Anda di halaman 1dari 42

Gizi Dewasa dan

Lansia
Tim Dosen Gizi Daur dalam
Kehidupan
Prodi Gizi UPNVJ
Gizi Dewasa
KONDISI Masa Dewasa
• Dewasa  adult ; adultus : tumbuh menjadi
kekuatan dan ukuran sempurna
• Dewasa  siap menerima kedudukan;
mandiri, mampu membuat keputusan
• Masa dewasa :
– Dewasa awal : 20 – 40 tahun
– Dewasa lanjut : 40 -60 tahun
• Setelah mencapai puncak pertumbuhan ;
fungsi / kemampuan fisik menurun
Kondisi Psikologis dan Psikososial
• Dewasa Awal :
Masa membangun hubungan
• Dewasa Lanjut
Fase generativitas vs stagnansi
Pada tahap ini individu mencapai puncak
perkembangan segala kemampuan
Tipe Perilaku masa dewasa: agresif ( risk PJK),
gelisah/ tidak ekspresif (kanker), tangguh (+,
jarang terkena penyakit), menentukan risiko
penyakit
Kondisi Fisiologis Dewasa
• Puncak dari pertumbuhan fisik dicapai < 30
• Pada umur 30  penurunan kekuatan dan
kesehatan otot
• Pada masa dewasa lanjut  penurunan
pendengaran, penglihatan, daya akomodasi;
mulai muncul masalah kesehatan utama : PJK,
kanker, obesitas  DM 2
Perubahan Fisiologis
• Pengaturan Tekanan Darah :
– Usia ++ penebalan dinding pembuluh, fibrosis
otot jantung, penebalan katup jantung
gangguan sirkulasi darah: hipertensi,
hiperlipidemia, DM, stroke, PJK
– Jantung pada umur 20 thn  40 ltr drh/ mnt ;
pada umur 40 tahun  23 liter drh/mnt
Perubahan Fisiologis
Pengaturan Kalsium
• Di dalam tubuh orang dewasa terdapat 2 kg Ca: 99% di
tulang, 1 % untuk fungsi Ca lain (metabolisme tubuh,
koagulan, neurotransmiter)
• Ca dalam darah  10 mg/100 ml
• Kekurangan Ca menyebabkan otot tegang, terutama otot
jantung, denyut tidak teratur dan pernafasan terhambat
• Kelebihan Ca (s/d 12 mg / 100 ml  pembentukan batu
ginjal, melambatkan refleks sistem saraf, otot mengecil, dan
kehilangan kekuatan
• Jika kelebihan Ca sampai 17 mg/ 100 ml maka tubuh
membentuk Ca fosfat dan menjadi racun yang menyebar ke
seluruh tubuh
Lanjutan
• Pengaturan Keseimbangan Ca
– Diatur oleh kelenjar paratiroid yang mengukur
jumlah Ca dalam darah
– Hormon yang dihasilkan : Parathormon
– Mekanisme :
• jika Ca dalam darah turun tubuh melepas parathormon
supaya kadar Ca dalam darah ideal
• Jika Ca dalam darah berlebih maka tubuh mengurangi
produksi parathormon dan paratiroid melepas
kalsitonin supaya sel tulang tidak melepas Ca ke dalam
darah
Perubahan Hormon
PRIA :
• produksi testosteron mencapai puncak pada
usia 20 tahun lalu menurun 1,5% per tahun
setelah usia 30 tahun
• Bila kadar testosteron rendah  degradasi
masa otot, tulang rapuh, resistensi insulin,
libido turun, lemah, mudah tersinggung,
depresi
Menopause
• Terjadi pada umur akhir 40 – awal 50
• Perubahan organ tubuh ditandai dengan :
– Siklus haid tidak teratur
– Merasa panas pada daerah dada, leher, wajah, dan
berkeringat
– Vagina kering
– Kulit berkerut, elastisitas menurun, ada kantung mata
– Berkeringat di malam hari
– Sulit tidur
– Indra pengecap jadi kurang peka, gusi mudah luka dan
gigi tanggal
lanjutan
• Saat menopause hormon estrogen dan hormon
reproduksi tidak lagi diproduksi tubuh.
• Bila estrogen tidak diproduksi maka HDL menurun dan
LDL meningkat, Trigliserida naik, dan tekanan darah
ikut naik  vagina mengerut dan kering
• Biasanya juga diikuti penyakit alzheimer alias mudah
lupa
• Wanita menopause juga 30 x berisiko PJK
• Wanita menopause  tulang menipis, osteoporosis
• Kehilangan tulang per tahun karena penuaan : 1%,
namun setelah menopause menjadi 2 %
Andropause
• Pada pria, di usia 50 – 60 tahun terjadi
perubahan hormonal namun tidak drastis
• Produksi testosteron menurun 1 % / tahun
dan jumlah sperma menurun, tapi tetap subur
• Pada usia paruh baya testosteron menurun 
dorongan seksual turun, masalah ejakulasi
Kebutuhan Zat Gizi
• MAKRO: Energi 1700 – 2250 kkal
– KH : 46 – 50% dari total energi
– L: s/d 630 kkal ( max 25%)
– P: 50- 60 gr / 11%; 0,75 g/kg bb
• MIKRO:
– Vit B1, B2
– Vit C
– Membatasi Na
– Ca 800-1000 mg/hr
Kebutuhan Energi
• Pada usia dewasa sudah tidak terjadi
pertumbuhan namun dibutuhkan asupan gizi
yang seimbang untuk mempertahankan
status gizi normal dan kesehatan
• Asupan kalori hendaknya sesuai dengan
kebutuhan tubuh
• Setiap 10 tahun, kebutuhan energi mengalami
penurunan sekitar 5%
Karbohidrat
• Kebutuhan karbohidrat pada usia dewasa : 40
– 50 % dari total energi
• Hendaknya memperbanyak asupan
karbohidrat kompleks yaitu serat untuk
menjaga saluran cerna, mencegah
penimbunan lemak dalam tubuh dan
mengurangi kadar kolesterol terutama pada
orang dewasa yang obese .
Lemak
• Asupan lemak pada orang dewasa dibatasi
sampai 30 % total kalori.
• Konsumsi lemak tinggi menyebabkan kadar lipid
darah naik dan meningkatkan risiko PJK, juga
risiko Ca Mammae dan Ca Colon
• Makanan yang sebaiknya dibatasi : telur, daging
berlemak, susu, mentega, otak, udang, kepiting,
dan mengganti minyak kelapa dengan minyak
jagung, minyak zaitun, minyak bunga matahari
Protein
• Pada usia dewasa kebutuhan protein
hariannya adalah sekitar 50 – 60 gr/ 11% dari
total kebutuhan energi.
• Namun kelebihan protein juga dapat
mengakibatkan masalah kesehatan antara lain
gout, obesitas, dan penyakit degenerative
lainnya karena kelebihan protein akan
disimpan dalam bentuk lemak.
Kebutuhan Gizi Mikro
• Gizi Mikro dibutuhkan untuk mendukung
metabolisme dan mempertahankan kesehatan
• Vitamin B komplek kesehatan syaraf,
metabolisme tubuh
• Vitamin C untuk daya tahan tubuh
• Ca per hari 800- 1000 mg / hari terutama
untuk wanita sebagai upaya pencegahan
osteoporosis
Contoh Menu
WAKTU HIDANGAN URT

2500 kkal 2000 kkal 1700 kkal

Pagi Nasi 2 sendok nasi 2 sendok nas 1 sendok nasi


Daging semur 1 ptg 1 ptg ½ ptg
Tumis kacang panjang toge ½ mangkok ½ mangkok ½ mangkok

Snack pagi : bubur kacang 1 gelas 1 gelas -


hijau
Siang Nasi 3 sendok nasi 2 sendok nasi 1 ,5 sendok nasi
Ayam goreng 1 ptg 1 ptg 1 ptg
Tahu bacem 2 ptg 1 ptg 1 ptg
Sayur bening timun 1 mangkok 1 mangkok 1 mangkok
Sambal terasi 1 sedndok makan 1 sendok makan 1 sendok makan

Snack sore : buah 1 ptg 1 ptg 1 ptg


semangka
Malam Nasi 3 sendok nasi 2 sendok nasi 1,5 sendok nasi
Pepes ikan 1 ptg 1 ptg 1 ptg
Oseng tempe 1 ptg 1 ptg 1 ptg
Sayur asem 1 mangkok 1 mangkok 1 mangkok
buah pepaya 1 ptg 1 ptg 1 ptg
PSG
• Antropometri
• Pengukuran BB, TB untuk melihat IMT :
– BB (kg ): TB 2 (m2)
• Kategori IMT :
– Kurus : < 17
– Normal : 18,5 – 25 (Indonesia 23,5)
– Gemuk : > 25
Gaya Hidup yang mempengaruhi
kesehatan
• Merokok  keriput, napas bau, bibir hitam, osteoporosis,
penurunan daya ingat, keguguran saat hamil, IQ anak
rendah, TBC, Ca Paru, PJK
• Minum Alkohol  menghambat penyerapan gizi, kurang
gizi, gangguan hati, kerusakan saraf otak, hilang kendali
saat dalam pengaruh alkohol, menurunkan sistem imun,
alcoholic lung  pneumonia
• Konsumsi Fast Food, Junk Food  konsumsi berlebihan
menyebabkan darah tinggi, stroke, jantung, kanker,
obesitas
• Penggunaan Bahan Tambahan Pangan
• Konsumsi Kafein  asupan kafein tinggi (6 cangkir
teh/kopi/ hari)memicu osteoporosis
Masalah Gizi Pada Dewasa
• Gout  diet tinggi purin, obesitas dan konsumsi
alkohol
• DM  diet tinggi gula, lemak jenuh
• Aterosklerosis  diet tinggi lemak , kolesterol
• Osteoporosis wanita 35 +, 45+ (menopause), wanita
perokok, wanita asia (konsumsi Ca kurang)
• Obesitas  pemicu kanker
• Anemia  pria < 14 g/dL; wanita < 12 gr/ dL
• Masalah Gizi tenaga kerja  hendaknya asupan
disesuaikan jenis pekerjaan, perhatikan waktu dan
akses makan pekerja
Jenis Pekerjaan
berdasar Kebutuhan Energi
RINGAN SEDANG BERAT
Pegawai kantor Pekerja industri Pekerja buruh kasar
Tenaga profesional Mahasiswa Pekerja industri
Dokter Petani berat
Akuntan Nelayan Buruh tambang
Pengacara Tentara Penarik kaca
Guru Penjaga toko Sopir bus, truk
Perawat
Pria : 2800 kkal Pria : 3000 kkal Pria : 3600 kkal
Wanita : 2050 kkal Wanita : 2250 kkal Wanita : 2600 kkal
GIZI LANSIA
Pendahuluan
• Jumlah Lansia di Indonesia pada tahun 2002 : 32
juta orang dan diprediksi meningkat sebesar
414% di tahun 2025
• Kelompok lansia berisiko mengalami gangguan
kesehatan karena penurunan fungsi fisiologis
tubuh, diikuti gangguan afektif, gangguan kognitif,
dan psikososial
• Nafsu makan pada lansia menurun
• Proses menjadi tua disebabkan oleh 3 fase faktor
biologis yaitu fase prodesif, fase stabil , dan fase
regresif (kemunduran)
Penggolongan Lansia
• UU Kes No. 23 192 bab V pasal 23:
“ lanjut usia adalah seseorang yang akrena usianya
mengalami perubahan biologis, fisik, dan sosial”
• Lansia menurut Depkes RI 1989 :
– Masa virilitas (40 -54 tahun)
– Masa pensiun ( > 65 tahun)
– Masa senium ( > 70 tahun)
• Lansia menurut WHO:
– Usia lanjut (elderly) usia 60 – 74 tahun
– Usia tua (old) usia 75 – 90 tahun
– Usia sangat tua (very old) usia di atas 90 tahun
Kondisi Fisiologis Lansia
• Perubahan BMR sekitar 2% setelah usia 30 tahun
• Gangguan kemampuan motorik, kemandirian berkurang,
harus dibantu
• Perubahan saluran cerna: gigi berkurang, sukar menelan,
lambung menipis setelah usia 60 tahun, terganggu
penyerapan zat gizi, berat usus berkurang, dan mobilitas
saluran cerna menurun  konstipasi, hemoroid,
divertikulosis
• Perubahan sistem endokrin
• Perubahan sistem pernafasan
• Perubahan sistem kardiovaskular
• Perubahan sistem hematologi : limfosit menurun saat > 40
tahun
FASE PENUAAN
• Fase subklinikal
– Usia 25 – 35 tahun : penurunan hormon, sel – sel
mulai rusak
• Fase transisi
– Usia 35 – 45 tahun, penurunan hormon > 25%,
penglihatan melemah, rambut memutih, pigmen
bertambah, stamina menurun
• Fase klinikal
– Usia 45 tahun ke atas. Setelah usia 70 , penurunan
hormon makin cepat.
Perubahan Biologis yang
mempengaruhi status gizi lansia
• Berkurangnya massa otot dan bertambahnya massa lemak
 jumlah cairan berkurang
• Fungsi penglihatan menurun, pengecapan kurang peka,
nafsu makan turun, pendengaran berkurang
• Berkurangnya gigi, asupan gizi berkurang
• Penurunan daya ingat , pola makan tidak teratur
• Kapasitas ginjal untuk mengeluarkan air berkurang ,
pengenceran Na:hiponatremia  mudah lelah
• Inkontenensia  mengompol , jadi malas minum 
dehidrasi
• Penurunan estrogen pada lansia wanita: kolesterol naik,
absorpsi Ca menurun  osteoporosis
Kemunduran organ tubuh lansia
• KULIT : mengendur, tipis, kering, tidak elastis, sensitif,
pigmentasi pada muka dan kaki (bintik putih)
• RAMBUT : rontok, putih, kering, kusam
• SEKS: menurun, menopause, andropause
• OTOT: jumlah berkurang, atrofi, fungsi dan kekuatannya
menurun
• JANTUNG: pembuluh kaku, mudah penggumpalan darah
dan trombosit pada perokok, penderita hipertensi, DM,
Hiperkolesterol karena lapisan inti pembuluh darah kasar
dan tersumbat
• TULANG : kadar Ca menurun, osteoporosis, tulang retak,
patah
• OTAK :berat berkurang 5 -10 %
Kondisi Psikologis Lansia
• Bila lansia memiliki peran maka menjadi
sumber kepuasan
• Kehilangan anggota keluarga dan kesepian
menyebabkan lansia tidak puas
• Faktor psikologis pada lansia dapat
mempengaruhi status kesehatan terutama
status gizi
• Lansia rentan post power syndrome
Kondisi Psikologis Lansia
• Tabu / malu , menarik diri
• Sikap keluarga dan masyarakat kurang mendukung
• Lelah dan merasa bosan
• Kehilangan pasangan hidup, depresi
• Disfungsi seksual , depresi
• Tipe kepribadian lansia :
– Konstruktif : tenang, bijak
– Independent : mandiri
– Dependent: tergantung keluarga
– Hostility : bermusuhan, tidak disenangi orang, kejam,
agresif, maunya sendiri
Gangguan Psikologis Lansia
• 1. demensia senilis ( 60 tahun)
• 2. demensia prasenilis ( > 60 tahun)
• 3. demensia alzheimer (usia > 75 tahun)
• Demensia : penurunan kemampuan daya ingat
dan daya pikir
Kebutuhan Gizi Lansia
• Kebutuhan lansia sesuai dengan jenis kelamin,
umur, aktivitas, ukuran dan komposisi tubuh,
iklim, suhu udara, kondisi fisik dan unsur
lingkungan
• Kebutuhan gizi menurun karena penurunan
faktor aktivitas sejalan dengan penurunan
fungsi fisiologis
Kebutuhan Energi
• Kebutuhan energi menurun sehubungan
dengan meningkatnya usia
• Pria : 2100 kkal
• Wanita : 1700 kkal
• Pada usia 50 – 69 tahun kebutuhan kalori
menurun 10 %.
• Tetap berprinsip gizi seimbang
Gizi Makro
• KH : dianjurkan 50 % dari total energi
• Lemak : 20 – 25 % dari total kalori
• Protein : untuk pengganti sel rusak, lebih
membutuhkan asam amino esensial
– laki-laki 49 gr/hari
– Perempuan 41 gr / hari
Sebaiknya tidak berlebihan karena memperberat kerja
ginjal dan hati
Asupan protein yang dianjurkan 10 % dari total kalori
Gizi Mikro
• Vitamin : B kompleks : riboflavin, tiamin, B6
asam folat, Vit C, Vit D, Vit E, Vit A
• Mineral : Ca untuk usia > 51 : 1200 mg/ hr;
untuk wanita : 1500 mg/ hr; Iodium : 150 mg/
hr
• Air : 6- 8 gelas
AKG LANSIA (Dirjen BINKESMAS 2004)
ZAT GIZI LAKI- LAKI PEREMPUAN
Energi (kkal) 2200 1850
Protein (gr) 55 48
Vitamin A (mcg RE) 600 800
Vitamin D ( mcg) 5 5
Vitamin E (mcg) 10 8
Vitamin K ( mcg) 80 65
Vitamin C (mg) 60 60
Tiamin (mg) 1 1
Riboflavin (mg) 1,2 1
Niasin (mg NE) 10 8
B 6 (mg) 2 1,6
Folat (mcg) 190 150
B12 1 1
Ca (mg) 500 500
Fosfor (mg) 500 450
Mg (mg) 280 250
Fe ( mg) 13 14
Zn (mg) 15 15
Iodium ( mg) 150 150
Menu Seimbang Lansia
Syarat menu seimbang lansia:
1. Makan aneka ragam pangan
2. Asupan kalori seimbang (KH 50 - 60%; L 30% Protein
10 – 15%)
3. Asupan serat diperbanyak
4. Konsumsi cukup kalsium: susu, yoghurt, ikan laut
5. Konsumsi sumber zat besi
6. Membatasi garam
7. Hindari alkohol
8. Pilih makanan yang mudah dicerna
Pola Hidup
• Olahraga teratur
• Istirahat yang cukup
• Menjaga pola makan : jumlah dan jenis
• Membatasi teh dan kopi
PSG pada lansia
• Anamnesis : riwayat asupan, faktor sosial,
ekonomi, riwayat penyakit, terapi obat, saluran
cerna
• Pemeriksaan organ tubuh: jantung, paru, otak
• Pemeriksaan fisik
• Pemeriksaan Lab: darah, urine, feses
• Antropometri : IMT, Tinggi lutut, Panjang Depa,
Skinfold thickness
• PSG dietetik
• PSG Biokimia
Referensi
• Adriani, Merryana. 2012. Peranan Gizi dalam
Daur Kehidupan. Jakarta: Prenada Media
Group
• Brown, Judith. 2002. Nutrition through the Life
Cycle.