Anda di halaman 1dari 42

MODERN

INTERNAL
AUDITING
A PRESENTATION BY

ADRIANUS PRAWIN LYMAN


AMARARENGGANA DHARMESTI
CYNTHIA MAHARANI
NURSANABILA FARIZI
PERAN
NORMATIF
AUDIT
INTERNAL
Latar Belakang
Audit Internal
Pesatnya laju
perkembangan dunia Menambah beban
Reliabilitas informasi
usaha atau adanya manajemen
economic turbulence

Beberapa wewenang Perlindungan Peran BPKP dalam


dan tanggung jawab terhadap aset memberikan
manajemen perusahaan dan bimbungan dan
didelegasikan kepada penilaian sumber pembinaan di bidang
auditor internal daya pengawasan
Awal keberadaan SPI
adalah berdasarkan
PP No. 3/1983
Lahirnya
Satuan SPI harus mampu
Pengawasan memenuhi
kebutuhan informasi
Intern (SPI) bagi Direksi

SPI sebagai “tangan


kanan” dan “telinga”
bagi Direktur Utama
Peran Normatif Audit
Internal
• Pemeriksaan intern melaksanakan aktivitas penilaian yang
bebas dalam suatu organisasi untuk menelaah kembali
Pengertian kegiatan-kegiatan dalam bidang akuntansi, keuangan, dan
bidang operasi lainnya sebagai dasar pemberi layanannya
pada manajemen.

• Untuk meyakinkan keandalan informasi, kesesuaian


dengan kebijaksanaan/rencana/prosedur dan peraturan
Fungsi perundang-undangan, perlindungan terhadap harta,
penggunaan sumber daya secara ekonomis dan efisien, dan
pencapaian tujuan.

• Financial auditing
Aktivitas • Operational auditing
Upaya Peningkatan Citra
Auditor Internal
Melakukan Harus mampu
Mengambil
peningkatan dalam memberikan jasa
sertifikasi profesi
wawasan ilmu konsultasi dan
(QIA dan CIA)
pengetahuan pengendali

Harus mampu
Memiliki
memainkan
keterampilan dalam
perannya sebagai
berhubungan
auditor internal
dengan audittee
secara optimal
Indaktor
Kualitas Audit
Internal
Diandalkan dalam mengembangkan
dan menjaga efektivitas sistem
pengendalian internal, menjamin
terlaksananya pengelolaan resiko
Ciri utamanya adalah mengembangkan
dan menjaga efektivitas sistem
pengendalian internal, menjamin
terlaksananya pengelolaan resiko
Bertugas untuk “menyaring” informasi
yang masih simpang siur yang mungkin
terjadi dalam perusahaan, menjadi
informasi yang lebih dapat dipercaya
dan lebih dapat diandalkan, yaitu
melalui hasil auditnya
L INDIKATOR KUALITAS AUDIT INTERNAL :

I a. Watchdog
b. Kinerja Audittee

M
c. Preventif
d. Konsultan Internal
e. Pengetahuan

A
Watchdog
• Auditor Internal seharusnya bertindak sebagai
seorang konsultan Internal
• Auditor Internal tidak boleh ragu dan takut
dalam membeberkan ketidakberesan yang
terjadi dalam perusahaan
• Pokok keberhasilan auditor internal adalah
apabila tidak terjadi kasus temuan oleh
siapapun juga, termasuk oleh pemeriksaan
yang dilakukan internal dan eksternal
Kinerja Audittee
• Dalam melakukan auditnya, audit internal
diantaranya harus menempatkan sasaran
analisisnya pada peningkatan profitabilitas
• Rekomendasi diberikan audit internal dengan
maksud untuk memperkecil atau mengurangi
tingkat “pembuangan” sumberdaya yang
seharusnya tidak perlu terjadi
• Auditor internal harus terlibat langsung dalam
perencanaan dan strategi organisasi, terutama
pada tingkat operasional
Preventif
• Audit Internal yang dilakukan secara
teratur dapat mencegah terjadinya
suatu masalah
• Audit internal mampu melaksanakan
tugas-tugas khusus yang diberikan
manajemen sebagai trouble shooting
• Peran Auditor internal yang
berkualitas turut serta secara aktif
membantu perusahaan dalam
mengeliminasi kesalahan yang terjadi
• Auditor internal mendukung usaha
manajemen untuk menciptakan
budaya kerja yang beretika, jujur dan
berintegritas
• Auditor internal membantu
manajemen dengan mengevaluasi
pengendalian internal
Konsultan Internal
• Konsultan internal yang professional adalah
yang akan membantu manajemen dalam hal
pemberian informasi strategis
• Peran konsultan internal dapat dikaji dari 2
aspek
1. Konsultan internal yang akan memberikan
informasi strategis kepada manajemen dalam
hal pemberian alternatif pemecahan suatu
masalah
2. Konsultan internal yang memberikan informasi
strategis kepada manajemn bukan untuk
pemecahan suatu masalah tetapi lebih kepada
penciptan sebuah inovasi dan kreativitas dari
auditor internal
• Auditor internal dapat memberikan nilai
tambah dalam setiap penugasannya
Pengetahuan
• Aspek pemeriksaan audit internal tidak hanya
terfokus pada urusan finansial saja tetapi juga
termasuk memantau dan mengevaluasi
jalannya kegiatan operasional perusahaan
• Kualitas/kinerja auditor internal sangat
dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang
dimilikinya
• Sehubungan dengan peran auditor internal
dalam menemukan fraud, auditor internal juga
diharapkan dapat memberikan beberapa
training yang terkait dengan kebijakan
integritas fraud
Independensi
Auditor Internal

Mandiri dan terpisah


Bebas dan objektif
Tidak memihak (netral)
Dukungan moral dari jajaran
manajemen senior dan dewan
Koordinasi yang teratur
dewan direksi
Hadir dalam rapat dewan
Pimpinan Memprediksi anggaran dasar

Audit
secara berkala
Mengajukan usulan
Internal rangkuman jadwal kegiatan
pemeriksaan, susunan
kepegawaian dan anggaran
keuangan
Memberikan laporan tahunan
Anggaran
Dasar?
Menyatakan kedudukan bagian audit
internal dalam organisasi
Memberikan wewenang kepada bagian
audit internal untuk mendapatkan
dokumen, personel, etc
Mendefinisikan lingkungan yang
menjadi scope audit internal
Auditor Internal tidak
boleh menerima tanggung
jawab operasional.
Kemampuan
Profesional Audit
Internal
Ahli dan ketelitian profesional
Memiliki berbagai disiplin ilmu
Harus menetapkan kriteria
pendidikan dan pengalaman
Pimpinan audit internal
bertanggung jawab dalam
melakukan pengawasan
terhadap pemeriksaan
Memberikan instruksi kepada para staff audit

P internal pada awal pemeriksaan dan menyetujui

E
pemeriksaan yang dilakukan

N
Melihat apakah program pemeriksaan yang
telah disetujui telah dilaksanakan kecuali bila

G terdapat penyimpangan yang dibenarkan

A
Menentukan apakah kertas kerja pemeriksaan
telah cukup untuk mendukung temua

W pemeriksaan , kesimpulan - kesimpulan dan


laporan hasil pemeriksaan

A Meyakinkan apakah laporan pemeriksaan

S tersebut akurat , objektif , jelas, ringkas,


konstruktif , dan tepat waktu

A Menentukan apakah tujuan pemeriksaan telah

N dicapai
Auditor Internal?
Harus memiliki kemampuan untuk
menghadapi orang lain dan berkomunikasi
secara efektif.
Meningkatkan kemampuan teknisnya dengan
pendidikan, seminar, kursus, dan konferensi
Mampu mengidentifikasi pengendalian
internal yang lemah dan merekomendasikan
perbaikan
Lingkup pekerjaan audit internal meliputi pengujian
dan evaluasi terhadap kecukupan dan keefektifan
sistem pengendalian internal yang dimiliki oleh
organisasi.
Lingkup
Pekerjaan Audit
Internal

Keandalan informasi
Kesesuaian dengan berbagai kebijakan,
rencana, prosedur, dan ketentuan
perundang-undangan
Perlindungan terhadap aset organisasi
Penggunaan sumber daya secara ekonomi
dan efisien
Tercapainya berbagai tujuan dan sasaran
yang telah ditetapkan
SISTEM INFORMASI
D A L A M STANDAR
O PERAS IONA L

ACCURACY MANAGEMENT RESOURCES


Auditor Internal Manajemen Auditor Internal
bertanggung jawab bertanggung jawab meninjau berbagai
menguji sistem untuk menetapkan alat/cara yang
informasi. sistem dan standar digunakan untuk
operasional melindungi aset
perusahaan
standar operasional
Lingkup pemeriksaan
Fasilitas-fasilitas yang tidak
dimanfaatkan sepenuhnya
Pekerjaan yang tidak produktif
Berbagai prosedur yang tidak dapat
dibenarkan berdasarkan
pertimbangan biaya
Terlalu banyak/sedikit jumlah pegawai

Auditor Internal
Telah ditetapkan suatu standar operasional untuk mengukur
keekonomisan dan efisiensi
Standar operasional tsb telah dipahami dan dipenuhi
Penyimpangan telah diidentifikasi, dianalisis, dan diberitahukan
Tindakan perbaikan telah dilakukan
Pelaksanaan Kegiatan
Audit Internal

Penetapan tujuan pemeriksaan dan


lingkup pekerjaan
Memperoleh informasi dasar tentang
objek yang akan diperiksa
Penentuan tenaga yang diperlukan untuk
melaksanakan pemeriksaan
Pemberitahuan kepada pihak yang
dipandang perlu
Melaksanakan survei secara tepat untuk
lebih mengenali bidang atau area yang
diperiksa
Penetapan program pemeriksaan
Menentukan bagaimana, kapan, dan
kepada siapa hasil pemeriksaan akan
disampaikan
Memperoleh persetujuan atas rencana
kerja pemeriksaan
REPOSISI PERAN
AUDIT INTERNAL
Secara umum,
globalisasi di
bidang ekonomi
akan
menimbulkan:

Customer Competition
task charge Change intensifies
Fungsi (Peran)
Audit Internal

Tujuan pemeriksaan internal adalah untuk


membantu anggota manajemen dalam
menyelesaikan tanggung jawab mereka secara
efektif, dengan memberi mereka analisis,
penilaian, saran, dan komentar yang objektif
mengenai kegiatan/hal-hal yang diperiksa.
Untuk mencapai keseluruhan tujuan

tersebut, maka auditor internal harus

melakukan beberapa aktivitas sebagai

berikut:

a. Memeriksa dan menilai baik buruknya pengendalian atas


akuntansi keuangan dan operasi lainnya.
b. Memeriksa sampai sejauh mana hubungan para pelaksana
terhadap kebijakan, rencana dan prosedur yang telah
ditetapkan.
c. Memeriksa sampai sejauh mana aset perusahaan
dipertanggungjawabkan dan dijaga dari berbagai macam
bentuk kerugian.
Untuk mencapai keseluruhan tujuan

tersebut, maka auditor internal harus

melakukan beberapa aktivitas sebagai

berikut:

d. Memeriksa kecermatan pembukuan dan data lainnya yang


dihasilkan oleh perusahaan.

e. Menilai prestasi kerja para pejabat/pelaksana dalam


menyelesaikan tanggung jawab yang telah ditugaskan.
Tujuan utama
pemeriksaan
internal adalah
untuk meyakinkan:

a. Keandalan informasi
b. Kesesuaian dengan kebijaksanaan, rencana,
prosedur, dan peraturan perundang-undangan
c. Perlindungan terhadap aset
d. Penggunaan sumber daya secara ekonomis dan
efisien
e. Pencapaian tujuan
Masalah yang
Dihadapi Auditor
Internal
• Auditor internal akan menghadapi tantangan yang lebih berat,
sehingga membutuhkan adaptasi yang inovatif terhadap kultur,
struktur, dan sistem.
• Profesi internal audit membantu terciptanya siklus akuntansi,
pengendalian manajemen, dan kinerja operasional perusahaan
yang terlaksana dengan baik.
• Audittee merasa keberadaan divisi internal audit mendatangkan
cost yang lebih besar dibanding benefit yang diterima.
• Auditor internal dianggap masih jauh peranannya untuk menjadi
konsultan internal.
• Usulan yang diberikan auditor internal lebih banyak konsep
dibandingkan penerapan.
Masalah yang
Dihadapi Auditor
Internal
• Auditor internal memerlukan dukungan dari pihak manajemen
maupun audittee yang ditunjang oleh ilmu pengetahuan dan
keterampilan.
• Profesi audit internal perlu mengidentifikasi, mengembangkan,
mempertahankan, serta menyempurnakan pengetahuan dan
keterampilan sebagai modal menjalankan peran dan
tanggungjawabnya sebagai konsultan manajemen.
• Usaha perbaikan dan peningkatan mutu untuk mengembalikan
kepercayaan pemakai melalui pengadaan seminar.
• Seringnya selisih pendapat antara top executive dengan auditor
internal yang sifatnya menyangkut operasional perusahaan,
sehingga perlu adanya penyamaan persepsi mengenai objek
yang akan di audit.
Perubahan peran audit internal
yang akan terjadi diikhtisarkan
sebagai berikut:

Pada tahun milenium:


1. Audit internal akan mencapai status baru sebagai tempat
latihan bagi para ekskutif.
2. Auditor internal akan melanjutkan peranannya sebagai ahli
pengendalian intern dan Foreign Corrupt Practices Act.
3. Auditor internal akan menjadi komunikator yang jauh lebih
baik.
4. Pada waktu organisasi perlu mengevaluasi peluang bisnis di
luar perusahaan.
Perubahan peran audit internal
yang akan terjadi diikhtisarkan
sebagai berikut:

5. Manajemen akan makin percaya kepada auditor internal untuk


penugasan-penugasan khusus sebagai trouble shooting.

6. Auditor internal akan tetap memerlukan pelatihan dalam teknik-


teknik akuntansi dan auditing.

7. Auditor internal akan memiliki pengetahuan kerja yang kuat


dalam ilmu EDP.

8. Auditor internal akan mencapai citra dan status baru yang lebih
tinggi.
Ciri internal auditing di masa
yang akan datang (Menurut
Gunadi) adalah:

1. Internal auditor akan menjadi tangan kanan manajemen,


konsultan dan membantu menciptakan GCG.

2. Internal auditor harus mampu memonitor permasalahan yang


mungkin timbul atas masalah operasional, legal, sosial,
maupun lingkungan.
Transformasi Audit
Internal

• Transformasi audit internal yang baik dimulai dengan


penentuan fokus atau arah audit secara jelas dan tepat,
perekrutan atau penempatan staff auditor internal yang tepat,
dan penggunaan sarana serta metode audit yang lebih efektif
agar sasaran audit tercapai dengan baik.
• Audit internal berperan secara strategis dalam membantu
organisasi untuk mengatasi permasalahan yang ada dan
berperan dalam terselenggaranya praktik bisnis yang sehat dan
beretika
Peran Auditor
Internal dalam
GCG:
Ada lima manfaat yang dapat diperoleh perusahaan yang menerapkan
good corporate governance, yaitu sebagai berikut:
1. GCG secara tidak langsung akan dapat mendorong pemanfaatan
sumber daya perusahaan ke arah yang lebih efektif dan efisien.
2. GCG dapat membantu perusahaan dalam hal menarik modal investor
dengan biaya yang lebih rendah melalui perbaikan kepercayaan
investor dan kreditor domestik maupun internasional.
3. Membantu pengelolaan perusahaan dalam memastikan/menjamin
bahwa perusahaan telah taat pada ketentuan, hukum, dan peraturan.
4. Membantu manajemen dan corporate board dalam pemantauan
penggunaan aset perusahaan.
5. Mengurangi korupsi.
Peran yang dapat dilakukan
oleh auditor internal selaku
akuntan perusahaan,
sebagai berikut:
1. Membantu direksi dan dewan komisaris dalam menyusun dan mengimplementasikan
kriteria GCG sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
2. Membantu direksi dan dewan komisaris dalam menyediakan data keuangan dan
operasi serta data lain yang dapat dipercaya, accountable, akurat, tepat waktu,
obyektif, mudah dimengerti, dan relevan bagi para stakeholder untuk mengambil
keputusan.
3. Membantu direksi dan dewan komisaris dalam mengawasi penerapan atas seluruh
ketentuan yang berlaku serta memastikan bahwa seluruh elemen perusahaan dan
dalam setiap aktivitas perusahaan, ketentuan telah diikuti secara konsisten.
4. Membantu direksi menyusun dan mengimplementasikan struktur pengendalian
internal yang andal dan memadai.
5. Menstimulasi direksi dan dewan komisaris untuk mengembangkan dan
mengimplementasikan sistem audit yang baik khusunya mendorong pembentukan
komite audit internal, merancang pedoman audit internal, serta menumbuhkan
efektivitas penggunaan dan pemnafaatan hasil kerja auditor independen.
Tugas auditor internal
lainnya yang sejalan dengan
manfaat yang diperoleh dari
prinsip tata kelola
perusahaan yang baik,
yaitu:

1. Auditor internal berkewajiban membantu manajemen dalam


mengawasi jalannya operasional perusahaan.
2. Auditor internal berkewajiban untuk memastikan adanya
pengamanan yang memadai atas keberadaan seluruh aset yang
dimiliki perusahaan.
3. Auditor internal harus mengambil tindakan preventif atas
tindakan penyimpangan, kasus penipuan yang dilakukan oleh
pihak internal perusahaan.
Tugas auditor internal
lainnya yang sejalan dengan
manfaat yang diperoleh dari
prinsip tata kelola
perusahaan yang baik,
yaitu:

4. Melaksanakan penyidikan pemalsuan.


5. Mengelola hubungan baik dengan auditor eksternal selaku pihak
yang lebih dipercaya oleh stakeholder.
6. Memantau dan menganalisasi perkembangan terakhir mengenai
kelangsungan hidup aktivitas bisnis dan operasional perusahaan.
thank
you!
a goal setting presentation
by thomas phillips