Anda di halaman 1dari 22

Menyelesaikan Pengujian Dalam Siklus

Penjualan dan Penagihan Piutang Usaha

Kelompok 3
Naumi Nofianna (0114101202)
Nisa Putri Indriani (0115101123)
Reviana Sandha (0115101338)
Ismailana Salwa A (0115101503)
Anastasia Putri R (0116101062)
Metodologi untuk Merancang
Pengujian atas Rincian Saldo

Bukti yang tepat yang akan diperoleh dari


perngujian atas rincian saldo harus diputuskan
berdasarkan tujuan per tujuan. Karena
beberapa interaksi mempengaruhi kebutuhan
akan bukti dari pengujian atas rincian saldo,
keputusan audit ini dapat kompleks.
Mengidentifikasi Risiko Bisnis Klien yang
Mempengaruhi Piutang Usaha (Tahap I)
Pengujian usaha didasarkan pada prosedur
penilaian risiko auditor yang memberikan
pemahaman mengenai bisnis dan industri klien.
Sebagai bagian dari pemahaman ini, auditor
mempelajari industry dan lingkungan ekseternal
klien serta mengevaluasi tujuan manajemen dan
proses bisnis untuk mengidentifikasi risiko bisnis
klien yang signifikasn yang dapat mempengaruhi
laporan keuangan , termasuk piutang usaha.
Menetapkan Materialitas Kinerja dan
Menilai Risiko Inheren (Tahap I)
Ketika menilai suatu risiko inheren bagi setiap
tujuan untuk akun-akun seperti piutang usaha,
auditor mempertimbangkan risiko bisnis klien dan
sifat klien serta industrinya. Standar auditing
mengindikasikan bahwa auditor harus
mengindentifikasikan secara formal risiko
kecurangan tertentu menyangkut pengakuan
pendapatan. Hal ini mungkin akan mempengaruhi
penilaian risiko inheren oleh auditor untuk tujuan-
tujuan seperti keberadaan atau eksistensi, pisah
batas penjualan, serta pisah batas retur dan
pengurangan penjualan.
Menilai Risiko Pengendalian untuk Siklus
Penjualan dan Penagihan (Tahap I)
Bagi sebagian besar perusahaan,
pengendalian internal terhadap penjualan dan
penerimaan kas serta piutang usaha terkait
setidaknya harus cukup efektif karena
manajemen sangat menginginkan catatan yang
akurat untuk mempertahankan hubungan baik
dengan pelanggan.
• Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian
substansif atas transaksi (tahap II)
Membahas perancangan prosedur audit untuk pengujian
pengendalian dan pengujian subtansif atas transaksi ,memutuskan ukuran
sampel ,dan mengevaluasi hasil dari pengujian-pengujian tersebut. Hasil
pengujian pengendalian akan menentukan apakah penilaian resiko
pengendalian untuk penjualan dan penerimaan kas harus revisi. Auditor
menggunakan hasil pengujian subtansif atas transaksi untuk menentukan
sejauh mana resiko deteksi yang direncanakan akan dipenuhi bagi setiap
tujuan audit yang berkaitan dengan saldo piutang usaha.
• Merancang dan melaksanakan prosedur analitis (tahap III)
Prosedur analisis sering kali dilakukan selama tiga tahap
audit:selama perencanaan,ketika melaksanakan pengujian yang
terperinci,dan sebagai bagian dari penyelesaian audit. Sebagian besar
prosedur analitis yang dilaksanakan selama tahap pengujian yang
terperinci dilakukan setelah tanggal neraca tetapi sebelum pengujian atas
rincian saldo.
Sebagian besar prosedur analitis yang dilaksanakan selama tahap
pengujian yang terperinci dilakukan setelah tanggal neraca tetapi sebelum
pengujian atas rincian jadi masih dibolehkan melakukan prosedur analitis
yang ektensif sebelum klien mencatat semua transaksi selama tahun
tersebut dan menyelesaikan laporan keuangannya.
• Merancang dan melaksanakan pengujian atas rincian saldo piutang
usaha (tahap III)
Pengujian atas rincian saldo yang tepat tergantung pada factor-faktor
yang tercantum pada kertas kerja perencanaan bukti. Risiko deteksi yang
direncanakan untuk setiap tujuan audit yang berkaitan dengan piutang
usaha ditunjukkan pada baris kedua dari bawah. Hal tersebut merupakan
keputusan subjektif yang di buat oleh auditor setelah mengombinasikan
kesimpulan yang dicapai mengenai setiap factor yang tercantum pada
baris tersebut.
MERANCANG PENGUJIAN ATAS
RINCIAN SALDO
Walaupun lebih menekankan akun neraca ketika melakukan pengujian
atas rincian saldo auditor tidak boleh mengabaikan akun –akun laporan
laba rugi karena akun-akun itu di uji sebagai produk smapingan dari
pengujian neraca.sebagai contoh jika auditor mengkorfirmasi saldo
piutang usaha dan menemukan lebih saji yang disebabkan oleh kesalahan
dalam menagih pelanggan ,maka baik piutang usaha maupun penjualan
akan lebih saji.
Prosedur audit yang dipilih dan ukuran sampelnya akan sangat
tergantung pada apakah bukti yang direncanakan untuk tujuan tertentu
adalah rendah,sedang atau tinggi.
• Piutang usaha Ditambahkan dengan Benar dan Sama dengan File induk
serta Buku Besar Umum
Konfirmasi piutang usaha merupakan pengujian atas rincian saldo
piutang usaha yang paling penting. Sebagian besar pengujian piutang
usaha dan penyisihan piutang tak tertagih didasarkan pada aged trial
balance. Aged trial balance menyajikan daftar saldo –saldo dalam file
induk piutang usaha pada tanggal neraca,termasuk saldo pelanggaran
individual yang beredar dalam rincian saldo pada waktu antara tanggal
penjualan dan tanggal neraca.
MERANCANG PENGUJIAN ATAS RINCIAN SALDO

• Piutang usaha yang dicatat memang ada


Konfirmasi saldo pelanggan merupakan pengujian atas rincian saldo
yang paling penting untuk menentukan keberadaan atau eksistensi piutang
usaha yang dicatat jika pelanggan tidak merespon konfirmasi,auditor juga
memeriksa dokumen pendukung guna menverfikasi pengiriman barang dan
bukti penerimaan kas untuk menentukan apakah piutang tak tertagih.
• Piutang usaha yang ada telah dincantumkan
Sulit bagi auditor untuk menguji saldo akun yang dihilangkan dari
aged trial balance,kecuali mengandalkan pada sifat menyeimbangkan sendiri
pada file induk piutang usaha.
• Piutang usaha sudah akurat
Konfirmasi akun yang sudah dipilih dari neraca saldo nmerupakan
pengujian atas rincian saldo yang paling umum bagi keakuratan
piutang usaha.jika pelanggan tidak merespon permintaan konfirmasi ,auditor
akan memeriksa dokumen pendukung dengan cara yang sama seperti yang
diuraikan untuk tujan keberadaan.
• Piutang usaha diklasifikasikan dengan benar
Biasanya auditor dapat mengevaluasi klasivikasi piutang usaha
relative jauh lebih mudah dengan mereview aged trial balance untuk
piutang yang material dari klasifikasi,dari pejabat ,direktur,atau pihak
terkait lainnya.
• Pisah batas piutang usaha sudah benar
Salah saji pisah batas (cutoff misstatement) terjadi apabila
transaksi periode berjalan dicatat dalam periode selanjutnya.tujuan
dari pengujian pisah batas,tampa memandang jenis transaksi,adalah
untuk menverfikasi apakah transaksi yang mendekati akhir priode
akuntansi telah dicatat pada periode yang tepat.salah saji pisah
batas dapat terjadi untuk penjualan,retur dan pengurangan
penjualan,dan penerimaan kas.bagi masing-masing pos
tersebut,auditor memerlukan pendekatan rangkap tiga untuk
menentukan kelayakan pisah batas:
1. Memutuskan kriteria pisah batas yang tepat.
2. Mengevaluasi apakah klien memiliki prosedur yang memadai yang
ditetapkan untuk memastikan kelayakan pisah batas.
3. Menguji apakah pisah batas sudah benar.
• Pisah batas penjualan
Sebagian besar klien perusahaan dagang dan perusahaan
manufaktur mencatat penjualan berdasarkan criteria pengiriman barang
akan dapat terjadi sebelum pengiriman (seperti pada kasus barang yang di
buat secara massal).
• Pisah batas retur dan pengurangan penjualan
Prinsip –prinsip akuntansi yang diterima umum mengharuskan
bahwa retur dan pengurangan penjualan ditandingkan dengan penjualan
yang terkait jika jumlahnya material,akan tetapi bagi sebagian besar retur
dan pengurangan penjualan dicatat pada periode aqkuntansi dimana hal itu
terjadi.
• Pisah batas penerimaan kas
Untuk sebagian besar audit,pisah batas penerimaan yang benar
kurang begitu penting dibandingkan pisah batas penjualan atau retur dan
pengurangan penjualan karena pisah batas kas yang tidak tepat hanya
mempengaruhi saldo kas dan piutang usaha, bukan laba.
Jauh lebih mudah menguji salah saji pisah batas penerimaan kas
yang (yang sering disebut sebagai penyelenggaraan pembukuan
penerimaan kas terbuka) dengan menelusuri penerimaan kas yang dicatat
kesetoran bank periode selanjutnya pada laporan bank. Jika terjadi
penundaan selama beberapa hari, hal tersebut dapat menunjukkan salah
saji pisah batas.
Piutang Usaha Dinyatakan pada Nilai
Realisasi
Nilai realisasi piutang usaha sama dengan piutang
usaha kotor dikurangi penyisihan piutang tak tertagih.
Untuk menghitung penyisihan, klien mengestimasi total
jumlah piutang usaha yang diperkirakan tidak dapat
ditagih. Auditor menghadapi dua kekurangan dalam
mengevaluasi penyisihan dengan mereview setiap saldo
tidak lancar pada aged trial balance:
• Pertama, piutang lancar diabaikan ketika menetapkan
kecukupan penyisihan, walaupun beberapa jumlahnya
tidak diragukan lagi akan menjadi tidak tertagih.
• Kedua, sulit membandingkan hasil tahun berjalan
dengan tahun sebelumnya atas dasar tidak terstruktur.
Penyajian dan Pengungkapan Piutang
Usaha
Pengujian terhadap empat tujuan audit yang
berkaitan dengan penyajian dan pengungkapan
umumnya dilakukan sebagai bagian dari tahap
penyelesaian audit. Tetapi, beberapa pengujian atas
penyajian dan pengungkapan sering kali dilakukan
dengan pengujian untuk memenuhi tujuan audit yang
berhubungan dengan saldo.
Bagian penting dari evaluasi adalah memutuskan
apakah klien memiliki jumlah terpisah yang material
yang memerlukan pengungkapan terpisah dalam
laporan.
Konfirmasi Piutang Usaha

Konfirmasi piutang usaha yaitu konsep yang


terus berulang dalam pembahasan mengenai
perancangan pengujian atas rincian saldo piutang
usaha. Tujuan utama konfirmasi piutang adalah
memenuhi tujuan eksistensi, keaukuratan, serta pisah
batas. Konfirmasi adalah respon tertulis langsung dari
pihak ketiga dalam bentuk kertas atau elektronik, dan
dianggap bukti sangat terpercaya karena diterima
langsung dari pihak ketiga.
Jenis Konfirmasi
Dalam melakukan prosedur konfirmasi, auditor harus memutuskan
jenis konfirmasi yang akan digunakan:
1. Konfirmasi positif adalah komunikasi dengan debitor yang
meminta pihak penerima untuk mengkonfirmasi secara
langsung apakah saldo pada permintaan konfirmasinya
benar atau salah.
2. Formulir konfirmasi yang kosong adalah jenis konfirmasi
positif yang tidakn menyatakan jumlah pada konfirmasi tetapi
meminta penerimanya untuk mengisi saldo atau melengkapi
informasi lain.
3. Konfirmasi faktur adalah jenis konfirmasi positif lainnya di mana
setiap faktur akan dikonfirmasi, dan bukan saldo piutang usaha
pelanggan secara keseluruhan.
Konfirmasi Negatif (negative
confirmation)

Konfirmasi negatif ini ditujukan kepada debitor


tetapi hanya akan meminta respon jika debitor tidak
setuju dengan jumlah yang dinyatakan dan dengan
konformasi negatif kegagalan untuk menjawab harus
dianggap sebagai respons yang benar, walaupun
mungkin debitor mengabaikan permintaan konformasi.
Penetapan Waktu

Konfirmasi baru akan didapatkan jika konfirmasi itu


dikirim sedekat mungkin denga tanggal neraca, maka bukti
tersebut yang paling bisa diandalkan yang memungkinkan
auditor untuk menguji secara langsung saldo piutang usaha pada
laporan keuangan tanpa harus membuat kesimpulan mengenai
transaksi yang terjadi antara tanggal konfirmasi dan tanggal
neraca. Tetapi agar menyelesaikan audit secara tepat waktu,
auditor perlu mengkonfirmasi piutang pada tanggal iterim.
Keputusan Sampling

Faktor utama yang mempengaruhi ukuran sampel untuk


mengkonfirmasi piutang usaha berada dalam beberapa
kategori dan mencakup hal-hal :
• Materialitas kinerja
• Risiko inheren
• Risiko pengendalian
• Risiko deteksi yang dapat dicapai dari pengujian
substantif lainnya
• Jenis konfirmasi
Pemilihan Item untuk Pengujian
Pada sebagian konfirmasi diperlukan beberapa jenis
stratifikasi. Stratifikasi ini untuk memilih saldo yang akan
dikonformasi. Auditor mempertimbangkan baik nilai setiap piutang
maupun lamanya waktu piutang beredar. Sebagaian besar audit
menekankan pada konfirmasi saldo yang lebih besar dan waktunya
lebih lama karena dapat memungkinkan saldo tersebut mengandung
salah saji yang signifikan.

Verifikasi Alamat dan Penyelenggaraan


Pengendalian
Auditor harus melaksanakan prosedur untuk memverifikasi
alamat surat atau alamat email yang dipakai dalam konfirmasi.
Apabila konfirmasi dikirim melalui surat, auditor harus
menyelenggarakan pengendalian konfirmasi sampai balasannya
dikembalikan oleh pelanggan. Persiapan konfirmasi dapat dibantu
oleh klien, tetapi auditor harus bertanggungjawab atas konformasi
keluar dari si kantor klient tersebut.
Analisis Perbedaan
Jika permintaan konfirmasi dikembalikan oleh pelanggan, auditor harus
menentukan penyebab setiap perbedaan yang dilaporkan. Dalam banyak kasus,
perbedaan itu disebabkan oleh perbedaan waktu antara catatan klien dan
pelanggan.
• Pembayaran telah dilakukan
Perbedaan yang dilaporkan umumnya terjadi ketika pelanggan
melakukan pembayaran sebelum tanggal konfirmasi, tetapi klien belum menerima
pembayaran pada waktu melakukan pencatatan sebelum tanggal konfirmasi.
• Barang belum diterima
Perbedaan ini umumnya terjadi karena klien mencatat openjualan pada
tanggal pengiriman dan pelanggan mencatat akuisisi ketika barang diterima.
• Barang telah dikembalikan
Kelalaian klien untuk mencatat memo kredit dapat diakibatkan oleh perbedaan
waktu atau pencatatan retur dan pengurangan penjualan yang tidak tepat.
• Kesalahan klerikal dan jumlah yang diperdepatkan
Jenis perbedaan yang paling mungkin dilaporkan dalam catatan klien adalah jika
pelanggan menyatakan bahwa ada kesalahan harga yang dikenakan atas barang,
barang rusak, kuantitas barang yang tepat belum diterima dan sebagainya.
Menarik Kesimpulan
Jika semua perbedaan telah diselesaikan, termasuk
yang ditemukan dalam melakukan prosedur alternatif,
auditor harus mengevaluasi ulang pengendalian internal.
Setiap salah saji klien harus dianalisis untuk menentukan
apakah hal tersebut konsisten atau tidak konsisten
dengan tingkat risiko pengendalian yang dinilai pada awal
audit. Jika sejumlah besar salah saji yang terjadi itu tidak
konsisten dengan penilaian risiko pengendalian, auditor
harus merevisi penilaian itu dan mempertimbangkan
pengaruh revisi tersebut kepada audit. Auditor
perusahaan publik juga harus mempertimbangkan
implikasinya bagi audit pengendalian internal terhadap
pelaporan keuangan.
TERIMA KASIH