Anda di halaman 1dari 27

LOGO

LOGO

ASUHAN
KEPERAWATAN
SISTEM ENDOKRIN

STRUMA
Anggota

• Ade Irma Safitri • Eni Setyawati


• Agus Imam Kusairi • Intan Okta Kusuma
• Annisa Dwi Ananda • Punang Anggara
• Desi Nuraini • Raheme Zam Zam S.B
• Dina Widowati
Pendahuluan

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia


(Perkeni) mencatat sekitar 20 persen
pasien endokrin menderita gangguan
fungsi tiroid. "Gangguan tiroid menempati
urutan kedua daftar penyakit endokrin
setelah diabetes," kata Ketua Perkeni Prof
Dr Achmad Rudijanto di sela-sela Asia
And Ocenia Thyroid Association Congress
(AOTA).
Review sistem endokrin
• Sistem endokrin meliputi sistem dan alat yang
mengeluarkan hormon atau alat yang
merangsang keluarnya hormon yang berupa
mediator kimia.
• Kelenjar terdiri dari dua tipe yaitu endokrin
dan eksokrin.
• Kelenjar endokrin melepaskan sekresinya
langsung ke dalam darah Sedangkan kelenjar
eksokrin melepaskan sekresinya ke dalam
duktus pada permukaan tubuh seperti kulit dan
organ internal (lapisan traktus intestinal-sel
APUD).

Yang termasuk kelenjar endokrin adalah :


• Hipotalamus
• Hipofisis anterior dan posterior
• Tiroid
• Paratiroid
• Pulau Langerhans
• Anak ginjal,kortex dan medula
• Gonad (ovarium dan testis)
• Sel APUD di lambung,usus,dan pankreas
Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid terletak di


leher bagian depan tepat di
bawah kartilago krikoid,
antara fasia koli media dan
fasia prevertebralis.
Kelenjar tiroid melekat pada
trakea dan mendapat
sirkulasi dari arteri tiroidea
superior dan inferior dan
dipersarafi oleh saraf
adrenergik dan kolinergik

• Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid
utama yaitu tiroksin (T4) atau Tetra Iodotironin.
Yodida inorganik yang diserap dari saluran
cerna merupakan bahan baku hormon tiroid.
Sekresi hormon tiroid dikendalikan oleh kadar
hormon perangsang tiroid yaitu Thyroid
Stimulating Hormon (TSH) yang dihasilkan oleh
lobus anterior kelenjar hipofisis.
• Kelenjar tiroid juga mengeluarkan kalsitonin dari
sel parafolikuler. Kalsitonin adalah polipeptida
yang menurunkan kadar kalsium serum dengan
menghambat reabsorbsi kalsium dan tulang.
Struma
• Struma disebut juga goiter adalah suatu pembengkakan
pada leher oleh karena pembesaran kelenjar tiroid akibat
kelainan glandula tiroid dapat berupa gangguan fungsi
atau perubahan susunan kelenjar dan morfologinya

Struma dapat mengarah ke dalam sehingga


mendorong trakea, esophagus dan pita suara
sehingga terjadi kesulitan bernapas dan
disfagia. Hal tersebut akan berdampak
terhadap gangguan pemenuhan oksigen,
nutrisi serta cairan dan elektrolit.
Etiologi

• Defisiensi iodium.
• Kelainan metabolik kongenital yang
menghambat sintesa hormon tyroid.
• Penghambatan sintesa hormon oleh zat kimia
(seperti substansi dalam kol, lobak, kacang
kedelai).
• Penghambatan sintesa hormon oleh obat-
obatan (misalnya: thiocarbamide, sulfonylurea
dan litium).
Klasifikasi Struma
Berdasarka
• Eutiroidisme
n • Hipotiroidisme
Fisiologisny • Hipertiroidisme
a

• Struma Toksik : dibedakan atas


dua yaitu struma diffusa toksik
Berdasarka dan struma nodusa toksik.
n Klinisnya • Struma Non Toksik : dibagi
menjadi struma diffusa non toksik
dan struma nodusa non toksik.
Tanda Dan Gejala
1. Status Generalis (umum)
• Tekanan darah meningkat (systole)
• Nadi meningkat
• Mata : Exophtalamus
– Stellwag sign : jarang berkedip
– Von Graefe sign : palpebra mengikuti bulbus
okuli waktu melihat ke bawah.
– Morbius sign : sukar konvergensi
– Jeffroy sign : tak dapat mengerutkan dahi.
– Rossenbach sign : tremor palpebra jika mata
ditutup.
• Hipertoni simpatis : kulit basah dan dingin,

2. Status Lokalis : Regio Colli Anterior


• Inspeksi : benjolan, warna, permukaan,
bergerak waktu menelan
• Palpasi : permukaan, suhu
– Batas atas—– kartilago tiroid
– Batas bawah — incisura jugularis
– Batas medial — garis tengah leher
– Batas lateral — m.sternokleidomastoid

Gejala Khusus
1. Struma kistik
• Mengenai 1 lobus
• Bulat, batas tegas, permukaan licin, sebesar
kepalan
• Kadang multilobularis dan
• Fluktuasi (+)
2. Struma Nodusa
• Batas jelas
• Konsistensi : kenyal sampai keras
• Bila keras curiga neoplasma, umumnya berupa

3. Struma Difusa
• Batas tidak jelas
• Konsistensi biasanya kenyal, lebih kearah lembek.
4. Struma vaskulosa
• Tampak pembuluh darah (biasanya arteri),
berdenyut
• Auskultasi : Bruit pada neoplasma dan struma
vaskulosa
• Kelenjar getah bening : Paratracheal Jugular Vein.
Patofisiologi

• Iodium merupakan semua bahan utama yang


dibutuhkan tubuh untuk pembentukan hormon
tyroid. Bahan yang mengandung iodium diserap
usus, masuk ke dalam sirkulasi darah dan
ditangkap paling banyak oleh kelenjar tyroid.
Dalam kelenjar, iodium dioksida menjadi bentuk
yang aktif yang distimuler oleh Tiroid Stimulating
Hormon kemudian disatukan menjadi molekul
tiroksin yang terjadi pada fase sel koloid.

Senyawa yang terbentuk dalam molekul


diyodotironin membentuk tiroksin (T4) dan
molekul yoditironin (T3). Tiroksin (T4)
menunjukkan pengaturan umpan balik negatif
dari sekresi Tiroid Stimulating Hormon dan
bekerja langsung pada tirotropihypofisis, sedang
tyrodotironin (T3) merupakan hormon metabolik
tidak aktif. Beberapa obat dan keadaan dapat
mempengaruhi sintesis, pelepasan dan
metabolisme tyroid sekaligus menghambat
sintesis tiroksin (T4) dan melalui rangsangan
umpan balik negatif meningkatkan pelepasan
Pathway
Pemeriksaan Penunjang

• Pemeriksaan laboratorium untuk mengukur


fungsi tiroid
• Pemeriksaan laboratorium untuk menunjukkan
penyebab gangguan tiroid
• Pemeriksaan radiologis dengan foto rontgen
• USG
• Pemeriksaan dengan sidik tiroid
• Pemeriksaan histopatologis dengan FNAB
• Pemeriksaan potong beku (VC = Vries coupe)
pada operasi tiroidektomi
Penatalaksanaan

• Obat antitiroid
 Inon tiosianat mengurangi penjeratan iodida
 Propiltiourasil (PTU) menurunkan
pembentukan hormon tiroid
 Iodida pada konsentrasi tinggi menurunkan
aktivitas tiroid dan ukuran kelenjar tiroid.
• Tindakan Bedah : Tiroidektomi subtotal dan
Tiroidektomi total
Komplikasi

• Penyakit jantung hipertiroid


• Oftalmopati Graves

• Dermopati Graves
Diit untuk Pasien Struma

• Makanan yang mengandung yodium


• Makanan yang mengandung rendah gula
• Makanan yang rendah protein
• Vitamin dan Mineral
• Hindari makan kacang
ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN
DENGAN STRUMA
Pengkajian

• Identitas
• Riwayat kesehatan klien dan keluarga.
• Kebiasaan hidup sehari-hari seperti .
– Pola makan
– Pola tidur (klien menghabiskan banyak waktu untuk
tidur).
– Pola aktivitas.
• Keluhan utama klien :
– Sesak nafas, apakah bertambah sesak bila
beraktivitas.
– Sulit menelan dan leher bertambah besar

• Pemeriksaan fisik mencakup


– Penampilan secara umum
– Nadi lambat dan suhu tubuh menurun.
– Perbesaran jantung
– Disritmia dan hipotensi
– Parastesia dan reflek tendon menurun
• Pengkajian psikososial klien sangat sulit
membina hubungan sosial dengan
lingkungannya, mengurung diri/bahkan mania
• Pemeriksaan penunjang mencakup;
pemeriksaan kadar T3 dan T4 serum;
Diagnosa Keperawatan
1. Pola napas tidak efektif berhubungan dengan
depresi ventilasi
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan asupan nutrien kurang
akibat kompresi/penekanan esophagus ditandai
dengan kesulitan menelan makanan (disfagia)
3. Ansietas berhubungan dengan faktor fisiologis;
status hipermetabolik
4. Risiko gangguan komunikasi verbal berhubungan
dengan penekanan pita suara
5. Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung
berhubungan dengan hipertiroid tidak terkontrol,
LOGO

LOGO

www.themegallery.com