Anda di halaman 1dari 27

Pokok Bahasan

Pendahuluan

Daftar Tinjauan
Pustaka Pustaka

Kesimpulan
Pendahuluan
Efusi Pleura adalah penimbunan cairan didalam rongga pleura
akibat transudasi atau eksudasi yang berlebihan dari permukaan
pleura.

Di Amerika Serikat, sekitar 1,5 juta kasus efusi pleura terjadi tiap
tahunnya. Sementara di populasi umum diperkirakan tiap 1 juta orang,
sekitar 3000 orang terdiagnosa efusi pleura.

Insidensi efusi pleura sama pada pria dan wanita


Con’t...

Di negara-negara barat,
efusi pleura terutama Pentingnya mengetahui Tujuan referat menjadi
disebabkan oleh gagal prinsip penanganan bahan masukan
jantung kongestif, kasus pada dinding toraks sehingga mampu
sirosis hati, keganasan, dan kelainan pleura agar mendiagnosis serta
sementara di negara- dapat menurunkan memberikan terapi
negara berkembang, angka mortalitas akibat yang tepat pada
seperti Indonesia, penanganan yang salah penderita efusi pleura.
diakibatkan oleh infeksi
ANATOMI PLEURA
Cairan Pleura
Karakteristik cairan pleura, yaitu:

Normal cairan pleura < 20 mL


Fungsi cairan untuk lubrikasi
Cairan dibentuk dari pleura parietal dan di
absorbsi di pleura parietal melalui sistem
limfe
Pembentukan cairan 0,01 ml/kg/jam
dimana 25 x lebih kecil dr kemampuan
absorbsi sistem limfe
Capasitas sistem limfe menyerap 0,20
ml/kg/ jam
FISIOLOGI CAIRAN PLEURA

• Neergard mengemukakan hipotesis bahwa aliran cairan pleura sepenuhnya bergantung perbedaan
tekanan hidrostatik dan osmotik kapiler sistemik dengan kapiler pulmoner. Perpindahan cairan ini
mengikuti hukum Starling berikut:

5 Jv = Kf × ([P kapiler – P pleura] - σ [π kapiler – π pleura])

• Keterangan : Jv : aliran cairan transpleura, Kf : koefisien filtrasi yang merupakan perkalian


konduktivitas hidrolik membran dengan luas permukaan membran, P : tekanan hidrostatik, σ : koefi sien
kemampuan restriksi membran terhadap migrasi molekul besar, π : tekanan onkotik.
Definisi

Efusi pleura adalah pengumpulan cairan didalam rongga pleura


akibat transudasi atau eksudasi yang berlebihan dari permukaan
pleura, efusi pleura merupakan suatu manifestasi penyakit lainnya.
Epidemiologi
Insidensi efusi pleura sama pria dan wanita
Efusi pleura kebanyakan terjadi pada usia dewasa
namun, efusi pleura belakangan ini cenderung
meningkat kejadian pada anak-anak.
Etiologi
INFEKSI
TUBERKULOSIS
NON TUBERKULOSIS
Pneumonia ( para pneumonia efusi )
Jamur
Parasit
Virus
NON INFEKSI
Hipoproteinemia
Neoplasma
Kelainan sirkulasi/ gagal jantung
Emboli paru
Atelektasis
TRAUMATIK ( HEMOTORAX )
Identifikasi Cairan Pleura
Macam-macam bentuk cairan pleura;
A. Exudat
B. Transudat
C. Darah ( hematotorak)
D. Pus ( empiema )
E. Xilotorak
Etiologi & Klasifikasi
Patofisiologi

Dalam keadaan normal, selalu terjadi


filtrasi cairan ke dalam rongga pleura Produksi
melalui kapiler pada pleura parietalis cairan
tetapi cairan ini segera direabsorpsi oleh pleura
saluran limfe, sehingga terjadi
keseimbangan antara produksi dan
reabsorpsi.
Drainase
Apabila antara produk dan reabsorpsinya sistem
tidak seimbang (produksinya meningkat limfatik
atau reabsorpsinya menurun) maka akan
timbul efusi pleura
Manifestasi Klinis
Sesak napas terjadi Inflamasi pada
Sesak nafas

Batuk & Demam


Nyeri dada
Umumnya
pada saat pleura akan bersifat non
permulaan pleuritis menyebabkan produktif dan
dsebabkan dan Pleuritik chest ringan
jumlah cairan pain, jika efusi
efusinya muncul nyeri akan
meningkat bersifat tumpul
Demam
tergantung
penyakit yang
mendasari.
Pemeriksaan Fisik
Dijumpai Kelainan (+) bila cairan > 500 cc,
Inspeksi,
Statis tampak lebih cembung
Dinamis : gerakan tertinggal
Palpasi,
Fremitus, menurun
Perkusi,
Redup - pekak
Auskultasi
Suara nafas hilang
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Radiologis (Foto
PA)

Didapatkan :
Terlihat bila cairan > 300 cc
• Sudut kosto prenikus
tumpul ± 100 cc
• Pendorongan kearah yg
sehat
• Perselubungan homogen
dimana lateral lebih tinggi
dari medial
• Sela iga melebar
Analisis Cairan Pleura
Aaron Saguil, MD and Kristen Wyrick, MD. 2014. Diagnostic Approach to Pleural Effusion. American
Family Physician. Volume 90, No 2.
Algoritma Penegakkan Diagnosis
Porcel JM, Light RW. 2006. Diagnostic approach to pleural effusion in adults.
New England Journal Medicine, Vol 73, No 7.

Efusi Pleura
Penatalaksanaan
1.Obati Penyakit Dasar
2.Punksi Pleura (Torakosentesis)
INDIKASI
Diagnostik
Paliatif (mengurangi gejala; sesak nafas)
Cairan produktif
3. Chest Tube
4. Pleurodesis
Thoracosentesis

Merupakan suatu tindakan diagnostik Kontra indikasi relatif


untuk mengurangi gejala pada efusi
pleura thoracosentesis :

Indikasi thoracosentesis : 1. Pada pasien koagulopati

1. Dari hasil pemeriksaan foto lateral 2. Infeksi pada dinding dada


decubitus didapatkan cairan >10
mm  belum jelas etiologi efusi
pleura 3. Pasien tidak kooperatif

2. Indikasi terapeutik untuk


mengurangi gejala simptomatis
pada pasien efusi pleura.
Torakosentesis
Chest tube
Tempat yang akan dipasang drain
adalah :

• Linea axillaris depan, pada ICS IX-


X (Buelau).

• Linea medio-clavicularis (MCL)


pada ICS II-III (Monaldi)

• Linea axilaris anterior pada ICS V-


VI (ATLS - yang menjadi rujukan)

Chest tube adalah suatu sistem drainage yang menggunakan water


seal (air berfungsi sebagai katup) untuk mengalirkan udara atau
cairan dari kavum pleura.

Tujuan : (1) Untuk mengalirkan udara atau cairan keluar dari


rongga pleura untuk mempertahankan tekanan negatif rongga
tersebut (2)Untuk tujuan follow up penyakit.
Dikutip : Miller KS; Shan SA; Chest Tube: Indication, Technique, Management and Complicatio
availabel at http://www.chestjournal.org./content/91/2/258.citation last update 1987
Pleurodesis
Pleurodesis adalah tindakan untuk mengurangi penumpukan cairan pleura di
rongga pleura,dengan menyatukan lapisan visceral dan lapisan parietal pleura.
Tujuan tindakan ini dilakukan adalah untuk mencegah pembentukan efusi
berlebihan dan mencegah kejadian pneumotoraks berulang.
Daftar Pustaka
• Irwandi, Putra. 2013. Anatomi dan Fisiologi Pleura. Vol 4 No 6. Jakarta. FKUI

• Price, Sylvia A. dan Lorraine M. Wilson. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Vol
2 Ed. 6. Jakarta EGC.

• McGrath EE, Anderson PB. 2011. Diagnosis of pleural effusion : a systemic approach. American
Journal of Critical Care, Vol 20, No 2.

• Light RW. Pleural effusions. Med Clin North Am. 2011;95(6):1055-1070.

• Karnadihardja W. Dinding Toraks dan Pleura. Dalam : Sjamsuhidajat R, Jong WD. Buku Ajar Ilmu
Bedah. Edisi kedua. Jakarta : EGC; 2004. Hlm 403-9.

• Aaron Saguil, MD and Kristen Wyrick, MD. 2014. Diagnostic Approach to Pleural Effusion. American
Family Physician. Volume 90, No 2.

• Rubins J. 2012. Pleural effusion. Medscape reference. Tersedia pada :


http://emedicine.medscape.com/article/299959.

• Porcel JM, Light RW. 2006. Diagnostic approach to pleural effusion in adults. New England Journal
Medicine, Vol 73, No 7.

• Jose C. Yataco, Raed A. Dweik. 2012. Pleural effusions: Evaluation and management. Clevelanda
Clinic Journal Of Medicine. Vol 72 No.10

• Halim H. Penyakit-penyakit pleura, dalam: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, edisi ke-3.
Jakarta.2001; 927-38.

• Trauma Thoraks dalam ATLS for Doctors, Student Course Manual, diterjemahkan dan dipublikasikan
oleh komisi trauma IKABI, 1997, hal:133-52.

• Miller KS; Shan SA; Chest Tube: Indication, Technique, Management and Complication; avialabel at
http://www.chestjournal.org./content/91/2/258.citation last update 1987.
TERIMA KASIH 
1.