Anda di halaman 1dari 28

Naumi Nofianna (0114101202)

Nisa Putri Indriani (0115101123)


Reviana Sandha (0115101338)
Ismailana Salwa A (0115101503)
Anastasia Putri R (0116101062)
AUDITING II
SIKLUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA
Tujuan keseluruhan dari audit siklus penggajian dan personalia adalah untuk
mengevaluasi apakah saldo akun yang terpengaruh oleh siklus tersebut telah
dinyatakan secara wajar sesuai denganprinsip prinsip akuntansi yang diterima umum.
Akun yang umum dalam siklus penggajian dan personalia akan digunakan untuk
mengilustrasikan cara informasi akuntansi mengalir melalui berbagai akun dalam
siklus penggajian dan personalia. Dalam sebagian besar system, akun gaji dan upah
akrual hanya akan diguakan pada akhir periode akuntansi. Selama periode berjalan,
beban baru akan dicatat apabila karyawan telah benar benar dibayar dan bukan ketika
biaya tenaga kerja terjadi. Akrual untuk tenaga kerja dicatat dengan ayat jurnal
penyesuaian pada akhir periode bagi setiap biaya tenaga kerja yang dihasilkan tetapi
belum dibayar.
Siklus penggajian dan personalia dimulai dengan merekrut
karyawan dan diakhiri dengan membayar karyawan tersebut
atas jasa yang mereka laksanakan dan pemotongan pajak
oleh pemerintah serta institusi lain dan pajak gaji serta
manfaat akrual. Jadi, siklus tersebut melibatkan perolehan
jasa dari karyawan yang konsisten dengan tujuan
perusahaan, dan akuntansi yang tepat untuk jasa tersebut.
Sumber Daya Manusia
Departemen sumber daya manusian menyediakan sumber yang independen untuk
mewawancarai dan merekrut personel yang memenuhi kualifikasi. Departemen tersebut
juga merupakan sumber catatan yang independen bagi verifikasi internal atas informasi
upah. Termasuk penambahan dan penghapusan gajiserta perubahan upah dan
pengurangan.

Catatan personalia(personel records) meliputi data seperti tanggal mulai bekerja,


investigasi personil, tingkat pembayaran, pengurangan yang diotorisasi, evaluasi kinerja dan
tanggal berhenti bekerja.

Formulir otorisasi pengurangan. Formulir ini digunakan untuk


mengotorisasi pengurangan gaji, termasuk jumblah pembebasan untuk pemotongan pajak
pengasilan, 401(K) dan program tabungan pension lainnya, obligasi tabungan A.S. serta
iuran serikat pekerja.

Formulir otorisasi tingkat pembayaran.formulir ini digunakan untk mengotorisasi tingkat


pembayaran. Sumber informasinya adalah kontrak tenaga kerja, otorisasi oleh manajemen,
atau dlam kasus pejabat perusahaan, otorisasi dari dewan direksi.
Pencatatan Waktu Dan Persiapan Penggajian
Pencatatan waktu (timekeeping) dan persiapan penggajian merupakan hal yang
penting dalam audit penggajian karena mempengaruhi secara langsung beban
peggajian dalam setiap periode. Untuk mencegah salah saji dalam epat aktivitas
berikut diperlukan pengendalian yang memadai :
• Penyiapan kartu waktu oleh karyawan
• Pengikhtisaran dan penghitungan pembayaran kotor, pengurangan dan
pembayaran bersih
• Penyiapan cek gaji
• Penyiapan catatan gaji
Kartu waktu (time card). Adalah dokumen yang mengidentifikasi waktu per jam
karyawan mulai dan berhenti bekerja setiap hari serta jumlah jam kerja karyawa.
Kartu waktu ini dapat berupa formulir kertas atau electronic, dan dapat disiapkan
secara otomatis oleh jam waktu atau pembaca kartu identifikasi. Kartu waktu ini
biasanya diserahkan setiap minggu.
Karyawan yang menerima gaji tetap atau pembebasan biasanya tidak mengisi kartu
waktu. Mereka hanya diharuskan mengisi laporan waktu untuk mengklaim upah
lembur, cutih libur atau sakit.

Tiket waktu pekerjaan. Tiket waktu pekerjan adalah formulir yang menunjukkan
pekerjaan mana yang dikerjakan karyawan selama periode waktu tertentu. Formulir
ini hanya digunakan oleh seorang karyawanmelakukan pekerjaan berbeda atau
bekerja dalam departemen yang berbeda. Tiket waktu pekerjan seringkali diakukan
secra electronic dengan system pelaporan waktu dan beban
File transaksi penggajian. File yang dibuat oleh komputer ini mencantumkan
semua transaksi penggajian yang diproses oleh sistem akuntansi selama satu
periode, seperti satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun. File tersebut
berisi semua informasi yang dimasukkan ke dalam sistem dan informasi
tentang setiap transaksi seperti nama karyawan, dan nomer identifikasi,
tanggal, pembayaran kotor dan bersih, berbagai jumlah pemotongan pajak dan
klasifikasi akun atau klasifikasi.

Jurnal atau data penggajian. Laporan ini dibuat dari file transaksi penggajian
dan umumnya mencantumkan nama karyawan, jumlah penggajian kotor dan
bersih, jumlsh pemotongan, serta klasifikasi akun atau klasifikasi transaksi.
File induk penggajian (payroll master file) adalah file computer yang digunakan
untuk mencatat transaksi penggajian bagi setiap karyawan dan mempertahankan
total upah karyawan yang dibayar selama tahun tersebut hingga tanggal saat ini.

Cek gaji. Cek gaji ditulis untuk selanjutnya diserahkan kepada karyawan sebagai
pertukaran atas jasa yang dilakasanakannya. Jumlah cek tersebut merupakan
pembayaran kotor dikurangi pajak dan potongan lainnya. Cek itu disimpan sebagai
bagian dari fungsi penyiapan penggajian, tetapi tanda tangan yang diotorisasi telah
membuat cek tersebut sebagai aktiva. Setelah cek gaji dicairkan oleh karyawan,
cek yang dibatalkan lalu dikembalikan keperusahaan dari bank. Cek gaji seringkali
disetorkan secara langsung dari rekening bank setiap karyawan.
Rekonsiliasi rekening bank penggajian. Rekonsiliasi bank independen
merupakan hal yang penting bagi semua akun kas, termasuk penggajian,
untuk menemukan kesalahan dan kecurangan. Akun penggajian impress
(imprest payroll account) adalah akun penggajian terpisah dimana saldo
bernilai kecil dipertahankan.
Formulir W-2 adalah formulir yang dikirim kesetiap karyawan untuk
mengikhtisarkan setiap menghasilan karyawan selama tahun kalender,
termasuk pembayaran kotor, dan potongan FICA (jaminan sosial).

SPT pajak penghasilan. Adalah formulir yang diserahkan ke unit


pemerintah local, Negara bagian, dan federal untuk menunjukkan
pembayaran pajak yang dipotong dan pajak perusahaan. Sifat dan
tanggal jatuh tempo formulir tersebut bervariasi tergantung pada jenis
pajaknya. Formulir tersebut disiapkan dari informasi yang ada pada induk
file penggajian dan biasanya dibuat oleh komputer.
Pengendalian internal untuk penggajian biasanya sangan tersruktur dan terkendali dengan
baik untuk mengelola pengeluaran kas, meminimalkan keluhandan ketidakpuasan para
karyawan, serta miminimalkan kecurangan penggajian. Cek gaji dan semua jurnal yang
terkait serta catatan penggajian biasanya diproses oleh komputer. Karena perihal
pembayaran gaji relatif umum dari perusahaan keperusahaan,maka harus tersedia sistem
komputer yang berkualitas tinggi. Karena memproses penggajian serupa pada sebagian
besar organisasi, dan program harus dimodifikasi setiap tahun terhadap perubahan skedul
pemotongan pajak,umumnya perusahaan menggunakan jasa penggajian dari luar untuk
pemproses penggajian. Auditor juga dapat mengandalkan pada pengendalian internal
organisasi jasa. Hal ini bisa diterima jika auditor organisasi jasa menerbitkan laporan yang
sering kali disebut sebagai laporan SAS 70 mengenai pengendalian internal organisasi jasa.
Walaupun pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi
merupakan bagian yang paling penting dalam menguji penggajian, pengujian
dalam bidang ini biasanya tidak bersifat ekstensif. Banyak audit menghadapi
risiko salah saji yang material yang rendah atau minimal, walaupun penggajian
sering kali menjadi bagian yang signifikan dari total beban. Ada tiga alasan atas
hal ini :
• Karyawan kemungkinan besar akan mengajkan keluhan kepada manajemen
jika mereka dibayar terlalu rendah.
• Semua transaksi penggajian tipikal seragam dan tidak rumit
• Transaksi penggajian merupakan subjek audit pemerintah Negara bagian dan
federal menyangkut pemotongan pajak penghasilan, jaminan social, dan
pajak pegangguran.
• Pengendalian internal bervariasi dari perusahaan keperusahaan. Karena itu,
auditor harus mengidentifikasi pengendalian, defisiensi yang signifikan, dan
kelemahan yang merial untuk setiap organisasi.
• Pengendalian yang akan digunakan oleh auditor untuk mengurangi peniaian
risiko pengendalian harus diuji dengan pengujian pngendalian.
• Jika klien merupakan sebuah perusahaan publik, tingkat pemahaman
pengendalian dan luas pengujian pengendalian harus mencukupi untuk
menerbitkan opini tentang keefektifan pengendalian internal terhadap laporan
keuangan.
• Pengujian substantive atas transaksi bervariasi tergantung pada risiko
pengendalian yang dinilai dan pertimbangan audit lainnya, seperti pengaruh
pengendalian terhadap persediaan.
• Pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi akan
digabungkan jika memungkinkan dan dilaksanakan dengan cara senyaman
mungkin, dengan menggunakan program audit format kinerja.

Pemisahan tugas yang memadai. Pemisahan tugas merupakan hal yang


penting dalam siklus penggajian dan personalia, terutama untuk mencegah
pembayaran berlebihan dan pembayaran kepada karyawan yang tidak ada atau
fiktif.
• Otorisasi yang tepat. Hanya departemen sumber daya manusia yang
boleh mengotorisasi untuk menambah dan menghapus karyawan dari
daftar penggajian atau mengubah tingkat upah serta pemotongan.
Jumlah jam kerja setiap karyawan, terutama lembur, harus diotorisasi
oleh penyelia karyawan. Persetujuan dapat dibubuhkan pada semua
kartu waktu atau dilakukan atas pengecualian hanya untuk jam lembur
saja.

• Dokumen dan catatan yang memadai. Dokumen dan catatan yang


memadai tergantung pada sifat system penggajian . kartu waktu atau
catatan memang diperlukan untuk karyawan perjam atau paruh waktu
tetapi tidak untuk karyawan tetap. Untuk karyawan yang dibayarkan
berdasarkan tingkat potongan atau system intensif lainnya, diperlukan
catatan yang berbeda. Bagi banyak perusahaan, catatan waktu harus
memadai untuk mengakumulasi biaya penggajian menurut pekerjaan
atau penugasan.
• Pengendalian fisik terhadap aktiva dan catatan. Akses ke cek gaji
yang belum ditandatangani harus dibatasi. Cek harus
ditandatangini oleh karyawan yang bertanggung jawab, dan
penggajian harus didistribusikan oleh seorang yang independen dari
fungsi pengendalian dan pencatatan waktu. Setiap cek yang tidak
diklaim atau dicairkan harus dikembalikan untuk disetor ulang. Jika cek
ditandatangani oleh mesin tandatangan , akses kemesin tersebut
harus dibatasi.

• Pengecekan yang independen atas kinerja. Penghitungan


penggajian harus diverifikasi secara independen,termasuk
perbandingan total batch dengan laporan ikhtisar. Seorang anggota
manajemen atau karyawan lain yang bertanggung jawab harus
mereview output penggajian untuk melihat salah saji atau jumlah yang
tidak biasa. Jika tenaga kerja manufaktur mempengaruhi peniaian
persediaan atau jika diperlukan untuk mengakumulasi biaya
berdasarkan pekerjaan, akan dibutuhkan pengendalian yang memadai
Pajak penggajian dan pemotongan pajak lainnya merupakan hal yang penting bagi
perusahaan.

Penyipan formulir pajak penggjian. Sebagai bagian dari pemahaman atas


pengendalian internal, auditor haru mereview penghasilan dari setidaknya salah saji
satu jenis formulir pajak penggajian yang merupakan tanggung jawab klien. Potensi
kewajiban berupa pajak yang belum dibayar, denda, dan bunga akan muncul jika
klien lalai menyiapkan formulir pajak secara benar. Formulir pajak penggajian
adalah untuk pajak seperti pajak penghasilan pemerintah federal dan pemotongan
pajak FICA, pemotongan pajak pemerintah bagian dan kota, serta pajak
pengangguran pemerintah federal dan Negara bagian.
Pembayaran potogan pajak penggajian dan pemotongan
lainya secara tepat waktu.

Auditor harus menguji apakah klien telah memenuhi kewajiban


hukumnya untuk menyerahkan pembayaran semua pemotongan
pajak penggajian sebagai bagian dari pengujian penggajian
walaupun pembayaran biasanya dilakukan dari pengeluaran kas
umum.
Auditor seringkali memperluas prosedur audit penggajiannya jika penggajian
mempengaruhi secara signifikan penilaian persediaan.

Hubungan antara penggajian dan penilaian persediaan.

Jika penggajian merupakan bagian yang signifikan dari persediaan, yang


merupakan hal yang umum agi perusahaan manufaktur dan konstruksi, klasifikasi
akun penggajianyang tidak tepat dapat mempengaruhipenilaian aktiva
material untuk akun akun seperti barang dalam proses, barang jadi, atau konstruksi
dalam proses.
Mengeluarkan cek gaji kepada karyawan yang sudah tidak bekerja lagi di
perusahaan masih sering dilakukan padahal karyawan tersebut sudah berhenti
bekerja. Orang yang sering melakukan jenis penggelapan ini biasanya adalah klerk
penggajian, mandor, rekan karyawan, atau mungkin karyawan itu sendiri. Peluang
melakukan penggelapan dengan cara dapat mencatat absen masuk seorang
karyawan dan menyetujui kartu pada akhir periode waktu kemudian mendistribusikan
cek pembayaran atau jika penggajian disetorkan langsung ke rekening karyawan.
Terjadinya kecurangan waktu apabila seorang karyawan
melaporkan waktu yang lebih banyak dari yang sebenarnya
dikerjakanm dikarenakan kurangnya bukti yang tersedia maka sulit
bagi auditor untuk mengungkapkan kecurangan waktu. Salah satu
prosedurnya dengan merekonsiliasi total jam yabg dibayar menurut
catatan penggajian dengan catatan jam kerja yang independen, yang
sering diselenggarakan oleh pengendalian produksi.
Penggantian atas beban perjalanan dan hiburan
merupakan bagian dari siklus akuisisi dan pembayaran namun
auditor sering kali melakukan prosedur tambahan sebagai
bagian dari pengujian pengganjian dan personalia.
Metodologi Untuk Merancang Pengujian atas Rincian Saldo
Selama tahap kedua audit yang pertama, auditor menilai risiko pengendalian dan melaksanakan
pengujian pengendalian serta pengujian substantif atas transaksi setelah menyelesaikan
pengujian tetsebut dan menilai kemungkinan salah saji akun laporan keuangan dalam siklus
penggajian dan personalia auditor akan mengikuti metodologi untuk merancang pengujian atas
rincian saldo.

Mengidentifikasi Risiko Bisnis Klien yang Mempengaruhi Penggajian (Tahap I)


Risiko bisnis klien yang signifikan yang akan mempengaruhi penggajian tidak mungkin terjadi
pada sebagian besar perusahaan, tetapi risiko bisnis klien itu mungkin terjadi pada kesepakatan
kompensasi yang kompleks (mencakup bonus, rencana opsi saham dan kesepakatan
kompensasi yang ditangguhkan karyawan).

Menetapkan Materialitas Kinerja dan Menilai Risiko Inheren (Tahap I)


Perusahaan memiliki sejumlah besar transaksi yang melibatkan penggajian dengan total nilai
yabg besar. Tetapi akun-akun neraca biasanya tidak berjumlah signifikan kecuali tenaaga kerja
yang dibebankan ke persediaan. Selain potensi kecurangan risiko inheren umumnya juga rendah
untuk semua tujuan audit yang berkaitan dengan saldo.
Bonus Akrual
Pada banyak perusahaan, bonus akhir tahun yang belum dibayar kepada para pejabat
dan karyawan merupakan pos yang sangat besar sehingga kelalaian untuk mencatatnya akan
menimbulkan salah saji yang material. Verifikasi atas akrual yang tercatat biasanya dapat
dicapai dengan membandingkannya dengan jumlah yang diotorisasi pada risalah rapat dewan
direksi.
Pembayaran Cuti Liburan, Cuti Sakit, atau Tunjangan Akrual Lainnya
Akrual dari kewajiban tersebut yang relative konsisten dengan tahun sebelumnya
merupakan pertimbangan paling penting ketika mengevaluasi kewajiban jumlahnya. Kebijakan
perusahaan untuk mencatat kewajiban harus ditentukan pertama kali, baru kemudian jumlah
yang tercatat harus dihitung ulang. Kebijakan perusahaan ini harus sesuai dengan standar
akuntansi mengenai absen yang diberi kompensasi.
Pajak Penggajian Akrual
Pahak penggajian, seperti FICA dan pajak pengangguran negar bagian serta federal,
dapat diverifikasi dengan memeriksa formulir pajak yang disiapkan pada periode selanjutnya
untuk menentukan jumlah yang sudah harus dicatat sebagai kewajiban pada tanggal neraca.
Pengujian atas Rincian Saldo untuk Akun Beban
Beberapa aku pada laporan laba rugi dipengaruhi oleh transaksi penggajian. Pos
yang paling penting adalah gaji dan bonus pejabat, gaji kantor, gaji dan komisi penjualan, serta
tenaga kerja manufaktur langsung. Sering kali, biaya dapat dipecah lebih lanjut menurut divisi,
produk atau cabang. Tunjangan atau manfaat seperti asuransi kesehatan juga dapat
dimasukkan dalam beban.
Kompensasi Pejabat
Auditor harus memverifikasi apakah total kompensasi pejabat merupakan jumlah yang
diotorisasi oleh dewan direksi, karena gaji dan bonusnya harus dimasukkan dalam Form 10-K
SEC dan SPT pajak pengasilan federal. Verifikasi kompensasi pejabat juga dijamin karena
beberapa individu mungkin saja mampu membayar dirinya sendiri lebih besar dari jumlah yang
diotorisasi. Pengujian audit yang biasa adalah memperoleh gaji setiap pejabat yang diotorisasi
dari risalah rapat dewan direksi dan membandingkannya dengan catatan pendapatan yang
berhubungan.
Komisi
Auditor dapat memverifikasi beban komisi dengan relative mudah jika tingkat kimisi
sama untuk setiap penjualan dan informasi penjualan yang diperlukan tersedia dalam catatan
akuntansi. Beban komisi total dapat diverifikasi dengan mengalikan tingkat komisi untuk setiap
jenis penjualan dengan jumlah penjualan dalam kategori tersebut.
Beban Pajak Penggajian
Beban pajak penggajian untuk tahun berjalan dapat diuji dengan pertama
merekonsiliasi total penggajian di setiap formulir pahak penggajian dengan total penggajian
untuk seluruh tahun. Total pajak penggajian kemudian dapat dihitung dengan mengalikan tingkat
yang sesuai dengan penggajian kena pajak. Perhitungan tersebut sering kali menghabiskan
waktu karena pajak biasanya hanya dapat diterapkan pada suatu bagian dari penggajian dan
tingkat tersebut mungkin berubah di tengah-tengah tahun jika laporan keuangan wajib pajak tidak
mengikuti dasar tahun kalender. Pada sebagian besar audit, perhitungan tersebut memerlukan
banyak biaya dan biasanya tidak diperlukan kecuali prosedur analitis mengindikasikan bahwa
terdapat masalah yang tidak dapat dipecahkan melalui prosedur lainnya. ketika diperlukan
pengujian biasanya dilakukan bersamaan dengan pengujian akrual pajak penggajian.
Total penggajian
Pengujian yang berhubungan erat dengan pengujian pajak penggajian adalah
rekonsiliasi total beban penggajian dalam buku besar umum dengan SPT pajak penggajian dan
formulir W-2. Tujuan dari pengujian tersebut adalah untuk menentukan apakah transaksi
penggajian dibebankan kea kun non-penggajian atau sama sekali tidak tercatat di jurnal
penggajian. Karena catatan pajak penggajian dan penggajian biasanya disiapkan secara
langsung dari file induk penggajian, salah saji, jika ada, mungkin terdapat di kedua catatan.
Pengujian pengendalian dan pengujian substantive atas transaksi merupakan cara yang lebih
baik dalam mengungkapkan kedua jenis salah saji tersebut dalam sebagian besar audit.
Tenaga Kerja Kontrak
Untuk mengurangi biaya penggajian, banyak organisasi melakukan kontrak dengan
organisasi luar untuk menyediakan staf. Individu yang menyediakan jasa dipekerjakan oleh
organisasi luar.
Tujuan Penyajian dan Pengungkapan
Pengungkapan yang diperlukan untuk transaksi yang kompleks, seperti opsi saham
dan rencana kompensasi pejabat eksekutif lainnya mungkin memerlukan pengungkapan
catatan kaki. Auditor dapat menggabungkan prosedur audit yang berhubungan dengan
keempat tujuan penyajian dan pengungkapan dengan pengujian atas rincian saldo akun
kewajiban dan beban.