Anda di halaman 1dari 9

BAB 3

Prinsip Dasar
Bank Syariah

AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH:


Teori dan Praktik Kontemporer
Yaya R., Martawiredja A.E., Abdurahim
A. (2009). Salemba Empat
dept of acct - umy
Materi bab 3 menjelaskan tentang prisip syariah yang harus diperhatikan dalam pengelolaan
suatu bank syariah. Prinsip tersebut mengacu pada prinsip-prinsip hukum muamalah yang disepakati
oleh mayoritas Ulama.

Relevansi bab ini adalah sebagai landasan untuk memahami berbagai transaksi yang dilarang dalam
agama Islam terkait dengan aktivitas ekonomi antar individu.

dept of acct - umy


Definisi Lembaga Keuangan Syariah
Lembaga Keuangan Syariah (LKS) menurut DSN adalah lembaga keuangan yang mengeluarkan
produk keuangan syariah dan yang mendapatkan izin operasional sebagai lembaga keuangan syariah
(DSN)-MUI, 2003).

Lembaga Keuangan Syariah (LKS) harus memenuhi dua unsur yaitu :


1. Unsur kesesuaian dengan syariah Islam
2. Unsur legalitas operasi sebagai lembaga keuangan.

Bank Indonesia sebagai institusi yang berwenang


mengatur dan mengawasi Bank Umum dan Bank
Perkreditan Rakyat.

Institusi yang memiki kewenangan Departemen Keuangan sebagai institusi yang


mengeluarkan izin operasi berwenang mengawasi asuransi dan pasar modal.

Departemen Koperasi sebagai institusi yang berwenang


mengatur dan mengawasi koperasi.

dept of acct - umy


Prinsip dalam hukum Muamalah adalah :

• Pada dasarnya segala bentuk muamalah adalah mubah, kecuali yang ditenttukan lain oleh Al qur’an
dan sunnah Rasul.
• Muamalah dilakukan atas dasar sukarela dan tanpa mengandung unsur – unsur paksaan.
• Muamalah dilakukan atas dasar pertimbangan mendatangkan manfaat dan menghindari mudharat.
• Muamalah dilaksanakan dengan memelihara nilai keadilan dan unsur – unsur penganiyaan,
pengambilan kesempatan dalam kesempitan (prinsip keadilan).

Tidak sah
akadnya

Transaksi yang
dilarang

Haram selain
Haram zatnya
zatnya
Larangan terhadap transaksi yang haram zatnya

Larangan terhadap transaksi yang haram zatnya sering dikaitkan dengan prinsip muamalah yang ketiga yaitu keharusan
menghindari kemudharatan.

Bagi industri perbankan syariah, pelarangan terhadap transaksi yang haram zatnya tersebut diwujudkan dalam bentuk
larangan memberikan pembiayaan yang terkait dengan aktivitas produksi makanan, minuman dan tindakan yang
diharamkan oleh Majelis Ulama.

dept of acct - umy


Larangan terhadap transaksi haram selain zatnya

Beberapa hal yang masuk kategori haram selain zatnya

Tadlis (ketidaktahuan satu pihak)

Gharar (ketidaktahuan kedua pihak)

Ikhtikar (rekayasa pasar dalam supply)

Bai’ najasy (rekayasa pasar dalam demand)

Maysir

Riba
Tadlis adalah transaksi yang mengandung suatu hal yang tidak diketahui oleh salah satu pihak (unknow to one party)
Tadlis dapat terjadi dari empat hal yaitu kuantitas, kualitas, harga, waktu penyerahan.

Gharar adalah ketiadaan informasi terjadi pada kedua belah pihak yang bertransaksi jual beli.

Bai’ Ikhtikar adalah mengupayakan adanya kelangkaan barang dengan cara menimbun.

Bai’ najasy adalah tindakan menciptakan permintaan palsu, seolah – olah ada banyak permintaan terhadap suatu
produk, sehingga harga jual produknya akan naik.

Maysir (gambling/judi) adalah sebuah permainan dimana satu pihak akan memperoleh keuntungan sementara pihak
lain akan menderita kerugian.

Riba adalah tambahan yang disyaratkan dalam transaksi bisnis tanpa adanya padanan (iwad) yang dibenarkan syariah
atas penambahan tersebut.

dept of acct - umy


Penggolongan Riba

Transaksi jual beli


Transaksi hutang piutang barang ribawi

Riba jahiliyyah Riba fadhl


Riba nasi’ah
Riba qardh adalah riba yang timbul adalah riba yang timbul
adalah riba yang timbul
adalah kelebihan tertentu karena peminjam tidak karena pertukaran antar
karena penangguhan
yang disyaratkan pada yang mampu mengembalikan barang ragawi yang sejenis
penyerahan atau penerimaan
berhutang. hutangnya pada waktu yang dengan kadar dan takaran
barang yang dipertukarkan.
ditetapkan. yang berbeda.

Barang ribawi dikelompokkan menjadi dua yaitu :


1. Kelompok mata uang dapat dibagi dalam beberapa jenis yaitu emas dan perak secara khusus baik dalam bentuk
mata uang dan dalam bentuk lainnya.
2. Kelompok bahan makanan pokok seperti beras, gandum dan jagung serta bahan makanan seperti sayur – sayuran
dan buah – buahan.

dept of acct - umy


Larangan terhadap transaksi yang tidak sah akadnya

 Akad secara bahasa adalah ikatan


 Akad menurut istilah adalah keterikatan keinginan diri dengan keinginan orang lain dengan cara memunculkan
adanya komitmen tertentu yang disyariatkan.

Rukun – rukun akad adalah :


1. Adanya dua pihak atau lebih yang saling terikat dengan akad.
2. Adanya sesuatu yang diikat dengan akad.
3. Adanya pengucapan akad berupa ungkapan serah terima (ijab-kabul).

Akad tidak boleh mengandung unsur Ta’alluq (unsud dua akad dlm satu transaksi / two in one transaction)
Ta’alluq adalah dua akad yang saling berkaitan yang mana berlakunya akad pertama tergantung akad yang kedua.

dept of acct - umy

Anda mungkin juga menyukai