Anda di halaman 1dari 19

TUNE-UP RINGAN PADA MOBIL TOYOTA AVANZA

TYPE”G” TAHUN 2011


DI SYS MOTOR TASIKMALAYA
LATAR BELAKANG

Dalam pekerjaan perawatan mobil di bengkel seringkali kita mendengar istilah Tune-
Up. Sebenarnya yang dimaksud dengan Tune-Up ialah mengembalikan kemampuan
mesin kepada keadaan semula pada tingkat optimal. pekerjaan Tune-Up ini termasuk
dalam pemeriksaan berkala, yang antara lain pekerjaan pembersihan, perbaikan,
penyetelan, pengetesan ataupun mengganti komponen-komponen.
Mengingat pentingya pengerjaan Tune-Up guna merawat kendaraan selalu dalam
kondisi prima penulis merasa tertarik untuk menjadikanya judul tugas akhir yang
berjudul “ TUNE-UP RINGAN PADA MOBIL TOYOTA AVANZA”
IDENTIFIKASI MASALAH

Adapun permasalahan yang timbul dari uraian latar belakang diatas adalah sebagai
berikut :
1. Komponen-komponen apa saja yang diperiksa pada saat pengerjaan Tune-Up
pada mobil Toyota Avanza?
2. Bagaimana cara perbaikan atau perawatan komponen-komponen ketika proses
pengerjaan Tune Up di lakukan?

BATASAN MASALAH
1. Bagaimana Prosedur pengerjaan tune up pada mobil toyota avanza ?

2. Bagaiman cara menganalisa komponen-komponen yang masik layak pakai


ataupun merawat, memperbaiki, penyetelan bahkan penggantian komponen
pada Prosedur Tune Up mobil Toyota Avanza?
1. Untuk menambah wawasan dan penguasaan
teknologi secara langsung di dunia industri
dan dunia usaha khususnya di bidang
otomotif.
TUJUAN 2. Untuk mengetahui betapa pentinya dilakukan
perawatan Tune Up kendaraan.
PENULISAN 3. Untuk mengetahui cara pemeriksaan,
TUGAS AKHIR perawatan, dan perbaikan komponen pada
proses pengerjaan Tune Up.
4. Untuk mengetahui gejala dan dampak
kerusakan komponen Engine apabila tidak di
lakukan perawatan.
WAKTU DAN TEMPAT
PENELITIAN

a. Waktu Penelitian
Proses On The Job Training yang dilakukan oleh penulis adalah
selama 1 Bulan, dimulai dari tanggal 20 November 2014 sampai
dengan 20 Desember 2014.
b. Tempat Penelitian
Lokasi penelitian On The Job Training yang penulis jadikan sebagai
tempat praktek adalah di Bengkel SYS Motor Jln. Suaka Kota
Tasikmalaya
ASPEK TEORITIS

Pengertian Tune – Up
Pada dasarnya istilah Tune-Up adalah sebagai
proses perbaikan kerusakan-kerusakan kecil yang terjadi
pada mesin sehingga mesin dapat kembali pada kondisi
semula (kondisi awal) atau suatu usaha untuk
memulihkan / memperbaiki kinerja mesin sehingga
didapatkan penampilan atau tenaga yang maksimum,
hemat bahan bakar serta emisi gas buang yang rendah
TUJUAN
Tujuan dari Tune Up adalah untuk slalu membuat mobil dalam keadaan
baik atau optimal jika digunakan dalam keperluan sehari-hari dan juga dapat
mencegah terjadinya kerusakan yang lebih berat pada mesin

MANFAAT
• Kendaraan tetap dalam kondisi prima
• Aman dan nyaman, sehingga kelak tidak menyusahkan saat kendaraan sedang dikendarai
• Menghilangkan rasa khawatir akan kondisi kendaraan saat di perjalanan (terutama saat di luar
kota)
• Terhindar dari servcis yang jauh lebih berat & mahal, akibat mesin 'terlanjur' rusak berat
• Usia kendaraan semakin lama (AWET)
• Sejarah kendaraan tercatat rapi, mampu meningkatkan nilai jual kendaraan kembali
Komponen – Komponen Tune – up
Fungsi Saringan Udara Saringan Udara
• Membersihkan udara
• Mengurangi kecepatan udara
• Memperkecil suara berisik udara

Membersihkan Saringan Udara

Ganti bila sudah kotor


belebihan
PENGAPIAN Periksa Baterai

Komponen utama system pengapian


Tegangan batterai
1. Baterai 12Volt
2. Busi
3. Fuse
4. Ignition Coil
Memeriksa dan membersihkan Terminal
Periksa coil Baterai.
Periksa fuse
Lepas coil dari Busi, periksa kondisi coil,
bersihkan dan pasangkan busi d luar bukan
Lepas fuse, periksa kondisi fuse,
di lubang busi, tempelkan busi pada body
bersihkan dari kotora
kendaraan atau massa kendaraan lakukan
starter, apa bila ada gemercik api maka coil Pemeriksaan secara visual:
masih bagus, dengan catatan pengetesan
Di lihat apakah kondisinya masih
menggunakan busi baru.
baik atau jelek “putus/hangus”
Pemeriksaan menggunakan avo
meter.
Memeriksa dan Menyetel Busi
Lepas Busi, periksa kondisi busi, bersihkan Ukur celah busi 0,80mm
dari deposit
BUSI DENGAN
HASIL PEMBAKARAN BAIK

 Ciri-ciri : Warna Insulator putih


ke abu-abuan atau kuning ke abu-
abuan condong coklat.
 Kondisi mesin baik
 Range panas busi tepat
 Campuran udara bahan bakar dan
saat pengapian tepat tanpa ada
misfiring,
 Cold start device bekerja normal
 Tidak ada deposit dari Bahan
bakar
 Tidak ada gejala overheating
Sistem pendingin

Fungsi system pendingin Untuk mengatur agar suhu panas mesin


selalu terjaga pada temperatur antara 80° – 90° C
Periksa Jumlah Air
Pada Reservoir

Tutup Harus Rapat

Jumlah air Maksimal

Test Air
Radiator
Bila air berminyak kemungkinan
terdapat kebocoran oli ke sistem
pendingin yang disebabkan
gasket kepala silinder rusak,
korosi, dan kepala silinder
melengkung karena over heating
Test Radiator
Dengan menggunakan Radiator
tester
Pompa sampai tekanan 1,1
Test Tutup Radiator kg/cm2, Cek kebocoran pada
radiator dan bagian sistem
pendingin lainnya

Pompa sampai tutup


radiator terbuka.
Spesifikasi 0,75-1,05
kg/cm2. Limit 0,6 kg/cm2
Pemeriksaan V Belt

Pemeriksaan V Belt dengan cara


tekan 10 kg dengan tension gauge
maka difleksi 7-10 mm

Kendorkan baut pengikat, Geser


alternator sampai tegangan tepat,
kencangkan baut
Sistem pelumasan
Periksa Oli Mesin

Periksa :
* Jumlah Oli
* Kualitas oli

Ganti Oli dengan jumlah dan kualitas


sesuai rekomendasi pabrik.
Sistem induksi udara/ throttle valve
GEJALA KENDARAAN TIDAK DILAKUKAN TUNE UP
Mesin Sulit Diaktifkan Pada Pagi Hari Mesin Tersendat Saat Pedal Gas Diinjak
Untuk Meningkatkan Akselerasi
PENYEBAB:
• arus listrik aki yang kurang atau bahkan telah Beberapa penyebab permasalahan ini
habis, terminal aki yang berkarat atau kotor dan adalah busi yang telah aus atau jarak
kendor. antara kepala dan sumbu busi terlalu
• Penyebab lainnya adalah injektor bahan bakar renggang, throttle body, intake manifold
bermasalah, jarak antara kepala busi dan sumbu atau di bagian selang vacuum yang bocor.
busi terlalu renggang, kompresi mesin yang
terlalu rendah, regulator tekanan bahan bakar Penyebab lainnya adalah injektor bahan
rusak bakar yang kotor atau tersumbat

Tenaga mesin loyo

Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, di antaranya pemasangan timing belt yang tidak tepat, saringan
bahan bakar yang kotor sehingga tersumbat, fuel pump bermasalah, regulator tekanan bahan bakar rusak, tingkat
kompresi satu atau beberapa silinder menurun, dan kerenggangan kepala dan sumbu busi terlalu jauh.
Penyebab lainnya adalah, throttle body, inlet manifold, serta selang yang bocor. "Bisa juga karena injektor bermasalah,
rem yang mengunci sehingga mobil dalam posisi terus mengerem, atau karena kopling slip sehingga tidak ada
perubahan posisi gigi meskipun putaran mesin tinggi,"
TUNE-UP RINGAN PADA MOBIL TOYOTA AVANZA
TYPE”G” TAHUN 2011

HENDRA PRATAMA

NIM: 132520010053