Anda di halaman 1dari 29

Mari mengenal Retardasi

Mental pada Anak

DESSY PERMATASARI 220112170539


FATIMAH QUDWATUNNISA F 220112170557
LISTIA NURHAYATI 220112170506

PROGRAM PROFESI NERS XXXV


FA K U LTA S K E P E R AWATA N
U N I V E R S I TA S PA D J A D J A R A N
Apa itu RM???

 Retardasi mental adalah kelainan atau kelemahan


jiwa dengan intelegansi yang kurang (subnormal)
sejak masa perkembangan (sejak lahir/masa
perkembangan).
 Biasanya terdapat perkembangan mental yang
kurang secara keseluruhan, tetapi gejala yang utama
ialah intelegensi yang terbelakang. Biasanya disebut
sebagai oligofrenia (tuna mental).
 Bukan suatu penyakit melainkan suatu kondisi yang
timbul pada usia yang dini (biasanya sejak lahir) dan
menetap sepanjang hidup individu tersebut.
RM itu..

 Retardasi mental berdasarkan Pedoman


Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa edisi ke
III adalah suatu keadaan perkembangan jiwa yang
terhenti atau tidak lengkap, yang terutama ditandai
oleh terjadinya hendaya keterampilan selama masa
perkembangan, sehingga berpengaruh pada tingkat
kecerdasan secara menyeluruh, misalnya
kemampuan kognitif, bahasa, motorik, dan sosial.
Retardasi mental juga dapat terjadi dengan atau
tanpa gangguan jiwa atau gangguan fisik lainnya
Penyebab RM

 Penyebab RM dapat dimulai selama masa


kehamilan.
 Penyebab secara biologis (klinis) ditandai dengan
RM sedang hingga berat, tampak sejak lahir atau
sejak usia dini, secara fisik memiliki keanehan, tidak
ada hubungan dengan kelas sosial.
 Penyebab secara psikososial (sosiokultural) ditandai
dengan RM tipe ringan, diketahui pada usia sekolah,
tidak terdapat kelainan fisik maupun lab, ada
huungan dengan kelas sosial.
Etiologi RM tipe klinis

 Prenatal
 Gangguan metabolisme (asam amino,lemak, karbohidrat)
 Kelainan kromosom (DS)
 Infeksi maternal atau selama kehamilan (TORCH dan sifiis)
 Komplikasi kehamilan (toksemia gravidarum, DM pada bumil, plasenta
previa)

 Natal
 Prematuritas (BBLR)
 Asfiksia
 Kernikterus (pengendapan sel bilirubin di dalam sel otak)

 Post natal
 Infeksi (meningitis)
 Trauma fisik
 Kejang lama
Klasifikasi RM

 Klasifikasi menurut DSM IV (American Psychiatric


Association, Washington, 1994) yang dikutip
Lumbantobing (2001), bahwa terdapat empat
tingkat gangguan intelektual, yaitu : ringan, sedang,
berat dan sangat berat.
RM ringan (mampu didik)

 Mulai tampak gejala pada usia sekolah dasar,


misalnya sering tidak naik kelas, selalu memerlukan
bantuan untuk mengerjakan pekerjaan rumah atau
mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan
kebutuhan pribadi
 Anak dapat menyelesaikan pendidikan dasar (tamat
SD)
 80 % dari anak dengan RM termasuk dalam
golongan ini
RM sedang (mampu latih)

 Sudah tampak sejak anak masih kecil dengan adanya


keterlambatan dalam perkembangan, misalnya
perkembangan wicara atau perkembangan fisik
lainnya
 Anak hanya mampu dilatih untuk merawat dirinya
sendiri
 Pada umumnya tidak mampu menyelesaikan
pendidikan dasarnya
 Angka kejadian sekitar 12 % dari seluruh kasus RM
RM berat dan sangat berat

 Sudah tampak sejak anak lahir, yaitu perkembangan


motorik yang buruk dan kemampuan bicara yang
sangat minim
 Hanya mampu untuk dilatih belajar bicara dan
keterampilan untuk pemeliharaan tubuh dasar
 Angka kejadian 8 % dari seluruh RM
Tanda anak mengalami RM

 Adanya keterlambatan dalam tahapan perkembangan


 Adanya kesulitan dalam belajar dan kesulitan dalam
bersosialisasi
 Tidak mampu memahami/melaksanakan instruksi
 Adanya perilaku seksual yang tidak sesuai (pada anak
remaja)
 Adanya kesulitan dalam melakukan kegiatan sehari-hari
(orang dewasa)
 Adanya kesulitan dalam adaptasi sosial (orang dewasa)
 RM sedang dan berat pada umumnya dapat dideteksi
pada anak yang berusia di bawah 2 tahun
RM akan mempengaruhi perkembangan
anak dalam berbagai bentuk, yaitu;
 Aspek fisik, misalnya dalam kemampuan anak
untuk duduk, berjalan, dan menulis
 Aspek perawatan diri sendiri, misalnya kemampuan
untuk makan sendiri, mandi sendiri dan
menggunakan alat-alat yang umum digunakan
dalam rumah
 Aspek komunikasi, seperti berbicara, berbahasa dan
memahami instruksi
 Aspek sosial, seperti bersosialisasi dan bermain
dengan anak lain
 Aspek mental emosional, seperti hiperaktivitas,
depresi dan kecemasan
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam
kasus RM
 Keterlambatan perkembangan seringkali mempunyai latar belakang RM
 Sebagian besar anak dengan RM tidak berbeda dengan anak-anak lain pada
umumnya
 RM tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dicegah dengan adanya antenatal
care yang baik, persalinan yang aman dan stimulasi anak yang adekuat
 Deteksi dini sangat penting, karena dengan adanya pelatihan orang tua maka
outcome dari perkembangan anak selanjutnya akan lebih baik
 Orang tua sebaiknya bersifat fleksibel dalam menentukan target bagi anak
dengan RM
 Dengan memperhatikan derajat RM maka orang tua dapat menentukan
aktivitas apa yang sesuai bagi anak
 Aktivitas yang diberikan kepada anak sebaiknya dipecah dalam berbagai
tahapan
 Stimulasi merupakan hal yang paling penting dilakukan
 Harus ada pujian dan hadiah jika anak berhasil melakukan hal yang di minta
 Latihan keterampilan sosial
 Orang tua tidak boleh melakukan proteksi berlebihan pada anak
Kriteria diagnosis

A. Gambaran utama
a) Fungsi intelektual umum di bawah rata-rata, secara klinis dikenal;
i. RM ringan jika IQ antara 50-70
ii. RM sedang jika IQ antara 35-49
iii. RM berat jika IQ antara 20-34
iv. RM sangat berat jika IQ <20
b) Terdapat kekurangan atau hendaya dalam perilaku adaptif (dalam
proses belajar atau adaptasi sosial) yang dipertimbangkan
berdasarkan budaya umum dan budaya setempat
c) Timbul sebelum usia 18 tahun

B. Gambaran penyerta
a) Penyandang RM sering disertai dengan adanya psikopatologi yang
lain, misalnya agresif, iritabel, gerakan stereotipik, dll.
b) Penyandang RM mempunyai risiko lebih besar untuk di eksploitasi,
dan diperlakukan salah secara fisik/emosional/seksual
Pemeriksaan yang harus dilakukan

 Neuroradiologi dapat menemukan kelainan dalam struktur


kranium, misalnya klasifikasi atau peningkatan tekanan
intrakranial.
 Ekoesefalografi dapat memperlihatkan tumor dan hamatoma.
 Biopsi otak hanya berguna pada sejumlah kecil anak
retardasii mental. Juga tidak mudah bagi orang tua untuk
menerima pengambilan jaringan otak dalan jumlah kecil
sekalipun karena dianggap menambah kerusakan otak yang
memang tidak adekuat.
 Penelitian bio kimia menentukan tingkat dari berbagai bahan
metabolik yang diketahui mempengaruhi jaringan otak jika
tidak ditemukan dalam jumlah besar atau kecil, misalnya
hipeglekimia pada neonatus prematur, penumpukan glikogen
pada otot dan neuron, deposit lemak dalam otak dan kadar
fenilalanin yang tinggi.
Pengkajian
 Lakukan pengkajian fisik dan perkembangan
 Dapatkan riwayat keluarga, terutama mengenai retardasi mental dan gangguan herediter dimana
retardasi mental adalah salah satu jenisnya yang utama
 Dapatkan riwayat kesehatan unutk mendapatkan bukti-bukti adanya trauma prenatal, perinatal,
pascanatal, atau cedera fisik
 Infeksi maternal prenatal (misalnya, rubella), alkoholisme, konsumsi obat
 Nutrisi tidak adekuat.
 Penyimpangan lingkungan
 Gangguan psikiatrik (misalnya, Autisme)
 Infeksi, teruma yang melibatkan otak (misalnya, meningitis, ensefalitis, campak) atau suhu tubuh
tinggi
 Abnormalitas kromosom
 Lakukan atau bantu dengan tes intelegensia. Stanford, binet, Wechsler Intellence, Scale, American
Assiciation of Mental Retardation Adaptif Behavior Scale.
 Observasi adanya manifestasi dini dari retardasi mental: Tidak responsive terhadap kontak.,
Kontak mata buruk selama menyusui
 Penurunan aktivitas spontan
 Penurunan kesadaran terhadap suara getaran
 Peka rangsang
Tatalaksana

 Berikan informasi mengenai RM dan dampaknya


kepada orang tua atau pengasuhnya
 Tidak ada pengobatan khusus. Obat-obatan hanya
diberikan jika RM disertai dengan gangguan fisik
atau mental lainnya
 Program pelatihan khusus yang intensif berupa
pelatihan keterampilan hidup yang mendasar
 Program pendidikan luar biasa
 Konsultasi dengan profesional di bidang kesehatan
jiwa lainnya bila diperlukan
Pentingnya Pendidikan dan Latihan untuk
Penderita Retardasi Mental

1) Latihan untuk mempergunakan dan


mengembangkan kapasitas yang dimiliki dengan
sebaik-baiknya.
2) Pendidikan dan latihan diperlukan untuk
memperbaiki sifat-sifat yang salah.
3) Dengan latihan maka diharapkan dapat membuat
keterampilan berkembang, sehingga ketergantungan
pada pihak lain menjadi berkurang atau bahkan hilang
Apa saja jenis-jenis latihan untuk penderita RM?

1) Latihan di rumah: belajar makan


sendiri, membersihkan badan dan berpakaian sendiri,
dst.,
2) latihan di sekolah: belajar keterampilan untuk sikap
social,
3) Latihan teknis: latihan diberikan sesuai dengan
minat dan jenis kelamin penderita, dan
4) latihan moral: latihan berupa pengenalan dan
tindakan mengenai hal-hal yang baik dan buruk secara
moral
Komplikasi

 Serebral palcy
 Gangguan kejang
 Gangguan kejiwaan
 Gangguan konsentrasi /hiperaktif
 Defisit komunikasi
 Konstipasi
Cara mencegah terjadinya anak dengan RM

Pencegahan Primer
1) pendidikan kesehatan pada masyarakat,
2) perbaikan keadaan sosial-ekonomi,
3) konseling genetik,
4) Tindakan kedokteran, antara lain:
a) perawatan prenatal dengan baik,
b) pertolongan persalinan yang baik, dan
c) pencegahan kehamilan usia sangat muda dan terlalu tua.

Pencegahan Sekunder
 Pencegahan sekunder terhadap terjadinya retardasi mental
dapat dilakukan dengan diagnosis dan pengobatan dini
peradangan otak dan gangguan lainnya
Asuhan Keperawatan pada Anak dengan
Retardasi Mental

 Keluhan Utama
 Riwayat Kesehatan sekarang :
Pasien menunjukkan Gangguan kognitif (pola,
proses pikir), Lambatnya ketrampilan ekspresi dan
resepsi bahasa, Gagal melewati tahap perkembangan
yang utama, Lingkar kepala diatas atau dibawah
normal (kadang-kadang lebih besar atau lebih kecil
dari ukuran normal), lambatnya pertumbuhan, tonus
otot abnormal (lebih sering tonus otot lemah), dan
terlambatnya perkembangan motoris halus dan kasar.
Riwayat kesehatan
 Riwayat Kesehatan dahulu :
Kemungkinan besar pasien pernah mengalami
Penyakit kromosom ( Trisomi 21 (Sindrom Dow), Sindrom
Fragile X, Gangguan Sindrom (distrofi otot Duchene),
neurofibromatosis (tipe 1), Gangguan metabolisme sejak
lahir (Fenilketonuria), Abrupsio plasenta, Diabetes
maternal, Kelahiran premature, Kondisi neonatal termasuk
meningitis dan perdarahan intracranial, Cedera kepala,
Infeksi, Gangguan degenerative.
 Riwayat kesehatan keluarga :
Ada kemungkinan besar keluarga pernah mengalami
penyakit yang serupa atau penyakit yang dapat memicu
terjadinya retardasi mental, terutama dari ibu tersebut.
Pengkajian
 Pemeriksaan Fisik :
 Kepala : Mikro/makrosepali, plagiosepali (btk kepala tdk simetris)
 Rambut : Pusar ganda, rambut jarang/tdk ada, halus, mudah putus dan cepat
berubah
 Mata : mikroftalmia, juling, nistagmus, dll
 Hidung : jembatan/punggung hidung mendatar, ukuran kecil, cuping melengkung
ke atas, dll
 Mulut : bentuk “V” yang terbalik dari bibir atas, langit-langit lebar/melengkung
tinggi
 Geligi : odontogenesis yang tdk normal
 Telinga : keduanya letak rendah; dll
 Muka : panjang filtrum yang bertambah, hipoplasia
 Leher : pendek; tdk mempunyai kemampuan gerak sempurna
 Tangan : jari pendek dan tegap atau panjang kecil meruncing, ibujari gemuk dan
lebar, klinodaktil, dll
 Dada & Abdomen : tdp beberapa putting, buncit, dll
 Genitalia : mikropenis, testis tidak turun, dll
 Kaki : jari kaki saling tumpang tindih, panjang & tegap/panjang kecil
meruncing diujungnya, lebar, besar, gemuk
Diagnosa Keperawatan

 Gangguan pertumbuhan dan perkembangan b.d.


kelainan fungsi kognitif
 Gangguan interaksi social b.d. kesulitan bicara/
kesulitan adaptasi sosial
 Deficit perawatan diri b.d. perubahan mobilitas fisik
/kurangnya kematangan perkembangan.
Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
b.d. kelainan fungsi kognitif

 Tujuan : Tidak mengalami kegagalan tumbang

 Kriteria Hasil :
- Tak ada kemunduran mental
- Anak mampu melakukan kegiatan sesuai kemampuan
secara optimal

 Intervensi :
 Kaji tingkat perkembangan anak
 Dorong / libatkan anak dalam melakukan aktivitas
 Berikan aktivitas sesuai dengan kemampuan anak
 Ajarkan hal-hal yang perlu diketahui anak (aktivitas dasar)
 Pantau tingkat perkembangan anak
Gangguan interaksi social b.d. kesulitan
bicara/ kesulitan adaptasi sosial

 Tujuan : Anak mampu berinteraksi social

 Kriteria Hasil :
- Anak tidak mengisolasi diri
- Anak mapu bergaul dengan lingkungan

 Intervensi :
 Kaji factor penyebab gangguan perkembangan dan isolasi sosial
 Tingkatkan komunikasi verbal
 Dorong anak melakukan sosialisasi dengan kelompok
 Beri reinforcement yang positif atas hasil yang dicapai anak
 Ajarkan anak untuk bermain bersama teman kelompoknya
Deficit perawatan diri b.d. perubahan mobilitas fisik
/kurangnya kematangan perkembangan

 Tujuan : Perawatan diri terpenuhi

 Kriteria Hasil :
- Anak tampak bersih
- Anak mampu berperan dalam perawatan dirinya

 Intervensi :
 Kaji tingkat kemampuan anak
 Pantau anak dalam memenuhi kebutuhannya
 Libatkan anak dalam memenuhi kebutuhannya
 Jelaskan secara berulang-ulang tentang perawatan diri
 Beri dorongan anak untuk merawat dirinya
Diagnosa lain yang mungkin muncul

 Perubahan proses keluarga berhubungan dengan


mempunyai anak yang menderita retardasi mental.
 Gangguan pertumbuhan dan perkembangan b.d
kelainan fs. Kognitif
 Gangguan komunikasi verbal b.d kelainan fs,
kognitif
 Risiko cedera b.d. perilaku
agresif/ketidakseimbangan mobilitas fisik
 Gangguan proses keluarga b.d. memiliki anak RM
Terimakasih

SEMOGA
BERMANFAAT

Anda mungkin juga menyukai