Anda di halaman 1dari 52

DEFINISI

auto opsis

Pemeriksaan Tubuh
Mayat
Jenis otopsi

anatomik klinik forensik


Dasar hukum
•Pasal 118
•Pasal 119
UU No. 36
tahun 2009
•Pasal 120
•Pasal 122
•Pasal 124
Peraturan pemerintah

Pp no.18 tahun 1981


Tentang bedah mayat klinis dan bedah mayat anatomis
serta transplantasi alat atau jaringan tubuh manusia
kuhap
Pasal 132 Pasal 179 Pasal 187

Pasal 133 Pasal 186 Pasal 184


• Kewajiban memberi keterangan
kepada penyidik
• Melakukan otopsi untuk memberikan
keterangan tersebut

Pasal 133 ayat 1 Pasal 179 ayat 1


KUHAP KUHAP
•Kamar otopsi
Peralatan •Meja otopsi
dan •Peralatan otopsi
Tempat •Peralatan tambahan
OTOPSI Pemeriksaan tambahan
•Peralatan tulis menulis
dan fotogafi
Tempat gali kubur Rumah Sakit

Tempat
Otopsi
)
• untuk keperluan-keperluan kota ,
pembangunan gedung-gedung
• Kadang-kadang atas kemauan keluarga sendiri
untuk memindahkan kuburan seseorang ke
kuburan lain atau ke kota lain.
Teknik Otopsi Rokintansky
• Dikenal juga dengan metode mengiris organ
secara in situ.
• Organ diperiksa secara langsung dan untuk
diteliti.
• Digunakan pada keadaan yang membutuhkan
waktu cepat dan informasi sekilas.
• Contoh: Pada kasus penyakit menular.
Teknik otopsi Virchow
• Mengeluarkan organ satu per satu untuk
diperiksa.
• Hubungan anatomik antar organ dalam satu
sistem tidak dipertahankan.
• Tidak dianjurkan untuk otopsi Forensik dalam
kasus penembakan dan penusukan.
Teknik otopsi Lettule
• Sering disebut dengan en masse dissection.
• Hubungan antar organ tetap dipertahankan
setelah seluruh organ dikeluarkan dari tubuh.
• Teknik ini harus dilakukan dengan tenaga
pembantu karena panjangnya kumpulan organ
yang dikeluarkan.
Teknik otopsi Ghon
• Dikenal dengan en block dissection.
• Organ dibagi menjadi tiga kumpulan yang
terdiri dari 4 block, yaitu:
-Block Thorax
-Block Intestinal
-Block Coeliac
-Block urogenital
• Hubungan antar organ dipertahankan.
• Pada dasarnya pemeriksaan jaringan
merupakan hal yang cukup penting dalam
bidang ilmu kedokteran forensic. Pemeriksaan
ini merupakan pemeriksaan tambahan dalam
melengkapi visum et repertum yang berguna
dalam penyelidikan kasus pidana.
• Tidak semua institusi di Indonesia memiliki
laboratorium khusus untuk memeriksa jarigan
forensik, oleh karena itu jaringan terkadang
harus di kirim atau dirujuk ke laboratorium
yang lebih lengkap.
Hal-Hal yang penting diperhatikan:

• Proses pengambilan jaringan


• Pembungkusan atau packing jaringan
• Pengiriman jaringan harus dperhatikan
dengan baik agar mendapatkan hasil yang
diinginkan.
- potong jaringan segar yg dicurigai uk.
3x2x0,5cm
- Perlu diperhatikan : jangan ditekan, hindari
kena air
- Sediakan wadah dan masukkan jaringan
- usahakan jaringan jangan menekuk
- Tambahkan larutan Formalin 10% sampai
jaringan terendam
-Wadah tutup rapat.
- Formalin 10% dibuat dari campuran 1 bagian
commercial formalin + 3 bagian volume air
- Masukkan wadah/stoples tadi pada kardus
sedemikian rupa
- ikat dgn tali bersambung, beri label dan
lengkapi surat-surat
Fungsi pemeriksaan rambut
Perkiraan waktu saat kematian

Sebab Kematian

Jenis Kejahatan

Identitas Korban

Identitas Pelaku

Benda atau senjata yang digunakan


Hal-hal yang harus diperhatikan
dalam pemeriksaan rambut
• Keaslian rambut
• Rambut hewan atau manusia
• identifikasi
Pemeriksaan otak
•Perubahan
Perubahan warna
warna
•Perdarahan
Perdarahan
•Mikroskopik
Mikroskopik
Jantung
• Autopsy jantung
•Autopsy jantung
• mikroskopis
•mikroskopis
Pemeriksaan paru
• Test apung paru
• Histopatologi
• Diatom
Pemeriksaan cairan Tubuh

• Cairan vitreus
• Cairan LCS
• Analisa mani dan sperma
• Cairan Lambung
Cairan Vitreus
Pemeriksaan Tekanan Bola mata

Tekanan Normal : 14 g – 25 g

Sirkulasi Berhenti : < 12 g

30 menit setelah kematian : 3 g

2 jam setelah kematiam : 0 g


Pemerikaan biokimia  potasium
Sesudah kematian :

Corpus Vitreus

Membran sel Permeable


Potasium Kadar Potasium
( intreseluler ) ↑↑ bermakna
Cairan LCS
Mani dan Sperma
1. Menetukan Adanya Sperma
Pewarnaan---> pewarnaan Baeechi (bercak pada pakaian)
Tanpa Pewarnaan---> Cairan Vagina
2. Menentukan Adanya Semen
Metode kertas whatman
Metode Florence Cairan Vagina
Metode Barberio

3. Menentukan Golongan Daarah


Test sistem ABO (serologi) ----> Cairan vagina berisi mani
dan darah
Cairan Isi Lambung
• Banyak Ahli pathologi memperdebatkan
penggunaan isi lambung sebagai pengukuran saat
mati dan menghubungkannya dengan saat makan
terakhir sebelum terjadi kematian
• Fisiologis :
makanan ringan meninggalkan lambung dalam 1,5
jam sampai 2 jam sesudah makan,
makanan yang jumlahnya sedang membutuhkan
waktu 3 sampai 4 jam untuk meninggalkan
lambung
Pemeriksaan Laboratorium Forensik Darah

•bertujuan untuk membantu identifikasi pemilik darah tersebut

•Kita harus dapat memastikan apakah bercak berwarna merah itu


darah. Oleh sebab itu perlu dilakukan pemeriksaan guna
menentukan :

• a. Bercak tersebut benar darah


• b. Darah dari manusia atau hewan
• c. Golongan darahnya, bila darah tersebut benar dari
manusia
Persiapan

Pemeriksaan Penyaringan (presumptive test)

Pemeriksaan Meyakinkan / Test Konfirmasi Pada Darah

Penentuan golongan darah


Untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan diatas, harus
dilakukan pemeriksaan laboratorium sebagai berikut :
a. Persiapan
b. Pemeriksaan Penyaringan (presumptive test)
 menentukan bercak tersebut darah atau bukan

Prinsip pemeriksaan penyaringan :


Reagen —-> perubahan warna (teroksidasi)

• Reaksi Benzidine (Test Adler)


• Reaksi Phenolphtalein (Kastle – Meyer Test)
c. Pemeriksaan Meyakinkan / Test Konfirmasi Pada Darah
1.Cara Kimiawi
a. Test Teichman (Tes kristal haemin)
b. Test Takayama ( Tes kristal B Hemokromogen)
c. Pemeriksaan Wagenaar
2. Cara Serologik
a. Test Presipitin Cincin
b. Reaksi presipitasi dalam agar.
3. Pemeriksaan Mikroskopik
Penentuan Golongan Darah

Hasil :

Pembacaan hasil dilakukan secara makroskopik. Bila terjadi aglutinasi berarti


darah mengandung antigen yang sesuai dengan antigen sel indikator.
Pemeriksaan Toksikologi

Secara umum sampel yang harus diambil adalah :

• Lambung dengan isinya.


• Seluruh usus dengan isinya dengan membuat sekat
dengan ikatan-ikatan pada usus setiap jarak sekitar
60cm.
• Darah yang berasal dari sentral (jantung), dan yang
berasal dari perifer (v.jugularis, a. femoralis dan
sebagainya) Hati sebagai tempat detoksifikasi, tidak
boleh dilupakan, hati yang diambil sebanyak 500gram.
• Ginjal, diambil keduanya,
• Otak diambil 500 gram,
• Urin diambil seluruhnya
• Empedu
Pemeriksaan Toksikologi
Laporan tertulis dari dokter (ahli) yang dibuat
berdasarkan sumpah, mengenai apa yang
dilihat dan ditemukan atas bukti hidup, mayat
atau fisik ataupun barang bukti lain,kemudian
dilakukan pemeriksaan menurut pengetahuan
yang sebaik-baiknya .
Surat Keputusan
Menteri Kehakiman
Stbl Tahun
No.M04/UM/01.06
1937 No. 350
tahun 1983 pasal 10

Visum et
Repertum

Pasal 184
KUHP
Pasal 133 KUHAP

Pasal 134 KUHAP Permintaan


OTOPSI
Pasal 135 KUHAP
1. Pro Justitia

2. Pendahuluan
3. Pemberitaan

4. Kesimpulan
5. Penutup
TERIMA KASIH