Anda di halaman 1dari 12

Pemahaman Islam dalam Muhammadiyah

Oleh: Juanda

ْ ِ‫ ا‬berasal dari kata ٌ‫سلَم‬


Secara bahasa, ‫سالَم‬ َ / ‫ ِس ْلم‬yang berarti:
selamat )‫سالَم‬
َّ ‫(ال‬, damai dan tentram )‫ان‬ ٌُ ‫ح و األ َم‬ ٌُ ‫ص ْل‬
ُ ‫(ال‬,
berserah diri )‫سالَم‬ْ ‫(اإل ْس ِت‬, tunduk )‫عان‬
َ ‫ض ْوع واإل ْذ‬ ُ ‫ (ال ُخ‬, dan patuh
)Islâm
‫عة‬ ّ menurut
َ ‫الطا‬(. istilah adalah:
Dîn atau agama yang bersumber dari Allah yang dibawa melalui para
Rasul-Nya, sejak Nabi pertama: Adam as hingga Nabi terakhir:
Muhammad saw untuk kemashlahatan manusia di dunia dan di akhirat.
Pernyataan para Nabi bhw mereka muslim bisa dilihat al. dlm QS. 10: 72
(Nuh as); 2: 128-132 (Ibrahim as & anak2nya); 12: 101 (Yusuf as); 7: 126
(Musa as); 3: 52 (Isa as & para pengikutnya), dll.
Stlh agama-agama Samawi mengalami penyimpangan maka istilah Islâm
hanya ditujukan kpd apa yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw yakni:
apa yang diturunkan Allah di dalam Al-Qur’an dan al-Sunnah berupa
aturan yang berisi perintah, larangan dan petunjuk untuk kemashlahatan
manusia di dunia maupun di akhirat kelak.
(Lihat Himpunan Putusan Tarjih, Kitab Masalah Lima, hlm 276). 1
Sumber & Dasar Agama Islam
Pada dasarnya sumber (dasar) agama Islam hanya ada dua,
yakni:
1.Al-Qur'an
2.Al-Sunnah.

Sbg pedoman hidup utama, Al-Q hrs dijadikan sbg sumber


hukum & tolak-ukur kebenaran utk menyelesaikan segala
persoalan mans.
َ ‫اس ِب َما أ َ َر‬
ٌ‫اك‬ ٌِّ ‫اب ٌِب ْال َح‬
ٌَ ‫ق ِلت َ ْح ُك ٌَم بٌَْي‬
ٌ ِ َّ‫ن الن‬ ٌَ َ ‫ْك ْال ِكت‬
ٌَ ‫ِإنَّا أ َ ْنزَ ْلنَا ِإلَي‬
(QS. 4: 105) ‫صي ًما‬ ِ ‫خ‬ ٌَ ‫ين‬ ٌَ ِ‫ن ِل ْلخَائِن‬
ٌْ ‫لَ ت َ ُك‬ ٌَّ
ٌ ‫ّللاُ َو‬
Sedangkan hadis adalah sumber agama Islam kedua
yang berfungsi utk menjelaskan Al-Qur’an.
ٌ‫ل ِإلَ ْي ِه ٌْم َولَعَلَّ ُه ْم‬
ٌَ ‫اس َما نُ ِ ٌّز‬ ٌَ ‫َوأ َ ْنزَ ْلنَا ِإلَي‬
ٌَ ّ‫ْك ال ِذّ ْك ٌَر ِلٌت ُبَ ِي‬
ٌ ِ َّ‫ن ِللن‬
(Qs. 16: 44‫ون‬ ٌَ ‫يَتَفَ َّك ُر‬ 2
Bila pada keduanya juga tidak ditemukan kepastian hukumnya,
maka barulah melakukan ijtihâd yi: mengerahkan segala
kmampuan dlm menggali hkm Syar‘i guna mndptkan kepastian
hukum dg tetap mengacu pd prinsip Al-Q & al-Sunnah.
Sebagian ulama menganggap bahwa ijma‘, qiyas dll. sebagai
sumber hukum dlm agama Islam.
Bagaimana dengan pandangan Muhammadiyah?

Dlm pandangan Muhammadiyah, Ijma` (kesepakatan seluruh


ulama di seluruh dunia), qiyâs (penganalogian), istihsân
(mengambil dalil yg lebih baik/cocok krn adanya dalil syara‘
yg menghendaki dmk), istishlâh (menetapkn hukum berdsrkn
pd kemslhtn smata), dll, ssgguhnya lebih merupakan metode
dalam berijtihad yang kemudian dijadikan sbg dasar/dalil
َّ َ
hukum Islam ( ُ ‫َّش ْر ِع َّي ة‬ ‫ال‬ ‫)األ ِدل ُة‬, bukan sbg sumber
hukum. Sementara Al-Qur’an & al-Sunnah, di samping sbg
sumber hukum juga sekaligus menjadi dasar hukum Islam.
3
HIDUP UNTUK IBADAH
 Seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini dicipta &
dipelihara (rububiyatullah), dimiliki & dikuasai scr mutlak oleh
Allah SWT (mulkiyyatullah). Tentang penciptaan &
pemeliharaan tsb, Allah SWT berfirman:

 Tentang pemilikan & kuasa mutlak Allah atasseluruh alam,


Allah berfirman:

4
Karena semuanya milik Allah, maka semuanya dikuasai oleh Allah 
shg --suka atau tidak suka–pasti akan dikembalikan & berserah diri
kpd Allah SWT:

Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-
lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun
terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.

Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh


menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.

5
Krn pertemuan dg Allah adlh sebuah kepastian mk sesungguhnya 
tdkada pilihan bg manusia utk tidak berserah diri secara total kpd
Allahdlm segala aktivitas hidupnya. Tidak tepat kiranya bila sebagian
aktivitas kerja manusia ditujukan utk Allah, dan sebagiannya lagi
untuk yang lain. Semuanya harus dipersembahkan hanya untuk
beribadah kepada Allah semata (tauhîd ‘ubudiyyah).

Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepada-Nya-lah
dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah
kepada-Nya. Dan sekali-kali Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan.

Dan puncak ibadah (pengabdian) tertinggi adalah penyerahan diri


scr total kpd Allah SWT:

6
Inilah tujuan Allah menciptakan manusia yakni untuk beribadah 
kepada-Nya:

Dengan memaknai bahwa hidup semata untuk ibadah 


(taqarrub/mendekatkan diri) kpd Allah SWT maka manusia bisa
mencapai derajat taqwa.

Hanya dengan bekal taqwa, seseorang mampu


memfungsikan dirinya sebagai khalifah Allah di muka
bumi (2: 30) ygbertugasmemakmurkan bumi(11: 61).
7
APA MAKNA IBADAH
),tunduk ُ‫ ال َطا عَة‬berarti taat (‫عبادة‬Secara bahasa, kata 

).ُ‫ )التَّنَسك‬dan pengabdian ( ُ‫)الذُ ل‬,hina (ُ‫(الخضوع‬

Berangkat dari arti ibadah secara bahasa, Ibnu Taimiyah


mengartikan ibadah sebagai puncak ketaatan dan ketundukan
yang di dalamnya terdapatunsur cinta (al-hubb). Ketaatan tanpa
unsur cinta, bukanlah ibadah dalam arti yang sebenarnya.
Adapun definisi ‘ibadah menurut Muhammadiyah adalah:
ٌُ ‫ار‬
‫ع‬ ٌَّ ‫ل ِب َما أَذِنٌَ ِب ٌِه ال‬
ِ ‫ش‬ ٌِ ‫ب ن ََوا ِه ْي ٌِه َوالعَ َم‬ ْ ‫ل أَ َو ِام ِر ٌِه َو‬
ٌِ ‫اجتِنَا‬ ٌِ َ‫امتِث‬ ٌ ‫ب اِلَى‬
ْ ‫للاِ ِب‬ ٌُ ‫التَّقَ َّر‬
Mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala
larangan-Nya serta mengamalkan apa saja yang diperkenankan oleh-Nya."(Himpunan Putusan Tarjih, hlm.
276)
8
Ibadah dapat dibagi menjadi dua bagian:
`Ibâdah khâshshah,yaitu: ibadah yang ketentuannya telah .1
ditetapkan oleh nash, seperti: thaharah, shalat, zakat, dan
lain-lain.
`Ibâdah `âmmah,yaitu: semua perbuatan baik yang .2
dilakukan dengan niat karena Allah SWT semata, misalnya:
berdakwah, belajar, bekerja, rekreasi dan lain-lain yang
semuanya itu diniatkan semata-mata karena Allah SWT.

9
Prinsip Ibadah ada 6:
1. Hanya menyembah Allah semata

2. Ibadah tanpa perantara

10
‫‪3. Ibadah harus Ikhlas‬‬

‫ن ا ْلعَ َم هُل هإ َّلُ‬


‫ّللاَ َُل يَ ْقبَلُ هم ُْ‬
‫ن َُّ‬‫سلَّ َُم َُل ش َْي َُء ُلَهُ ث َُّم قَا َُل إه َُّ‬
‫علَ ْي هُه َو َ‬
‫ّللاُ َ‬‫صلَّى َّ‬‫ّللاه َ‬
‫َرسولُ َُّ‬
‫ي هب هُه َو ْجههُ‬ ‫صا َوا ْبت هغ َُ‬‫َان لَهُ َخا هل ً‬
‫َما ك َُ‬
‫‪4. Ibadah harus sesuai Tuntunan‬‬
‫من عمل عمال ليس عليه أمرنا فهو رد‬
‫كل بدعة ضاللة وكل ضاللة‬
‫ضاللَةُ فهي النَّار‬ ‫َوكلُ م ْح َدثَةُ هب ْدعَةُ‪َ ،‬وكلُ هب ْدعَةُ َ‬
‫ضاللَةُ َوكلُ َ‬
‫‪5. Seimbang anatar unsur jasmani dan rohani‬‬

‫‪11‬‬
6. Mudah dan meringankan

12