Anda di halaman 1dari 14

BAGIAN V

PENGUKURAN KINERJA

Disusun :
ANIS TRISNA PUTRI
BAB 25
Kinerja Berbasis Risiko
Pengukuran kinerja keuangan bisa diterapkan
dengan baik bila perusahaan memiliki standar
sebagai patokan sebaik-buruknya kinerja direksi
dan bawahannya.
Ada dua cara penetapan standar :
 Mengunakan target yang ditetapkap pada saat
penyusunan rencana
 Mengunakan perbandingan. Perusahaan
dianggap baik jika hasilya lebih baik dari rata
rata perusahaan lain.
Ukuran Kinerja Konvensional
Pengukuran kinerja keuangan dikategorikan menjadi empat kuadran, seperti yang
ditunjukan pada gambar dibawah :
Kuadran I: Rasio Akuntansi
Ada beberapa rasio keuangan yang sering digunakan
untuk mengukur kinerja, antara lain: probabilitas,
likuiditas, perputaran aset, solvabilitas, dan
pertumbuhan.
Rasio profitabilitas menunjukan kemampuan
manajemen menghasilkan laba dengan
menggunakan dana dan aset yang tersedia di
perusahaan.
Beberapa rasio probabilitas adalah:
 OPM (Operating Profit Margin)
 NPM (Net Profit Margin)
 ROE (Return On Equity)
 ROA (Return On Assets)
 ROC (Return on Capital)
Kuadran II: Nominal Akuntansi

 Beberapa besaran yang sering digunakan untuk


mengukur nilai nominal antara lain: penjualan,
marjin, laba operasi, laba bersih, dan bagian
pasar.
 Selain itu, ada juga perusahaan yang
menggunakan hasil nominal berbasis arus kas.
Misalnya, kinerja perusahaan didasarkan atas
CFFO (cash flow from operation). Semakin tinggi
CFFO, semakin baik perusahaan dalam
menghasilkan uang dari operasi normal
perusahaan.
Kuadran III: Rasio Pasar

Ada beberapa rasio pasar yang umum


digunakan.
 EPS (Eearnings Per Share)
 PER (Price Earnings Ratio)
 MBV (Market to Book Value)
 SMV (Sales to Market Value)
Kuadran IV: Nominal Pasar
 Nilai nominal pertama yang mudah digunakan adalah harga
saham. Harga saham tersedia bagi publik sehingga mudah untuk
menilai.
 EVA (Economic Value Added). Cara menghitung EVA sebagai
berikut.
EVA = (Operating Profit – Cost of Capital) x (1-t)
 MVA (Market Value Added), yaitu nilai sekarang (present value)
dari EVA. Dengan menggunakan model pertumbuhan konstan,
MVA bisa dihitung dengan menggunakan formula: MVA bisa
dihitung dengan menggunakan formula :

 CVA (Cash Value Added), yang dihitung dengan formula :


CVA = (CFFO – Cost Of Capital) x (1-t)
 SVA (Shareholders Value Added), yang merupakan nilai sekarang
dari CVA mulai saat ini sampai masa datang tak hingga (selama
umur perusahaan)
Rasio Berbasis Risiko
 RAROC (Risk Adjusted Return On Capital), rasio ini
memiliki kemiripan dengan ROC. Keduanya merupakan
rasio antara tingkat pendapatan bagi investor dengan
kapital. Perbedaan rasio dalam RAROC risiko.
Rasio Berbasis Risiko
RORAC (Return On Risk Adjusted Capital), dalam
rasio ini yang disesuaikan dengan resiko adalah
besarnya modal.

RARORAC (Risk Adjusted Return On Risk Adjusted


Capital), rasio ini menggunakan angka-angka yang
telah disesuaikan dengan risiko.
Kinerja Berbasis Risiko dan Pasar
 Rasio Treynor (Treynor ratio)

 Sharpe atau Sharpe Ratio

 Jensen alpha, yang diturunkan dari Capital Asset


Princing Model
BAB 26
Pengendalian Risiko Berbasis
Pihak Berkepentingan
Pengukuran kinerja merupakan salah satu bagian
dalam pengendalian risiko. Pemantauan
berdasarkan kinerja memberi informasi bagi direksi
mengenai beberapa hal :
 Kemampuan persahaan dalam menangani risiko
 Rendahnya kinerja berbasis risiko bisa jadi karena
rendahnya komitmen perusahaan dalam menangani
suatu resiko.
 Rendahnya kinerja perusahaan berbasis risiko bisa
saja terjasi karena perubahan perilaku dari pihak
berkepentingan.
Visi, Misi dan Strategi
Perusahaan
 Selain memperhatikan kinerja perusahaan,
manajemen juga perlu memperhatikan dan
mengikuti perkembangan visi misi dan
strategi perusahaan. Visi dan misi perusahaan
cenderung bertahan lama selama umur
perusahaan. Namun perusahaan sering tidak
mampu mendhindari kenyataan bahwa visi
misi harus disesuaikan dengan perubahan
keadaan.
Fokus pada pihak berkepentingan
Tabel formulir pemantauan pihak berkepentingan
No
Jenis Tingkat Indikator
Pihak berkepentingan Perkembangan
tuntutan kepentingan tuntutan

1 Pemegang Saham

2 Kreditur

3 Investor lain

4 Pemasok

5 Konsumen

6 Direksi dan Manajemen

7 Karyawan

8 Masyarakat

9 Pemerintah
SESI

TANYA JAWAB