Anda di halaman 1dari 17

Pemeriksaan Penunjang

• Radiologis
• Histopatologi
Radiologis
• Radiografi:
Dental foto: periapikal dan oklusal foto, Panoramik, PA, lateral dan
submento vertex
• CT Scan:
biasanya digunakan untuk mengetahui keterlibatan jaringan lunak,
kerusakan tulang kortikal dan ekspansi tumor pada struktur sekitarnya
• MRI:
digunakan untuk mengetahui usia dan konsistensi tumor
Secara radiologis, gambaran ameloblastoma muncul sebagai gambaran
radiolusensi yang multiokular atau uniokular

Multiokular

• tumor menunjukkan gambaran bagian-bagian yang terpisah oleh septa tulang


yang memperluas membentuk masa tumor. Gambaran multiokular ditandai
dengan lesi yang besar dan memberikan gambaran seperti soap bubble

Uniokular

• biasanya tidak tampak adanya karakteristik atau gambaran yang patologis. Bagian
periferal dari lesi biasanya licin walaupun keteraturan ini tidak dijumpai pada
waktu operasi. Pada lesi lanjut akan mengakibatkan pembesaran rahang dan
penebalan tulang kortikal dapat dilihat dari gambaran rontgen
Histopatologi

Insisi Biopsi
• diindikasikan pada lesi yang lebih besar dari 1-2 cm dan untuk lesi besar yang berkapsul atau neoplasma
yang berpotensi keganasan
• karakteristik dari suatu neoplasma dapat ditentukan dengan baik, seperti diferensasi dan kemampuan
invasi

Fine-Needle Aspiration Biopsi (FNAB)


• metode untuk mengevaluasi lesi subkutan atau yang terletak lebih dalam lagi. Prosedur ini paling banyak
dipakai dalam menentukan sifat massa pada kelenjar saliva dan leher
Histopatologi

Ameloblastoma menunjukan berbagai macam variasi pola histologi bergantung


pada arah dan derajat differensiasi sel tumor. Klasifikasi WHO membagi
ameloblastoma secara histologis terdiri dari follikular, pleksiform, acanthomatous,
sel granular dan tipe sel basal
Tipe Folikular
• menunjukan gambaran histologi yang • Degenerasi dari jaringan yang
tipikal terdiri dari pulau-pulau epitel berbentuk seperti retikulum stellata
dari sel-sel tumor dengan dua itu akan menghasilkan pembentukan
komponen berbeda yaitu sebuah kista. Degenerasi kistik umumnya
lapisan periferal dari sel-sel kolumnar terjadi dibagian sentral pulau-pulau
atau kuboidal dan sebuah massa epitel, meninggalkan ruang yang jelas
sentral dari sel yang tersusun jarang dan dibatasi oleh sel-sel stelate padat
yang menyerupai retikulum stellata.
• Pada tipe folikular jaringan epitel
terdapat pada bagian tengah. Di
bagian terluarnya berbentuk kolumnar
atau palisaded ameloblas, sedangkan
dibagian tengah terkadang berbentuk
menyerupai sel microcysts
Tipe Pleksiform
• ditandai dengan kehadiran sel • jaringan yang menyerupai stalate
tumor yang berbentuk seperti pita retikulum terlihat kurang menonjol
yang tidak teratur dan pada tipe ameloblastoma
berhubungan satu sama lain. pleksiform dibanding pada
Stroma terbentuk dari jaringan ikat ameloblastoma tipe folikuler dan
yang longar dan edematous fibrous ketika dijumpai secara keseluruhan
yang mengalami degenerasi kistik tersusun pada bagian perifer
• terdiri dari jaringan epitel yang daerah degenerasi kistik
dapat berubah, dan merupakan
lapisan sel berasal dari jaringan
epitel. Kemudian berubah menjadi
well-formed desmosomal junctions,
simulating spindle cell layers
Tipe Acanthomatous
• ditandai dengan karakteristik adanya
squamous metaplasia dari retikulum
stelata yang berada diantara pulau-
pulau tumor, terkadang terdapat
pembentukan keratin pada bagian
sentral dari pulau-pulau tumor
• Kista kecil terbentuk di tengah sarang
sellular
• Pada tipe ini terdapat diferensiasi
skuamosa dari epithelium
odontogenik
• Terjadi kompresi reticulum stelata
menjadi massa squamoid dengan
metaplasia skuamosa dan keratinisasi
pada pusat pulau tumor
Tipe Sel Granular
• ditandai dengan adanya
transformasi dari sitoplasma
biasanya berbentuk seperti sel
retikulum stelata, sehingga
memberikan gambaran yang
sangat kasar, granular dan
eosinofilik
• tipe sel granular ini cenderung
merupakan lesi agresif ditandai
dengan kecenderungan untuk
rekurensi bila tidak dilakukan
tindakan bedah yang tepat pada
saat operasi pertama
Tipe Sel Basal
• tipe sel basal atau primordial ini
mirip karsinoma sel basal pada
kulit
• Tumor ini merupakan tipe yang
paling jarang dijumpai
• Reticulum stellata tidak terdapat
pada bagian pusat sarang
Penatalaksanaan
Terapi bedah ameloblastomas dapat dibagi menjadi tiga tahap:
1. Eksisi tumor
2. Rekonstruksi
3. Rehabilitasi
Beberapa prosedur operasi yang mungkin digunakan untuk mengobati
ameloblastoma antara lain

Enukleasi
• merupakan penyingkiran tumor dengan mengikisnya dari jaringan normal yang ada disekelilingnya. Lesi
unikistik, khususnya yang lebih kecil hanya memerlukan enukleasi dan seharusnya tidak dirawat secara
berlebihan

Cryosurgery
• Adalah pembedahan yang dilakukan dengan cara memaparkan temperatur dingin yang ekstrem ke
jaringan yang telah diseleksi menggunakan alat yang mengandung nitrogen cair. Tujuan cryosurgery adalah
untuk mengeliminasi sel-sel yang abnormal
• Efek pendinginan yang ekstrem: konsentrasi cairan intraseluler meningkat, kadar air intraseluler
berkurang, sel mengkerut, membran sel rusak, terbentuk kristal es di intraseluler maupun di ekstraseluler
Eksisi Blok
• Kebanyakan ameloblastoma harus dieksisi daripada dienukleasi.
• Eksisi sebuah bagian tulang dengan adanya kontinuitas tulang mungkin
direkomendasikan apabila ameloblastomanya kecil.
• Insisi dibuat pada mukosa dengan ukuran yang meliputi semua bagian yang
terlibat tumor

Osteotomi Peripheral
• merupakan suatu prosedur yang mengeksisi tumor yang komplit tetapi pada
waktu yang sama suatu jarak tulang dipertahankan untuk memelihara
kontuinuitas rahang sehingga kelainan bentuk, kecacatan dan kebutuhan untuk
pembedahan kosmetik sekunder dan resorasi prostetik dapat dihindari
Kauterisasi
• merupakan pengeringan atau elektrokoagulasi lesi, termasuk sejumlah jaringan
normal disekelilingnya. Kauterisasi tidak umum digunakan sebagai bentuk terapi
primer, namun merupakan terapi yang lebih efektif dibanding kuretase

Reseksi Tumor
• Apabila ameloblastoma ditemukan pada pemeriksaan, serta dapat dijumpai
adanya perubahan kembali serta aktifitas lesi yang baru setelah operasi maka
pada kasus tersebut harus direseksi. Pada ameloblastoma mandibula dilakukan
hemimandibulektomi
• Hemimandibulektomi merupakan pola yang sama dengan eksisi blok yang
diperluas yang mungkin saja melibatkan pembuangan angulus, ramus atau
bahkan pada beberapa kasus dilakukan pembuangan kondilus
Komplikasi

Ameloblastoma yang besar dapat membuat hilangnya


fungsi rahang dan kesulitan menelan makanan.
Selanjutnya, kurangnya nutrisi dapat menyebabkan
hipoproteinemi. Pasien juga berisiko perdarahan karena
ulserasi dan dapat menunjukkan gejala anemia
Prognosis
• Rekurensi kemungkinan dapat timbul karena tidak sempurnanya tindakan
operasi, yaitu :
(1) pada jaringan spongiosa, sebaiknya tindakan yang dilakukan harus lebih
cepat dengan reseksi, dan sebaiknya 1 cm jaringan sehat disekitarnya
harus turut diambil.
(2) Jaringan kortikal sebaiknya direseksi secara terpisah
(3) Mukosa yang melapisi prosesus alveolar, sebaiknya direseksi juga
• Ameloblastoma memiliki tingkat rekurensi yang tinggi setelah terapi, yakni
23% pada ameloblastoma multikistik dan 14% pada ameloblastoma
unikistik. Rekurensi dapat terjadi karena ameloblastoma memiliki sel satelit
yang dapat berinvasi. Ameloblastoma menyebar dengan membentuk
psudopods pada sumsum tulang tanpa resorpsi tulang trabekular yang
nyata