Anda di halaman 1dari 15

ILMU KESEHATAN

ANAK

Manajemen nutrisi pada bayi


beresiko tinggi
Dr. dr. Aryono Hendarto, SpA(K)
Pembahasan

Mengetahui kebutuhan
Mengetahui definisi bayi
dan jenis nutrisi untuk
risiko tinggi
bayi risiko tinggi

Mengetahui kondisi dan


Mengetahui tatalaksana
kendala bayi risiko tinggi
nutrisi bayi risiko tinggi
dalam menerima nutrisi
Resiko pada bayi menurut American
Association of Paediatric (AAP)

Resiko biologis Intervensi Sosial/lingkungan

• Berat badan rendah (BBLR, BBLSR,


• Resusitasi• Pendidikan ibu rendah
BBLASR) • Ventilasi frekuensi
• Sosio-ekonomi rendah
• Masalah neurologis • Tidak ada asuransi
tinggi/berkepanjangan
• Masalah medis (penyakit paru,
• Nutrisi • Penyalahgunaan
NEC, parenteral total substansi
sepsis, infeksi,dll) • Oksigen berkepanjangan
• Tidak ada layanan prenatal
• Anomali kongenital kompleks• Operasi untuk
• Orang
NEC, tua
shunt, PDA.
tunggal
• Apnea dan bradikardia berulang
• Hiperbilirubinemia
• Gagal tumbuh di ICU

American Academy of Pediatrics. Follow-up care of high-risk infants. Pediatrics. 2004 Nov
1;114(Supplement 5):1377-97.
Kendala anatomis dan fisiologis pada bayi

Sudah ada dari 28 minggu


Kemampuan menelan dan
kehamilan namun tidak
menghisap
sempurna

Baru sempurna 36-37


minggu kehamilan

Regurgitasi yang dapat


Tonus otot spinkter
menyebabkan resiko aspirasi
esofageal kurang baik
dan apnea

Lambung kecil mudah


Mengganggu respirasi
distensi berlebihan

Lau C. Development of suck and swallow mechanisms in infants. Annals of Nutrition and
Metabolism. 2015 Jul 24;66(Suppl. 5):7-14.
Metode rekomendasi nutrisi

Model fetal (diasumsikan bahwa tubuh


bayi prematur sama dengan fetal,
Faktorial sehingga pertumbuhan dan kebutuhan
nutrisi akan sama) digunakan untuk
menentukan kebutuhan protein, energi
dan nutrisi lainnya

• Jumlah asupan protein dan energi


disesuaikan dengan tingkat
Empirikal pertumbuhan atau penambahan
berat badan
• Rekomendasi masih sangat bervariasi
Bayi BBLR

Definisi

BBLR BBLSR BBLASR


<2500 g 1000-1500 g <1000 g

Rekomendsi AAP
105-130 kkal/kg/hari via enteral

Estimasi rata-rata
Penggunaan energi
(kkal/kg/hari)
Total energi yang digunakan 40-60
Resting metabolic rate 40-50a
Aktivitas 0-5a
Termoregulasi 0-5a
Sintesis ernergi 15b
Energi disimpan 20-30b
Keluar melalui feses 15
Intake energi 90-120b

a
Energi yang dibutuhkan untuk hidup
b
Energi yang dibutuhkan untuk tumbuh

Ziegler EE. Meeting the nutritional needs of the low-birth-weight infant. Annals of Nutrition and Metabolism. 2011 Jun 21;58(Suppl. 1):8-18.
Bayi BBLR

Rekomendasi energi dan protein berdasarkan metode


faktorial oleh Ziegler et al.
Berat badan

500-700 g 700-900 g 900-1200 g 1200-1500 g 1500-1800 g 1800-2200 g

Kenaikan berat fetal (g/hari) 13 16 20 24 26 29


Kenaikan berat fetal (g/kg/hari) 21 20 19 18 16 14

Protein (g/kg/hari)
Hilang 1 1 1 1 1 1
Untuk pertumbuhan 2.5 2.5 2.5 2.4 2.2 2
Intake yang dibutuhkan
Parenteral 3.5 3.5 3.5 3.4 3.2 3
Enteral 4 4 4 3.9 3.6 3.4

Energi (kcal/kg/hari)
Hilang 60 60 65 70 70 70
Resting expenditure 45 45 50 50 50 50
Pengeluaran lainnya 15 15 15 20 20 20
Untuk pertumbuhan 29 32 36 38 39 41
Intake yang dibutuhkan
Parenteral 89 192 101 108 109 111
Enteral 105 118 119 127 128 131
Bayi BBLR
Berat badan
500-1000 g 100-1500 g 1500-2000 g

Ca, mg 184 178 173


Rekomendasi mineral dan
P, mg 126 124 120
elektrolit berdasarkan metode
Mg, mg 6.9 6.7 6.4
faktorial oleh Ziegler et al.
Na, mEq 3.3 3 2.6
K, mEq 2.4 2.3 2.2
Cl, mEq 2.8 2.7 2.5

Berat <1200 g Berat >1200 g

g/kg/hari g/kg/hari
Berat <1200 g Berat >1200 g

Rekomendasi energi dan protein Ziegler5 4


g/kg/hari g/kg/hari
3.6
berdasarkan metode empirikal Ziegler5 4 3.6
al.1 et al.-
Kashyap etKashyap 1
- 3 3
oleh beberapa studi Rigo 2
3.8-4.2 3.4-3.6
Rigo2 3.8-4.2 3.4-3.6

1
Kashyap S, Heird WC. Protein requirements of low birthweight, very low birthweight, and
small for gestational age infants. InNestle Nutrition workshop series (USA) 1994.
1
Kashyap S, HeirdRigo
WC. 2
Protein
J. Protein, requirements
amino acid and other nitrogen of low birthweight,
compounds. very
Nutrition of the Preterm low b
Infant:
Scientific Basis and Practice, 2nd ed. Cincinnati, OH: Digital Educational Publishing.
small for gestational
2005;45. age infants. InNestle Nutrition workshop series (U
Metode pemberian nutrisi
Studi merekomendasikan pemberian nutrisi
parenteral secepatnya (dalam 2 jam setelah
kelahiran).

Tidak ada keuntungan bagi bayi jika nutrisi


tidak diberikan secepatnya.

Pemberian trophic feeding < 10 ml/kg/hari


dapat membantu pertumbuhan system
pencernaan

Rekomendasi Ziegler et al.

Infus glukosa sekitar 4 mg/kg/menit (perlahan ditingkatkan sampai120 mg/dl – 150 mg/dl).

Lemak (hari pertama atau kedua) 1 g/kg/hari, maksimum 2-3 g/kg/hari.


Bayi prematur
Bayi cukup bulan
90-120 kkal/kgBB/hari (sesuai RDA)
dan BB naik 15-30 gr/hari.

Bayi prematur
110-130 kkal/kgBB/hari
adekuat apabila menyerupai laju
pertumbuhan intrauterin
(15 gr/kgBB/hari).

Kenaikan BB dianggap kurang jika:


Bayi prematur
Pedoman cara pemberian makan berdasarkan berat badan lahir dan usia
Bayi resiko NEC
American Society for Parenteral and Enteral
Nutrition (ASPEN) rekomendasi untuk bayi
resiko tinggi NEC

Asupan enteral (30 mL/kg/hari) dalam 2 hari


pertama jika berat badan ≥ 1000 g. (bukti lemah)

ASI lebih baik dibanding susu sapi (bukti lemah)

Keuntungan probiotik belum cukup bukti


(dibutuhkan riset lebih lanjut)

Suplementasi glutamin jangan diberikan pada


bayi dengan risiko tinggi NEC (bukti kuat)

Belum ada bukti keuntungan arginin dan/atau


suplemen PUFA (polyunsaturated fatty acid)
Bayi dengan riwayat gangguan respiratorik

Ganguan respiratorik berhubungan dengan


insidens terjadinya NEC

Motorik bayi berubah pasca asfiksia neonatorum


 adanya intoleransi rute enteral

Asupan asam amino parenteral ditemukan


menguntungkan bagi bayi.

Nutrisi parentral dengan glukosa 5-10% sesuai


dengan rekomendasi kebutuhan energi.

ASI harus terus dipompa agar nantinya siap


digunakan
Kesimpulan
nutrisi pada bayi dengan BBLR, prematur
dan riwayat morbiditas dan mortalitas
lainnya sangat penting

Kebutuhan nutrisi dapat dicukupi melalui


rute enteral dan/atau parenteral.

Ketersediaan dan penggunaan suplemen


parenteral dapat memberikan nutrisi ideal
bagi bayi dengan risiko tinggi

Perkembangan formula baru (terutama


yang dibuat dari susu manusia dan bukan
lagi susu sapi) dan HMF yang lebih baik
Terima kasih