Anda di halaman 1dari 30

A.

Ciri Umum
Tubuh berbentuk silinder, tidak beruas-ruas dengan ujung
runcing.

Tidak berapendiks, dan tidak memiliki probosis.

Tubuhnya tertutup kutikula yang elastis dan tertutup oleh


protein.

Memiliki rongga tubuh semu (pseudosoel).

Tubuhnya simetris bilateral, dan triploblastik.

Epidermisnya tipis membentuk empat tali longitudinal.

Saluran pencernaannya lengkap, mulut dan anus terletak pada


dua ujung yang berbeda.
Tidak memiliki organ sirkulasi dan respirasi.

Organ ekskresinya sederhana.

Sistem saraf terdiri dari cincin saraf yang mengelilingi


esofagus.

Alat kelamin betina umumnya berpasangan dan bermuara


pada vulva.

Alat kelamin jantan biasanya tunggal dan bermuara pada


kloaka.

Pembelahan dan diferensiasi sel-sel embrionik tampak jelas.


Ciri Meliputi Struktur dan Fungsi Tubuh

1.Nemathelminthes memiliki tubuh yang dilapisi


kutikula, yang berfungsi untuk melindungi diri dari
enzim pencernaan inangnya.
2.Nemathelminthes memiliki sistem pencernaan yang
lengkap.
3.Nemathelminthes tidak memiliki pembuluh darah
maupun sistem respirasi.
4.Organ reproduksi jantan dan betina terpisah dalam
individu yang berbeda.
5.Hidup parasit atau bebas.
6.Reproduksi secara seksual.
7.Telur dapat membentuk kista.
B. Sistem Gerak & Koordinasi
• Sistem gerak
Nematoda dapat bergerak disebabkan adanya kontraksi dan
relaksasi otot-otot yang menyebabkan tubuh cacing
memendek dan memanjang. Letak otot-otot ini berada di sisi
dorsal dan sisi ventral.

• Sistem koordinasi
Sistem saraf meliputi sebuah cincin sirkumfaringeal yang
mengelilingi faring
C. Sistem Respirasi

Sistem respirasi tidak ditemukan pada nemathelminthes


sehingga pertukaran zat seperti oksigen dan karbondioksida terjadi
secara difusi (perpindahan zat dari tempat berkonsentrasi tinggi ke
tempat yang berkonsentrasi rendah), dan nutrisi disebarkan oleh
cairan tubuh. Cacing Ascaris tidak mempunyai alat respirasi.
Respirasi dilakukan secara anaerob. Energi diperoleh dengan cara
mengubah glikogen menjadi CO2 dan asam lemak yang
diekskresikan melalui kutikula. Namun sebenarnya Ascaris dapat
mengonsumsi oksigen kalau di lingkungannya tersedia. Jika oksigen
tersedia, gas itu diambil oleh hemoglobin yang ada di dalam
dinding tubuh dan cairan pseudosoel.
D. Sistem Pencernaan (Digesti)
• Sistem pencernaan lengkap mulai dari mulut, faring, usus,
dan anus,
• Mulut terdapat pada ujung anterior, sedangkan anus
terdapat pada ujung posterior,
• Nemathelminthes tidak memiliki pembuluh darah,
memiliki cairan pseudoselom yang membantu sirkulasi
makanan ke seluruh tubuh,
• Saluran pencernaan berupa pipa lurus yang dimulai dari
kerongkongan (esofagus) dilanjutkan ke usus (intestinum)
dan berakhir di anus,
• Nemathelminthes yang hidup bebas berperan sebagai
pengurai sampah organik, sedangkan yang parasit
memperoleh makanan berupa sari makanan dan darah
dari tubuh inangnya.
Pencernaan Ascaris lumbricoides
(Cacing perut)
• Mulut dikelilingi oleh tiga bibir
• Mulut faring/esofagus yang berbentuk
silindris
• Bagian belakang faring atau esofagus menebal dan
dilengkapi oleh kelep
• Dinding faring mempunyai serabut-serabut otot radial yang
dapat melebarkan rongga faring
• Faring memiliki tiga sel kelenjar yang bercabang
• Rongga faring mempunyai tiga lekuk longitudinal yang
bagian dalamnya dilapisi oleh kutikula
E. Sistem Ekskresi
• Sistem ekskresi pada nematoda ini masih sederhana
• Nematoda yang hidup di laut sistem ekskresi terdiri dari
satu/dua sel kelenjar Renette di dalam pseudosel bagian ventral
antara faring dan intestin.
• Saluran yang keluar dari sel-sel Renette bergabung dan bermuara
di lubang eksresi di bagian mid-ventral
• Terdapat sistem pembuluh ekskresi berbentuk H dihubungkan
oleh jembatan kanal transversal yang menuju lubang ekskresi.
F. Reproduksi
Nemathelminthes merupakan hewan berkelamin tunggal,
alat kelamin jantan dan betina pada individu yang berlainan.
Nemathelminthes pada umumnya melakukan reproduksi secara
seksual. Sistem reproduksi bersifat gonokoris, yaitu organ kelamin
jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda. Fertilisasi
terjadi secara internal. Hasil fertilisasi dapat mencapai lebih dari
seratus ribu telur perhari. Telur tersebut dapat membentuk kista.
Kista dapat bertahan hidup pada lingkungan yang tidak
menguntungkan.
A. Rotifera
Rotifera merupakan organisme multiseluler dengan
memiliki rongga tubuh yang batas nya ditandai dengan mesoderm.
Organisme ini telah memiliki sistem organ yang terspesialisasi.
Rotifera memiliki sistem pencernaan lengkap mulai dari mulut
hingga anus. Rotifera memiliki panjang kisaran 200 – 500
mikrometer. Namun terdapat beberapa spesies yang panjangnya
hingga satuan milimeter seperti Rotaria neptunia.
Rotifera adalah organisme mikroskopik akuatik . Rotifera
dapat dijumpai pada perairan tawar, dan juga dapat ditemukan
pada tanah. Namun pada umumnya habitat dari rotifera misalnya
yaitu di dasar danau dan perairan yang mengalir. Rotifera juga
terdapat pada lumut, bebatuan, jamur yang tumbuh di dekat pohon
yang mati, genangan air, dan pada larva dari serangga dan
crustaceae air tawar. (Orstan, 1999)
B. GASTROTRICHA
Gastrotricha berasal dari bahasa Yunani yaitu dari
kata gaster yang artinya perut dan thrix yang artinya
rambut. Hewan-hewannya berukuran mikroskopis (0,07-
2mm). Pada umumnya hidup di antara endapan-endapan
atau di dasar perairan tawar dan laut. Jumlah spesiesnya
yang hidup di air tawar dan laut kurang lebih sama. Bentuk
tubuhnya seperti cacing, kecil. Pada permukaan anterior
tubuh yang datar terdapat silia. Permukaan luar tubuh
tertutup oleh kutikula yang dilengkapi dengan duri-duri,
sisik, atau sisir. Epidermisnya bersifat sinsitial.
Gastrotricha termasuk hewan microscopic.
Tubuhnya berbentuk simetri bilateral dan tubuhnya
ditutupi cilia khususnya mulut. Filum gastrotricha
mempunyai tabung pelekat depan dan belakang.
Kebanyakan mempunyai tabung atau saluran sepanjang
sisinya. Sebagian mempunyai kutikula yang tebal atau kail
atau sisik.
Manfaat dari Gastrotricha yaitu
• Bisa menjadi dekomposer, seperti halnya bakteriovores
dan detririvor, gastrotricha
• Menyumbang dari keindahan perairan pantai dengan
membersihkan puing dan mencegah kerusakan.
• Untuk menambah pengetahuan tentang evolusi dan
hubungannya dengan organisme lain.
C. NEMATORMOPHA
Klasifikasi Ilmiah Dari Kelas
Nematomorpha:

Kingdom : Animalia
Filum : Nematomorpha
Classis : Nectonematoida
Ordo : Tidak Dibagi
Familia : Tidak Dibagi
Genus : Nectonema
Spesies : N. Tangkas
CIRI-CIRI UMUM
Nematormopha
• Filum dari parasitoid hewan dangkal mirip
dengan nematoda atau cacing di morfologi
• Memiliki tubuh yang panjang dan ramping (10-700mm dengan
diameter 03-2,5 mm)
• Cacing muda parasit pada insekta dan krustasea
• Cacing dewasa hidup bebas (air kolam, parit, pipa
air minum)
• Dapat ditemukan di tempat yang lembab
• Betina lebih panjang jantan
• Bagian luar berwarna kuning, abu-abu, coklat atau hitam yang
tidak tembus cahaya.
• Tubuhnya berbentuk silindris, salah ujungnyaa tumpul dan
membulat, tidak bersgmen,simetri tubuhnya bilateral.
• Permukaan tubuh yang dilapisi kutikula terdiri dari lempeng-
lempeng atau papilla,
• Tubuhnya dilapisi dengan lapisan otot longitudinal tapi
tidak penuh sampai keujung tubuhnya.
• Seluruh pencernaan makanannya mengalami degenerasi, karena
cacing muda mengabsorbsi makanan dari inang.
• System sarafnya terdiri atas cincin saraf yang mengelilingi
esophagus, cincin tersebut berhubungan bengan tali saraf
midfentral. Pada nectonema, cincin saraf itu juga berhubungan
dengan tali saraf dorsal, dan mempunyai alat kelamin yang
terpisah.
D. KINORHYNCHA
• 70 spesies yang hidup di laut
• Makanan berupa alga dan bahan organik yang telah mati
• Ciri-ciri tubuh :
a. Tubuhnya simetri bilateral,
b. Tersusun dari 13-14 zonites (ruas-ruas yang saling
tumpang tindih),
c. Ruas anterior pertama membentuk kepala, ruas
kedua membentuk leher,
d. Panjang tubuhnya kurang dari 1 mm. Tubuhnya
tertutup oleh kutikula yang tersusun dari kitin,
e. Bagian dorsal dan lateral terdapat duri,
f. Tidak memiliki silia,
e. Rongga tubuhnya pseudosel,
f. Mulut berada di ujung anterior kepala,
g. Mempunyai dua saluran ekskresi berbentuk tabung,
h. Organ sensori berupa titik mata.
• Alat kelamin terpisah, masing-masing mempunyai dua gonad yang
lubangnya terdapat di ventral tubuh di sisi anus.
• Hewan muda mengalami pengelupasan kulit secara periodik.
• Ordo dari Kinorhyncha meliputi :
1. Homalorhagida : Pycnophyes frequens, Trachydemus
2. Cyclorhagida : Echinoderes, Campyloderes, Centroderes, Caterla,
Semnoderes.
Echinoderes
Sumber : Pycnophyes frequens
http://encyclopedia2.thefreedi Sumber : Barnes, 1979:209
ctionary.com