Anda di halaman 1dari 55

Gizi Daur Kehidupan

Materi Kuliah PPNI

Enok Sobariah SP. Msi,RD


Klinik Konsultasi Gizi RSUD Cibabat Cimahi
18 Maret 2016
PROSES HUBUNGAN MAKANAN DAN
KESEHATAN

INPUT PROSES OUTPUT OUTCOME

Pertumbuhan
Makanan di Dicerna, Pertumbuhan Sel,
Fisik & Mental/
Diserap, Pemeliharaan Sel,
makan Kecerdasan,
Metabolisme Memperlancar Fungsi
(dikonsumsi) Anatomis & FaaliTubuh,
Produktivitas
Menghasikan energi

Makanan Kesehatan
Siklus Kehidupan Manusia

 Bayi
 Balita
 Anak prasekolah
 Anak sekolah
 Remaja
 Dewasa
 Lansia

 GAMBAR
BAYI
DAN
BALITA
TUJUAN
Pemberian Makan pada Bayi & Balita
1. Memberikan zat gizi yang cukup
untuk
a. Pemeliharaan dan peningkatan
kesehatan
b. Pertumbuhan dan perkembangan
c. Melakukan aktivitas fisik

2. Mendidik kebiasaan makan yang baik


Faktor-faktor yang berpengaruh
terhadap keadaan gizi
1. Kualitas dan kuantitas energi dan semua zat gizi
2. Susunan hidangan : sesuai pola menu seimbang,
bahan makanan yang tersedia setempat, kebiasaan
makan, dan selera terhadap makan
3. Bentuk dan porsi makanan : sesuai dengan daya
terima, toleransi dan keadaan faali bayi/ anak.
4. Kebersihan perorangan dan lingkungan
Jenis Makanan yang Dibutuhkan

 Makanan utama : ASI/ PASI

PASI diberikan bila ASI kurang atau


tidak ada sama sekali. Atau ASI tidak
boleh diberikan karena ibu sakit

 Makanan Pelengkap
buah-buahan, biskuit, makanan lumat
dan makanan lembek
Istilah Makanan Bayi

1. ASI (Air Susu Ibu)

2. PASI (Pengganti Air Susu Ibu)/ Pendamping


Makanan sebagai pengganti ASI, karena ASI kurang
atau oleh suatu sebab ASI tidak dapat diberikan
kepada bayi

3. MAKANAN PELENGKAP:
Makanan diberikan kepada bayi untuk memenuhi
kecukupan gizi menjelang dan sesudah disapih,
sebelum diberi makanan anak
4. MAKANAN LUMAT:
Makanan dalam bentuk halus/ lumat sebagai peralihan
dari pemberian ASI/ PASI ke makanan padat

Contoh: bubur susu

5. MAKANAN LEMBEK
Makanan yang diberikan dalam bentuk lebih padat
daripada makanan lumat sebagai peralihan dari
makanan lumat ke makanan padat

Contoh: nasi tim


Keuntungan menyusui
ASI Menyusui

 Zat-zat gizi yg Menyusui:


 Membantu bonding
lengkap dan perkembangan
 Membantu bonding
 Mudah dicerna dan perkembangan
 Membantu
penjarangan anak
Diserap secara
 membantu menunda
efisien  Melindungi kesehatan
kehamilan
ibu baru
 Melindungi  Melindungi
terhadap kesehatan ibu
infeksi Biaya lebih rendah
dibanding asupan
buatan
Komposisi Kandungan ASI
Kandungan Kolustrum Transisi ASI mature
Energi (kg kla) 57,0 63,0 65,0
Laktosa (gr/ 100 ml) 6,5 6,7 7,0
Lemak (gr/ 100 ml) 2,9 3,6 3,8
Protein (gr/ 100 ml) 1,195 0,965 1,324
Mineral (gr/ 100 ml) 0,3 0,3 0,2
Immunoglubin : 335,9 - 119,6
Ig A (mg/ 100ml) 5,9 - 2,9
Ig G (mg / 100 ml) 17,1 - 2,9
Ig M (mg/ 100 ml)
Lisosin (mg/ 100 ml) 14,2-16,4 - 24,3-27,5
Laktoferin 420-520 - 250-270
Sumber : Pelatihan Manajemen Laktasi, RSCM, 1989.
COLOSTRUM
KANDUNGAN
KEPENTINGAN
 Kaya antibodi Melindungi terhadap infeksi dan
alergi
 Banyak sel darah putih Melindungi terhadap infeksi
 Pencahar Membantu mencegah kuning/icterus

membantu usus berkembang lebih


 Faktor-faktor pertumbuhan sempurna, mencegah alergi dan
ketidakcocokan (intoleransi)

menurunkan keganasan infeksi


 Kaya vitamin A perlindungan penyakit mata
BAHAYA PEMBERIAN ASUPAN BUATAN
Mengganggu bonding

Mudah diare dan


Infeksi saluran Lebih mudah alergi
pernafasan Dan tidak cocok
susu

Diare menetap (kronis) Meningkatnya resiko


Terkena beberapa
Penyakit kronis

Kurang gizi Kelebihan Berat


Kekurangan vit A Badan

Nilai tes kecerdasan


Lebih mudah meninggal Lebih rendah

Ibu
Kemungkinan Meningkatnyaresiko anemi,
Cepat hamil lagi Kanker ovarium dan payudara
REKOMENDASI

 Mulai menyusui ½ - 1 jam setelah persalinan


 Susui secara eksklusif dari umur 0 – 6 bulan
 Berikan MP ASI pada setelah usia 6 bulan
 Teruskan menyusui sampai usia bayi 2 tahun
atau lebih

enok
ASI dianggap cukup
 Usia 2 minggu, tidak terjadi penurunan BB > 10 %.
 Pertumbuhan BB:
Triwulan ke 1: 150-250 gr setiap minggu,
Triwulan ke 2 : 500-600 gr setiap bulan,
Triwulan ke 3 : 350-450 gr setiap bulan,
Triwulan ke 4 :250-350 gr setiap bulan
atau
BB naik 2 x BB lahir pada umur 4-5 bulan
BB 3 x pada umur satu tahun.
BB lahir 3 – 3,25 kg
Bayi < 1 tahun = Umur (bln ) + 9
2
Anak 1 – 6 tahun = 2n + 8

Anak 6 – 12 th = 7N - 5
2
Kebutuhan kalori 80 – 120 kkal/kg BB
Makanan Pendamping ASI
 Diberikan setelah usia 6 bulan
 Melengkapi ASI yang sudah berkurang.
 Mengembangkan kemampuan bayi menerima
makanan dengan berbagai rasa dan bentuk.
 Mengembangkan kemampuan mengunyah dan
menelan.
 Adaptasi dengan makanan yang mengandung energi
tinggi.
PERLU DIPERHATIKAN
MPASI
 Perhatikan kebersihan alat makan.
 Membuat makanan secukupnya.
 Buat variasi makanan.
 Ajak makan bersama anggota keluarga lain.
 Jangan memberi makanan dekat dengan waktu
makan.
 Makanan berlemak menyebabkan rasa kenyang yang
lama
GIZI UNTUK USIA PRASEKOLAH
(PRESCHOOL CHILDREN)
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Status Gizi Anak Prasekolah

Pendidikan orang tua


Pengetahuan Gizi Ibu
Besar Keluarga
Pendapatan Keluarga
Ciri Perkembangan Anak Prasekolah

Perkembangan motorik
Perkembangan bahasa dan berpikir:
- mengerti pembicaraan orang lain
- menyusun dan menambah
perbendaharaan kata
- menggabungkan kata menjadi

kalimat
- pengucapan yang baik dan benar.
Perkembangan sosial.
Nutrisi Yang Dianjurkan
Energi
Untuk aktivitas dan perkembangan dasar
- 55% dari total kalori BMR,
- 25% untuk aktivitas fisik,
- 12% kebutuhan perkembangan, dan
- 9% kalori yang terbuang dengan sendirinya
Kekurangan kalori memaksa tubuh
menggunakan protein sebagai sumber tenaga,
sehingga menyebabkan marasmus
Kekurangan protein menyebabkan
kwashiorkor atau Protein Energi Malnutrition
(PEM)
Protein
 FAO menganjurkan 1,5-2 g/kg BB,
2/3 berasal dari protein hewani.
 Protein diperlukan untuk
pembentukan jaringan otot dan
perlindungan terhadap infeksi.
 Akibat paling nyata dari
kekurangan protein adalah proses
pertumbuhan badan terhambat
KEBUTUHAN ZAT GIZI
Gol Umur 0-6 7-12 1-3 4-6
Energi(Kkal) 550 650 1000 1550
Protein(gr) 10 16 25 39
Vit A (RE 375 400 400 450
Tiamin(B1)(mg) 0.2 0.4 0.5 0.8
RiboFlavin(mg) 0.3 0.4 0.5 0.6
VitB12(μg) 0.4 0.5 0.9 1.2
Asam Folat (μg) 65 80 200 200
Ca (mg) 200 400 500 500
Fosfor P (mg) 100 225 400 400
Fe (mg) 0.5 7.0 8.0 9.0
Zn (mg) 1.3 7.5 8.2 9.7
Niasin(mg) 2 4 6 8
NUTRISI UNTUK USIA SEKOLAH
Usia Sekolah dan Remaja

 Karakteristik pola makan usia sekolah dan


remaja hampir serupa dengan orang dewasa.

 Selera makan yang besar harus disertai


dengan pemenuhan gizi yang baik dan
seimbang.

 Menu sehari harus terdiri dari beragam


makanan, sehingga dapat dipastikan gizi
tercukupi.
Nutrisi Usia Sekolah
(7-12 tahun)

1. Masa pertumbuhan, walau tidak sepesat


masa bayi
2. Selera makan baik bila bersama-sama dengan
teman
3. Kebutuhan zat gizi hampir sama dengan usia
prasekolah, hanya porsi lebih besar, karena
selain berat badan terus bertambah, aktivitas
meningkat
4. Mudah menerima pendidikan gizi, bahkan
mereka akan menyampaikan kepada orang
tuanya di rumah.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan
1. Jadwal makan—sesuaikan dengan aktivitas
sekolah
2. Jangan melewatkan sarapan pagi
3. Ganti jajan dengan bekal makanan dari
rumah
4. Jajan boleh, beri petunjuk makanan jajanan
yang sehat dari segi gizi dan kesehatan.
5. Pengetahuan tentang pengaruh gizi
terhadap kesehatan dan pertumbuhan
penting dan bermanfaat untuk disampaikan.
Mengapa Sarapan penting?

1. Meninggalkan sarapan akan menyebabkan


kekosongan lambung sehingga kadar gula
menurun. Padahal gula merupakan sumber
energi utama otak.
2. Terjadi ketidakseimbangan sistem saraf
pusat diikuti rasa pusing, badan gemetar
atau rasa lelah.
3. Sulit untuk dapat menerima pelajaran
dengan baik.
4. Gairah belajar dan kecepatan reaksi
menurun.
Alasan Anak Usia Sekolah Tidak Sarapan

1. Waktu sangat terbatas, karena jarak sekolah


cukup jauh.
2. Terlambat bangun pagi
3. Tidak selera untuk sarapan pagi
Jajan Bagi Anak Sekolah

Manfaat
 Upaya memenuhi kebutuhan energi karena
aktivitas fisik di sekolah yang tinggi (terutama
untuk anak yang tidak sarapan)
 Pengenalan berbagai jenis makanan jajajanan
akan menumbuhkan kebiasaan
penganekaragaman pangan sejak kecil.
 Memberikan perasaan meningkatnya gengsi
anak di mata teman sekolahnya.
Jajan Bagi Anak Sekolah

Dampak Negatif
 Bila terlalu sering dapat mengurangi nafsu
makan di rumah
 Banyak jajanan yang kurang memenuhi syarat
kesehatan justru mengancam kesehatan anak.
 Dari segi kandungan gizi, sebagian besar
makanan jajanan terbuat dari karbohidrat, jadi
lebih tepat disebut snack antar waktu makan,
bukan sebagai makanan utama.
Kecukupan
Energi & Protein
Umur BB TB Energi Protein
(kg) (cm) (kkal) (gram)

7-9 25 120 1800 45

Laki-laki 35 138 2050 50


10-12

Perempuan 37 145 2050 50


10-12

Sumber : WKNPG, 2004


NUTRISI USIA
REMAJA
Nutrisi Usia Remaja
(Adolesensia 13-19 tahun)
Kebutuhan gizi remaja relatif besar, karena

 Masa pertumbuhan cepat (growth spurt)


- Perempuan usia 10-12 tahun
TB berhenti pada usia 17 tahun.
- Laki-laki mulai pada usia 12-14 tahun.
 Aktivitas fisik lebih tinggi dibanding usia lainnya.

 Intake zat gizi rendah menyebabkan terganggunya


pertumbuhan dan kesehatan.
10 Perilaku Makan Khas Remaja

1. Tidak makan (missing meals), terutama


makan pagi atau sarapan.
2. Kegemaran makan snack dan kembang
gula serta soft drink . Snack (makanan
kecil) umumnya dikonsumsi pada waktu
sore hari setelah pulang dari sekolah.
3. Fast Food
4. Fast Food
5. Mulai mengenal minuman alkohol. Ini
merupakan kebiasaan yang berbahaya.
6. Minuman ringan
7. Adanya makanan yang disukai dan
tidak disukai
8. Konsumsi tinggi energi dan kurang
serat
9. Tingkat konsumsi beberapa zat gizi
rendah. Di antaranya zat besi, kalsium,
vitamin A, vitamin C dan zinc.
10. Obesitas dan diet ketat
Kebutuhan Zat Gizi
Energi
Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi VIII
(WKNPG VIII) tahun 2004 menganjurkan
angka kecukupan gizi (AKG) energi sehari
untuk remaja dan dewasa muda
Perempuan 1900 - 2350 kkal
Laki-laki 2400-2550 kkal

KEBUTUHAN ZAT GIZI

Protein
Kecukupan protein bagi remaja
- 1,5 - 2,0 gr/kg BB/hari.
- AKG protein sehari bagi remaja dan
dewasa muda menurut WKNPG 2004
Perempuan : 50-57 gr
Laki-laki : 60-65 gr
 Karbohidrat
60% dari total kebutuhan Energi
Lemak
15 – 30% dari total energi
GIZI USIA DEWASA DAN
USIA LANJUT
PENGERTIAN
Aging/ Proses Menua
 Aging : Proses kehidupan sejak konsepsi
sampai kematian.
 Breaking down : Perusakan/ pemecahan/
penguraian
 Building up : Proses pembentukan
 Breaking down > building up
 Gerontologi adalah ilmu yang mempelajari
proses menua
 Geriatrik adalah ilmu mengenai pengobatan
(treatment) terhadap orang lanjut usia
Dewasa
 Usia lanjut dini: 45-64 tahun
 Usia lanjut : ≥65 tahun
 Usia Risiko Tinggi : ≥70 tahun

HARAPAN HIDUP
 Wanita > pria
 Ras kulit putih > ras kulit hitam
 Berpendidikan > tidak berpendidikan
 Pendapatan baik > pendapatan kurang
KARAKTERISTIK FISIOLOGIS
(Perubahan yang terjadi)

1. Sekresi hormon:
a. Pada laki-laki : Penurunan sekresi
testosteron dan peningkatan sekresi
gonadotropin
b. Pada perempuan menopouse terjadi
penurunan sekresi hormon estrogen dan
progresteron.
c. Lokasi tubuh tempat hormon menempelkan
diri dan memberikan pengaruhnya terbatas.
2. Fungsi gastrointestinal
Perubahannya mempengaruhi intake dan
utilisasi gizi, diantaranya adalah:
a. Gigi goyang/ tanggal sulit mengunyah
b. Menurunnya fungsi alat pengecap
(hypogeusia), menurunya kepekaan
sensitifitas alat pembau (hyposmia)
c. Kehilangan selera makan (anorexia)
karena defisiensi thiamin (B1) dan Zn
3. Sistem Cardiovascular
a. Debaran jantung menurun
b. Perubahan pada pembuluh darah,
perubahan elastisitas
c. Tekanan darah meningkat
4. Sistem pernapasan
Exercise cenderung memberikan beban
terhadap pernapasan.

5. Fungsi Ginjal
Fungsi glomerular menurun, aliran darah di
ginjal, kapasitas pembentukan urine
menurun,cenderung lebih kental atau encer
6. Fungsi neuromuscular

a. Kemampuan koordinasi menurun


(memegang alat makan, dll)
b. Kekuatan otot menurun (menggenggam)
c. Respon terhadap stimulan melambat
d. Ketajaman penglihatan dan
pendengaran menurun
e. Sistem kerangka tulang kepadatanya
berkurang karena kurang kalsium
f. BMR menurun karena kemampuan
fungsi sel menurun, kebutukan metabolik
menurun
Kecukupan Gizi usia dewasa dan
lanjut

1. Dasar perhitungan angka kecukupan


(WNKPG VI,1998
a. Kecukupan yang dianjurkan didasarkan
pada BB, umur dan jenis kelamin.
b. BB patokan usia dewasa dan lanjut
pria adalah 62 kg, wanita 54 kg.
Dewasa: 20-45 th dan 46 – 59 th
Lanjut : > 60 tahun
Rasional Angka Kecukupan Gizi
untuk Usia Dewasa dan Lanjut

 Energi Kebutuhan kalori menurun karena BMR dan


aktvs fisik menurun. Penurunan 5% AKE disarankan
untuk setiap tahapan pada usia dewasa dan 10%
untuk usia 60 th ke atas.
 Protein Anjuran untuk dewasa adalah 0,85
g/kgBB/hr harus dipertahankan selama periode usia
dewasa.
 Vitamin A,C,asam folat,kalsium dan Iodium.
Disesuaikan dg efisiensi dalam absorpsi
 Thiamin, Riboflavin, dan Niacin
- Zat gizi ini berperan dalam metabolisme
energi
- Anjuran zat gizi ini didasarkan pada
konsumsi sumber energi
- Karena anjuran konsumsi energi menurun
makan anjuran tiga jenis vitamin ini juga
meurun
 Zat besi
Anjuran konsumsi zat besi untuk wanita
menopouse, atau pada usia 50 tahun atau
lebih, mengalami penurunan menjadi 11
mg/hr sedangkan untu pria tetap sama.
 Air dan Serat
6 – 8 gelas/hr sama dengan dewasa awal
Konsumsi buah-buahan cukup, sayuran dan
sereal tumbuk untuk memenuhi kebutuhan serat.
AKG rata-rata yang dianjurkan untuk
usia dewasa dan lanjut (perorang/hr)
Zat Gizi PRIA WANITA
DEWASA LANJUT DEWASA LANJUT
20 - 45 46-59 60+ 20-45 46-59 60+
BB (Kg) 62 62 62 54 54 54
TB (Cm) 165 165 165 156 156 154
Energi ( Kkal) 2800 2500 2200 2200 2100 1850
Protein (gr) 55 55 55 48 48 48
Vit A(RE) 700 700 600 500 500 500
Vit C(mg) 60 60 60 60 60 60
Thiamin(mg) 1,2 1,2 1,0 1,0 1,0 1,0
Riboflavin(mg) 1,5 1,5 1,2 1,2 1,2 1,0
Niacin (mg) 12 12 10 10 9 8
Asam folat(µg) 170 170 170 150 150 150
Kalsium(mg) 500 800 500 500 600 500
Zat besi(mg) 13 13 13 26 14 14
Iodium(µg) 150 150 150 150 150 150
ANJURAN NUTRISI USIA DEWASA DAN
LANJUT
 Gunakan ragam pangan yang disukai
 Sajikan olahan pangan yang cenderung lunak/mudah
dikunyah, ukuran tidak terlalu besar
 Sajikan porsi makan kecil frekuensi sering
 Upayakan selalu ada menu berkuah
 Hati-hati dengan penggunaan suplemen gizi mega
dosis
 Gunakan saos untuk menambah rasa sedap dengan
cara penyajian yang menarik
 Perhatikan dan tindaklanjuti bla ada rekomendasi
 Berprilaku baik