Anda di halaman 1dari 19

NAMA ANGGOTA :

DOSEN PENGAMPU : PUJIATI, S.Pd., M.Pd.


1. SELLA GURUS MUSIKA (16431003)
2. EVI RISTIANA (16431008)
3. YUSNINDA NADILLIA K. (16431011)
4. SILVESTER LAKSA YOGA (16431017)
5. RAHMADHANI K. (16431019)
6. ZAINAL ARIFIN (16431023)
7. NOVA HARTINA (16431026)
8. DARUL INSYA F. (16431030)
9. WAHYU DWI L. (16431032)

&
KELOMPOK 2
MIKROBIOLOGI

ILMU YANG MEMPELAJARI MAKHLUK HIDUP MIKROSKOPIS

SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI

PENEMUAN
PENEMUAN TEKNIK PENEMUAN PENEMUAN
FERMENTASI BIAKAN ANTISEPTIK METODE
MURNI KEMOTERAPI

PENELITIAN PENYEBARAN PENEMUAN


PENYEBAB PENYAKIT IMUNISASI
INFEKSI
PENEMUAN
FERMENTASI LOUIS PASTEUR
(1850)

Penelitian pada anggur yang bagus dan anggur yang kurang bagus

Ditemukan Mikroorganisme yang berbeda antara kedua nya

Menyimpulkan
bahwa pemilihan
Untuk itu dia memusnahkan mikroba yang telah ada dalam sari buah
mikroorganisme
anggur dengan cara memanaskannya. Setelah dingin ke dalam sari buah
yang sesuai akan
tersebut diinokulasi dengan anggur yang berkualitas baik yang
menghasilkan
mengandung mikroorganisme yang diinginkan.
produk yang
bagus.
PENELITIAN
PENYEBAB
Robert Koch INFEKSI
(1876)

Metode Isolasi Bakteri Penyebab Antrax


Bakteri

memisahkan bakteri untuk bahan tersebut dari bakteri lain


yang ada kemudian menginjeksikannya ke dalam tikus yang
sehat. Tikus selanjutnya menunjukkan perkembangan
menuju anthrax dan bakteri yang diisolasi dari tikus
menunjukkan kesamaan bakteri yang berasal dari hewan
yang sakit sebelumnya.
PENEMUAN
TEKNIK
Richard J. Petri BIAKAN
MURNI
(1877)

ASAL USUL : Pemisahan koloni bakteri pada


kentang yang telah direbus menjadi individu –
individu tersendiri

CARA : mengembangkan media spesifik untuk


menumbuhkan mikroorganisme. Dengan pembuatan
senyawa dari alga yang disebut agar dapat membuat
media menjadi padat.

Richard J. Petri membuat piringan kaca bertutup


untuk menempatkan media agar alat tersebut
selanjutnya disebut Petri dish yang masih digunakan
sampai sekarang.
PENYEBARAN BEBERAPA KEJADIAN PENYEBARAN WABAH
PENYAKIT PENYAKIT YANG MELATAR BELAKANGI
BERKEMBANGNYA MIKROBIOLOGI

Di eropa, terjadi epidemi penyakit bubon atau disebut penyakit hitam dan
1347–1350 sangat mematikan diakibatkan oleh bakteri. Setengah populasi di Eropa
meninggal karena penyakit tersebut. Hewan pengerat, terutama tikus,
berperan sebagai sumber bakteri basilus dan ditransmisikan/ditularkan ke
manusia melalui lalat.

1917-1919 Penyebaran wabah malaria di amerika membunuh hampir setengah juta


penduduk amerika
PENEMUAN
ANTISEPTIK
JOSEPH LISTER
(1860)

Joseph Lister menemukan asam karbol atau phenol dapat


digunakan untuk membunuh bakteri. Lister menggunakan
larutan ini untuk merendam alat-alat bedah dan
menyemprot ruangan operasi. Penemuan tersebut
merupakan hari penemuan teknik aseptik untuk
mencegah infeksi.
PENEMUAN
IMUNISASI
LOUIS PASTEUR
(1880)

ASAL – USUL : Percobaan penginjeksian bakteri kolera pada ayam sehat


mengalami kegagalan, hal ini disebabkan bakteri yang telah aviluren yaitu
kehilangan virulensinya atau kemampuan untuk menyebakan penyakit.
Pasteur menyebutkan bakteri yang telah avirulen tersebut dengan vaccine dari
bahasa latin ”vacca” artinya sapi dan imunisasi dengan biakan tersebut
dikenal dengan vaksinasi.
PENEMUAN
METODE
KEMOTERAPI
Alexander Fleming
(1928)

MENEMUKAN PENICILIN

senyawa kimia yang dihasilkan mikroorganisme jamur


Penicellium notatum. Fleming menduga bahwa jamur
tersebut menghasilkan sesuatu yang
menghambatpertumbuhan bakteri.
ILMUWAN PERAIH NOBEL
DALAM BIDANG MIKROBIOLOGI

1. Emil Adolf Von Behring (1901)


ASAL USUL : pembuatan kultur bakteri difteri dengan iodin
triklorida. Kultur ini disuntikan pada babi guinea. Hasilnya, babi
guinea tersebut menjadi kebal terhadap difteri. Kemudian, serum darah
babi satu disuntikan ke babi dua dan ternyata babi kedua menjadi
kebal difetri juga. Atas penemuan ini Emil dikenal sebagi
pelopor/penemu terapi serum

JERMAN
2. Neils Ryberg Finsen (1903)

Pernyataan peneliti sebelumnya yang menyatakan bahwa


cahaya dapat membunuh bakteri dibuktikan kembali oleh
Finsen dengan cara menampakkan jaringan yang sakit pada
konsentrasi tinggi sinar UV dengan memfokuskan cahaya
buatan prisma. Penggunaan sinar UV menjadi pengobatan
pokok untuk Lupus vulgaris.
3. Charles Louis Alphonse Lavera
(1907)

Pada tahun 1880, ia menemukan bahwa penyebab malaria adalah protozoa,


setelah mengamati parasit dalam darah yang diambil dari seorang pasien
yang baru saja meninggal karena malaria.

Ia menemukan organisme penyebab penyakit yakni protozoa yang ia beri


nama Oscillaria malariae, namun kemudian berganti nama menjadi
Plasmodium. Ini adalah pertama kalinya bahwa protozoa terbukti menjadi
penyebab segala penyakit. Oleh karena itu, penemuan tersebut merupakan
validasi dari teori penyakit kuman.
4. (1908)
Ilya Ilyich Mechnikov

Penemuan sifat fagosit (makrofag) pada sel darah putih,


Bapak Kekebalan Alami bahwa sel darah putih bisa menelan dan menghancurkan
bakteri yang masuk dalam tubuh. Hal ini dibuktikan dalam
pengamatannya bahwa bakteri menarik leukosit untuk
memulai dan mengarahkan respon imun ke sel inang oleh
patogen.
5. (1923)
Frederick Grant Banting

Dibantu Macleod serta seorang ahli kimia


James Collip melalui tehnik ekstraksi insulin
ternyata mampu menghasilkan ekstrak insulin
yang berguna seperti sekarang, lalu
memproduksinya secara besar-besaran melalui
kultur jaringan dengan bantuan mikro
organisme. Hal ini yang mendasari pembuatan
insulin bagi penderita diabetes
6. (1945)
Sir Ernst Boris Chain

Melakukan sebuah studi sistematis tentang zat


antibakteri yang diproduksi oleh mikroorganisme. Hal
ini menyebabkan karya terbaiknya, reinvestigasi
penisilin, yang telah dijelaskan oleh Sir Alexander
Fleming sembilan tahun sebelumnya, dan penemuan
tindakan kemoterapinya. Kemudian dia mengerjakan
isolasi dan penjelasan struktur kimia penisilin dan
antibiotik alami lainnya.
7. (1951)
Max Theiler

Dia membuktikan bahwa penyebab demam kuning bukanlah


bakteri tapi virus yang tersaring. Dia juga menunjukkan bahwa
penyakit ini dapat segera ditularkan ke tikus.
Theiler dan rekan-rekannya mengerjakan vaksin melawan
penyakit ini dan akhirnya mengembangkan vaksin standar yang
aman, 17D, satu keuntungan darinya adalah kemampuan
adaptasi siap untuk produksi massal.
8. (1957)
Daniel Bouvet

Antara tahun 1937 – 1941, Bovet dan rekan – rekannya


melakukan sekitar 300 eksperimen untuk menemukan zat yang
dapat melawan efek negatif dari histamin. Salah satunya adalah
pyrilamin, yang termasuk dari salah satu antihistamin pertama
yang digunakan sebagai obat alergi pada masa itu. Karena
penemuannya itu maka pada tahun 1957 bovet mendapat
penghargaan.
9. (2005)
Barry J. Marshall

Ia dikenal sebagai orang yang membuktikan


bahwa bakteria Helicobacter pylori sebagai
penyebab tukak lambung, menggantikan
doktrin kedokteran yang dipercaya selama
beberapa dekade lamanya bahwa tukak
lambung disebabkan stres, makanan pedas,
dan terlalu banyak asam.
10. (2008)
Harald Zur Hausen

Pada tahun 1976, ia membuat hipotesis bahwa HPV


berperan dalam menyebabkan kanker serviks. Penelitian
tersebut terus berlanjut ketika ia berhasil
mengembangkan vaksin HPV pada tahun 2006. Dua
tahun setelah itu, tepatnya pada tahun 2008, Prof. Harald
menerima Nobel Prize dalam bidang Kedokteran sebagai
sosok yang pertama kali menemukan HPV sebagai virus
penyebab kanker serviks.