Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN KASUS

OSTEOARTHRITIS
AL ALIYAH LUHUR ASIH
11120162048
ANAMNESA

■ Nama Pasien : Tn. A


■ Umur : 49 tahun
■ Jenis Kelamin : Laki-laki
■ Alamat : Jl. A.Jalantik
■ Pekerjaan : Wiraswasta
■ Status Perkawinan : Menikah
■ Agama : Islam
■ Suku : Makassar
ANAMNESA

■ Keluhan Utama : Nyeri lutut kanan


■ Riwayat Penyakit Sekarang:
Pasien masuk rumah sakit dengan keluhan nyeri lutut sebelah
kanan dirasakan sejak 3 bulan terakhir, memberat satu minggu
SMRS. Pasien juga merasa bengkak pada lutut kanan sejak 3
bulan terakhir. Nyeri dirasakan pasien seperti berdenyut dan
tertusuk jarum. Nyeri tersebut juga tidak menghilang dengan
kompres maupun minyak urut. Nyeri semakin memberat saat
pasien melipat lututnya dan menggerakkan kakinya tetapi sedikit
berkurang dengan istirahat.
ANAMNESA

Awalnya, pasien mengaku mendapatkan keluhan nyeri dan sulit


berjalan ini ketika pasien ingin beranjak dari tempat tidurnya
menuju kamar mandi. Ketika akan berdiri, pasien merasakan
kaki kanannya sangat nyeri dan sulit untuk digerakkan. Selain
keluhan nyeri dan bengkak, pasien juga merasakan kaku pada
lututnya. Biasanya kaku ini muncul pada pagi hari setelah pasien
bangun tidur dan menetap sekitar setengah jam.
ANAMNESA

Saat kaku ini muncul, pasien tidak bisa menggerakkan kakinya


sama sekali, pasien hanya bisa diam di tempat tidur. Saat dicoba
digerakkan oleh orang lain, kaki pasien hanya bisa bergeser ke
kanan ataupun ke kiri, tidak bisa ditekuk dan kadang pasien juga
merasakan gemertak ketika lututnya digerakkan.
ANAMNESA

Pasien juga mengeluh lemas 1 minggu terakhir, lemas dirasakan


terus menerus. Sebelumnya pasien sering merasa lapar dan
haus beberapa bulan terakhir, dan mengeluh sering bolak balik
ke kamar mandi untuk buang air kecil, frekuensi 9-11x dalam
sehari. Riwayat berobat di puskesmas 3 bulan yang lalu dengan
keluhan sering buang air, dan diketahui GDS 313 saat itu dan
diberikan obat Metformin 500 mg 3x1. BAK lancar, kesan biasa.
Nyeri saat berkemih tidak, darah (-)berpasir (-).
ANAMNESA

Demam tidak, batuk dan sesak tidak, nyeri dada tidak, mual dan
muntah tidak, nyeri perut tidak. BAB biasa, warna kuning.
Riwayat hipertensi disangkal. Riwayat DM ada, baru diketahui
sejak 3 bulan terakhir, menggunakan obat metformin tidak
teratur.
ANAMNESA
Riwayat Penyakit Dahulu
■ Riwayat Keluhan Serupa : disangkal
■ Riwayat Kencing Manis : ada, baru diketahui 3 bulan SMRS
■ Riwayat Hipertensi : disangkal
■ Riwayat Penyakit Jantung : disangkal
■ Riwayat Sakit Ginjal : disangkal
■ Alergi Obat dan Makanan : disangkal
■ Riwayat Asma : disangkal
■ Riwayat Sakit Maag : disangkal
■ Riwayat Operasi : disangkal
■ Riwayat Opname di RS : disangkal
■ Riwayat Asam Urat : tidak tahu (tidak pernah cek)
■ Riwayat Kolesterol : tidak tahu (tidak pernah cek)
■ Riwayat Trauma / Jatuh : disangkal
ANAMNESA

■ Riwayat penyakit keluarga :


Keluarga tidak ada yang mengalami keluhan serupa : tidak ada

■ Riwayat pengobatan :
Obat antinyeri : tidak ada
Obat lain : tidak ada
■ Riwayat Lingkungan dan Sosial:
Pasien adalah seorang karyawan swasta. Pasien menggunakan
pelayanan BPJS untuk biaya pengobatan selama di rumah sakit.
PEMERIKSAAN FISIK
PEMERIKSAAN FISIK
• Keadaan umum : sakit sedang
• Gizi : baik
• GCS : E4M6V5
• BB : 65 kg BMI = 24,8 kg/m2 Kepala
• TB : 162 cm Kesan : overweight • Bentuk : normocephal, rambut hitam,
Tanda – tanda vital : distribusi merata
• TD : 130/90 mmHg, • Ekspresi : biasa
• N : 86 x/menit, reguler, kuat, • Simetris wajah : simetris
• P : 18x / mnt • Rambut : normal
• S : 36,9 C • Deformitas : tidak ada
THT
Mata
• Telinga : bentuk normal, simetris, lubang lapang,
• Eksoptalmus/enoptalmus : (-)
serumen (-/-)
• Gerakan : dbn
• Hidung : bentuk normal, sekret (-/-) • Tekanan bola mata : tdk diperiksa
• Kelopak mata : edema palpebra (-)
• Bibir : normal, sianosis (-), pucat (-)
• Konjungtiva : anemis (-/-)
• Tonsil : T1-T1 hiperemis (-) • Sklera : ikterus (-/-)
• Faring : hiperemis (-) • Kornea : jernih
• Pupil : bulat, isokor 2,5 mm/2,5 mm
• Lidah : kotor(-), tremor(-)

• Mukosa mulut : koplik spot (-)

• Leher : simetris, pembesaran KGB tidak ada


PEMERIKSAAN FISIK
Thoraks
Jantung
 Inspeksi • Inspeksi : ictus cordis tdk nampak
• Bentuk : simetris kiri dan kanan • Palpasi : ictus cordis tidak teraba
• Sela iga dalam batas normal • Perkusi : batas jantung kanan ICS 4
• Pembuluh darah tidak ada kelainan line parasternalis dekstra, batas kiri
• Lain lain (-) jantung ICS 5 linea midclavicularis
sinistra
 Palpasi • Auskultasi : S1/S2 murni reguler
• Nyeri tekan (-)
Abdomen
• Fremitus raba nomal • Inspeksi : datar, ikut gerak napas
 Perkusi • Auskultasi : peristaltik (+) normal.
• Batas paru hepar : ics vi dekstra anterior • Palpasi : hepar dan lien tidak teraba
• Batas paru belakang kanan setinggi columna • Perkusi : Timpani, undulasi (-)
vertebra thorakal ix dekstra • Lain–lain : ascites (-)
• Batas paru belakang kiri setinggi kolumna Ekstremitas : udem (-/-), akral hangat, deformitas (-)
vertebra thorakal X sinistra
 Auskultasi
• Bunyi nafas : vesikuler
• Bunyi tambahan : ronchi -/- wheezing -/-
PEMERIKSAAN FISIK
Ekstremitas
Lengan Kaki
Dekstra Dekstra
Pergerakan motorik dalam batas normal, Pergerakan aktif sendi lutut terbatas (+), tanda-
tanda-tanda inflamasi (-), oedem (-), tanda inflamasi sendi lutut (+), oedem sendi
eritem (-), CRT < 3 detik, clubbing finger (- lutut (+), deformitas sendi lutut (+),
), kuku nekrosis (-), akral hangat (+), krepitasi sendi lutut (+), nyeri gerak dan
deformitas (-). tekan (+), hiperemi (-), kuku nekrosis (-), akral
Sinistra hangat (+).
Pergerakan motorik dalam batas normal, Sinistra
tanda-tanda inflamasi (-), oedem (-), Pergerakan motorik sendi lutut terbatas (-), tanda-
eritem (-), CRT < 3 detik, clubbing finger (- tanda inflamasi sendi lutut (-), oedem sendi
), kuku nekrosis (-), akral hangat (+), lutut (-), deformitas sendi lutut (-), krepitasi
deformitas (-). sendi lutut (-), nyeri gerak dan tekan(-),
hiperemi (-), kuku nekrosis (-), akral hangat
(+).
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Keterangan Satuan Nilai Rujukan

Hematologi rutin
Hemoglobin 13 g/dl 11,0-17,0
Hematokrit 35,9 % 35-55
Leukosit 8,1 10³/µl 4,0-12
Trombosit 266 10³/µl 150-400
Eritrosit 4,32 10⁶/µl 4,0-6,2
Indeks eritrosit
MCV 83,1 fl 80-100
MCH 30,1 pg 26-34
MCHC 36,2 g/dl 31-36
RDW 13,4 % 10,-18
Hitung jenis
Granulosit 79,3 % 50-80
Limfosit 14,7 % 25-50
Monosit 6,0 % 2-8

SGPT 16 u/L 10-41


GOT 13 u/L 10-41
Creatinin 1,7 mg/dL 0,5-1,1
Asam Urat 6,2 mg/dL 3,0-7.0
GDP 245 mg/dL 70-110
HbA1c 12,9 % 4-6
Eletrolit
Natrium 134,6 mmol/L 136-145
LDL Kolesterol 4,13 mmol/L 3,5-5,1
Trigliserid 94,1 mmol/L 94-110
PEMERIKSAAN PENUNJANG

URIN RUTIN Satuan Nilai Rujukan


MAKROSKOPIS
Warna Kuning Kuning muda - kuning
Kekeruhan Jernih Jernih

KIMIA URINE

pH / Reaksi 5,0 4,6 – 8,5


Berat jenis 1.020 1.003 – 1.030
Protein Negatif mg/dL Negatif
Glukosa +4 mg/dL Negatif
Leukosit Esterase Negatif /µL Negatif
Bilirubin Negatif mg/dL Negatif
Urobilinogen Normal mg/dL Normal
Nitrit Negatif mg/dL Negatif
Keton Negatif mg/dL Negatif
Blood (Hb/Eri) Negatif mg/dL Negatif
MIKROSKOPIS
Leukosit Sedimen 1 Sel/LPB <5/LPB
Eritrosit Sedimen 1 Sel/LPB <5/LPB
Epitel 2 Sel/LPB <5/LPB
Silinder - /LPK Negatif
Kristal - /LPB Negatif
Bakteri - /LPB Negatif
Jamur - /LPB Negatif
Lain - lain - /LPB
PEMERIKSAAN PENUNJANG
•Foto Rontgen
X – Ray Genu Dekstra

Kesan :
•Alignment genu baik, tidak ada fraktur/dislokasi.
•Sela sendi baik.
•Osteofit pada patella, proximal tibia, disertai eburnasi tibia plateau
•Soft tissue baik
Kesimpulan : OA Genu Dextra
ASSESMENT/ DIAGNOSIS KERJA
• Osteoartritis Genu Dextra
• DM tipe 2

PLANNING
 Diet DM 1700 kkal
 Meloxicam 15 gr/24jam/oral
 Fitajoint roller/12jam/ue
 Injeksi intraartikuler
 Ezelyn 12 iu/24jam/sc
 Novorapid 6 iu/8jam/sc
TINJAUAN PUSTAKA

■ Osteoarthrosis atau osteoarthritis (OA) merupakan penyakit


sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago
sendi. Vertebra, panggul, lutu, dan pergelangan kaki paling
sering terkena OA.
■ Osteoartritis merupakan kelainan sendi non inflamasi yang
mengenai sendi-sendi penumpu berat badan dengan
gambaran patologis yang berupa memburuknya tulang rawan
sendi, yang merupakan hasil akhir dari perubahan
biokimiawi, metabolisme fisiologis maupaun patologis yang
terjadi pada persendian.
EPIDEMIOLOGI

OA merupakan penyakit rematik sendi yang paling banyak


mengenai terutama pada orang-orang diatas 50 tahun. Di atas
85% orang berusia 65 tahun menggambarkan OA pada
gambaran x-ray, meskipun hanya 35%-50% hanya mengalami
gejala. Umur di bawah 45 tahun prevalensi terjadinya
Osteoarthritis lebih banyak terjadi pada pria sedangkan pada
umur 55 tahun lebih banyak terjadi pada wanita.
KLASIFIKASI
MANIFESTASI KLINIS

Nyeri
sendi
Kaku
pada pagi
Hambata
hari n
(morning pergeraka
n sendi
stiffness)
GEJALA
Perubaha Perubaha
n bentuk n gaya
sendi berjalan

Krepitasi
DIAGNOSIS
DIAGNOSIS

Klinis dan laboratoris:


Nyeri sendi ditambah adanya 5 dari kriteria di bawah ini:
■ usia >50 tahun
■ kaku sendi <30 menit
■ Krepitus
■ nyeri tekan tepi tulang
■ pembesaran tulang
■ tidak teraba hangat pada sendi terkena
■ LED<40 mm/jam
■ RF <1:40
■ analisis cairan sinovium sesuai osteoarthritis
■ Catatan: Sensitivitas 92% dan spesifisitas 75%.
DIAGNOSIS

Hasil pemeriksaan laboratorium pada OA, biasanya tidak banyak


berguna. Pemeriksaan laboratorium akan membantu dalam
mengidentifikasi penyebab pokok pada OA sekunder. Darah tepi
(hemoglobin, leukosit, laju endap darah) dalam batas normal
kecuali OA generalisata yang harus dibedakan dengan arthritis
peradangan. Pemeriksaan imunologi (ANA, faktor rhematoid dan
komplemen) juga normal.
DIAGNOSIS

Marker yang dapat digunakan sebagai uji diagnostik pada OA


antara lain: Keratan sulfat, Konsentrasi fragmen agrekan,
fragmen COMP (cartilage alogometric matrix protein),
metaloproteinase matriks dan inhibitornya dalam cairan sendi.
Keratan sulfat dalam serum dapat digunakan untuk uji
diagnostik pada OA generalisata. Marker sering pula digunakan
untuk menentukan beratnya penyakit, yaitu dalam menentukan
derajat penyakit.
PENATALAKSANAAN

■ Edukasi
■ Menurunkan berat badan
■ Terapi fisik dan Rehabilitasi medik/fisioterapi
– Terapi ini untuk melatih pasien agar persendiannya
tetap dapat dipakai dan melatih pasien untuk
melindungu sendi yang sakit.
– Fisioterapi, yang berguna untuk mengurangi nyeri,
menguatkan otot, dan menambah luas pergerakan
sendi.
PENATALAKSANAAN

A. Obat Sistemik
1. Analgesik oral
■ Non narkotik: parasetamol
■ Opioid (kodein, tramadol)

2. Antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs)


■ Obat pilihan utama untuk paien OA adalah Acetaminophen 500mg maksimal
4gram perhari. Pemberian obat ini harus hati-hati pada pasien usia lanjut
karena dapat menimbulkan reaksi pada liver dan ginjal.

3. Chondroprotective
Slow Acting Anti Osteoarthritis Drugs (SAAODs) atau Disease Modifying Anti
Osteoarthritis Drugs (DMAODs). Tetrasiklin, asam hialuronat, kondrotin sulfat,
glikosaminoglikan, vitamin-C, superoxide desmutase dan sebagainya
PENATALAKSANAAN

B. Obat topikal
■ Krim rubefacients dan capsaicin.
■ Krim NSAIDs
C. Injeksi intraartikular/intra lesi
■ Steroid Intra-artikuler (triamsinolone hexacetonide dan methyl
prednisolone)
■ Asam hialuronat
■ Stem sells
D. Bedah
THANK YOU