Anda di halaman 1dari 24

PRESENTASI KASUS

WISTHA MIYAKI
 Nama Lengkap : Ny. P
 Jenis Kelamin : perempuan
 Usia : th
 Alamat : gedong tengan
 Pekerjaan : aktivis
 Agama : Islam
 Keluhan Utama
sulit tidur

 Riwayat Penyakit Sekarang


pasien datang dengan keluhan sulit memulai tidur yang dirasakan sejak lama
dan memberat dalam dua hari terakhir sampai tidak bis atidur sama sekali,
keluhan lain (-), kekhawatiran disangkal, bebean pikiran disangkal, pasien
merupakan ODHA.
 Riwayat Penyakit Dahulu
riwayat opname pasien mengalami koma
selama 16 hari di RSUP Dr.Sardjito

 Riwayat Penyakit Keluarga


suami pertama dan kedua meninggal
dengan riwayat penggunaan jarum suntik
secara bergantian
 Riwayat Pendidikan : Pasien lulus SMA
 Riwayat Pernikahan : Pasien sudah menikah 3 kali, suami
pertama dan kedua meninggal dunia, mempuyai 3 orang
anak, 2 orang anak dari suami pertama dan 1 orang anak
dari suami kedua dan suami ketiga belum dikaruniai anak.
 Riwayat Pekerjaan : pasien bekerja sebagai ibu rumah
tangga pendamping ODHA dan aktif diorganisasi ODHA.
 Gaya hidup : pasien perokok aktif 2 bungkus per hari (1
bungkus 20 batang), konsumsi kopi 4-5 gelas per hari,
pernah mengkonsumsi alkohol dan sekarang sudah
berhenti, riwayat penggunaan obat-obatan terlarang (-).
 Lingkungan :keluarga dan tetangga mengetahui penyakit
pasien dan pasien mendapat dukungan dan tanggapan yang
baik dari keluarga dan tetangga sekitar.
 Sistem Saraf Pusat : tidak ada keluhan
 Sistem Integumentum : tidak ada keluhan
 Sistem Muskuloskletal : tidak ada keluhan
 Sistem Gastrointestinal : tidak ada keluhan
 Sistem Urinaria : BAK normal
 Sistem Respiratoria : tidak ada keluhan
 Sistem Kardiovaskular : tidak ada keluhan
Keadaan Umum Cukup

Kesadaran Compos mentis


GCS E4 V5 M6
Vital sign Tekanan darah :100/70 mmHg
Nadi : 96x/menit
Pernafasan: 20 x/menit
Suhu badan:Afebris

Antropometri Tinggi Badan: 161 cm


Berat Badan : 50kg
Status Gizi : normal
Indeks Massa Tubuh (IMT): 19,305 kg/m2

Pemeriksaan kepala normocephal, rambut warna hitam, distribusi merata.


- Mata: Konjungtiva anemis (-/-), dan sklera ikterik(-/-).
- Telinga: secret (-), perdarahan (-)
- Hidung: secret (-), epistaksis (-), tidak ada deviasi septum
- Bibir: kering (-), sianosis (-), bibir berawarna gelap

Pemeriksaan leher - Kelenjar tiroid : Pembesaran (-)


- Kelenjar limfonodi: Pembesaran (-)
Pemeriksaan dada Bentuk dada: simetris (+)
Pemeriksaan Jantung Inspeksi: ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : ictus cordis teraba pada sela igake 5 line midclaviclaris.
Perkusi : Batas jantung
 Kanan atas: SIC II linea para sternalis kanan
 Kiri atas: SIC II linea para sternalis kiri
 Kanan bawah: SIV IV linea para sternalis kanan
 Kiri bawah:SIC V linea midclavicularis kiri
Auskultasi: Bunyi jantung I-II reguler, murmur (-), gallop (-).
Pemeriksaan paru-paru Kanan Kiri
Inspeksi Tampak simetris Tampak simetris
retraksi subcostalis (-) retraksi subcostalis (-)
retraksi intercostalis (-) retraksi intercostalis (-)
ketinggalan gerak (-) ketinggalan gerak (-)
Palpasi Ketinggalan gerak (-) Ketinggalan gerak (-)
deformitas (-) deformitas (-)
Perkusi Sonor pada seluruh Sonor pada seluruh lapang paru
lapang paru
Auskultasi Suara dasar vesicular Suara dasar vesicular
ronkhi (-) ronkhi (-)
wheezing (-) wheezing (-)
Pemeriksaan perut Inspeksi : distensi (-), meteorismus (-),
darm contour (-).
Auskultasi : BU (+) normal
Palpasi : NT (-) hepar dan lien tidak teraba.
Perkusi : Timpani
Pemeriksaanekstremitas Superior : Deformitas (-), oedema (-),
akral hangat (+).
Inferior :Deformitas panggul sinistra (+),
edema (-), nyeri (-), akral hangat (+).
Luka diabetik (-), luka bekas jahitan (-).
Reflek babinski
Kaki kanan (+) kaki kiri (-)
Kekuataan otot
Tangan kanan : 3 Tangan kiri : 5
Kaki kanan : 3 Tangan Kanan : 5
 Laboratorium: -
 Radiologi:
Sudah dilakukan pemeriksaan Ct-scan di
RS Batesda tapi hasil belum ada.
No. Nama Jenis Tgl Lahir/ Pekerjaan No.HP Status
Kelamin Umur Kesehatan
1. sholihin L 58 tahun Tidak - Cukup
bekerja baik
2. Ika P 29 tahun Pedagang - Cukup
baik
3. Aiko L 5 Tahun Pelajar - Cukup
baik
 Bentuk Keluarga ( Family Structure)
The Nuclear Family (berdasarkan
Goldenberg, 1980)

 Tahapan Siklus Keluarga (Family Life Cycle)


Familier With Adolescent (berdasarkan
Carter & Mc Goldrick, 1989)
APGAR Keluarga Hampir Kadang- Hampi
selalu kadang(1 r tidak
(2) ) pernah
(0)
1. Saya merasa puas karena saya dapat meminta pertolongan kepada keluarga saya V
ketika saya menghadapi permasalahan

2. Saya merasa puas dengan cara keluarga saya membahas berbagai hal dengan saya dan V
berbagi masalah dengan saya.

3. Saya merasa puas karena keluarga saya menerima dan mendukung keinginan-keinginan V
saya untuk memulai kegiatan atau tujuan baru dalam hidup saya.

4. Saya merasa puas dengan cara keluarga saya mengungkapkan kasih sayang dan V
menanggapi perasaan-perasaan saya, seperti kemarahan, kesedihan dan cinta.

5. Saya merasa puas dengan cara keluarga saya dan saya berbagi waktu bersama. V

Skor Total 7 (Disfungsional sedang)


Aspek SCREEM Sumber Daya Patologis

Social Interaksi dan komunikasi pasien dengan


keluarga serta tetangga baik

Cultural Pasien hampir mencoba pengobatan


alternatif untuk strokenya

Religious Pasien Beragama Islam dan masih melakukan


ibadah sholat

Educational Ke empat anak pasien Lulus SMA Pasien hanya lulus SD

Economic Penghasilan anak untuk berdagang 100-150 Pasien sudah tidak bekerja serta suami
ribu juga tidak bekerja

Medical Menggunak BPJS PBI. Akses untuk layanan -


kesehatan mudah dijangkau oleh pasien.
Tahun Usia Life Events/ Crisis
1980 Pasien menikah dengan Istri
1982 Pasien memiliki anak pertama
1983 Pasien memiliki anak kedua
1985 Pasien memiliki anak ketiga
1987 Pasien memiliki anak keempat
2000 Pasien bekerja di Timor Leste sebagai baby sister
2006 Pasien terkena stroke dan hipertensi
2006 Pasien menjalani pengobatan dan fisioterapi dan
2017 berhenti bekerja kembali ke Indonesia
Pasien terkena serangan stroke ke 2
 Kondisi Rumah
Rumah pasien berada di daerah pemukiman padat penduduk
di daerah Bangun rejo. Rumah pasien merupakan rumah warisan
dari orangtuanya. Ukuran rumah pasien + 6x3 m, berdinding
tembok, berlantai semen, dan atap genteng. terdiri dari 1 kamar
tidur, 1 WC/Kamar mandi, dapur dan ruang tamu.Pencahayaan
yang masuk ke ruangan kurang (cenderung gelap) dan ventilasi
juga kurang karena hanya ada jendela di ruang tamu.Kebersihan
ruangan kurang terawat dan tertata rapi.
 Lingkungan Sekitar Rumah
-Sumber air dari PAM, penampungan air di bak kamar mandi.
-Tempat pembungan sampah ditempat penimbunan sampah.
-Jamban di luar rumah (WC/kamar mandi)
-Halaman rumah bergabung dengan tetangga sekitarnya.
No. Indikator PHBS Jawaban
Ya Tidak
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan V
2. Pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0 - 6 bulan V
3. Menimbang berat badan balita setiap bulan V
4. Menggunakan air bersih yang memenuhi syarat kesehatan V
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun V
6. Menggunakan jamban sehat V
7. Melakukan pemberantasan sarang nyamuk di rumah dan V
lingkungannya sekali seminggu
8. Mengkonsumsi sayuran dan atau buah setiap hari V
9. Melakukan aktivitas fisik atau olahraga V
10 Tidak merokok di dalam rumah V
Kesimpulan: Keluarga tidak berprilaku hidup bersih dan sehat
 Diagnosis Klinis:
Stroke Hemoragik serangan kedua dengan hipertensi
 Diagnosis Holistik (Klinis-Psiko-Sosial-Kultural-
spritual)
Stroke Hemoragik serangan kedua dengan
hipertensi pada perempuan paruh baya dengan status
gizi berlebih dan aktivitas fisik terbatas serta sudah
tidak bekerja dalam keluarga disfungsional sedang
pada rumah tangga yang tidak berperilaku bersih dan
sehat.
UPAYA PROMOTIF UPAYA PREVENTIF

 Edukasi kepada pasien dan  Modifikasi gaya hidup pada pasien


keluarga tentang:  Aktivitas fisik ringan yang bisa
 Gambaran penyakit Hipertensi dilakukan seperti berjalan keliling
sekitaran rumah sekitar 30menit/hari
yang merupakan penyakit kronis  Istirahat cukup pada malam hari 6-
yang tidak bisa sembuh tetapi 8jam
bisa dikendalikan.  Management stress dengan
 Memberikan gambaran tentang melakukan kegiatan yang digemari.
penyakit stroke dan overweight  Melakukan kontrol rutin setiap bulan
 Mendapatkan konseling CEA untuk
pada pasien akibat gaya hidup mengatasi kesalahpahaman pasien
yang tidak baik. terkait penyakit
 Memberikan gambaran tentang  Melakukan perilaku hidup bersih dan
komplikasi terkait hipertensi dan sehat
stroke yang bisa timbul
mengingat riwayat penyakit
pasien sudah >10tahun.
UPAYA KURATIF PAYA REHABILITATIF

 Amlodipin 5 mg 1x1  Fisioterapi


 Captopril 12,5 mg 3x1

Upaya Paliatif
Mengingat pasien untuk terus lebih mendekatkan diri
kepada yang maha kuasa dengan rutin beribadah
Meminta keluarga untuk selalu memberi dukungan
Mendampingi pasien dalam menjalani pengobatan