Anda di halaman 1dari 41

BBLR, ASFIKSIA DAN GANGGUAN

NAPAS
PENYAJI:
ICHSAN NOOR
G 501 09 040

PEMBIMBING KLINIK:
dr. Kartin Akune, Sp. A
PENDAHULUAN
PREMATURITAS
MURNI
DEFINISI
DISMATURITAS

BAYI BERAT LAHIR RENDAH MANIFESTASI


KLINIS

PENATALAKSANAAN
DEFINISI

ASFIKSIA NEONATORUM MANIFESTASI


KLINIS

PENATALAKSANAAN
DEFINISI
GANGGUAN NAPAS MANIFESTASI
KLINIS GANG. NAPAS
RINGAN
GANG. NAPAS
PENATALAKSANAAN SEDANG
GANG. NAPAS
BERAT
KASUS

•I
DENTITAS

Nama : By. SS

Jenis kelamin : Perempuan

Tanggal lahir : 11 Februari 2014 (01.40)


ANAMNESIS
Bayi baru lahir pukul 01.40 dengan spontan LBK di RSUD Undata
Apgar Score 5-7, ketuban jernih dan tidak bercampur mekonium,
anpal (+/+), mec/mix (-/-), pusat baik. Bayi lahir cukup bulan, saat
lahir bayi tidak langsung menangis, tonus otot sedikit fleksi pada
ekstremitas, merah pada badan dan biru pada ekstremitas, serta
merintih. kelainan kongenital tidak ada. Partus lama tidak ada,
pendarahan antepartum abnormal tidak ada, kelainan plasenta dan
tali pusat tidak ada, rupture membrane prematur tidak ada.
•R
iwayat maternal: Primigravida, saat hamil usia 19 tahun,
Usia kehamilan 38 minggu. ANC rutin tiap bulan di klinik.
Ada riwayat demam saat usia 8 bulan kehamilan, riwayat
preeklamsia tidak ada, anemia berat tidak ada, tidak ada
konsumsi obat-obatan tertentu selama kehamilan. Ibu tidak
mengkonsumsi alkohol ataupun merokok selama hamil.
Selama hamil, aktivitas ibu kurang. Nafsu makan dan gizi
ibu selama hamil cukup.
PEMERIKSAAN FISIK
• Sistem neurologi :
•Tanda-tanda vital
Denyut jantung
:
130x/m
Suhu Aktivitas
: 36,8 C : pasif
Respirasi : 70
x/m
Kesadaran : kompos mentis
CRT : < 2 detik

2.100 gram
Fontanela
Berat Badan :
: datar
Panjang Badan :
45 cm Sutura : memisah
Lingkar kepala :
31 cm
Refleks cahaya
Lingkar dada : 30
: ada
cm
Kejang
Lingkar perut : 29 : tidak ada
cm

10 cm
Tonus: otot
Lingkar lengan : normal
•Sistem pernapasan
Sianosis : tidak ada sianosis
Merintih : ada (terdengar
dengan stetoskop)
Apnea : tidak ada
Retraksi dinding dada : tidak ada

Pergerakan dinding dada :


simetris
Cuping hidung : tidak ada
Bunyi pernapasan :
bronchovesicular
Bunyi tambahan : wheezing -/-,
rhonchi -/-.
•Skor Down
•Frekuensi Napas
:1
•Merintih :1
•Sianosis
:0
•Retraksi :0
•Udara Masuk
:0
•Total skor
: 2 (tidak ada gawat napas)
•WHO : Gangguan
napas sedang
•S
istem hematologi : Sistem Gastrointestinal
ucat : tidak ada
Kelainan dinding
P abdomen: tidak ada
Muntah I
: tidak ada
kterus : tidak ada Diare : tidak ada
Residu lambung : tidak ada
Organomegali •S : tidak ada
istem kardiovaskuler
Peristaltik : positif, kesan
B
unyi Jantung : SI dan SII murni reguler normal
Umbilikus M
urmur : tidak ada Pus : tidak ada
Sistem Genitalia. Kemerahan : tidak ada
Keluaran : tidak ada Edema : tidak ada
Anus imperforata : tidak ada
•Skor Ballard
•Maturitas fisik maturitas neuromuskuler
•Sikap tubuh : 2 kulit :4
•Persegi jendela : 4 lanugo :2
•Recoil lengan : 4 payudara :2
•Sudut poplitea : 5 Mata/telinga :4
•Tanda selempang : 3 genital :2
•Tumit ke kuping : 4 permukaan plantar : 4
•Skor `: 40
•Minggu : 40 minggu
•Interpretasi : Bayi aterm
Menurut kurva diatas, didapatkan bahwa bayi
tergolong kecil masa kehamilan (KMK)
•K
ategori Sepsis Neonatorum
K
ategori A : Gangguan napas
K
ategori B : Gangguan minum, kurang aktif
K
esimpulan : Dugaan sepsis (1A + 2B)
RESUME
Bayi baru lahir pukul 01.40 dengan spontan LBK di RSUD Undata
Apgar Score 5-7, ketuban jernih dan tidak bercampur mekonium, anpal
(+/+), mec/mix (-/-), pusat baik. Bayi lahir cukup bulan, saat lahir bayi
tidak langsung menangis, tonus otot sedikit fleksi pada ekstremitas,
merah pada badan dan biru pada ekstremitas, serta merintih.
Riwayat maternal: Primigravida, saat hamil usia 19 tahun, Usia
kehamilan 38 minggu. Ada riwayat demam saat usia 8 bulan
kehamilan.
•P
ada pemeriksaan fisik didapatkan Denyut jantung
130 x/menit, suhu 36,80C, respirasi 70 x/menit,
berat badan 2.100 gram, skor down 2 (tidak ada
gawat napas), klasifikasi WHO tergolong gangguan
napas sedang, Skor ballard 40 (40 minggu) bayi
tergolong KMK berdasarkan kurva Lubchenco.
Kriteria sepsis tergolong dugaan sepsis (1A dan 2B)
DIAGNOSIS
•Bayi Aterm (KMK) +
BBLR + Asfiksia + Gangguan napas sedang
TERAPI
Jaga kehangatan
Atur posisi bayi
Isap lendir
Keringkan tubuh bayi sambil berikan rangsangan taktil
Atur posisi kembali
Melakukan penilaian pernapasan, frekuensi jantung dan warna kulit
Memantau kondisi secara berkala
Injeksi Vit. K 1 mg / IV
Gentamicin tetes mata 1 tetes.
Oksigen 2-3 liter/menit
IVFD Dekstrosa 5% 6 tetes/menit (mikrodrips)
Injeksi Cefotaxime 100 mg / 12 jam / iv
Bayi dipuasakan
•A
njuran pemeriksaan :
D
arah rutin
G
DS sesaat setelah lahir, 30 menit setelah lahir, setiap 2-4 jam
dalam 48 jam atau sampai pemberian minum berjalan baik dan
kadar glukosa normal tercapai.
O
bservasi tanda-tanda vital tiap 2 jam
FOLLOW UP
•12 Februari 2014
•S: Sesak (-)
•O: - Tanda Tanda Vital:
Denyut Jantung :
108x/menit
Suhu : 36,9 ºC
Pernapasan : 58x/menit
CRT : < 2 detik
Berat badan : 2.050 gr
Penurunan berat badan : 2,3%
•Keadaan Umum: Sedang
•Sistem Pernapasan : Sianosis
(-), merintih (-), apnea (-), retraksi dinding dada (-), pergerakan dinding dada simetris (+),
• Skor DOWN : 0 (tidak ada gawat nafas) . WHO: tidak ada gangguan napas
• Sistem Kardiovaskuler : Bunyi jantung murni, reguler (+), murmur (-).
• Sitem Hematologi : Pucat (-), ikterus (-)
• Sistem Gastrointestinal : Kelainan dinding abdomen (-), organomegali (-).
• Sistem Saraf : aktifitas aktif, tingkat kesadaran compos mentis, fontanela datar, kejang (-).
• Kriteria Sepsis: A: -
B: -
• Pemeriksaan penunjang : GDS 88 mg/dl
• A: Bayi aterm (KMK) + BBLR + Asfiksia + Post Gangguan napas
• P: PMK
• ASI / PASI 16 cc / 2 jam
•13 Februari 2014
•S: Sesak (-)
•O: - Tanda Tanda Vital:
Denyut Jantung : 142x/menit
Suhu : 36,7 ºC
Pernapasan : 50x/menit CRT
: < 2 detik
Berat badan : 2.100 gr
Penurunan berat badan : 0%
•Keadaan Umum: Sedang
•Sistem Pernapasan.
•Sianosis (-), merintih (-), apnea (-),
retraksi dinding dada (-), pergerakan dinding dada simetris (+),
• Skor DOWN : 0 (tidak ada gawat napas) WHO: Tidak ada gangguan napas
• Sistem Kardiovaskuler : Bunyi jantung murni, reguler (+), murmur (-).
• Sitem Hematologi : Pucat (-), ikterus (-)
• Sistem Gastrointestinal : Kelainan dinding abdomen (-), organomegali (-).
• Sistem Saraf : aktifitas aktif, tingkat kesadaran compos mentis, fontanela
datar, kejang (-).
• A: Bayi aterm (KMK) + BBLR + Asfiksia + Post gangguan napas
• P: ASI / PASI 20 cc / 2 jam
• Rawat gabung
DISKUSI
• Diagnosis
pada kasus ini ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang.

• Dari

anamnesis didapatkan bahwa bayi lahir cukup bulan, skor apgar 5-7 ,

ketuban jernih dan tidak bercampur meconium. Saat lahir bayi tidak

langsung menangis, tonus otot sedikit fleksi pada ekstremitas,


merah pada badan dan biru pada ekstremitas, serta meringis.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami asfiksia.
•P
ada pemeriksaan fisik didapatkan berat badan lahir bayi adalah

2.100 gram sehingga tergolong bayi berat lahir rendah


(BBLR) dan pada skor ballard didapatkan skor 40 (40
minggu) yang diinterpretasi sebagai bayi aterm. Berdasarkan
kurva lubchenco didapatkan bahwa pasien tergolong kecil

masa kehamilan (KMK).


•Pada
pemeriksaan fisik juga didapatkan tidak ada gawat napas
berdasarkan skor down dan frekuensi pernapasan 70
kali/menit disertai merintih. Berdasarkan kriteria WHO,
pasien ini tergolong gangguan napas sedang.

Pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada bayi ini adalah
gula darah sewaktu dengan hasil pemeriksaan 88 gr/dL . Dari
hasil ini dapat disimpulkan bahwa pasien tidak mengalami
hipoglikemia.
•B
erdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang didapatkan bahwa
diagnosis pasien pada kasus ini adalah bayi
berat lahir rendah dengan asfiksia
dan gangguan napas pada bayi
aterm (KMK).
BBLR
•BBLR adalah bayi
yang dilahirkan dengan berat lahir < 2500 gram tanpa memandang masa gestasi.

JANIN

BBLR PLASENTA

IBU
•Janin
Gangguan kromosom (misalnya trisomi
autosom)
Infeksi janin yang kronis
Anomali kongenital
Jejas radiasi
Kehamilan multiple
Aplasia pankreas
•Plasenta
Berat plasenta atau selularitas kurang
Infark
Tumor (korioangioma)
Sindrom transfuse kembar (sindrom
parabiotik)
•Ibu
Toksemia
Penyakit
hipertensi dan ginjal
Malnutrisi
Anemia
Obat-
obatan (narkotik, alkohol, rokok, kokain, antimetabolit)
Riwayat
BBLR sebelumnya
Usia ibu
saat hamil <20 tahun atau >35 tahun
USIA MUDA

BELUM MATANGNYA ORGAN REPRODUKSI

GANGGUAN PERTUMBUHAN DAN


PERKEMBANGAN JANIN

BBLR
ASFIKSIA
•A
sfiksia neonatorum ialah suatu keadaan bayi baru lahir yang gagal
bernapas secara spontan dan teratur setelah lahir. Keadaan ini
disertai dengan hipoksia, hiperkapnia, dan berakhir dengan asidosis.

Menurut Lee et. al. (2008)


ANTEPARTUM

ASFIKSIA INTRAPARTUM

BAYI
•Antepa
rtum: primiparitas, demam selama kehamilan, anemia,
pendarahan antepartum, riwayat kehamilan neonatus sebelumnya,
hipertensi pada kehamilan.

•Intrapa
rtum: Malpresentasi, partus lama, ketuban bercampur mekonium,
preeklamsia, ruptur membran prematur, prolaps umbilikus.

•Bayi/p
ost natal: prematuritas, BBLR, restriksi pertumbuhan intrauterina.
BBLR

DUKUNGAN PLASENTA INADEKUAT


HINGGA AKHIR INTRAUTERI

TIDAK ADA MASUKAN GLUKOSA DARI IBU,


PERSEDIAAN KARBOHIDRAT RENDAH, DAN
OKSIGENASI TERBATAS

ASFIKSIA
GANGGUAN NAPAS

Gangguan pernapasan merupakan suatu keadaan


meningkatnya kerja pernapasan yang ditandai
dengan gejala : takipnea, bayi dengan sianosis
sentral, tarikan dinding dada, bayi apneu, dan
merintih.
•Pada
bayi kurang bulan : penyakit membrane hialin, asfiksia, pneumonia, kelainan
atau malformasi kongenital

•Pada
bayi cukup bulan : “transient tachypnea of the newborn ”, pneumonia,
aspirasi mekonium, asidosis metabolik, kelainan atau malformasi kongenital.

•Bayi
normal / asfiksia yang berhasil dengan resusitasi akan mengalami
gangguan napas
Frekuensi napas   Gejala tambahan gangguan napas Klasifikasi
> 60 kali/menit DENGAN Sianosis sentral DAN tarikan dinding dada atau Gangguan
merintih saat ekspirasi. napas berat
ATAU > 90 kali/ DENGAN Sianosis sentral ATAU tarikan dinding dada ATAU
 
menit merintih saat ekspirasi.
ATAU < 30 kali/ DENGAN Gejala lain dari gangguan napas.
menit Atau
 
TANP
A
60-90 kali/menit DENGAN Tarikan dinding dada ATAU merintih saat ekspirasi Gangguan
napas sedang
  tetapi Sianosis sentral
 
TANPA
ATAU > 90 kali/ TANPA Tarikan dinding dada atau merintih saat ekspirasi
 
menit atau sianosis sentral.
60-90 kali/menit TANPA Tarikan dinding dada atau merintih saat ekspirasi Gangguan
atau sianosis sentral. napas ringan
60-90 kali/menit DENGAN Sianosis sentral Kelainan
jantung
•P

ada kasus ini, gangguan napas yang terjadi berkaitan


dengan asfiksia, karena bayi dengan asfiksia yang berhasil
diresusitasi akan mengalami gangguan napas. Gangguan
napas yang terjadi tergolong gangguan napas sedang
karena frekuensi napas adalah 60-90 kali/menit dengan
merintih.
Manajemen bayi dengan gangguan napas sedang:
•Lanjutkan pemberian O₂ 2-3 liter/menit dengan kateter nasal, bila masih sesak dapat diberikan O ₂
4-5 liter/menit dengan sungkup
•Bayi jangan diberikan minum.
•Jika ada tanda berikut, ambil sampel darah untuk kultur dan berikan antibiotika (ampisilin dan
gentamisin) untuk terapi kemungkinan besar sepsis.
•Bila suhu aksiler 34-36,50C atau 37,5-390C tangani untuk masalah suhu abnormal dan nilai ulang
setelah 2 jam.
•Bila suhu masih belum stabil atau gangguan napas belum ada perbaikan, ambil sampel darah, dan
berikan antibiotik untuk terapi kemungkinan besar sepsis.
•Jika suhu normal, terus amati bayi. Apabila suhu kembali abnormal, ulangi tahapan tersebut diatas.
•Bila
tidak ada tanda-tanda ke arah sepsis, nilai kembali bayi setelah 2 jam.
Apabila bayi tidak menunjukkan perbaikan atau tanda-tanda perburukan
setelah 2 jam, terapi untuk kemungkinan besar sepsis.
•Bila
bayi sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan, kurangi terapi O2
secara bertahap. Apabila tidak diperlukan lagi pemberian O2 , mulailah
melatih bayi menyusu. Bila bayi tidak dapat menyusu, berikan ASI peras
dengan memakai salah satu cara alternatif pemberian minum.
•Am
ati bayi setelah 24 jam pemberian antibiotik dihentikan. Bila bayi
kembali tampak kemerahan tanpa pemberian O2 selama 3 hari, minum
baik dan tidak ada alasan bayi tetap tinggal di rumah sakit, bayi dapat
dipulangkan.
TERIMA KASIH