Anda di halaman 1dari 16

REFORMASI AKUNTANSI :

FAKTOR PENENTU PILIHAN PEMERINTAH SETEMPAT

KELOMPOK 1 • DHANI RAMDHANI


• EDY SUPRIANTO
• PEATRIC OLIVIA
• R. ERROL FERDIANZYAH
PENDAHULUAN 2

Jurnal ini membahas tentang penerapan sistem akuntansi berbasis akrual pada Pemerintah Italia
setempat (LGs Italia) dimana penerapannya dipadukan dengan sistem akuntansi tradisional.

Tujuan penelitian adalah untuk menguji secara empiris faktor-faktor yang mempengaruhi
keputusan LGs Italia untuk menggunakan sistem terintegrasi untuk mengenalkan akuntansi
akrual walaupun tidak diatur dalam kebijakan pemerintah bahkan ketika regulasi tidak
mengizinkan untuk mengubah akuntansi penganggaran tradisional
LATAR BELAKANG : AKUNTANSI AKRUAL PADA SEKTOR PUBLIK DAN LG’S ITALIA
3
Inovasi di bidang akuntansi dan keuangan sebagai bagian utama dari New Public Management

AKUNTANSI AKRUAL

Implementasi di Pemerintah Italia setempat LG’s Italia


Melalui penetapan Kebijakan 77/95 (Kebijakan 1995) oleh Parlemen Italia
LITERATUR DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 4
 Rational Theory
• Contingency Theory
 kinerja suatu organisasi tergantung pada konsistensi struktur dan sistem organisasi,
 Tidak ada sistem akuntansi dan pelaporan yang sama berlaku untuk semua organisasi,
 Organisasi akan menggunakan teknologi akuntansi yang baru untuk mencari sistem akuntansi mana
yang lebih cocok,
 Desain sistem akan tergantung pada kemampuan organisasi untuk mengenali dan beradaptasi
dengan perubahan faktor eksternal dan internal, seperti ukuran organisasi, ketidakpastian
lingkungan, dan teknologi,
 Keterbatasan utama dari pendapat rasional adalah bahwa mereka cenderung mengabaikan dampak
sosial pada pilihan inovasi organisasi.
LITERATUR DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 5
 lnstitusional Theory
• Neoinstitutional Theory (Powell and di Maggio, 1991)
 Perubahan struktural adalah hasil dari proses yang dirancang untuk membuat organisasi menjadi
sama, tanpa harus membuatnya lebih efisien

• Legitimacy (Deegan et al., 2001) dan Resource Dependent (Dowling and Pfeffer, 1975)
 Organisasi terus mencari untuk memastikan bahwa mereka beroperasi dalam batas-batas dan
norma-norma masyarakat,
 Legitimasi sebagai sumber daya organisasi yang bertahan hidup dan menunjukkan bahwa manajer
akan berusaha untuk menjamin pasokan sumber daya tersebut,
 Pilihan sistem akuntansi dan pelaporan dapat menjadi bagian dari strategi untuk mendapatkan,
mempertahankan, atau memperbaiki legitimasi,
 Beberapa faktor yang mempengaruhi adalah ukuran dan visibilitas, isu-isu politik dan sosial, kinerja
organisasi, dan proses internal.
LITERATUR DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 6

Hipotesis Pernyataan Theory


H1 Size LG’s yang besar lebih memungkinkan untuk menerapkan sistem both
akuntansi akrual.
H2 Geographic location Lokasi geografis LG’s mempengaruhi organisasi untuk menggunakan Institusional
akuntansi berbasis akrual
H3 Social capital Semakin besar social capital, semakin mungkin LG’s menerapkan Institusional
sistem akuntansi akrual
H4 Access to external financial Akses terhadap sumber keuangan eksternal akan meningkatkan Rational
resources kemungkinan LG’s menerapkan sistem akuntansi akrual
H5 Preparers perceptions LG’s yang CFOnya lebih yakin tentang kegunaan dari akuntansi akrual Institusional
mungkin akan tertarik untuk menerapkannya
H6 Slack Kekurangan sumber daya dapat mempengaruhi penggunaan Both
akuntansi berbasis akrual oleh LG’s
H7 Activities performed LG’s yang bergerak di kegiatan pemerintahan cenderung Rational
menggunakan akuntansi berbasis akrual
METODE PENELITIAN 7
• LG dengan populasi di atas 40.000 (184 Kotamadya,103 Provinsi, total 287 LG);
• Wawancara telepon dengan CFO;
• Survei lewat email;
• Wawancara didasarkan pada kuesioner terstruktur yang dibagi menjadi tiga bagian yg masing-masing
ditujukan untuk:
(i) menemukan konfigurasi saat ini atas sistem akuntansi LG (Tradisional vs terpadu);
(ii) menyelidiki persepsi dan keyakinan CFO tentang sistem akuntansi saat ini , sistem yang pada
prinsipnya paling diinginkan, kekuatan dan kelemahan atas akuntansi akrual; dan;
(iii) mengidentifikasi siapa dalam LG telah memilih konfigurasi saat ini dengan sistem akuntansi, dan
mengapa.
• Tingkat pengembalian survey adalah 82%;
• Data lebih lanjut tentang organisasi LG dan lingkungan fitur diambil dari berbagai basis data publik;
• Hipotesis diuji dengan menggunakan regresi logistik;
Tanda yang
H Variabel Referensi Pengukuran Sumber Data
diinginkan
Dependent Dummy (CONFIG) Survey
konfigurasi saat ini atas
sistem akuntansi
tradisional (0)
terpadu (1)
8
I Ukuran Adams (2002) Kompleksitas: Jumlah karyawan Survey Positif
Brudney and Selden (1995) Visibilitas: Jumlah Populasi Institute Statistical National Positif
Burns and Waterhouse (1975) (ISTAT), 2001 Census
Child and Mansfield (1972)
Damanpour (1996)
Khandwalla (1972)

2 lokasi geografis Norris and Moon (2005) empat area dibagi dalam tiga dummy: Institute Statistical National Negatif
 North-West,North-East (NE); (ISTAT), 2001 Census untuk STH
 Pusat (RKT);
 South (STH)
3 Social Capital Alexander (2007) Dummy (UNI) Survey Positif
Norris and Moon (2005)  Tidak ada universitas (0)
Putnam (2000)  Ada Universitas (1)
4 Akses ke pasar modal Stalebrink and Sacco (2003) Dummy untuk rating (RATING) Peringkat lembaga: Moody; Positif
S & P; Kuskus Positif
Dummy untuk obligasi (OBLIGASI) Departemen
Of the interior
5 Persepsi CFO Damanpour (1996) Dummy (MYCONFIG) Survey Positif
 Tidak Mendukung akuntansi akrual (0)
 Mendukung akuntansi akrual (1)
6 Slack (Keterbatasan Damanpour (1991) akumulasi surplus per-kapita 2004 (kuantitatif) (CUMSURPLUS ) Departemen ?
Sumber Daya) Rosner (1968) Of the interior
7 Jenis kegiatan Anessi Pessina (2002) Persentase (Kuantitatif) Departemen Positif
(PCTNIG) Of the interior
VARIABEL KONTROL: Norris and Moon (2005) Dummy (GOVTYPE)
Jenis LG  Provinsi (0)
 kota (1)
HASIL
7

Pemprov vs Pemkot/kab Berdasarkan Lokasi


70% 70%

60%
60%

50%
50%
40%
40%
30%

30%
20%

10% 20%

0% 10%
Perbandingan 1
Pemprov Pemkot/kab
0%

North-East Centre North-West South


9
HASIL
8

Pengaruh
Alasan

19%
22%
42%
81% Organisasi, SDM, Keuangan
Kepatuhan thd UU
36% Lainnya

Dipilih CFO/BUD Keputusan Politik

10
HASIL
9
Pendapat bahwa basis akrual tidak bermanfaat:
• keputusan masih bergantung pada sistem berbasis kas, untuk mengelola sumber daya dan
membatasi pengeluaran
• laporan keuangan berbasis akrual yang berasal dari data berbasis kas menghasilkan informasi dengan
akurasi dan keandalan yang terbatas;
• pejabat publik (managers) tidak akrab dengan teknik akuntansi akrual dan melihat pelaksanaannya di
Pemda hanya sebagai syarat formal

“walaupun basis akrual menyajikan informasi nilai aset dan sumber daya secara dengan lebih baik,
namun konsep2 yang diterapkan dalam sektor privat (return, profit dan losses) dinilai kurang sesuai
dengan sektor publik”

11
HASIL 12

• Hipotesis 2 (area geografis) dan


hipotesis 5 (persepsi CFO) didukung
pada tingkat signifikansi 10% dan
5%.
• Hipotesis yang lain, semua variabel
secara statistik tidak signifikan
HASIL 13

Persepsi CFO
• Akuntansi akrual diterapkan sebagai project CFO, diluar dari kebutuhan aktual Pemda
• CFO yang resisten, karna alasan skill & power, menyebabkan penerapan akuntasi akrual terlambat
Area Geografis
• Pemda di daerah south dan centre cenderung mementingkan inovasi manajerial di banding di daerah
north, namun Roma selatan menjalankan akuntansi akrual
Akses ke Pasar Modal (Rating & Obligasi)
• Pengguna laporan menganggap bahwa akuntansi akrual memiliki keandalan yg terbatas, lebih
mengandalkan laporan berbasis kas
• Pengguna juga lebih cenderung percaya arus kas dibandingkan informasi posisi keuangan
Slack resources
• CFO menganggap keterbatasan sumber daya manusia dan keuangan menghambat inovasi akuntansi.
KESIMPULAN 14
 Penerapan akuntansi akrual di Pemda Italia hanya untuk formalitas dan kepatuhan saja, karena pemda hanya menyesuaikan data
berbasis kas menjadi berbasis akrual.
 Sistem akuntansi tradisional belum ditinggalkan.
 akuntansi akrual yang memberikan informasi yang relevan kepada pengguna eksternal dan internal dipandang lebih baik dari
akuntansi anggaran tradisional, dengan harapan penerapannya dipengaruhi adanya sumber daya (kumulatif surplus), pasar modal,
kegiatan yang memanfaatkan informasi akuntansi akrual.
 Kenyataannya, adopsi akuntansi akrual dipengaruhi oleh lokasi geografis dan persepsi CFO.

 Kesimpulan bahwa informasi akuntansi akrual tidak benar2 berharga (bertentangan dengan literatur yang ada), hal tersebut ditunjukan
dengan:
• tidak ada kebutuhan nyata atau insentif bagi Pemda di Italia untuk menggunakan informasi berbasis akrual untuk pengambilan
keputusan, untuk mengumpulkan uang, atau untuk meningkatkan konsensus di antara para pemilih.
• keandalan dan relevansi laporan akuntansi akrual terancam oleh setidaknya dua hal yaitu penerapan yg berdampingan dengan
akuntansi anggaran tradisional, dan penyesuaian seperti pada standar sektor privat.

• Peran CFO dalam perubahan sistem akuntansi memiliki pengaruh yang besar.
• Dalam hal implikasi kebijakan, CFO secara signifikan dapat mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan reformasi akuntansi dan
karenanya harus terlibat dalam perumusan kebijakan dan meyakinkan tentang peran potensial mereka di bawah sistem akuntansi yang
baru
• variabel lain harus diperhitungkan, termasuk kompetensi, kemampuan, persepsi dan keinginan keseluruhan untuk mengubah manajer
dan politisi
PENELITIAN BERIKUTNYA 15

• Faktor-faktor penentu perubahan akuntansi harus diteliti lebih lanjut dengan


melihat variabel lainnya, seperti orientasi politik dan stabilitas Pemerintah Daerah
dan faktor manusia

• Hubungan antara perubahan akuntansi dan otonomi Pemda dapat dianalisis


menggunakan perbandingan internasional

• Menarik untuk menyelidiki hubungan antara general attitude terhadap inovasi


organisasi dan specific attitude terhadap inovasi akuntansi

• Perspektif statis dan dominan eksternal yang diterapkan dalam makalah ini dapat
dilengkapi dengan dinamis
16

TERIMA KASIH