Anda di halaman 1dari 5

KRITIK ARSITEKTUR

Hal 79-82
KONTEKS DUALISME VINCENT SCULLY Memiliki pandangan bahwa arsitektur padadasarnya adalah refleksi sikap
manusia terhadap alam.

DUA CARA PANDANG DUALISTIK

KONSEPSI

“man vs nature”, “man with nature”


yang merupakan tradisi Yunani yang merupakan tradisi suku-suku
Amerika asli.

Pevsner mendasarkan catatan kritisnya pada dualisme “antirational – rational”

Robert Sommer, arsitektur dipandang secara dualistik, entah “hard” atau “soft”.
JUXTAPOSISI adalah salah satu medium lain dari retorika kritik yang tidak kalah potensial. Dengan menyandingkan
hal-hal yang kelihatannya berbeda atau bertolakbelakang, seseorang dapat melihat kemungkinan
kemiripan di antara mereka, atau sebaliknya, dengan menyandingkan hal-hal yang kelihatannya mirip,
kita dapat melihat kemungkinan perbedaan bahkan kontras di antara mereka. Medium ini dinilai
sebagai teknik yang efektif karena dapat menggiring para pengamat kepada hal-hal atau arah
pemahaman yang sepertinya masuk akal, untuk selanjutnya dikejutkan dengan fakta yang kontras
dari pemahaman awal.

Edward Hauser
Foto Hausner menunjukkan sebuah patung Neoklasik dari lokasi
Pensylvania Station yang tergeletak pada sebuah lapangan
pembuangan sampah. Juxtaposisi dalam foto ini ingin mengkritisi
kebijakan dan praktek yang mengijinkan pembongkaran
terhadap bangunan-bangunan yang sebenarnya memiliki nilai
tinggi seperti halnya objek Pensylvania Station tersebut.

Kasus khusus dalam teknik JUXTAPOSISI adalah penampilan


aspek “sebelum dan sesudah” (before and after).
EXAGERASI Teknik retorika kritik yang tidak kalah pentingnya adalah exagerasi. Teknik ini biasa disertai dengan
teknik lain yakni intensifikasi, sebagaimana halnya teknik telefoto yang menyoroti dan terkonsentrasi
pada fitur tertentu dari suatu objek. Jenis intensifikasi yang lain adalah “cropping”. Aspek-aspek yang
tidak relevan dan yang cenderung mengalihkan perhatian, dengan sengaja dihilangkan, sehingga
menyisakan penampilan aspek atau fitur yang ingin diekspos.

• Exagerasi = melebih-lebihkan aspek tertentu.


DILUSI Dilusi adalah teknik yang bertolak belakang dengan exagerasi. Subjek penggambaran atau yang
akan difoto, sengaja ditampilkan pada bagian latar belakang atau latar depan, sedemikian hingga
penampilannya seakan disamarkan dan tidak menonjol.