Anda di halaman 1dari 15

FAKTOR EKSTRINSIK (ABIOTIK)

Faktor Yg Mempengaruhi Toksisitas Dlm Lingkungan


Marlinang I. Silalahi
FAKTOR FISIK BAHAN KIMIA
• Bahan kimia di tempat kerja  gas, uap, debu, fume,
mist (kabut), fog.
• Pb bentuk fumes lebih toksik drpd Pb bentuk debu, krna
ukuran fume sgt kecil.
• Larutan dgn tekanan uap tinggi (cth : benzene) lebih
toksik drpd larutan yg tekanan uapnya rendah (cth :
toluen)  meskipun keduanya memiliki toksisitas tinggi.
FAKTOR KIMIAWI BAHAN KIMIA
• Karakteristik kimiawi zat :
– Daya larut (di air atau lemak)
– Jenis persenyawaan
– Konsentrasi
– Berat molekul
• Gas2 yg sgt mudah larut dlm air (cth : amonia & sulfur
dioksida) bila dihirup pd kadar rendah akan
mnyebabkan iritasi pd mukosa saluran nafas atas
(faringitis, laringitis, bronkhitis).
• Gas2 yg tdk mudah larut dlm air (nitrogen dioksida,
ozon, fosgen) dpt dgn mudah mencapai saluran
pernafasan bagian bawah (alveoli).
• Gas2 dgn daya larut sedang (klor, fluor)  iritasi
saluran pernafasan atas & bawah.
FAKTOR DOSIS (KONSENTRASI)

• Semakin banyak jlh bahan kimia yg masuk ke dlm tubuh,


maka semakin besar pula efek keracunan yg dtimbulkan.
• Bentuk yg lebih pekat  efek lebih parah.

E = T X C

• E = EFEK AKHIR YG TERJADI


• T = TIME (WAKTU)
• C = CONCENTRATION
SUHU
• Scra umum, kecepatan reaksi kimia mjadi 2x lipat dgn
mningkatnya suhu sebesar 10⁰C.
• Dgn mningkatnya suhu, ada jg reaksi yg hanya mningkat ½ x
lipat.
• Suhu jg bperan dlm reaksi ion2 logam.
• Cth :
– Lapisan oksida di sekitar berilium akan mhalangi reaksi2
slanjutnya dgn udara, kecuali dpanaskan pd suhu tinggi
(>1000⁰C).
– Kadmium yg dpanaskan  keracunan akut radang paru2 &
akumulasi cairan dlm paru2.
– Memasak buncis merah dgn suhu 80⁰C  mningkatkan
toksisitas racun lektin 5x lebih tinggi drpd kacang segar.

MIS Toksikologi Lingkungan 5


• Perubahan suhu dpt mengubah toksisitas.
– Efek suhu lingk thdp besar & lamanya respons
tampaknya b’hub dgn reaksi biokimia yg
bgantung suhu, yg bperan dlm menimbulkan efek
& biotransformasi bahan kimia itu.
• Setiap makhluk hidup mbutuhkan suhu ttt yg ssui
utk melakukan aktivitas hidupnya dgn optimum
(suhu optimum).

MIS Toksikologi Lingkungan 6


• Bakteri mnurut suhu pertumbuhannya :
1. Bakteri Psikrofil (0-20⁰C)  flavobacterium sp
2. Bakteri Psikrotrof (20-40⁰C)  listeria sp
3. Bakteri Mesofil (40-60⁰C)  escherichia sp
4. Bakteri Termofil (60-80⁰C)  thermus sp
• Jk stu bakteri hdp di bukan suhu normalnya  sifat
racunnya akan tawar atau hilang.

MIS Toksikologi Lingkungan 7


KELEMBABAN
• Pd umumnya jamur mudah bkembangbiak pd
kelembaban tinggi, namun sulit bkembang pd
kelembaban rendah atau kering.

MIS Toksikologi Lingkungan 8


CURAH HUJAN
• Curah hujan akan mpengaruhi toksisitas racun terutama
pestisida, bila diaplikasikan pd pengendalian hama &
penyakit pd tanaman.
• Jk setelah penyemprotan tjadi hujan, mk deposit pestisida
akan diencerkan oleh adanya air, shg konsentrasi racun
bkurang  racun tercuci & masuk ke tanah.
• Air hujan jg dpt mengencerkan senyawa2 racun dlm tanah.

MIS Toksikologi Lingkungan 9


CAHAYA
• Kbanyakan hewan akan aktif pd waktu siang ttp tdk aktif
pd mlm hari (nocturnal).

MIS Toksikologi Lingkungan 10


ANGIN
• Angin akan mpengaruhi racun pestisida bl diaplikasikan
dlm kondisi cuaca berangin.
• Angin akan mnerbangkan racun & scra langsung
mngencerkan konsentrasi atau dosis pestisida.

MIS Toksikologi Lingkungan 11


FAKTOR INTERAKSI antara FAK. FISIK & FAK. KIMIA
• Pemaparan bahan2 kimia di tempat panas  manifestasi dr
efek toksik timbul lebih cepat & kepekaan manusia yg
terpapar thd zat2 toksik akan meningkat.
• Manusia dpt lebih rentan thd efek panas yg berlebih
(overheating).
• Interaksi nyata  interaksi suhu tinggi dgn bahan2 kimia.
– Anilin, CO, merkuri, oksida2 & nitrogen.
• Kelembaban tinggi  mningkatkan kepekaan organisme
thd efek toksik dr fluor & bbrp HC.
NASIB POLUTAN DALAM LINGKUNGAN
• Polutan yg masuk ke dlm Iingk dpt m’alami proses abiotik &
biotik, yg dpt mengubah struktur kimiawi polutan tsb.
1. Proses abiotik
a. Hidrolisis
– Perubahan struktur kimiawi melalui reaksi dgn air scra
langsung
b. Oksidasi
– Proses transformasi, elektron ditransfer dr bahan kimia pd
spesies penerima elektron
c. Reduksi
– Transfer elektron terjadi dr reduktan ke bahan kimia, utk
direduksi
d. Degradasi fotokimiawi
– Transformasi melalui interaksi dgn cahaya
2. Proses biotik
a. Biodegradasi
– Pemecahan (breakdown) stu bahan kimia scra
enzimatis.
b. Biotransformasi
– Konversi stu bahan kimia mjadi satu atau lebih produk
dgn mekanisme biologis.
TERIMA KASIH

MIS Toksikologi Lingkungan 15

Anda mungkin juga menyukai