Anda di halaman 1dari 10

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH


DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH DASAR
TAHUN 2018

PERAKITAN SOAL
Daftar Isi

Kaidah perakitan soal

Langkah-langkah perakitan
soal

Pemberian Nilai
Kaidah perakitan soal
 Pengurutan nomor soal sesuai dengan nomor urut soal yang terdapat dalam kisi-kisi.
 Setiap soal tidak boleh memberi petunjuk jawaban terhadap soal yang lain dalam satu paket.
 Penyebaran kunci jawaban harus acak dalam satu paket tes.
 Perakitan soal diikuti dengan pembuatan format/kunci jawaban per paket tes.
 Jumlah kunci jawaban A, B, C, atau D dalam satu paket tes dapat mengikuti cara sebagai berikut:

RUMUS = (Σ SOAL : Σ OPTION) ± 3


Contoh: Jumlah soal= 40, jumlah option= 4
= (40 : 4) ± 3
= 10±3
Kunci Jawaban A = 13
B = 11
C= 9
D= 7
Jumlah = 40
Langkah-langkah perakitan soal

 Mengelompokkan soal berdasarkan nomor soal pada kisi-kisi. Nomor soal yang
sama digabung.
 Menyusun paket tes (utama dan susulan). Urutan nomor soal sesuai dengan urutan
pada kisi-kisi.
 Menyiapkan lembar kunci jawaban untuk masing-masing paket tes.
 Menghitung penyebaran kunci jawaban untuk masing-masing paket tes.
 Menyesuaikan penyebaran kunci jawaban dengan memperhatikan rumus jumlah
kunci jawaban.
 Memeriksa apakah soal-soal pada perangkat tes sudah bebas dari memberi
petunjuk ke arah jawaban atas soal lain.
 Menyiapkan petunjuk penilaian.
 Menyiapkan petunjuk umum pengerjaan soal.
 Menyiapkan format lembar jawaban.
 Memeriksa kembali secara keseluruhan apakah perangkat tes yang dihasilkan
sudah sesuai dengan semua kaidah perakitan
Contoh instrument pengelompokan soal

No Soal Paket A Kunci Paket B Kunci Paket C Kunci


1 1A A 1B B 1C C
2 2A A 2B B 2C C
3 3A A 3B B 3C C

Keterangan:

Paket Soal Utama


Paket Soal Susulan

Paket Soal Utama Paket Soal Susulan


No Soal Kunci No Soal Kunci
1B B 1A A
2A A 2C C
3C C 3B B
… …
Pemberian Nilai

 Pada USBN terdapat dua bentuk soal: PG dan uraian.


 Pada umumnya bobot tiap soal untuk PG sama yaitu 1.
 Soal uraian dapat sama atau berbeda-beda, tergantung
pada kompleksitas jawaban atau banyak/sedikitnya
konsep yang digunakan dalam menyelesaikan setiap soal.
 Perbandingan bobot PG dan Uraian ditentukan oleh KKG
penyusun di bawah koordinasi dan supervisi Dinas
Pendidikan. Oleh karena itu, dalam pemberian nilai perlu
diketahui dulu bobot bentuk soal dan bobot tiap soal.
Contoh Perhitungan Nilai
Berikut contoh perolehan nilai peserta didik untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia,
Matematika, dan IPA dengan contoh bobot yang berbeda-beda untuk PG dan uraiannya.
Bobot PG lebih besar dari uraian karena materi yang diujikan lebih banyak dari uraian.

Contoh 1: Perhitungan nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan bobot 70 untuk PG
dan 30 untuk uraian
PG Uraian
Jumlah soal 30 5
Bobot bentuk soal 70 30
Bobot tiap soal 1 Berbeda-beda, misalnya: 20,20,20,30,10
Skor Perolehan 25 86,0
Skor maksimum 30 100

Contoh Tabel Perhitungan Nilai


Rumus Skor perolehan/skor maksimum x Bobot
Pilihan Ganda 25/30 x 70 = 58,3
Uraian 86,0/ 100 x 30 = 25,8
Nilai Bahasa Indonesia 84,1 = 84
Contoh 2: Perhitungan nilai mata pelajaran Matematika dengan bobot 60 untuk PG dan
40 untuk uraian

PG Uraian
Jumlah soal 30 5
Bobot bentuk soal 60 40
Bobot tiap soal 1 Berbeda-beda, misalnya: 20,10,20,30,20
Skor Perolehan 25 85,2
Skor maksimum 30 100
Contoh Tabel Perhitungan Nilai
Rumus Skor perolehan/skor maksimum x Bobot
Pilihan Ganda 25/30 x 60 = 50
Uraian 85,2/ 100 x 40 = 34,08
Nilai Matematika 84,08 = 84
Contoh 3: Perhitungan nilai mata pelajaran Matematika dengan bobot 80 untuk PG dan
20 untuk uraian

PG Uraian
Jumlah soal 35 5
Bobot bentuk soal 80 20
Bobot tiap soal 1 Berbeda-beda, misalnya: 30,20,10,30,10
Skor Perolehan 28 86,7
Skor maksimum 35 100

Contoh Tabel Perhitungan Nilai

Rumus Skor perolehan/skor maksimum x Bobot


Pilihan Ganda 28/35 x 80 = 64
Uraian 86,7/ 100 x 20 = 17,34
Nilai Matematika 81,34 = 81
TERIMA KASIH