Anda di halaman 1dari 39

Sarka Ade S

• Keperawatan bio- psiko- sosial-spiritual mulai


banyak diterapkan untuk meningkatkan
pelayanan keperawatan.
• Peningkatan pelayanan keperawatan
dilakukan guna memberikan kepuasan pasien.
Kepuasan pasien dapat diberikan dengan
memberikan pelayanan berdasarkan
kebutuhan pasien.
• Menurut Frances Vaughan (dalam Walsh & Vaughan, 1993) salah satu
asumsi yang mendasari psikoterapi transpersonal adalah setiap
manusia memiliki gerakan untuk pertumbuhan spiritual, kapasitas
untuk belajar dan tumbuh sepanjang hidup, dan proses ini dapat
difasilitasi oleh psikoterapi . Dukungan pendapat dari R owan
(1993, dalam Rowan. 2005) psikoterapi adalah tentang
keberanian seseorang untuk membuka apa yang di dalam
dirinya. Metode metode spiritual juga sebagai cara
memberanikan diri membuka apa yang di dalam diri. Oleh
karena itu, psikoterapi berarti juga merupakan latihan spiritual.
• Keimanan-Kedekatan kepada Tuhan
• Kesembuhan
• Makna hidup (tidak tersesat).
• Aktualisasi diri
• Imam Al-Ghazali: dalam diri manusia qalbu
bertindak sebagai raja dan akal sebagai perdana
menteri yang akan menginterpretasi dan
melaksanakan apa yang menjadi keinginan sang
raja. Munculnya konflik, stres, depresi dan
ketidakbahagiaan adalah karena adanya
keresahan, kegelisahan dan ketidaktenangan
dalam hati. Bila hati sedang sakit maka tindak dan
perilaku manusia akan menyimpang (abnormal)
atau mental menjadi tidak sehat karena hati
merupakan pangkal dari segala perbuatan.
• Di mana pun Anda berada—India, Australia, Selandia
Baru, Stockholm, London, Toronto, Montreal, atau New
York —kita semua bekerja dengan satu daya. Satu
hukum. Hukum tarik-menarik! Rahasianya adalah
ketertarikan!
• Segala sesuatu yang datang ke dalam hidup Anda
ditarik oleh Anda ke dalam hidup Anda. Dan segala
sesuatu itu tertarik ke Anda oleh citra-citra yang Anda
pelihara dalam benak/hati. Oleh apa yang Anda
pikirkan. Apa pun yang berlangsung dalam benak, Anda
menariknya ke diri Anda. “Setiap pikiranmu adalah hal
yang nyata—suatu daya.”
1. Intuisi
2. Kemampuan persepsi halus
3. Extra Sensory Perception (ESP)
• Hukum tarik-menarik sangatlah patuh. Ketika
Anda memikirkan hal-hal yang Anda inginkan,
dan Anda memfokuskan semua niat Anda
kepadanya, hukum tarik-menarik akan
memberikan persis seperti apa yang Anda
inginkan, setiap waktu. Ketika Anda berfokus
pada hal-hal yang tidak Anda inginkan—“Saya
tidak ingin terlambat, saya tidak ingin
terlambat”—hukum tarik-menarik tidak
mendengar bahwa Anda tidak menginginkannya.
Hukum ini mewujudkan hal-hal yang Anda
pikirkan.
• “JIN” adalah hukum tarik-menarik, dan ia selalu hadir
serta mendengarkan segala sesuatu yang Anda
pikirkan, ucapkan, dan lakukan. Jin menganggap segala
sesuatu yang Anda pikirkan adalah apa yang Anda
inginkan! Segala sesuatu yang Anda bicarakan adalah
apa yang Anda inginkan! Segala sesuatu yang Anda
lakukan adalah apa yang Anda inginkan! Anda adalah
Tuan dari Semesta, dan Jin ada di sana untuk melayani
Anda. Jin tidak pernah mempertanyakan perintah
Anda. Anda memikirkannya, dan Jin segera mulai
mendongkrak Semesta, melalui orang-orang, situasi,
dan peristiwa, untuk memenuhi keinginan Anda.
Iman/Keyakinan

DOA-Permintaan

Tawakal-Penerimaan
D3
• Menjelaskan nama terapinya dan fase pengenalan
(identifikasi masalah). Dalam sesi ini, para
peserta/klien mendiskusikan kemungkinan
menemukan atau menciptakan makna dari
pengalaman mereka sakit/penyakitnya. Bantu klien
untuk mengenali konflik batin dan perasaan
menghukum mereka terhadap diri mereka sendiri
dan untuk memfasilitasi makna yang lebih positif
dari pengalaman sakit/penyakitnya.
• Mengajarkan/meminta klien untuk melakukan
relaksasi dan meditasi oleh mentor yang
kompeten. Klien didorong untuk berlatih teknik
ini secara individual di rumah dua kali sehari dan
diberikan disk video kompak/buku panduan
untuk bimbingan.
• Sesi ini difokuskan pada dua aspek : hal di bawah
kontrol pribadi dan hal-hal di luar kendali pribadi.
Klien membedakan antara dua hal tersebut dan
menulisnya di dua lingkaran yang berbeda.
Dengan berfokus pada lingkaran berlabel "di
bawah kendali Tuhan," klien diminta untuk
berkonsentrasi pada kehadiran Allah untuk hal-
hal diluar kendali dan Untuk hal-hal di bawah
kendali pribadi mereka, klien untuk menggunakan
pendekatan kolaboratif/memandang Allah
sebagai pendukung dan membantu menuju
resolusi.
D3
• Dalam sesi ini klien didorong untuk mengekspresikan
kesedihan mereka terkait dengan penyakitnya. Klien
mengeksplorasi perasaan negatif dan positif dan
menegaskan kekuatan mereka dan atribut positif
dalam diri mereka menghubungkan dengan mereka
untuk melawan penyakitnya. Membayangkan
kehadiran Allah sebagai saksi “penderitaan” mereka
dan membantu peserta merasa bahwa penderitaan
mereka diakui dan menuntun mereka untuk
menerimanya.
• Fokus sesi ini pada tiga jenis hubungan: hubungan dengan
diri sendiri, dengan orang lain, dan dengan Tuhan.
Mendengarkan perasaan seseorang, positif self-talk, dan
perawatan diri membantu pasien untuk memfasilitasi
hubungan dengan diri sendiri. Untuk menyelesaikan setiap
perasaan negatif tentang hubungannya dengan orang lain,
gunakan teknik "dua kursi" (Gestalt Model). Klien didorong
untuk berkonsentrasi pada hubungan mereka dengan Tuhan
dan emosi seperti rasa bersalah, kemarahan, atau
mengabaikan/lalai terhadap Allah. Kemudian, klien pandu
untuk curhat/pengakuan2 kepada Allah.
D3
• Mendorong klien/peserta untuk berdoa dan
berbicara kepada Tuhan/Allah dengan dekat
berdasarkan agama dan keyakinan/ percaya dan
meminta-Nya untuk membantu mereka dalam
menyelesaikan masalah/penyakitnya.
• Dzikir setelah berdo’a
• Dzikir pembuka dan pembersih
• Dzikir membangkitkan inner power
• Dzikir pelepasan ruh
• Dzikir Qolbu : Mengingat Allah
tanpa mengingat yang lain.
• Mengosongkan pikiran sambil
mengulang – ulang nama Tuhan.
Maksud dan Tujuan
Dzikir … meditasi

• Mengukir Asma Allah dengan


ujung lidah pada langit-langit …!!!
• Jalan terdekat menuju kepada Allah
• Lebih utama dalam kehidupan
• Pembersih Qolbu
• Menyehatkan jasmani rohani
• Menenangkan hati dan pikiran
• Mencerdaskan otak kiri - kanan secara
seimbang IQ – EQ – SQ
• Perilaku terkendali – pembinaan mental
– karakter
• Sukses dalam kehidupan
• Kasyaf – ketajaman mata bathin
• Membangkitkan INNER POWER
• Membangkitkan kesadaran ruh
• Belajar mati sebelum mati
• Miraj – OOBE ( OUT OF BODY EXPERIANCE )
• Dengan berdzikir kita mengukir Asma Allah dengan
ujung lidah pada langit-langit… bila suatu saat nanti
kita tidak bisa menyebut Asma Allah, cukup dengan
menempelkan ujung lidah pada ukiran tersebut …
• berarti kita eling … ingat kepada Allah …
• Insya Allah …
• kita mati dalam keadaan muslim …
• Kapan dan dimana kita berdzikir
– Kapan saja, dimana saja tanpa batasan ruang dan
waktu, sambil duduk, berdiri – berbaring.
CARA DZIKIR SEDERHANA UNTUK
membangkitkan inner power

Duduk santai mata dipejamkan


– Ujung lidah dilipat keatas menyentuh langit -
langit
– Santai – senyum – pasrah
– Ucapkan dalam hati
• - Laa Ilaha Ilallah berXX
• - Muhammadarosululloh berXX
– Tarik nafas perlahan – lahan tanpa terlihat
adanya gerakan nafas.
– Dalam hati ucapkan : Allah – Allah berxx
– Rongga dada dikempiskan, rongga perut
dikembangkan
– Tahan nafas - ucapkan dalam hati Allah – Allah
berxx
– Keluarkan nafas ucapkan dalam hati Allah – Allah
berxx
• Berarti kita telah melakukan 1 x putaran
Dzikir pernafasan.
• ULANGI TATA CARA DI ATAS SAMPAI 21 X
PUTARAN
Bila nafas terengah – engah istirahat
• - Nafas biasa sambil tetap berdzikir
• - Tarik nafas ucapkan dalam hati Huuu
• - Keluarkan nafas ucapkan dalam hati Allaah
• Bila pernafasan sudah tenang lakukan
kembali tata cara diatas sampai mencapai 21 x
putaran
• Berlatih minimal 30 menit setiap hari
Tahan nafas
Allah – Allah 21 x
Keluarkan nafas
Tarik Nafas Allah – Allah 10 x
Allah – Allah 11x
1 x putaran
Lakukan 21 x putaran
– Dengan kita berlatih berdzikir melalui
pengaturan pernafasan maka
penyerapan oksigen didalam paru –
paru jadi lebih banyak.
– Proses pembakaran - metabolisme
didalam tubuh menjadi efektif
– Elektron aktif-muncul gelombang
elektromagnet- cahaya aura
– Proses metabolisme akan menghasilkan
energi
– Metode ini merupakan pondasi agar
memiliki inner power – energi Ilahi
– Do’a-do’a apapun ibarat senapan kosong,
pelurunya adalah inner power
– Untuk bisa MI’RAJ-OOBE hati harus bersih,
Inner Power harus kuat.
– Seperti halnya pesawat luar angkasa perlu
roket pendorong untuk lepas landas.
 Energi Ilahi / Inner Power sangat bermanfaat
untuk diri kita sendiri maupun untuk
membantu – menolong sesama umat.
• Pejamkan mata
• Ujung lidah menyentuh langit – langit
• Santai – senyum – pasrah
• Ucapkan dalam hati
• Laa ilaha Ilallah 165 x
• Muhammadarosulullah 1 x

• Selanjutnya ….
• Tarik nafas sambil dalam hati ucapkan Huuuu
• Dengan penuh perasaan, rasakan seolah –
olah energi Ilahi masuk melalui pusar (
umbilicus ) naik keatas menembus ubun –
ubun sampai ke titik tak berhingga – titik
omega
• Tahan napas diperut dan bayangkan energi
Ilahi diturunkan kembali ke kepala, ke leher
sampai ke tengah dada
• Saat menahan nafas ucapkan kalimat
• Allah – Allah – Allah 7 x boleh lebih 9x – 21 x
( bilangan ganjil )
• Keluarkan nafas perlahan – lahan dari lubang
hidung sambil dalam hati mengucapkan Allaaah,

• Berarti 1 kali putaran napas sudah diselesaikan


• Selanjutnya nafas biasa tanpa menahan nafas. Tarik
nafas Huuuu. Keluarkan nafas Allaaaah. Lakukan 3
x pernapasan biasa.

• Perbandingan antara dzikir menahan nafas dan


nafas biasa 1 : 3
Bila sudah terbiasa berzikir pernafasan maka
perbandingan bisa 3 : 3 atau 4 : 3 atau lebih
Ulangi tata cara diatas selama 10 - 30 menit setiap
hari.
• Dilanjutkan sambil berbaring rileks di tempat tidur
Titik Omega

Keluarkan nafas
Allaaah

Dalam Qolbu
Allah –Allah-Allah
7x-9x-21x-ganjil
Pusar
Tahan nafas dibawah pusar

Tarik Nafas
Huuuu
HASIL AKHIR DZIKIR QOLBI - MEDITASI

MIRAJ
OOBE
( OUT OF BODY
EXPERIENCE )

ROHANI

KETAJAMAN BATHIN -
FANA KASYAF INTUISI – NALURI -
INSTING

JASMANI
SEHAT DZIKIR QOLBU JIWA – NAFSU
CERDAS MEDITASI TENANG TERKENDALI
AKHLAK BAIK
SUKSSES

GETARAN ENERGI
INNER POWER
Menyungkur sujud menangis
Merinding
Bergetar hatinya