Anda di halaman 1dari 19

TUGAS KELOMPOK

GANGGUAN KEB. RASA AMAN


NYAMAN NYERI DENGAN DIAGNOSA
MEDIS TUMOR GASTER

Di Susun Oleh :

1. Sri Rahma Wahyuni, S.kep


2. windawati, S. kep
3. Ismeni, S.kep
4. Sumarni, S.kep
5. Nurhaina Hatta, S.kep
6. Lopis Cristian , S.kep
PENGERTIAN

Tumor adalah proses penyakit yang


bermula ketika sel abnormal di ubah
oleh mutasi ganetic dari DNA seluler,
sel abnormal ini membentuk kolon dan
berpopliferasi secara abnormal,
mengabaikan sinyal mengatur
pertumbuhan dalam lingkungan sekitar
sel tersebut.
ETIOLOGI
Menurut Brunner and Suddarth (2002 : 1078)
penyebab tumor gaster dimulai dari gastritis
kronis menjadi atropi dan metaplasia intestinal
sampai displasia premaligna.
Faktor lain yang berhubungan dengan insiden
kanker lambung mencakup inflamasi lambung,
anemia pernisiosa, aklorhidria, ulkus lambung,
bakteri H. pylori.
Infeksi kronis akibat H. pylori ( Helicobakter
pylori dan gastritis konis dapat menyebabkan
pembentukan tumor jinak
MANIFESTASI KLINIKS

1. Nyeri epigastrium
2. Muntah
3. Keluhan pencernaan
4. Anoreksia
5. Disfagia
6. Nausea
7. Kelemahan
8. Lekas kenyang

Gejala penyakit progresif dapat meliputi tidak


dapat makan, anoreksia, dispepsia, penurunan
berat badan, nyeri abdomen, konstipasi, anemia
dan mual serta muntah.
Pengertian Rasa aman dan nyaman

 Aman adalah keadaan bebas dari cedera fisik dan


psikologis atau bisa juga keadaan aman dan tentram
(Potter & Perry, 2009).

Nyaman adalah suatu keadaan telah terpenuhinya


kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan akan
ketentraman (suatu kepuasan yang meningkatkan
penampilan sehari-hari), kelegaan (kebutuhan telah
terpenuhi), dan transenden (keadaan tentang sesuatu
yang melebihi masalah dan nyeri) (Potter & Perry,
2009).

Nyeri merupakan kondisi berupa perasaan tidak


menyenangkan bersifat sangat subyektif karena
perasaan nyeri berbeda pada setiap orang dalam hal
skala atau tingkatannya, dan hanya orang tersebutlah
yang dapat menjelaskan atau mengevaluasi rasa nyeri
yang dialaminya (Aziz Alimul, 2014).
Klasifikasi nyeri

 berdasarkan sumbernya
1. Cutaneus/ superfisial
2. Deep somatic/ nyeri dalam
3. Nyeri alih
4. Visceral (pada organ dalam),
Berdasarkan penyebab
1. Fisik
2. Psycogenic
Berdasarkan lama/durasinya
1. Nyeri akut
2. nyeri kronik
Patofisiologi nyeri

Pada saat sel saraf rusak akibat trauma jaringan, maka


terbentuklah zat-zat kimia seperti Bradikinin, serotonin
dan enzim proteotik. Kemudian zat-zat tersebut
merangsang dan merusak ujung saraf reseptor nyeri
dan rangsangan tersebut akan dihantarkan ke
hypothalamus melalui saraf asenden. Sedangkan di
korteks nyeri akan dipersiapkan sehingga individu
mengalami nyeri. Selain dihantarkan ke hypothalamus
nyeri dapat menurunkan stimulasi terhadap reseptor
mekanin sensitif pada termosensitif sehingga dapat
juga menyebabkan atau mengalami nyeri (Potter dan
Pery, 2009).
Karakteristik nyeri

Pengkajian pada masalah nyeri yang dapat dilakukan adalah adanya


riwayat nyeri, keluhan nyeri, intensitas nyeri, kualitas, dan waktu serangan.
Pengkajian dapat dilakukan dengan cara PQRST:
P: provoking/pemicu, yaitu faktor yang memicu timbulnya nyeri
Q: quality dari nyeri, seperti apakah rasa tajam, tumpul, atau tersayat
R: region, yaitu daerah perjalanan nyeri
S: severity adalah keparahan atau intensitas nyeri
T: time adalah lama/waktu serangan atau frekuensi nyeri (Carpenito,
2012).
IDENTIFIKASI
LAPORAN
Nama : Ny. A KASUS
Umur : 66 thn
Jenis kelamin : perempuan
Status perkawinan : sudah menikah
Agama : Islam
Pendidikan : Sarjana
Pekerjaan : PGSMP
Bangsa : Indonesia
Alamat : BTN Wesambbe
Tanggal MRS : 17-12-2017
Rekam Medis : 165524
Diagnosa Medik : Tumor Gaster
ANAMNESIS
 Keluhan utama : Nyeri ulu hati
 Kronologi penyakit saat ini : Pasien dibawa ke Rumah sakit oleh
anaknya karena nyeri pada perut kiri atas bagian lambung yang dialami
sekitar 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien mengatakan nyeri yang
dialami seperti ditusuk-tusuk dengan skala 5 (sedang) yang bersifat
situsional.
 Riwayat penyakit dahulu : Gastritis
 Riwayat penyakit dalam keluarga : tidak ada penyakit keterunan
PEMERIKSAAN FISIK :
 Keadaan Umum : klien tampak Lemah
 tingkat kesadaran : Compos Mentis ( GCS : 15)
 Tanda-tanda vital
Tekanan darah : 130/80 mmHg
Suhu : 36,6 0C, Via Axsilla
Nadi : 74 x / menit
Pernafasan :
Frekuensi : 20 x/menit
Irama : Teratur
Jenis : Pernafasan dada
Keadaan Spesifik
 Kepala :
Mata : konjungtiva tidak anemis (-/-) , sklera tidak
ikterik (-/-)
Hidung : tidak ada kelainan
Mulut : terdapat caries, mukosa mulut kering
Telinga : tidak ada kelainan
 Leher : tidak ada pembesaran kelenjar thyroid
 Dada : tidak ada kelainan
 Abdomen : inspeksi ; nampak simetris, palpasi; erdapat
nyeri tekan , dan Teraba adanya massa di abdomen kuadran atas
kiri. Perkusi ; timpani
 Ekstremitas : tangan kiri terpasang infus RL
Kekuatan otot : 5 5
5 5
ROM: Terbatas
Pengkajian Biologis
Rasa aman dan nyaman nyeri

No Kegiatan Sebelum Sakit Saat Sakit

1. Provokatif Tidak ada Tumor gaster

2. Quality Tidak ada Seperti ditusuk-tusuk

Daerah perut bagian kiri


3. Region Tidak ada
atas (daerah lambung)

4. Skala seviritas Tidak ada Skala 5(sedang)

5. Timing Tidak ada Situsional

6 Nyeri mengganggu aktivitas Tidak mengganggu Mengganggu aktivitas

Yang dilakukan untuk Mengatur posisi yang


7 Tidak ada
mengurangi/menghilangkan nyeri nyaman

Yang digunakan untuk


8 Tidak ada Minum obat anti nyeri
mengurangi nyeri efektif

9 Riwayat pembedahan Tidak ada Tidak ada


PEMERIKSAAN PENUNJANG
a. Pemeriksaan Laboratorium :

Pemeriksaan Hasil Nilai normal Unit


WBC 6.8 4.0 – 12.0 10^3/ul

LYM 0.9 1.0 – 5.0 10^3/ul

MON 0.4 0.1 – 1.0 10^3/ul

GRA 5.5 2.0 – 8.0 10^3/ul

LYM% 13.7 25.0 – 50.0 %

MON% 5.3 2.0 – 10.0 %

GRA% 81.0 50.0 – 80.0 %

RBC 4.04 4.00 – 6.20 10^6/ul

HGB 10.7 11.0 – 17.0 g/dl

HCT 33.3 35.0 – 55.0 %

MCV 32.4 00.0 – 100.0 Pg

MCH 26.5 26.0 – 34.0 Pg

MCHC 32.1 31.0 – 35.5 g/dl

PCT 0.145 0.200 – 0.500 %


b. Pemeriksaan Elektrolit

Tes yang diminta Hasil Nilai rujukan Satuan unit

Natrium 133.7 136 – 145 mmol/L

Kalium 3.06 3.5 – 5.1 mmol/L

Klorida 89.8 84 – 110 mmol/L

Kesan : Depresi Elektrolit

c. Pemeriksaan analisa imunologi


CEA 0.69 nilai rujukan : <=5 ng/ml
TERAPI MEDIS
a. Alat-alat kesehatan yang digunakan :Terpasang infuse Ringer Laktat 20
tetes/menit terpasang di tangan bagian dextra (kanan)
b. Obat-obatan :

Nama obat Pemberian Dosis

Lansoprazole Oral 30 mg 2x1

Rebamipide Per oral 100 mg 3x1

Domperidone Per oral 10 mg 3x1

Amlodipine Per oral 10 mg 1x1


DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri Akut b/d agen biologi
2. Mual b/d distensi gaster
INTERVENSI
DAN
IMPLEMENTAS
I