Anda di halaman 1dari 33

INTRODUCTION

(ACCOUNTING THEORY –
SCOTT)
KELOMPOK 3
DESKRIPSI TUGAS
Mahasiswa diminta :
• Membuat gambar untuk menjelaskan keterkaitan materi dalam buku
Scott (2015) dengan teori akuntansi normatif dan teori akuntansi positif.
• Membuat ringkasan Chapter 1 Scott 2015.
• Mengutip Figure 1.1. Organization of the Book pada (Scott 2015 hlm. 1)
dan menjelaskan Figure tersebut secara ringkas yang memuat kata-kata
kunci berikut: - ideal conditions; current value-based accounting -
information asymmetry; adverse selection; moral hazard - user decision
problem; rational investment decision; motivate and evaluate manager
performance; efficient contracting; the complexity of information in
financial accounting and reporting; the fundamental problem of financial
accounting theory; - accounting reaction; regulation as a reaction to the
fundamental problem; decision usefulness, full disclosure; price versus
sensitive information; mediation; rule-based versus principles-based
standards; the role of accounting research.
KETERKAITAN MATERI DALAM BUKU SCOTT
(2015) DENGAN TEORI AKUNTANSI NORMATIF
DAN TEORI AKUNTANSI POSITIF
PENJELASAN GAMBAR

Penempatan akuntansi sebagai sains membawa konsekuensi


bahwa teori akuntansi harus bebas dari pertimbangan nilai dan
bersifat deskriptif. Atas dasar argumen ini, subjek/fenomena
bahasan di tingkat akademik cenderung bergeser dari apa dan
bagaimana suatu kejadian/transaksi harus dicatat/dilaporkan untuk
mencapai tujuan ekonomik dan sosial tertentu (teori normatif) ke
apa yang nyatanya dilakukan para pelaku ekonomi (termasuk
akuntan) dan mengapa mereka berbuat demikian (teori positif atau
deskriptif).
Inti dari buku Scott sendiri adalah tentang akuntansi, bukan
tentang menghitung. Sedangkan tujuan dari buku scott adalah
memberi pemahaman tentang lingkungan akuntansi dan pelaporan
keuangan yang ada sekarang ini, baik dari sudut pandang investor
maupun manajer.
Teori akuntansi dari segi deskriptif atau preskriptif dibagi menjadi 2
yaitu teori akuntansi normatif dan teori akuntansi positif.
a. Teori akuntansi normatif berkaitan dengan apa yang seharusnya
dilakukan (preskriptif)  Suwardjono
b. Teori akuntansi positif berkaitan dengan penjelasan tentang apa dan
bagaimana  Scott

Penjelasan positif berisi pernyataan tentang sesuatu (kejadian,


tindakan, atau perbuatan) seperti apa adanya sesuai dengan fakta atau
apa yang terjadi atas dasar pengamatan empiris. Penjelasan posistif
diarahkan untuk memberi jawaban apakah sesuatu pernyataan itu benar
atau salah atas dasar kriteria ilmiah. Sedangkan penjelasan normatif
berisi pernyataan dan penalaran untuk menilai apakah sesuatu itu baik
atau buruk atau relevan atau tak relevan dalam kaitannya dengan
kebijakan ekonomik atau sosial tertentu. Penjelasan normatif diarahkan
untuk mendukung atau menghasilkan kebijakan politik sehingga bersifat
pembuatan kebijakan.
Dalam buku Scott dijelaskan bahwa Teori normative adalah apa yang
seharusnya terjadi. Apakah teori normative akan mempunyai daya prediksi
yang baik tergantung pada sejauh mana individu secara nyata membuat
keputusan sesuai dengan teori yang digambarkan. Tidak seperti teori positif,
teori normative tidak mengharuskan kriteria mempunyai kemampuan
prediksi. Sesungguhnya kedua pendekatan tersebut saling melengkapi satu
sama lain. Hasil akhir teori akuntansi normatif adalah suatu pernyataan atau
proposal yang menganjurkan tindakan tertentu. Sedangkan Teori akuntansi
positif berusaha untuk membuat prediksi yang baik sesuai dengan kejadian
yang nyata. Sebagimana Scott mengungkapkan dalam bukunya:
“Teori akuntansi positif adalah berhubungan dengan prediksi yaitu suatu tindakan
pemilihan kebijakan akuntansi oleh manajer perusahaan dan bagaimana manajer
perusahaan akan merespon untuk mengajukan standar akuntansi yang baru”.
Jadi, perbedaan teori akuntansi posistif dan normatif timbul akibat
perbedaan sasaran teori dan bidang masalah yang menjadi perhatian masing-
masing teori. Bila dikaitkan dengan dikotomi sains-teknologi, teori akuntansi
positif lebih erat kaitannya dengan akuntansi sebagai sains sedangkan teori
akuntansi normatif lebih erat kaitannya dengan akuntansi sebagai teknologi.
Dari penjelasan yang telah disampaikan, maka dapat disimpulkan
bahwa materi yang disampaikan dalam buku Scott dengan teori
akuntansi positif dan teori akuntansi normatif memiliki keterkaitan
yaitu sama-sama memberikan informasi mengenai apa yang
disampaikan dalam teori akuntansi dan mengetahui kompleksitas
informasi akuntansi dan pelaporan keuangan. Terlebih, dalam buku
Scott juga dijabarkan lebih lanjut mengenai peran riset akuntansi ,
pentingnya asimetri informasi serta regulasi sebagai reaksi terhadap
problem fundamental yang belum dijelaskan sebelumnya dalam teori
akuntansi positif dan teori akuntansi normatif. Serta materi dalam
buku scott juga memberi pemahaman tentang lingkungan akuntansi
dan pelaporan keuangan yang ada sekarang ini
RINGKASAN CHAPTER 1 SCOTT
(2015)
Tujuan Penulisan Buku
POINT PENTING THE 2007-2008
MARKET MELTDOWNS

1. Pelaporan keuangan harus transparan, sehingga investor dapat


melihat dengan jelas berapa nilai aset dan liabilitas
2. Akuntansi fair value dapat menggantikan value-in-use ketika
market collapse karena nilai likuiditas yang menimbulkan
penurunan terhadap kepercayaan diri investor.
3. Kegiatan off-balance sheet harus diungkapkan seluruhnya,
meskipun tidak dikonsolidasikan
4. karena standar akuntansi adalah satu perangkat
regulasi,perubahan yang substansil terhadap standar yang ada,
termasuk pengungkapan terhadap kompensasi manajer, telah
terjadi.
EFFICIENT CONTRACTING

• Kritik tajam terhadap penerapan akuntansi berdasarkan


nilai wajar salah satunya muncul karena pengguna
mengerti efficient contracting. Efficient contracting
berpendapat bahwa kontrak perusahaan menjadi dasar
kebutuhan informasi akuntansi. Laporan keuangan
menimbulkan kepercayaan atau reliabilitas.
• Perbedaan utama yang kedua terkait dengan konservatisme
pada pelaporan keuangan. Berdasarkan konservatisme,
kerugian yang belum terealisasi diakui pada saat itu juga,
sedangkan keuntungan tidak diakui sampai terealisasi.
CATATAN PERILAKU ETIS

• Salah satu cara menghilangkan dan menjaga kepercayaan publik


terhadap laporan keuangan adalah dengan meningkatkan
regulasi termasuk memperbarui standar akuntansi. Namun,
perilaku etis akuntan dan auditor juga sangat dibutuhkan karena
beberapa kasus banyak melibatkan mereka.
• Dengan perilaku etis, diharapkan akuntan dan auditor
melakukan hal yang benar. Dalam konteks ini, akuntan dan
auditor diharapkan bertindak dengan integritas dan bebas serta
menjadikan kepentingan publik di atas kepentingan pegawai
maupun klien. Buku ini mengasumsikan adanya pengungkapan
penuh, pernyataan keuangan yang bermanfaat, perilaku
kooperatif dan bereputasi.
RULES-BASED VS PRINCIPLES-
BASED ACCOUNTING STANDARD

• Standar akuntansi Rules-Based mencoba untuk memberikan


aturan secara rinci mengenai bagaimana menghitung. Sebagai
alternatif, standar akuntansi juga memberikan dasar-dasar
umum saja dan selanjutnya bergantung pada keputusan auditor
profesional untuk meyakinkan bahwa penerapan standar benar.
• Saat ini, akuntansi bergerak menuju standar Principles-Based.
Namun, pada kenyataannya meskipun kerangka kerja konseptual
telah disusun dengan kuat, standar tersebut akan menghadapi
tekanan dari manajer dan bahkan pemerintah untuk menyusun
pelaporan keuangan sesuai dengan keinginan mereka. Untuk
menghindari tekanan tersebut, auditor dan akuntan harus
mengadopsi pandangan jangka panjang.
KOMPLEKSITAS INFORMASI
AKUNTANSI KEUANGAN DAN
PELAPORAN

• Lingkungan akuntansi bersifat sangat kompleks dan menantang.


Kompleksitas disebabkan karena produk akuntansi adalah informasi
yang merupakan komoditas kuat dan penting. Alasan utama
kompleksitas ini adalah karena tidak adanya konsep akuntansi yang
sempurna dan standar. Akibatnya, individu tidak akan memiliki reaksi
yang sama meskipun informasi yang diperoleh sama.
• Alasan lain kompleksitas informasi adalah karena informasi akuntansi
lebih dari mempengaruhi keputusan individu. Informasi akuntansi
selain mempengaruhi keputusan, juga akan mempengaruhi kinerja
pasar seperti pasar sekuritas dan pasar tenaga kerja manajerial. Hal ini
merupakan hal penting untuk efisiensi dan keadilan ekonomi sehingga
pasar bekerja dengan baik.
PERAN RISET AKUNTANSI

Cara yang dapat digunakan untuk melihat


peranan penelitian akuntansi:
1. Melihat pengaruh penelitian terhadap
praktek akuntansi
2. Meningkatkan pemahaman atas lingkungan
akuntansi
ASIMETRI INFORMASI

• Adverse selection, yaitu suatu kondisi dimana


terdapat beberapa orang, seperti manajer dan
orang-orang dalam lainnya, yang mempunyai
lebih banyak informasi yang menguntungkan
dibandingkan investor pihak luar.
• Moral hazard, terjadi ketika ada satu pihak dalam
sebuah hubungan kontraktual melakukan
tindakan yang tidak diketahui oleh pihak lainnya.
PERMASALAHAN FUNDAMENTAL
TEORI AKUNTANSI

Karena ketiadaan konsep akuntansi yang sempurna, ternyata


pengukuran yang paling berguna dari net-income yaitu untuk
menginformasikan investor untuk mengendalikan adverse selection- tidak
sama dengan pengukuran terbaik untuk mengukur dan memotivasi manager
sebagai pelayan – untuk mengendalikan moral hazard. Kepentingan manajer
terbaik disajikan oleh informasi yang memiliki korelasi tinggi dengan usaha
mereka dalam menjalankan perusahaan.
• Informasi yang relevan untuk investor, seperti nilai pasar dari aset dan
kewajiban, mungkin akan mudah berubah dan berdampak pada net
income yang dilaporkan. Dan juga terhadap tingkat dimana nilai pasar
reliable tidak tersedia,
• Informasi yang berorientasi pada nilai mungkin menjadi lebih bias dan
dapat dimanipulasi dibandingkan informasi yang berdasarkan historical
cost. Akibat dari kedua hal tersebut mengurangi korelasi usaha manajer.
KONDISI IDEAL

Kondisi ideal adalah suatu perekonomian yang


dicirikan menjadi pasar sempurna dan lengkap,
atau tidak adanya asimetri informasi dan
halangan-halangan lainnya bagi operasi pasar
yang wajar dan efisien. Kondisi tersebut juga
disebut ‘first-best’. Scott (2006)
PEMILIHAN YANG SULIT

• Masalah adverse selection, yakni masalah


komunikasi dari perusahaan kepada investor-
investor luar.
• Untuk memahami bagaimana akuntansi
keuangan dapat membantu mengendalikan
masalah adverse selection, maka sangat
penting untuk mengetahui bagaimana
investor-investor membuat keputusan.
MORAL HAZARD

• Peranan akuntansi adalah untuk memberi sebuah ukuran


kinerja untuk melaporkan hasil-hasil upaya manajer. Cara
moral hazard menarik perhatian manajer akan kebijakan
akuntansi adalah dengan menguraikan masalah
konsekuensi-konsekuensi ekonomis.
• Konsekuensi ekonomis mempunyai arti bahwa kebijakan-
kebijakan akuntansi adalah berarti (matter). Masalah-
masalah moral hazard bisa dikendalikan, tetapi tidak dapat
dihilangkan. Hal ini karena pengenaan kontrak adalah
mahal. Terutama, kontrak-kontrak tersebut membebankan
risiko pada manajer-manajer.
THE INTERNATIONAL
ACCOUNTING STANDARD BOARD

• IASB merupakan lembaga yang independen yang berfungsi untuk


menyusun standar akuntansi berkaualitas tinggi, yang dapat diterima,
diterapkan, dan diterima secara internasional. IASB menghasilkan
sebuah standar akuntansi yaitu IFRS. International Finance Reporting
Standards (IFRS) merupakan standar pencatatan dan pelaporan
akuntansi yang berlaku secara internasional.

• FASB dibentuk pada tahun 1973 dengan tujuan untuk menyusun


standar akuntansi di negara Amerika Serikat. Misi dari FASB adalah
untuk menetapkan dan meningkatkan standar akuntansi dan
pedoman pelaporan dan untuk pendidikan masyarakat. Dalam
menyusun dan memperbaharui akuntansi dan standar dan konsep
pelaporan, FASB seperti IASB, penekanan beratnya pada proses.
• The Canadian Accounting Standards Board (AcSB)
The AcSB terdiri dari dari sebuah kelompok dengan jumlah anggota
maksimal Sembilan. Tidak seperti anggota IASB dan FASB, dengan
pengecualian dari ketua lembaganya, bertugas dengan sukarela.
• Securities and Exchange Commissons
 Badan independen dari pemerintah Amerika yang memiliki
tanggung jawab untuk mengawasi pelaksanaan peraturan-
peraturan dibidang perdagangan efek dan mengatur pasar
perdagangan pada bursa efek.
 Tujuan utama dibentuknya SEC adalah untuk mengatur bursa
efek dan mencegah penyalahgunaan oleh perseroansehubungan
dengan penawaran saham dan penjualan efek serta pelaporan
keuangan perseroan
RELEVANSI TORI AKUNTANSI
DENGAN PRAKTIK AKUNTANSI

Kerangka kerja yang dideskripsikan hanya menyediakan suatu


cara untuk mengorganisir studi kita mengenai teori akuntansi
keuangan. Dan mencoba membuktikan bahwa teori tersebut
relevan dengan praktek akuntansi. Hal ini terpenuhi dengan dua
cara.
1. berbagai riset dan teori yang mendasari akuntansi keuangan
diuraikan dan diterangkan dalam bahasa sederhana, dan
keterkaitan mereka ditunjukkan oleh banyak rekomendasi
untuk praktik akuntansi.
2. Pendekatan yang kedua untuk menunjukkan keterkaitan
akan pemasalahan tugas. Suatu usaha nyata telah dibuat
dalam memilih masalah penting
FIGURE 1.1 ORGANIZATION OF THE
BOOK
FIGURE 1.1 ORGANIZATION OF THE
BOOK
FIGURE 1.1 ORGANIZATION OF THE
BOOK
Terdapat lima komponen dasar yang akan dibahas pada buku ini:
1. Kondisi ideal
2. Pemilihan yang sulit
3. Moral Hazard
4. Penyusunan standar
5. Proses penyusunan standar
FIGURE 1.1 ORGANIZATION OF THE
BOOK

Menurut Scott (2006) yang dimaksud kondisi ideal adalah suatu


perekonomian yang dicirikan oleh pasar sempurna dan lengkap, atau tidak
adanya asimetri informasi dan halangan-halangan lainnya bagi operasi
pasar yang wajar dan efisien. Kondisi tersebut juga disebut ‘first-best’.
Selain itu, penilaian aset dan kewajiban berdasar nilai tunai/sekarang
harapan arus kas yang akan datang. Arbitrasi memastikan bahwa nilai-nilai
tunai dan nilai-nilai pasar sama.
Dalam praktik, kondisi ideal tidak ada/tidak berlaku. Namun begitu,
kondisi ideal memberi sebuah patok-duga dalam mana kondisi yang lebih
realistis, kondisi akuntansi ‘second-best’, dapat diperbandingkan. Studi
akuntansi dalam kondisi ideal adalah berguna, karena dapat membantu
untuk melihat apakah masalah-masalah real dan seperti apakah tantangan-
tantangan akuntansi nilai wajar bila kondisi-kondisi ideal yang diperlukan
tidak terpenuhi.
FIGURE 1.1 ORGANIZATION OF THE
BOOK

Akuntansi berperan mengurangi asimetri informasi. Terdapat dua macam


asimetri informasi, yaitu :
1. Adverse selection, yaitu suatu kondisi dimana terdapat beberapa orang,
seperti manajer dan orang-orang dalam lainnya, yang mempunyai lebih
banyak informasi yang menguntungkan dibandingkan investor pihak luar.
2. Moral hazard, terjadi ketika ada satu pihak dalam sebuah hubungan
kontraktual melakukan tindakan yang tidak diketahui oleh pihak lainnya.
Peranan akuntansi adalah untuk memberi sebuah ukuran kinerja untuk
melaporkan hasil-hasil upaya manajer. Bagaimanakah moral hazard
menarik perhatian manajer akan kebijakan akuntansi, dengan
menguraikan masalah konsekuensi-konsekuensi ekonomis. Konsekuensi
ekonomis mempunyai arti bahwa kebijakan-kebijakan akuntansi adalah
berarti (matter). Masalah-masalah moral hazard bisa dikendalikan, tetapi
tidak dapat dihilangkan
FIGURE 1.1 ORGANIZATION OF THE
BOOK

Masalah adverse selection, yakni masalah komunikasi dari perusahaan kepada


investor-investor luar. Di sini, peranan akuntansi memberi sebuah “level playing
field” melalui disklosur penuh informasi yang relevan, reliabel, tepat-waktu dan
cost-effective. Pendekatan yang digunakan dalam buku ini adalah dengan
anggapan bahwa kebanyakan investor adalah rasional, yaitu, mereka membuat
keputusan sedemikian rupa untuk memaksimumkan utilitas/kepuasan harapan
mereka, dari kekayaan. Pelaporan informasi yang berguna bagi investor-investor
rasional disebut decision usefullness approach.

Efficient contracting berpendapat bahwa kontrak perusahaan menjadi dasar


kebutuhan informasi akuntansi. Laporan keuangan menimbulkan kepercayaan.
Kebutuhan yang utama, lain dengan akuntansi nilai sekarang, adalah
reliabilitas.Perbedaan utama yang kedua adalah terkait dengan konservatisme
pada pelaporan keuangan. Berdasarkan konservatisme, kerugian yang belum
terealisasi diakui pada saat itu juga, sedangkan keuntungan tidak diakui sampai
dengan terealisasi.
FIGURE 1.1 ORGANIZATION OF THE
BOOK

Lingkungan akuntansi bersifat sangat kompleks dan menantang.


Kompleksitas dalam lingkungan akuntansi disebabkan karena produk
akuntansi adalah informasi yang merupakan komoditas kuat dan penting.
Alasan utama kompleksitas ini adalah karena tidak adanya konsep
akuntansi yang sempurna dan standar. Alasan lain kompleksitas informasi
adalah karena informasi akuntansi lebih dari mempengaruhi keputusan
individu.

Masalah fundamental dalam teori akuntansi adalah bagaimana mendesain


dan mengimplementasikan konsep dan standard yang mengkombinasikan
penginformasian investor dan peran evaluasi kinerja manajer sebagai
informasi akuntansi.
FIGURE 1.1 ORGANIZATION OF THE
BOOK

Terdapat dua rekasi dasar dari permasalahan fundamental, yaitu:


1. Mengapa tidak menjaga peraturan untuk jumlah minimum yang
diperlukan untuk menyediakan lingkungan yang stabil untuk
perdagangan, untuk menyelesaikan konflik dan hukuman untuk
kesalahan..
2. Mengadakan regulasi untuk melindungi investor dengan dasar bahwa
informasi merupakan sebuah komoditas yang komplek dan penting
dimana kekuatan pasar gagal mengendalikan moral hazard dan
adverse selection.
FIGURE 1.1 ORGANIZATION OF THE
BOOK

Standar akuntansi Rules-Based mencoba untuk memberikan aturan detail


atau rinci mengenai bagaimana menghitung. Sebagai alternatif, standar
akuntansi juga memberikan dasar-dasar umum saja dan selanjutnya
bergantung pada keputusan auditor professional untuk meyakinkan
bahwa penerapan standard tidak salah.
Saat ini, dunia bergerak menuju standar Principles-Based. Namun, pada
kenyataannya meskipun kerangka kerja konseptual telah disusun dengan
kuat, standar tersebut akan menghadapi tekanan dari manajer dan bahkan
pemerintah untuk menyusun pelaporan keuangan dengan keinginan
mereka. Untuk menghindari tekanan tersebut, auditor dan akuntan harus
mengadopsi pandangan jangka panjang dari tanggung jawab mereka.
KOMENTAR