Anda di halaman 1dari 14

OLEH:

1.Khuswatun Hasanah :105070107111023


2.Farahdilla Adline : 105070107111003
3.Hilda Sasdyanita : 105070107111006
 Gastroesophageal refluks (GER/GERD)
adalah kondisi di mana esophagus
mengalami iritasi atau inflamasi karena
refluks asam dari lambung.
 Refluks terjadi ketika otot berbentuk cincin
yang secara normal mencegah isi lambung
mengalir kembali menuju esophagus
disebabkan esophageal sphincter bagian
bawah tidak berfungsi sebagaimana
mestinya.
 Gejala yang paling umum adalah rasa panas
atau nyeri terbakar di sekitar dada
 Gastroesophageal Reflux Disease / GERD
adalah suatu keadaan patologis sebagai
akibat refluks kandungan lambung ke
dalam esofagus yang menimbulkan
berbagai gejala yang mengganggu
(troublesome) di esofagus maupun ekstra-
esofagus dan/atau komplikasi.
 Komplikasiberat yang dapat timbul adalah
Barret’s esophagus, striktur,
adenokarsinoma di kardia dan esofagus
Prevalensi PRG bervariasi tergantung letak geografis, tetapi
angka tertinggi terjadi di Negara Barat. Namun trend
prevalensi GERD di Asia meningkat.
 Prevalensi di Asia Timur 5,2 %-8,5 % (tahun 2005-2010),
sementara sebelum 2005 2,5%-4,8%
 Asia Tengah dan Asia Selatan 6,3%-18,3%
 Asia Barat yang diwakili Turki menempati posisi puncak di
seluruh Asia dengan 20%.
 Asia Tenggara juga mengalami fenomena yang sama. d\di
Singapura prevalensinya adalah 10,5%, di Malaysia insiden
GERD meningkat dari 2,7% (1991-1992) menjadi 9% (2000-
2001).
 Di Indonesia, dari Divisi Gastroenterologi Departemen IPD
FK UI-RSUPN Cipto Mangunkusumo didapatkan kasus
esofagitis sebanyak 22,8 % dari semua pasien yang
menjalani endoskopi atas dasar dispepsia.
Esofagus dan
gaster dipisahkan oleh suatu
zona tekanan tinggi yang
dihasilkan oleh kontraksi lower
esophagealsphincter (LES).
Pada individu normal, pemisah
ini akan dipertahankan kecuali
pada saat terjadinya aliran
antegrad yang terjadi pada
saat menelan, atau aliran
retrograd yang terjadi pada
saat sendawa atau muntah.
Aliran balik dari gaster ke
esophagus melalui LES hanya
terjadi apabila tonus LES tidak
ada atau sangat rendah.
Patogenesis terjadinya
GERD menyangkut
keseimbangan antara
faktor defensif dari
esophagus dan faktor
efensif dari bahan
reflukstat. Yang termasuk
faktor defensif
esophagus, adalah
pemisah antirefluks,
bersihan asam dari
lumen esophagus, dan
ketahanan ephitelial
esophagus. Sedangkan
yang termasuk faktor
ofensif adalah sekresi
gastrik dan daya pilorik
 Manifestasi klinis GERD dapat berupa gejala
yang tipikal (esofagus) dan gejala atipikal
(ekstraesofagus).
 Gejala GERD 70 % merupakan tipikal, yaitu :
1. Heart Burn, yaitu sensasi terbakar di daerah
retrosternal. Gejala heartburn adalah gejala
tersering.
2. Regurgitasi, yaitu kondisi dimana material
lambung terasa di faring. Kemudian mulut
terasa asam dan pahit.
3. Disfagia. Biasanya terjadi oleh karena
komplikasi berupa striktur
Gejala Atipikal Gejala lain

1. Batuk kronik dan 1. Penurunan berat


kadang wheezing badan
2. Suara serak 2. Anemia
3. Pneumonia 3. Hematemesis atau
4. Fibrosis paru melena
5. Bronkiektasis 4. Odinofagia
6. Nyeri dada
nonkardiak
 Standar baku diagnosis GERD adalah
endoskopi saluran cerna bagian atas
(SCBA) dengan ditemukannya mucosal
break di esophagus
 Anamnesis yang cermat merupakan alat
utama untuk menegakkan diagnosis
GERD
 Endoskopi
 Pemeriksaan histopatologi
 Pemeriksaan pH metri 24 jam

 Penunjang diagnostik lain:


Esofagografi dengan barium, Manometri
esofagus
 Menghilangkan gejala / keluhan
 Menyembuhkan lesi esofagus
 Mencegah kekambuhan
 Memperbaiki kualitas hidup
 Mencegah timbulnya komplikasi
Obat-Obat Untuk GERD
PPI paling efektif dalam menghilangkan gejala serta
menyembuhkan lesi esofagitis pada GERD.17

Antasid dan H2Blocker hanya untuk menghilangkan


gejala ringan sampai sedang.18

PPI terbukti lebih cepat menyembuhkan lesi esofagitis


serta menghilangkan gejala GERD dibandingkan H2
Blocker dan prokinetik.19

Mengingat efektivitas dan cepatnya menghilangkan


gejala, pengobatan GERD harus dimulai dengan PPI
MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

TERIMA KASIH