Anda di halaman 1dari 41

Askep

Intra-
Operatif
Oleh :
Andi Aprizal
Nauratuddinie
Rossi Hardiyanti
Suci Ramadhani
Sari Rizka Vonna
Tuah RH Panji Pribadi Ns. Roma sitio, S.Kep., M.Kep
Definisi

Keperawatan Intraoperatif adalah proses


asuhan keperawatan yang dimulai ketika pasien
sudah berada di meja pembedahan dan berakhir saat
pasien dipindahkan ke ruang pemulihan (Arif, 2009).
Circulation
Nurse

Scrub
Nurse
Peran
Perawat
Selama
Pmbedah
an
TIPE PEMBEDAHAN
TUJUAN
Diagnostik Biopsi massa payudara
Ablatif (pengangkatan) Pengangkatan appendiks
Paliatif Debridemen jaringan nekrotik
Rekonstruktif (et causa trauma) Fiksasi internal pada fraktur
Transplantasi (mengganti) Transplantasi ginjal
Konstruktif (et causa kongenital) Memperbaiki bibir sumbing
URGENSI

Elektif Bedah plastik wajah


Gawat Eksisi tumor ganas
Darurat Memperbaiki perforasi appendiks,
mengontrol perdarahan internal
JENIS CONTOH
KESERIUSAN
Mayor Bypass arteri koroner
Minor Ekstraksi katarak, ekastraksi gigi
TIPE PEMBIUSAN
( Barbara, 2005)

Anestesi Umum (ICH, Vp shunt.


Hisprung pada anak bayi, Craniotomy,
Luka Bakar, transplantasi organ)

Anestesi Regional (seperti Sectio


Caesar, Fraktur tibia, fraktur
femur)

Anestesi Lokal (Av shunt, Katarak


pada mata, sirkumsisi )
• 1. anestesi inhalasi 2. Anestesi melalui spinal

• 3. Anestesi Epidural
Posisi Dalam Pembedahan
• Sitting Position
• Fowler Position
• Supine Position

• Lateral Position
• Jack-knife Position
• Trendelunburg Position

• Cholelithiasis Position
• Thyroiditis Position
• Nephrotomi Position dan Prone Position
Sitting position
• Operasi otak, cervical vertebral, operasi
tonsillectomy
Fowler position
• Memberikan anestesi kepada pasien yang full
stomach (perut penuh)
Supine position
• Operasi otak, jantung, bedah abdome umum,
operasi lengan, tangan, dan kaki
Lateral position
• Operasi paru-paru, oesopogus, operasi daerah
bahu sebelah dada, pinggang, operasi femur,
hipjoint (atau panggul).
Jack - knife position
• Operasi rectum, anus, daerah secrum.
Trendelenburg position
• Operasi uterus atau ovary, operasi rectum
Posisi cholelithiasis
• Operasi liver, blader, batu empedu
Thyroditis position
• Operasi daerah leher (operasi thyroidectomy, operasi
oesopogus, operasi larynx, operasi tracheostomia).
Nephrolithotomi position
(remove kidney)

• Operasi ginjal, adrenal glands.


Prone position
Operasi daerah belakang kepala, pinggang,
belakang lutut, tendon archiles, adrenal glans.
Alat Bantu yang digunakan
(Suriyanto, 2008)

• Safety belt
• Anestesia screen
• Wrist atau Arm Strap
• Arm board
• Double Arm board
• Elbow pads atau protector
• Shoulder bridge
• Kidney rest
• Body restrain straip
• Hemorroid straip
• Body rest/brances
Mengapa perlu
Kateterisasi Urin??
Pada keadaan dibius karena operasi,
biasanya terjadi gangguan kerja
saraf yang mempersarafi otot-otot
kandung kemih dan sfingter uretra
ini, akibatnya dapat terjadi
penumpukan urin di dalam kandung
kemih. Oleh sebab itu, biasanya
akan dilakukan pemasangan kateter
pada orang yang akan menjalankan
operasi.
PERSIAPAN KULIT
Pemakaian Diathermy

• Dalam operasi diathermy ini digunakan untuk


menghangatkan pembuluh darah agar tidak terjadi
pendarahan yang berlebihan. Teknik ini sangat
berharga dalam bedah saraf dan operasi mata.
Mata Cauter diathermy memiliki satu mata
(Monopolar) dan dua mata (Bipolar)
3 jenis Diathermy

• SWD- short wave diathermy atau Diathermy gelombang pendek


yang diubah menjadi suhu panas untuk mencapai kedalaman 4-5
cm.
• Uktrasound Diathermy- tehnik diathermy yang menggunakan
gelombang suara dengan frekuensi tinggi untuk mangasilkan panas
dan dapat mencapai target organ yang diharapkan
• Microwave diathermy- tehnik diathermy yang hampir sama dengan
SWD, microwave diathermy menggunakan panjang gelombang yang
lebih pendek dari SWD, sehingga daya paparan nya kejaringan
lebih rendah.
Suhu di kamar Operasi

Suhu dikamar operasi di daerah tropis sekitar


19˚ - 22˚ C, sedangkan di daerah sekitar 20˚ -
24˚ dengan kelembaban 55%.
Biasanya pada bayi : mudah terjadi hipotermi
hipotermi dapat mempengaruhi metabolisme
obat, anestesi dan koagulasi darah
Cara mencegah hipotermi

• Buat suhu ruangan 28C pada


1 pembedahan bayi dan anak

2 • Selimuti pasien

• Observasi suhu setelah


3 selesai pembedahan
Pemakaian Torniquet

• Menghentikan aliran darah saat


dilakukan operasi pada lengan
atau tungkai.
• Pada tindakan IVRA Fungsinya
agar obat anestesi hanya
berpengaruh pada regio tertentu
di lengan atau tungkai.
Pemakaian Leser
• Solid state laser (digunakan terutama dalam
penelitian)
Lanjutan……

• Laser gas
• Laser Excimer ( digunakan pada operasi mata
dan micromachining )
• Laser dioda
Lanjutan……

• Dye laser ( sebagai media penguat biasanya


sebagai cairan )
• Semikonduktor laser
Menghitung Instrumen/
Kassa/ Jarum
• Bila didapatkan penghitungan tidak lengkap, setelah
dicari tidak ditemukan harus dilakukan X-Ray.
Apabila lengkap dokter bedah langsung
menandatangani (Form Pengkajian Intra Op).
Part of form pengkajian
Irigasi Luka
• Irigasi Luka dapat dilakukan dengan cairan
Sodium Chloride 0,9%, H²O², Antiwalk Spray,
Antibiotik dan lainnya.
Pemakaian Cairan
• untuk operasi laparotomi
dibutuhkan cairan 10
cc/kgbb/jam operasi dan
untuk non laparotomi
dibutuhkan cairan 5
cc/kgbb/jam operasi dengan
menggunakan cairan
kristaloid, ditambah cairan
yang hilang selama operasi/
perdarahan.
Lanjutan…

Jumlah dan jenis cairan yang dipakai


untuk mengganti perdarahan selama
operasi disesuaikan dengan volume darah
yang hilang.
Klasifikasi Perdarahan
Uji Spesimen
1. Prosedur pemeriksaan PA (HIPKABI,
2008)
• Prosedur pemeriksaan PA biasa
(memakai blok paraffin)
• Prosedur pemeriksaan histopatologi
khusus/VC
2. Prosedur pemeriksaan sitopatologi
3. Prosedur pemeriksaan histokimia
4. Prosedur pemeriksaan immuno
patologi
Diagnosa Keperawatan
1. Risiko cedera berhubungan dengan pengaturan
posisi bedah, prosedur invasif bedah
2. Risiko infeksi berhubungan dengan adanya
port de entre prosedur, penurunan imunitas
efek anestesi
3. Resiko pendarahan berhubungan dengan
proses pembedahan
T h a n k

Y o u

Anda mungkin juga menyukai