Anda di halaman 1dari 26

MANAJEMEN PIUTANG

PIUTANG
• Piutang merupakan hak • Penjualan secara kredit
untuk menagih sejumlah akan menguntungkan
uang dari si penjual perusahaan karena lebih
kepada si pembeli yang menarik bagi calon
timbul karena adanya pembeli sehingga volume
suatu transaksi. Pada penjualan meningkat
umumnya piutang timbul yang berarti menaikkan
karena adanya transaksi pendapatan perusahaan.
penjualan secara kredit. Di lain pihak penjualan
secara kredit seringkali
mendatangkan kerugian,
yaitu apabila si debitur
tidak mau atau tidak
mampu melaksanakan
kewajibannya.
Langkah utama dalam manajemen
piutang:
• 1. Penetapan Kebijakan Kredit
• 2. Pemantauan
• 3. Analisis Perubahan Kebijakan Piutang
Kebijakan Kredit (Credit Policy)
• 1. Penetapan Standar Kredit (credit standar)
Berguna untuk mengungkapkan kemampuan
keuangan minimum pelanggan sehinga dapat
ditetapkan kelayakan pemberian kredit.
• 2. Syarat Kredit (credit term)
Mencakup periode penagihan, yaitu penetapan
awal penagihan serta batas waktu penagihan, dan
discount yang akan diberikan (2/10,net/30)
• 3. Kebijakan Penagihan (collection policy)
Prosedur penagihan yang mencakup wakt dan cara
penagihan
• Selama ini perusahaan menjual secara tunai,
omset penjualannya sebesar Rp 800 juta,
keuntungan 15% dari penjualan. Jika
perusahaan berencana untuk menjual secara
kredit dengan syarat pembayaran n/60. hal ini
ditaksir akan meningkatkan omset penjualan
menjadi 1.050 juta pertahun. Dana yang
dibutuhkan untuk membiayai piutang tersebut
ditaksir sebesar Rp 148,75 juta pertahun.
Apakah manejemen menerima alternatif
penjualan kredit tersebut?
• Manfaat : tambahan keuntungan = (1.050 jt – 800
jt) x 15% = Rp 37,5 jt
• pengorbanan :
perputaran piutang = 360/60 = 6 kali
rata-rata piutang = 1.050/6 = 175 jt
dana untuk membiayai piutang = 148,75jt
biaya dana yang ditanggung = 148,75 x 15% =
22,31 jt
• manfaat bersih = Rp 15,19 jt
• Benefit > cost, layak untuk diterapkan
Dasar Penetapan Kelayakan Pemberian
Kredit:
• 1. Character
• 2. Capasity
• 3. Capital
• 4. Collateral
• 5. Conditions
1. Character
• Reputasi tingkat kepercayaan pelanggan, yang
dapat dinilai dari catatan masalalu atau
informasi dari pihak lain
2. Capacity
• Kemampuan pelanggan membayar
kewajibannya berdasarkan kinerja laporan
keuangan, teutama aspek likuiditas (proporsi
utang) dan solvabilitas (kemampuan
membayar utang)
3. Capital
• Kekayaan bersih (ekuitas) yang dimiliki
perusahaan yang tercermin pada debt equity
ratio dan rasio profitabilitas
4. Collateral
• Jaminan yang dapat diberikan sebagai
pengaman kredit yang diterima, biasanya
aktiva yang dijaminkan adalah surat berharga
5. Conditions
• Kondisi ekonomi makro yang dapat
memengaruhi siklus bisnis.
Pemantauan Piutang
Proses evaluasi atas kebijakan kredit yang
telah dijalankan.
Point utama dalam pemantauan ini adalah:
• 1. Days Sales Outstanding (DSO)
• 2. Aging Schedule
Days Sales Outstanding
• Ukuran yang mengungkapkan berapa lama
piutang tertagih (Average Collection Period)
• Meningkatnya DSO menunjukkan pelanggan
makin lambat membayar.
• DSO akan menurun seiring penurunan piutan
usaha akibat penerimaan lebih cepat atau
penurunan penjualan
• DSO = Piutang / (Penjualan Kredit : 360)
• Suatu Perusahaan menetapkan syarat kredit 2/10,
n/30. Penjualan Kredit saat ini Rp.600.000.000 per
tahun. 40% pelanggan memanfaatkan diskon, 50%
membayar pada hari ke-30, dan 10% membayar
pada hari ke-50.

• a. Berapa jumlah piutang rata-rata?


• b. Berapa jumlah pituang rata-rata jika semua
pelangganan memanfaatkan diskon?
a. DSO = 40%(10) + 50%(30) + 10%(50) = 24
hari
• Piutang / (600.000.000:360) = 24

• Piutang = 24 x (360:600.000.000)
= Rp.40.000.000

b. DSO = 100%(10) = 10 hari


• Piutang / (600.000.000:360) = 10

• Piutang = 10 x (360:600.000.000)
= Rp.16.666.666,67
Aging Schedule,
DSO rata-rata = 45%(20) + 50%(51) + 3%(80) +
2%(96) = 52 hari
45% pelanggan membayar hingga akhir batas
penagihan, 55% membayar melebihi batas akhir.

Umur (hari) Jumlah (Rp) Proporsi Periode Penagihan


(%)
0 - 30 405.000.000 45 20
31 - 60 450.000.000 50 51
61 - 90 27.000.000 3 80
> 90 18.000.000 2 96
900.000.000
Analisis Perubahan Kebijakan Piutang
• Untuk menentukan kelayakan syarat kredit yang
telah berlaku dilakukan analisis denga dua macam
pilihan pendekatan:

• 1. Pendekatan Pertambahan Laba


Pembandingan pertambahan pendapatan dengan
pertambahan biaya.
• 2. Pendekatan Nilai (Net Present Value)
Pembandingan nilai sekarang arus kas masuk dari
piutang dgn arus kas keluar dari biaya
• Perusahaan menawarkan syarat penjualan
2/20;n/60. ditaksir 50% pelanggan akan
membayar pada hari ke 20, dan sisanya pada
hari ke 60.
• Apakah kebijakan pemberian kredit ini masih
layak dipertahankan?
• Rata-rata periode pembayaran piutang = 0,5(20) +
0,5(60) = 40 hari
• Perputaran piutang = 360/40 = 9 kali
• Rata-rata piutang = 1.050/9 = 116,67
juta
• Rata-rata dana yang diperlukan untuk membiayai
piutang
= 116,67 juta x 85% = 99,17 juta
• Penurunan biaya dana = 116,67 jt – 99,17 jt = 17,5 juta
• Manfaat : penurunan biaya dana = 17,50 jt
• Pengorbanan: diskon = 2% x 50% x 1.050jt = 10,50 jt
• manfaat bersih = 7,00 jt
• n Benefit > cost, layak untuk dipertahankan.
Kerugian Piutang
• Kerugian semacam itu dalam dunia usaha
dianggap sebagai hal yang normal dan
merupakan risiko yang sudah selayaknya bagi
perusahaan yang melakukan penjualan secara
kredit. Ditinjau dari sudut pandang manajemen,
adanya kerugian piutang dalam jumlah yang
wajar menunjukkan bahwa kebijakan kredit yang
ditetapkan perusahaan sudah tepat. Kerugian
piutang yang terlalu rendah memberikan
petunjuk bahwa kebijakan kredit perusahaan
terlalu ketat, sebaliknya kerugian piutang terlalu
tinggi dapat diartikan bahwa kebijakan kredit
perusahaan terlalu longgar.
Pencatatan kerugian piutang
• Metode cadangan
• Metode Penghapusan Langsung
Metode cadangan
Digunakan apabila kerugian piutang yang biasa terjadi, cukup
besar jumlahnya. Tiga hal penting yang perlu diperhatikan
dalam penerapan metode ini adalah sebagai berikut:
• Kerugian piutang tak tertagih ditentukan jumlahnya
melalui taksiran dan ditandingkan (matched) dengan
penjualan pada periode akuntansi yang sama dengan periode
terjadinya penjualan.
• Jumlah piutang yang ditaksir tidak akan dapat diterima
dicatat dengan mendebet rekening kerugian piutang dan
mengkredit rekening cadangan kerugian piutang.
• Kerugian piutang yang sesungguhnya terjadi dicatat
dengan mendebet rekening cadangan kerugian piutang
dan mengkredit rekening piutang dagang pada saat suatu
piutang dihapus dari pembukuan.
Metode Penghapusan Langsung
• Apabila menggunakan metode penghapusan langsung,
kerugian akibat piutang langsung didebetkan ke
rekening kerugian piutang dan rekening piutang dagang
dikredit.
• Rekening kerugian piutang hanya akan menunjukkan
jumlah kerugian yang sesungguhnya diderita, dan
piutang dagang akan dilaporkan dalam neraca sebesar
jumlah brutonya. Selain itu, biaya (kerugian) seringkali
dilaporkan pada periode yang berbeda dengan periode
penjualannya,metode ini tidak memberikan gambaran
penandingan yang tepat dalam laporan rugi-laba. Di
pihak lain neraca perusahaan juga tidak memberikan
gambaran tentang nilai tunai piutang yang dapat
direalisasi..
PIUTANG WESEL

• Piutang yang tidak timbul dari


penjualan sehari-hari, biasanya
timbul karena transaksi peminjaman
uang.
Jenis Wesel
• wesel berbunga adalah • wesel tidak berbunga
wesel yang disebutkan adalah wesel yang tidak
suatu tingkat bunga menyebutkan suatu
tertentu (biasanya tingkat bunga tertentu.
dinyatakan dalam Pada wesel tidak
persen). Pada wesel berbunga tidak
berbunga perlu dicatat diperlukan pencatatan
dengan jelas mengenai atas bunga.
jumlah bunga yang
diperhitungkan.