Anda di halaman 1dari 10

Oleh Kelompok V

1. Nur Sintiya Mohamad


2. Ariyati Pakaya
3. Sri Utami
4. Crissela Dewi Bolota
5. Ziah Anisa Sune
6. Cindrawati
7. Sri Ayunita Mile
Rumusan masalah
1. Apa Pngertian Dari Komunikasi Dan
Jenis Komunikasi ?
2. Apa Yang Dimaksud Dengan Proses
Belajar ?
3. Apa Yang Dimaksud Dengan
Pendidikan Kesehatan ?
Komunikasi merupakan proses kompleks
yang melibatkan perilaku dan memungkinkan individu
untuk berhubungan dengan orang lain dan dunia
sekitarnya. Menurut Potter dan Perry (1993), komunikasi
terjadi pada tiga tingkatan yaitu intrapersonal,
interpersonal dan public.
Komunikasi interpersonal adalah interaksi
yang terjadi antara sedikitnya dua orang atau dalam
kelompok kecil, terutama dalam keperawatan. Komunikasi
interpersonal yang sehat memungkinkan penyelesaian
masalah, berbagai ide, pengambilan keputusan, dan
pertumbuhan personal.
Jenis- Jenis Komunikasi :
1. Komunikasi Verbal  2. Komunikasi Non-
a. Jelas dan ringkas Verbal
b. Perbendaharaan a. Metakomunikasi
kata b. Penampilan personal
c. Arti denotative dan c. Intonasi ( nada suara )
konotatif d. Ekspresi wajah
d. Selaan dan e. Sikap tubuh dan
kesempatan berbicara langkah
e. Waktu dan relevansi f. Sentuhan
f. Humor
Pembelajaran adalah suatu perubahan disposisi atau
kapabilitas manusia yang berlagsung selama periode
waktu tertentu dan tidak dapat semata-mata ditentukan
oleh pertumbuhan. Pembelajaran ditentukan oleh
perubahan perilaku. Aspek penting dari pembelajaran
adalah keinginan individu untuk belajar, dan untuk
bertindak berdasarkan apa yang dipelajari.

Sebagai contoh, seseorang yang didiagnosis menderita


diabetes berkeinginan untuk mempelajari diet khusus
yang diperlukan dan kemudian merencanakan dan
mengikuti diet yang dipelajari tersebut.
Amerika Nurse Assosiation (ANA) mencantumkan empat
standar praktik keperawatan klinis yang berkaitan secara
langsung dengan belajar dan mengajar.

1. Pedoman Belajar dan Mengajar


 Aktivitas pembelajaran harus membantu pelajar mencapai
tujuan pembelajaran individu. Tujuan ini harus ditentukan
bersama klien (pelajar) dan perawat (pengajar).
 Hubungan antara pelajar dan pengajar itu penting, hubungan
yang saling menerima dan konstruktif akan sangat membantu
pembelajaran.
 Perawat-pendidik harus mampu berkomunikasi dengan jelas
dan singkat, kata-kata yang digunakan perawat harus memiliki
makna yang sama bagi pelajar dan pengajar.
 Pengetahuan pelajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi
pembelajaran mereka harus ditetapkan sebelum
merencanakan pengajaran.
 2. Karakteristik Pengajaran Yang Efektif
 Mempertahankan minat pelajar
 Melibatkan pelajar dalam proses belajar atau membuat kemitraan
antara pelajar dan pengajar
 Membantu perkembangan konsep diri yang positif pada pelajar yaitu
pelajar menyakini bahwa mungkin dan berpeluang dilakukan
 Menyusun tujuan yang realistis

 3. Implementasi Rencana Pengajaran


 Perawat perlu fleksibel dalam mengimplementasikan setiap rencana
pengajaran, karena rencana tersebut mungkin membutuhkan revisi.
Pelajar dapat lelah lebih awal dari yang diperkirakan atau yang
dihadapkan dengan terlalu banyak informasi dalam waktu yang terlalu
cepat. Pada kasus ini, peawat mengubah rencana pengajaran dan
mendiskusikan informasi yang di inginkan, memberikan informasi
tertulis, dan menunda pengajaran keterampilan psikomotorik hingga
hari berikutnya.
 4. Pedoman Pengajaran
 Saat mengimlementasikan rencana pengajaran, perawat akan merasakan
bahwa pedoman berikut ini membantu :
 Waktu yang optimal untuk tiap sesi sangat bergantung pada pelajar.
 Kecepatan dari tiap sesi pengajaran juga memengaruhi pembelajaran, para
perawat harus sensitif terhadap setiap tanda yang menunjukkan bahwa
kecepatan pengajaran terlalu cepat atau terlalu lambat.
 Lingkungan dapat mengganggu atau membantu pembelajaran.

 5. Evaluasi Pembelajaran Dan Pengajaran


 Evaluasi Pembelajaran
 Evaluasi adalah proses berkelanjutan dan proses akhir saat pelajar, perawat,
dan sering kali orang pendukung menentukan apa yang telah dipelajari. Oleh
karena itu, tujuan tidak hanya berfungsi mengarahkan rencana pengajaran,
tetapi juga menyediakan kriteria hasil untuk evaluasi.
 Evaluasi Pengajaran
 Penting bagi perawat untuk mengevaluasi pengajaran mereka sendiri. Perawat
dapat menemukan, misalnya bahwa pelajar terbebani dengan informasi yang
terlalu banyak, merasa bosan, atau termotivasi untuk belajar lebih banyak Baik
pelajar maupun perawat sebaiknya mengevaluasi pengalaman belajar.
Sekumpulan pengalaman yang mendukung kebiasaan, sikap dan
pengetahuan yang berhubungan dengan kesehatan individu, masyarakat dan
ras.
Proses perubahan perilaku kesehatan yang dinamis, bukan hanya
proses pemindahan materi dari seseorang ke orang lain dan bukan pula
seperangkat prosedur.
Profesi yang mendidik masyarakat tentang kesehatan. wilayah di
dalam profesi ini meliputi kesehatan lingkungan, kesehatan fisik, kesehatan
sosial, kesehatan emosional, kesehatan intelektual, dan kesehatan rohani. Hal
ini dapat didefinisikan sebagai prinsip dengan mana individu dan kelompok
orang belajar untuk berperilaku dengan cara yang kondusif untuk promosi,
pemeliharaan, atau restorasi kesehatan .

Adapun tujuan Pendidikan kesehatan adalah yaitu sebagai berikut :


1. Menjadikan kesehatan sebagai suatu yang bernilai di masyarakat.
2. Menolong individu agar mampu secara mandiri atau kelompok
mengadakan kegiatan untuk mencapai tujuan hidup sehat.
3. Mendorong pengembangan dan penggunaan secara tepat sarana
pelayanan kesehatan yang ada.