Anda di halaman 1dari 10

PENANGANAN TB DENGAN STRATEGI DOTS

“STRATEGI DOTS”
Anisya Rizky Kartika P07220116006
Muhammad Fikri P07220116012
Wury Astuty P07220116037
A. DEFINISI DOTS

• DOTS (Directly Observed Treatment, Short-course) adalah


pengawasan langsung pengobatan jangka pendek, yang kalau kita
jabarkan pengertian DOTS dapat dimulai dengan keharusan setiap
pengelola program tuberkulosis untuk direct attention dalam
usaha menemukan penderita dengan kata lain mendeteksi kasus
dengan pemeriksaan mikroskop.
• Istilah DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) dapat
diartikan sebagai pengawasan langsung menelan obat jangka
pendek. setiap hari oleh Pengawas Menelan Obat
(PMO).Tujuannya mencapai angka kesembuhan yang tinggi,
mencegah putus berobat, mengatasi efek samping obat jika timbul
dan mencegah resistensi.
Ada 5 Kunci Utama dalam Strategi DOTS Yaitu:

Komitmen

Diagnosa yang benar dan baik

Ketersediaan dan lancarnya distribusi obat

Pengawasan penderita menelan obat

Pencatatan dan pelaporan penderita dengan system kohort


Tujuan dari pelaksanaan DOTS adalah
menjamin kesembuhan bagi penderita,
mencegah penularan, mencegah resistensi
B. TUJUAN obat, mencegah putus berobat dan segera
mengatasi efek samping obat jika timbul,
yang pada akhirnya dapat menurunkan
angka kesakitan dan kematian akibat
tuberkulosis di dunia
C. STRATEGI DOTS
Komitmen pemerintah
untuk mendukung
pengawasan tuberkulosis
Pencatatan dan pelaporan yang Penemuan kasus dengan
baik sehingga memungkinkan pemeriksaan mikroskopik
penilaian terhadap hasil sputum, utamanya dilakukan
pengobatan untuk tiap pasien DOTS mengandung pada mereka yang datang ke
dan penilaian terhadap lima komponen, yaitu: pasilitas kesehatan karena
program pelaksanaan keluhan paru dan pernapasan
pengawasan tuberkulosis
secara keseluruhan
Cara pengobatan standard
Penyediaan semua obat anti selama 6 – 8 bulan untuk semua
kasus dengan pemeriksaan
tuberkulosis secara teratur,
sputum positif, dengan
menyeluruh dan tepat waktu. pengawasan pengobatan secara
langsung, untuk sekurang-
kurangnya dua bulan pertama
D. PERAWAT DALAM PENANGGULANGAN TB DENGAN
STRATEGI DOTS
Fokus pelayanan
kesehatan dalam praktik
keperawatan dan
pengobatan tuberculosis

Peran perawat sebagai


pelaksana dalam Praktik
penanggulangan keperawatan
tuberculosis
Implikasi
pelayanan
kesehatan
Peran perawat sebagai
pengelola dalam
penanggulangan
Tuberculosis
Peran perawat sebagai
pendidik dalam
penanggulangan
Tuberculosis
Peran perawat sebagai
pelaksana dalam
penanggulangan
Tuberculosis
E. KADER PMO (PENGAWAS MENELAN OBAT)
Pengobatan TB memerlukan jumlah obat yang cukup banyak (minimal 4 obat/hari
pada fase awal dan 2 obat/hari pada fase lanjutan) dan lama pengobatan yang panjang
(minimal 6 bulan). Bila ada penyakit lain maka jumlah obat menjadi lebih banyak
lagi dan pada beberapa jenis TB memerlukan masa pengobatan yang lebih panjang.

Siapa yang menjadi PMO ?


PMO sebaiknya sudah ditetapkan sebelum pengobatan TB dimulai. Bila pasien mampu
datang berobat teratur maka paramedis atau petugas sosial dapat berfungsi sebagai PMO,
namun bila sulit datang berobat rutin maka PMO sebaiknya seseorang yang tinggal serumah
atau dekat rumah pasien. Beberapa pilihan yang dapat menjadi PMO adalah:
• Petugas kesehatan
• Orang lain (kader, tokoh masyarakat, dll)
• Suami, istri, keluarga, orang serumah Selama perawatan di rumah sakit yang
bertindak sebagai PMO adalah petugas rumah sakit
Syarat PMO
• Bersedia dengan sukarela membantu pasien TB sampai sembuh selama pengobatan dengan obat
anti TB (OAT) dan menjaga kerahasiaan bila penderita juga HIV/AIDS
• Diutamakan petugas kesehatan, pilihan lain adalah kader kesehatan, kader
• dasawisma, kader PPTI , kader PKK atau anggota keluarga yang disegani pasien

Tugas PMO
• Bersedia mendapat penjelasan di poliklinik
• Melakukan pengawasan terhadap pasien dalam hal minum obat
• Mengingatkan pasien untuk pemeriksaan ulang dahak sesuai jadwal yang telah ditentukan
• Memberikan dorongan terhadap pasien untuk berobat secara teratus sampai selesai
• Mengenali efek samping ringan obat dan menasehati pasien agar tetap mau menelan obat
• Merujuk pasien bila efek samping semakin berat
• Melakukan kunjungan rumah
• Menganjurkan anggota keluarga untuk memeriksa dahak bila ditemui gejala TB