Anda di halaman 1dari 43

BETA, BETA

DISESUAIKAN DAN
BETA UNTUK PASAR
MODAL BERKEMBANG
BETA

Beta merupakan suatu pengukur
volatilitas (volatility) return suatu
sekuritas atau return portofolio
terhadap return pasar.
BETA

◉ Beta sekuritas ke i mengukur volatilitas return sekuritas ke i


dengan return pasar
◉ Beta portofolio mengukur volatilitas return portofolio
dengan return pasar
Beta adalah pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas
atau portofolio relatif terhadap risiko pasar.
Volatilitas adalah fluktuasi dari return-return suatu sekuritas
atau portofolio dalam suatu periode waktu tertentu.
Mengestimasi Beta
1
MENGESTIMASI BETA

Beta suatu sekuritas dapat Beta historis dapat dihitung


dihitung dengan teknik estimasi dengan menggunakan data
yang menggunakan data historis berupa:
historis. ◉ Data pasar
Beta yang dihitung berdasarkan ◉ Data akuntansi
data historis ini selanjutnya
◉ Data fundamental
dapat digunakan untuk
mengestimasi beta masa datang
Beta Pasar
2
BETA PASAR

◉ Beta pasar dapat diestimasi dengan mengumpulkan nilai-


nilai historis return sekuritas dan return pasar selama
periode tertentu
◉ Beta sekuritas dapat dihitung dengan menggunakan scatter
diagram
◉ Beta juga dapat dihitung menggunakan teknik regresi
dengan menggunakan return sekuritas sebagai variable
dependen dan return pasar sebagai variable independen
BETA PASAR
BETA PASAR

 iM
i  2
 M
23,275
i 
16,225
◉ = 1,4345
Beta Akuntansi
3
BETA AKUNTANSI

◉ Dapat dihitung dengan rumus:


BETA AKUNTANSI

◉ Persamaan regresi untuk mengestimasi beta akuntansi:


Beta Fundamental
4
BETA FUNDAMENTAL

Beaver, Kettler dan Scholes (1970) mengembangkan penelitian


Ball dan Brown dengan menyajjikan perhitungan beta
menggunakan beberapa variabel fundamental. Variabel-
variabel tersebut diantaranya:
◉ Dividen Payout  diukur sebagai dividen yang dibayarkan
dibagi dengan laba yang tersedia untuk pemegang saham
umum. Terdapat hubungan yang negatif antara risiko dan
dividen payout, yaitu risiko tinggi, dividen payout rendah.
BETA FUNDAMENTAL

◉ Asset Growth  perubahan (tingkat pertumbuhan) tahunan


dari aktiva total.
◉ Leverage  nilai buku total hutang jangka panjang dibagi
total aktiva.
◉ Liquidity  current ratio yaitu aktiva lancar dibagi dengan
hutang lancar.
BETA FUNDAMENTAL

◉ Asset Size  logaritma dari total aktiva. Variabel ini


diprediksi mempunyai hubungan yang negatif dengan
risiko
◉ Earnings Variability  nilai standar dari PER (Price Earnings
Ratio) atau rasio P/E (harga saham dibagi denngan laba
perusahaan)
◉ Accounting Beta karena beta akuntansi dan beta pasar
keduanya pengukur risiko yang sama, keduanya
mempunyai hubungan yang positif
Beta Pasar dan Beta
Fundamental
5
BETA PASAR DAN BETA FUNDAMENTAL

◉ Beta return pasar mempunyai kelebihan dapat mengukur


respon dari masing-masing sekuritas terhadap pergerakan
pasar.
◉ kelemahan beta return pasar yaitu tidak langsung
mencerminkan perubahan dari karakteristik perusahaan
karena beta return pasar dihitung berdasarkan hubungan
data pasar dan tidak dihitung berdasarkan data
karakteristik perusahaan.
BETA PASAR DAN BETA FUNDAMENTAL

◉ beta fundamental mempunyai kelebihan secara langsung


dapat berhubungan dengan karakteristik perusahaan
◉ kelemahanya yaitu variabel-variabel karakteristik
perusahaan mempunyai efek terhadap beta fundamental
yang sama untuk semua perusahaan.
Beta Portofolio
6
BETA PORTOFOLIO

◉ Beta portofolio dihitung dengan cara rata-rata tertimbang


sebagai berikut.:
BETA PORTOFOLIO

Beta portofolio umumnya lebih akurat dibanding beta tiap-tiap


individual sekuritas. Alasanya:
◉ Beta individual sekuritas konstan dari waktu ke waktu
◉ Perhitungan beta individual tak lepas dari kesalahan
pengukuran/ kesalahan acak
BETA DISESUAIKAN
DAN BETA UNTUK
PASAR MODAL
BERKEMBANG
Menyesuaikan dan
Memprediksi Beta
1
MENYESUAIKAN DAN MEMPREDIKSI BETA

◉ Blume (1971) menyajikan ◉ Memprediksi nilai beta dapat


bukti bahwa estimasi beta dilakukan dengan cara
cenderung mengarah ke menyesuaikan nilai beta
nilai satu dari satu periode historis mengarah ke nilai
ke periode yang lain. rata-ratanya. Rumusnya:
Beta Untuk Pasar
Modal Berkembang
2

Beta untuk pasar modal berkembang
perlu disesuaikan. Alasanya
adalah beta yang belum
disesuaikan masih merupakan
beta yang bias disebabkan oleh
perdagangan yang tidak sinkron
PERDAGANGAN TIDAK SINKRON
◉ Beta sebagai pengukur volatilitas mengukur kovarian
return suatu sekuritas dengan return pasar relatif terhadap
resiko pasar.
◉ Ketidaksamaan waktu antara return sekuritas dengan
return pasar dalam perhitungan beta disebabkan karena
perdagangan sekuritas-sekuritas yang tidak sinkron.
◉ Perdagangan tidak sinkron terjadi karena beberapa
sekuritas tidak mengalami perdagangan untuk beberapa
waktu.
PERDAGANGAN TIDAK SINKRON
◉ Perdagangan tidak sinkron juga sering terjadi dalam satu
hari perdagangan.
◉ Karena masalah perdagangan tidak sinkron disebabkan
oleh masalah periode waktu perdagangan dan masalah
dalam interval waktu, maka masalah ini juga disebut
periodicity problem dan intervalling problem.
PENGUJIAN TERHADAP BIAS
◉ Beta pasar merupakan rata-rata tertimbang dari beta
masing-masing sekuritas di pasar.
◉ Jika terjadi bias, maka beta pasar hasil dari rata-rata
tertimbang ini akan sama dengan 1.
◉ Akan tetapi, jika terjadi perdagangan tidak sinkron,
sehingga beta untuk individual sekuritas akan menjadi bias,
maka beta pasar hasil rata-rata tertimbang akan tidak sama
dengan 1
KOREKSI TERHADAP BIAS
◉ Beberapa metode digunakan untuk mengkoreksi bias yang
terjadi untuk beta sekuritas akibat perdagangan tidak
sinkron.
◉ Metode tersebut diantaranya:
◉ Metode Scholes and Williams
◉ Metode Dimson
◉ Metode Fowler dan Rorke
METODE SCHOLES AND WILLIAMS
◉ Scholes dan William memberikan solusi untuk mengkoreksi
bias dari perhitungan Beta akibat perdagangan tidak
sinkron dengan rumus sebagai berikut ini
METODE DIMSON
◉ Dimson menyederhanakan cara Scholes dan Williams
dengan cara menggunakan regresi berganda
◉ hanya digunakan sebuah pengoperasian regresi saja
berapapun banyaknya periode lag dan lead. Rumus:
METODE DIMSON
◉ Hasil dari Beta koreksian adalah penjumlahan dari
koefisien-koefisien regresi berganda, sehingga metode
Dimson ini juga dikenal dengan istilah metode
penjumlahan koefisien.
◉ Besarnya Beta koreksian adalah sebagai berikut :
METODE FOWLER DAN RORKE
Merupakan metode yang paling banyak digunakan karena
sederhana. Metode ini sederhana karena :
◉ Hanya menggunakan sebuah pengoperasian regresi
berganda saja, dan
◉ Beta koreksian hanya dijumlahkan dari koefisien-koefisien
yang diperoleh dari regresi berganda tersebut.
Fowler dan Rorke beragumentasi bahwa metode dimson
hanya menjumlah koefisien-koefisien regresi berganda tanpa
memberi bobot akan tetap memberikan beta yang bias.
METODE FOWLER DAN RORKE
Untuk satu periode lag dan lead, koreksi Beta dilakukan
dengan tahapan sebagai berikut ini :
◉ Operasikan persamaan regresi berganda seperti yang
dilakukan di metode Dimson sebagai berikut :
METODE FOWLER DAN RORKE
◉ Operasikan persamaan regresi untuk mendapatkan korelasi
serial return indeks pasar dengan return indeks pasar
periode sebelumnya sebagai berikut :

◉ Hitung bobot yang digunakan sebesar:


METODE FOWLER DAN RORKE
◉ Hitung Beta koreksian sekuritas ke-i yang merupakan
penjumlahan koefisien regresi berganda dengan bobot:
METODE FOWLER DAN RORKE
◉ Hitung Beta koreksian sekuritas ke-i yang merupakan
penjumlahan koefisien regresi berganda dengan bobot:
METODE FOWLER DAN RORKE
Kesimpulan:
◉ BEI merupakan pasar modal yang sedang berkembang
yang perdagangannya masih tipis.
◉ Akibat dari perdagangan yang tipis ini adalah terjadinya
perdagangan yang tidak sinkron.
◉ Beta sekuritas untuk pasar ini merupakan Beta yang bias.
METODE FOWLER DAN RORKE
◉ Hasil empiris penelitian ini menunjukkan bahwa Beta
sekuritas yang terdaftar di BEI adalah bias. Hasil empiris ini
menolak hipotesis nol yang menyatakan Beta sekuritas BEI
tidak bias. Hasil ini konsisten dengan hasil empiris yang
disajikan oleh Ariff dan Johnson untuk pasar modal
Singapura.