Anda di halaman 1dari 35

Bayi Prematur dengan Asfiksia,

Gangguan Napas dan Hipotermia


Oleh:
Angelia P. Andilolo
G 501 09 057

Pembimbing klinik:
dr. Kartin Akune, Sp.A
Pendahuluan
Bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum 37
minggu usia kehamilan sedangkan bayi berat
lahir rendah adalah bayi dengan berat badan
lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang
usia gestasi.
GEJALA

DEFENISI PENATALAKSANAAN

- ASFIKSIA
- GANGGUAN NAPAS
- HIPOTERMI
Identitas Pasien
• Nama : By. Nw
• Jenis kelamin : laki-laki
• Tanggal lahir : 24 Januari 2014 pukul 08.35
Anamnesis
Bayi laki-laki lahir pukul 08.35 wita, lahir Sectio
Caesarea di RSUD UNDATA atas indikasi gawat
janin, bayi lahir tidak langsung menangis,
sianosis (+), retraksi (+), dengan air ketuban
hijau kental dan skor APGAR : 5-7, kelainan
kongenital (-), truma lahir (-), mec/mix (+/-),
anpal (-).
Riwayat kehamilan : umur ibu saat hamil 32
tahun, G5P5A0 , jarak kehamilan sekarang
dengan kehamilan sebelumnya 1 tahun. Ibu
menikah pada umur 19 tahun dan anak pertama
lahir prematur. Ibu bayi melakukan pemeriksaan
kehamilan secara teratur di Puskesmas, selama
kehamilan tidak pernah menderita demam
ataupun infeksi, tidak ada konsumsi obat selama
hamil.
Pemeriksaan Fisik
PEMERIKSAAN TANDA VITAL : PEMERIKSAAN FISIK :
• DJ :112 kali/menit • Berat Badan Lahir : 1900 gr
• Respirasi : 67 kali/menit • Panjang Badan Lahir : 42 cm
• Suhu : 36,10C • Lingkar Kepala : 30 cm
• CRT : < 2 detik • Lingkar Dada : 28,5 cm
• Lingkar Perut : 28 cm
• Lingkar Lengan : 8 cm
Sistem Neurologis : Sistem Respirasi :
 Aktivitas bayi :kurang Aktif
 Kesadaran : composmentis  Sianosis (+) hilang dengan
 Fontanella : datar O2
 Sutura : memisah  Retraksi (+)
 Nafas cuping hidung (-)
 Merintih (-)
 Apneu (-)
 Bunyi nafas : bronkovesikuler
 Bunyi nafas tambahan (-)
Down’s Score :
Frekuensi nafas : 1
Retraksi : 1
Sianosis : 1
Udara Masuk : 0
Merintih : 1
Total : 4
Kesimpulan : gawat nafas
Sistem Kardiovaskuler : Sistem Gastrointestinal :
 Bunyi jantung : S1-S2  Kelainan dinding abdomen (-)
regular murni  Muntah (-)
 Bising jantung (-)  Diare (-)
 Bising usus : (+) kesan normal
 Umbilikus : bernanah (-), iritasi
Sistem Hematologi:
(-), edema (-)
 Pucat (-)
 Ikterus (-)
Pemeriksaan lain :
Sistem Genital :  Ekstremitas : Akral dingin
 Anus imperforata (-)  Turgor : Baik
 Testis belum turun  Trauma Lahir : (-)
 Kelainan Kongenital : (-)
Ballard’s Score :
Maturitas Neuromuskular Maturitas Fisik
Sikap tubuh : 3 - Kulit : 1
Persegi jendela : 0 - Lanugo : 1
Recoil lengan : 2 - Permukaan Plantar : 1
Tanda selempang : 2 - Payudara : 2
Sudut poplitea : 1 - Daun Telinga : 2
Tumit ke telinga : 2 - Kelamin : 1
Total : 19
• Estimasi Minggu Kehamilan : 30-32 minggu
Perkiraan umur kehamilan berdasarkan kurva
Lubchencho bayi preterm, Sesuai Masa
Kehamilan (SMK)
Anamnesis
Bayi laki-laki lahir dengan sectio caesarea, BBL :
1900 gram dan PBL : 42 cm. Sectio caesarea
atas indikasi gawat janin, bayi tidak langsung
menangis, merintih (+), retraksi (+), sianosis (+),
ketuban hijau kental, dengan skor APGAR : 5-7
dan G5P5A0. Kelainan kongenital (-), trauma
lahir(-), anpal (+), mix/mec (-/+), skor Down : 4
(gawat napas), dan skor Ballard : 19 (bayi
Prematur)
DIAGNOSIS : Bayi preterm + SMK + Asfiksia + Gangguan
napas + Hipotermi
TERAPI :
Asuhan Bayi Baru Lahir
 Hangatkan bayi
 Atur posisi kepala bayi
 Isap lendir jika perlu
 Keringkan dan rangsang taktil
 Atur kembali posisi bayi
 Penilaian Denyut jantung, respirasi, dan warna kulit.
• Injeksi vitamin K1 1mg Intramuscular
• Tetes mata Gentamicin
• Oksigen 1 liter permenit
• IVFD D5% 6 tetes permenit
• Inj. Cefotaksim 75mg/12 jam
• Inj. Dexamethason 0,5mg/12 jam
• Rawat inkubator
ANJURAN PEMERIKSAAN :
• Observasi tanda-tanda vital tiap 1-2 jam
• Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu
25/01/2014
S : Follow Up
-
O : Tanda Tanda Vital
Denyut Jantung : 134 x/menit Pernapasan : 66 x/menit
Suhu : 36,3°C CRT : < 2 detik
Berat Badan Hari ini : 1900 gram Berat Badan Lahir : 1900 gram
KU lemah, kejang (-), sianosis (-), merintih (-), pernapasan cuping hidung (-),
retraksi dinding dada (+), muntah (-), diare (-), perut kembung (-), pucat (-), ikterus
(-). Caput masih tetap. Skor down 2. Gangguan napas sedang
Hasil pemeriksaan laboratorium GDS: 88mg/Dl
A : Bayi aterm + SMK +Asfiksia + Gangguan napas + Hipotermi
P : IVFD D5% 8 tetes/menit Rawat inkubator
Inj. Cefotaksim 75mg/12jam
Inj. Dexamethasone 0,5mg/12 jam
Trophic feeding 6 x 5 cc
26/01/2014
S : Follow Up
-
O : Tanda Tanda Vital
Denyut Jantung : 126x/menit Pernapasan : 68 x/menit
Suhu : 36,7°C CRT : < 2 detik
Berat Badan Hari ini : 1900 gram Berat Badan Lahir : 1900 gram
KU lemah, kejang (-), sianosis (-), merintih (-), pernapasan cuping hidung (-),
retraksi dinding dada (-), muntah (-), diare (-), perut kembung (-), pucat (-), ikterus
(-). Caput masih tetap. Skor down 1. Gangguan napas ringan

A : Bayi aterm + SMK +Asfiksia + Gangguan napas + Post Hipotermi


P : IVFD D5% 8 tetes/menit Rawat inkubator
Inj. Cefotaksim 75mg/12jam
Inj. Dexamethasone 0,5mg/12 jam
Trophic feeding 6 x 5 cc
27/01/2014
S : Follow Up
-
O : Tanda Tanda Vital
Denyut Jantung : 134x/menit Pernapasan : 64 x/menit
Suhu : 36,9°C CRT : < 2 detik
Berat Badan Hari ini : 1900 gram Berat Badan Lahir : 1900 gram
KU lemah, kejang (-), sianosis (-), merintih (-), pernapasan cuping hidung (-),
retraksi dinding dada (-), muntah (-), diare (-), perut kembung (-), pucat (-), ikterus
(-). Caput masih tetap. Skor down 1. Gangguan napas ringan

A : Bayi aterm + SMK +Asfiksia + Gangguan napas + Hipotermi


P : IVFD D5% 8 tetes/menit
Inj. Cefotaksim 75mg/12jam
Inj. Dexamethasone 0,5mg/12 jam
Trophic feeding 6 x 5 cc
28/01/2014
S : Follow Up
-
O : Tanda Tanda Vital
Denyut Jantung : 128x/menit Pernapasan : 58 x/menit
Suhu : 36,7°C CRT : < 2 detik
Berat Badan Hari ini : 1900 gram Berat Badan Lahir : 1900 gram
KU lemah, kejang (-), sianosis (-), merintih (-), pernapasan cuping hidung (-),
retraksi dinding dada (-), muntah (-), diare (-), perut kembung (-), pucat (-), ikterus
(-). Caput masih tetap. Skor down 0

A : Bayi aterm + SMK +Asfiksia + Gangguan napas + Hipotermi


P : ASI/PASI 20 cc/ 2 jam
PMK
29/01/2014
S : Follow Up
-
O : Tanda Tanda Vital
Denyut Jantung : 134x/menit Pernapasan : 54 x/menit
Suhu : 37,1°C CRT : < 2 detik
Berat Badan Hari ini : 1900 gram Berat Badan Lahir : 1900 gram
KU lemah, kejang (-), sianosis (-), merintih (-), pernapasan cuping hidung (-),
retraksi dinding dada (-), muntah (-), diare (-), perut kembung (-), pucat (-), ikterus
(-). Caput masih tetap. Skor Down 0

A : Bayi aterm + SMK +Asfiksia + Gangguan napas + Hipotermi


P : ASI/PASI 20-25cc/ 2 jam
PMK

Pasien rawat gabung


Diskusi
Gawat janin adalah reaksi yang terjadi ketika janin
kekurangan oksigen (hipoksia). Tanda-tanda gawat janin
adalah :
• Frekuensi bunyi jantung kurang dari 120 kali/menit atau
lebih dari 160 kali/menit.
• Berkurangnya gerakan janin (kurang dari 10 kali/hari)
• Adanya air ketuban bercampur mekonium
Pada kasus ini ketiga gejala tersebut telah dialami oleh ibu
dari pasien tersebut sehingga ibu di sectio caesare atas
indikasi gawat janin.
Asfiksia adalah keadaan BBL tidak bernafas
secara spontan dan teratur pada saat lahir atau
beberapa saat setelah lahir.
Ada 3 faktor yang dapat menyebabkan Asfiksia
pada bayi baru lahir.
 Faktor Ibu
 Faktor plasenta dan tali pusat
 Faktor bayi
• Faktor Ibu
 Preeklampsia dan eklampsia,
 Perdarahan antepartum abnormal (plasenta previa atau
solusio plasenta),
 Partus lama atau partus macet,
 Partus dengan tindakan (misal vakum ekstraksi, sectio
cesaria),
 Demam sebelum dan selama persalinan,
 Infeksi berat ( malaria, sifilid, TBC, HIV), dan
 Kehamilan lebih bulan ( lebih 42 minggu kehamilan).
• Faktor plasenta dan tali pusat
 Infark plasenta,
 Hematom plasenta,
 Lilitan talipusat,
 Talipusat pendek,
 Simpul talipusat, dan
 Prolapsus tali pusat.
• Faktor Bayi
 Bayi kurang bulan/prematur ( kurang 37 minggu
kehamilan),
 Air ketuban bercampur mekonium, dan
 Kelainan kongenital yang memberi dampak pada
pernapasan bayi.
Pada bayi ini terdapat dua faktor resiko untuk
terjadinya asfiksia, bayi kurang bulan dan air
ketuban bercampur mekonium.
Gangguan pernapasan merupakan suatu
keadaan meningkatnya kerja pernapasan yang
ditandai dengan gejala : takipnea, bayi dengan
sianosis sentral, tarikan dinding dada, bayi
apneu, dan merintih.
Penyebab gangguan napas dapat dibedakan
menurut masa gestasi :
• Pada bayi kurang bulan : penyakit membrane
hialin, asfiksia, pneumonia, kelainan atau
malformasi kongenital
• Pada bayi cukup bulan : “transient tachypnea of
the new born”, pneumonia, aspirasi mekonium,
asidosis metabolik, kelainan atau malformasi
kongenital
Kriteria gangguan napas WHO
Frekuensi napas Gejala tambahan gangguan napas Klasifikasi

> 60 kali/menit DENGAN Sianosis sentral DAN tarikan dinding dada atau Gangguan napas berat
merintih saat ekspirasi.
ATAU > 90 kali/ menit DENGAN Sianosis sentral ATAU tarikan dinding dada ATAU
merintih saat ekspirasi.
ATAU < 30 kali/ menit DENGAN Gejala lain dari gangguan napas.
atau TANPA
60-90 kali/menit DENGAN Tarikan dinding dada ATAU merintih saat ekspirasi Gangguan napas sedang

tetapi Sianosis sentral


TANPA
ATAU > 90 kali/ menit TANPA Tarikan dinding dada atau merintih saat ekspirasi
atau sianosis sentral.
60-90 kali/menit TANPA Tarikan dinding dada atau merintih saat ekspirasi Gangguan napas ringan
atau sianosis sentral.
60-90 kali/menit DENGAN Sianosis sentral Kelainan jantung
kongenital
tetapi Tarikan dinding dada atau merintih.
TANPA
Manajemen bayi dengan gangguan napas sedang :
• Lanjutkan pemberian O₂ 2-3 liter/menit dengan kateter nasal,
bila masih sesak dapat diberikan O₂ 4-5 liter/menit dengan
sungkup
• Bayi jangan diberikan minum.
• Berikan antibiotika (ampisilin dan gentamisin) untuk terapi
kecurigaan besar sepsis, dan amati setelah 2 jam. Ampisilin
50 mg/ kgBB setiap 12 jam (untuk bayi 0-7 hari). Gentamisin
4 mg/kgBB sekali sehari (untuk bb bayi < 2kg)
• Bila bayi menunjukkan tanda-tanda perbaikan (frekuensi
napas menurun, tarikan dinding dada berkurang atau suara
merintih berkurang : kurangi terapi O₂ secara bertahap,
pasang pipa OGT dan berikan ASI perah setiap 2 jam.
• Hipotermia pada bayi baru lahir adalah suhu
badan di bawah 36,5 ºc yang terbagi atas :
hipotermia ringan (cold stress) yaitu suhu antara
36-36,5 ºc, hipotermia sedang yaitu suhu antara
32- 36 ºc, dan hipotermia berat yaitu suhu tubuh
< 32ºc. Pada bayi baru lahir lebih beresiko untuk
terjadinya hipotermia.Pada kasus ini termasuk
dalam hipotermia ringan.
BBL dapat mengalami hipotermia melalui
beberapa mekanisme, yang berkaitan
kemampuan tubuh untuk menjaga keseimbangan
antara produksi panas dan kehilangan panas:
• Penurunan produksi panas.
• Peningkatan panas yang hilang.
• Kegagalan termoregulasi.
• Mempertahankan suhu badan bayi
– Hangatkan bayi
– Berikan ASI.
– Periksa kadar glukose darah.
– Nilai tanda bahaya,
– Periksa suhu tubuh bayi setiap jam- 2 jam
– Jika suhu tidak naik /<0,50C  sepsis?
– Jika suhu tlh normal  12 jam
– Jika tidak ada masalah lain  rwt. jalan
TERIMA KASIH