudut yang dibentuk oleh diafragma dengan iga disebut
degan sinus kostofrenikus. Sinus kostofrenikus normal
berbentuk lancip.
• Sudut yang dibentuk oleh diafragma dengan bayangan
jantung disebut sinus kardiofrenikus.
• Diafragma terlihat sebagai kubah di bawah jantung dan
paru. Perbedaan tinggi kedua diafragma yang normal
adalah 1-1,5 cm. Tinggi kubah diafragma tidak boleh
kurang dari 1,5 cm. Jika kurang dari 1,5 cm maka
diafragma dikatakan mendatar.
Diafragma