Anda di halaman 1dari 52

Laporan Kasus

Neuralgia Trigeminal
Pembimbing : dr. Ami Noviana
Disusun oleh : dr. Evelyn Patricia
Identitas pasien
• Nama : Tn. H
• Jenis kelamin : Laki-laki
• Usia : 63 tahun
• Alamat : Penajam
• Pekerjaan : Karyawan swasta
• Status perkawinan : Menikah
• Suku bangsa : Jawa
• Agama : Islam
• Tanggal masuk : 15 Januari 2018
• Tanggal dikasuskan : 17 Januari 2018
• No. rekam medis : 068725
Anamnesis
• Autoanamnesis dan Alloanamnesis dilakukan
pada tanggal 15 Januari 2018 pukul 11.00
WITA bertempat di ruang IGS RS Bhayangkara
Balikpapan.
• Keluhan utama:
Kedua pipi bengkak
• Keluhan tambahan:
Nyeri ketika disentuh
Riwayat penyakit sekarang
• Pasien datang ke IGD RS Bhayangkara Balikpapan
tanggal 15 Januari 2018 pada pukul 11.00 WITA
dengan keluhan kedua pipi bengkak. Keluhan ini
terjadi secara tiba-tiba 1 hari SMRS. Kedua pipi
juga terasa nyeri bila disentuh. Pasien masih
dapat membuka mulut dan menggerakkan
rahangnya. Pasien mengeluh kesulitan untuk
makan dan bicara karena nyeri. Keluhan demam,
sakit gigi, dan lemah di bagian wajah disangkal.
Pasien mengaku belum pernah mengalami
keluhan seperti ini sebelumnya.
Riwayat penyakit dahulu
• Darah tinggi : Pasien tidak pernah periksa
sebelumnya
• Kencing manis : Pasien tidak pernah periksa
sebelumnya
• Penyakit kolesterol : Pasien tidak pernah periksa
sebelumnya
• Asma : disangkal
• Stroke : disangkal
• Kejang : disangkal
• Penyakit jantung : Pasien tidak pernah periksa
sebelumnya
• Riwayat penyakit keluarga:
Pasien mengaku tidak tahu.
• Riwayat Pengobatan:
Tidak ada
• Riwayat kebiasaan:
Merokok, minum alkohol dan pemakaian
narkoba disangkal.
Olahraga rutin disangkal.
Pemeriksaan fisik
Berdasarkan pada tanggal 15 Januari 2018
• Keadaan umum :Tampak sakit sedang
• Tanda vital :
Kesadaran : compos mentis, GCS E4 V5 M6
TD : 140/90 mm Hg
Nadi : 85 kali/menit, regular, isi cukup
RR : 20 kali/menit
Suhu aksila : 36,7 oC
BB : 60 kg
TB :165 cm
IMT :Normal
Mata : THT: dbn
OD  CA -, SI -
OS  CA -, SI - Mulut : kedua pipi bengkak
dan nyeri
Inspeksi : Pulsasi Ictus Cordis (-)
Leher: dbn
Palpasi : Ictus Cordis teraba di ICS V
MCLS, kuat angkat(-),thrill(-)
Inspeksi : Simetris, reteaksi (-)
Perkusi : Batas jantung atas ICS III PSLS
Palpasi : Stem fremitus sama kuat,
Batas jantung kanan ICS IV
benjolan (-)
PSLD
Batas jantung kiri ICS V MCLS
Perkusi : Sonor di kedua lapang paru

Auskultasi : SDV +/+, Rh -, Wh - Auskultasi : Bunyi jantung I-II regular,


Murmur (-), Gallop (-)

Pemb. KGB
- Aksila (-/-) Inspeksi : Flat, simetris, benjolan (-),
- Inguinal (-/-) bekas luka (-)
Auskultasi : Bu (+) 19x/mnt, bruit (-)

Perkusi : Timpani pada empat region


Ekst & Kulit abdomen, liver span 11 cm
- Edema (-)
Palpasi : Tahanan (-), massa (-), Nyeri
- Akral hangat tekan (-) epigastrium hepar
- Ikterik (-) tidak teraba, lien teraba pada
schuffner I
- Sianosis (-)
Pemeriksaan neurologi
Pemeriksaan Tanda Rangsang Meningeal
Pemeriksaan Kanan Kiri
Kaku kuduk (-) (-)
Brudzinsky I (-) (-)
Brudzinsky II (-) (-)
Brudzinsky III (-) (-)
Brudzinsky IV Tidak dilakukan
Laseque - -

Kernig - -
Pemeriksaan Saraf Kranialis
Nama Saraf Pemeriksaan Kanan Kiri
N. olfaktorius (I) Tes penciuman Tidak dilakukan

N. opticus (II) Refleks cahaya (+) (+)


Lapang pandang Kesan normal Kesan
normal
Melihat warna Kesan normal Kesan
normal
Funduskopi Tidak dilakukan
N. occulomotorius Pegerakan bola mata Normal Normal
(III), N. trochlearis
(IV), N. abducens (VI) Ptosis (-) (-)
Pemeriksaan pupil Bentuk bulat, Bentuk bulat,
ukuran 3 mm ukuran 3 mm

Refleks akomodasi Kesan normal Kesan


dan konvergensi normal

N. trigeminus (V) Tes sensibilitas Nyeri Nyeri


Membuka mulut Normal Normal
Menggerakkan rahang Normal Normal

Menggigit Normal Normal


N. fascialis (VII) Mengerutkan dahi Normal Normal

Mengangkat alis Normal Normal


Memejamkan mata Normal Normal

Mencucukan bibir Normal Normal

Menyeringai Normal Normal


N. vestibulo- Tes rinne, tes weber, tes Tidak dilakukan
cochlearis (VIII) schwabach
Tes Romberg Tidak dilakukan
Tes romberg yang Tidak dilakukan
dipertajam
N. glossopharyngeus Kualitas suara Normal
(IX) dan N. vagus (X) Disartria (-)
Sengau (-)
Menelan Normal
Kedudukan palatum mole, Normal
arcus pharynx dan uvula
saat istirahat

Kedudukan palatum mole, Normal


arcus pharynx dan uvula
saat kontraksi
N. accesorius Memalingkan wajah (M. Sama kuat kanan-kiri
(XI) sternocleidomastoideus)
Mengangkat bahu (M. Sama kuat kanan-kiri
trapezius)
N. hipoglossus Kedudukan lidah saat Tidak ada deviasi
(XII) istirahat
Kedudukan lidah saat Tidak ada deviasi
kontraksi
Atrofi papil lidah Tidak ada
Tremor lidah Tidak ada
Fasikulasi Tidak ada
Pergerakan lidah Normal
Pemeriksaan Motorik, Sensibilitas, Reflek Fisiologis dan Reflek Patologis
Motorik Ekstremitas Atas Ekstremitas Bawah
Kanan Kiri Kanan Kiri
Pergerakan (+) (+) (+) (+)

Kekuatan 5-5-5-5 5-5-5-5 5-5-5-5 5-5-5-5

Tonus Normoton Normoton Normoton Normoton


us us us us
Trofi Eutrofi Eutrofi Eutrofi Eutrofi

Sensibilitas Ekstremitas Atas Ekstremitas Bawah


Kanan Kiri Kanan Kiri
Taktil Normal Normal Normal Normal
Nyeri Normal Normal Normal Normal
R. fisiologis Ekstremitas Atas Ekstremitas Bawah
Kanan Kiri Kanan Kiri
Biceps + +
Triceps + +
Patella + +
Achilles + +

R. patologis Ekstremitas Atas Ekstremitas Bawah


Kanan Kiri Kanan Kiri
Hoffman T (-) (-)
Babinski (-) (-)
Chaddock (-) (-)
Gordon (-) (-)
Oppenheim (-) (-)
Schaefer (-) (-)
Klonus paha (-) (-)
Klonus kaki (-) (-)
Pemeriksaan penunjang
• Laboratorium (15 Januari 2018)
Pemeriksaan Hasil Satuan
HEMATOLOGI
Jumlah Lekosit 5,4 103/uL
Eritrosit 4,18 106/uL
Hemoglobin 13,3 g/dL
Hematokrit 41,0 %
Hitung jenis leukosit 8,1 -
Eosinofil, basofil, monosit 8,1 -
Neutrofil 72,0 -
Jumlah Trombosit 202 103/uL
KIMIA KLINIK
Kolesterol 245,1 mg/dL
Creatinin 1,28 mg/dL
Ureum 31,2 U/L
Uric Acid 5,35 -
Resume
• Telah diperiksa seorang laki-laki berusia 63 tahun
dengan keluhan utama kedua pipi bengkak secara
tiba-tiba sejak 1 hari SMRS. Kedua pipi juga terasa
nyeri bila disentuh. Pasien masih dapat membuka
mulut dan menggerakkan rahangnya. Pasien
mengeluh kesulitan untuk makan dan bicara
karena nyeri. Keluhan demam, sakit gigi, dan
lemah di bagian wajah disangkal. Pasien mengaku
belum pernah mengalami keluhan seperti ini
sebelumnya.
Resume
• Pada pemeriksaan fisik, kesadaran pasien compos
mentis dengan skor GCS 15, tekanan darah
140/90 mmHg, frekuensi nadi 85 kali/menit,
frekuensi napas 20 kali/menit dan suhu aksila
36,7 C. Ditemukan pada pemeriksaan status
neurologis nervus trigeminal tes sensibilitas
nyeri pada kedua pipi.
• Pada pemeriksaan laboratorium, didapatkan
jumlah leukosit 5,40 103/uL, eritrosit 4,18 106/uL,
hemoglobin 13,3 g/dL, hematokrit 41%,
trombosit 202 103/uL, kolesterol 245,1 mg/dL.
Diagnosis

Klinis Facial pain

Topis Nervus Trigeminal

Etiologis Neuralgia Trigeminal


Penatalaksanaan
Medikamentosa
• IVFD RL 20 tpm + drip Neurobion 1 amp/24 jam
• Inj. Ranitidine 2x1 amp
• Inj. Ketorolac 2x1 amp
• Carbamazepine 2 x 200 mg
• Pregabalin 2x75mg
• Simvastatin 1x10mg

Non-medikamentosa
• Konsul saraf
Prognosis
• Ad vitam : ad bonam
• Ad functionam : Dubia ad bonam
• Ad sanationam : Dubia ad bonam
Follow up
Selasa, 16 Januari 2018 (pasien di ruangan Tulip)
S Nyeri pipi berkurang, bengkak(-)
O Kesadaran compos mentis
GCS : 15 (E4 V5 M6)
TTV :
TD : 130/80 mmHg
Nadi : 88 x / menit
Pernafasan : 20 x/menit
Suhu : 36,5oC
Nervus trigeminus : tes sensibilitas : nyeri (-/-)
A Neuralgia Trigeminal + Hiperkolesterolemia
P Obat:
- Aff infus
- Gabapentin 2x150mg
- Metilprednisolon 3x4mg
- Ranitidine 2x1 tab
- Simvastatin 1x10mg
Rabu, 17 Januari 2018 (pasien di ruangan Tulip)
S Nyeri (-)

O Kesadaran: compos mentis


GCS: 15 (E4 M6 V5)
TTV :
TD : 120/80 mmHg
Nadi : 84 x / menit
Pernafasan : 20 x/menit
Suhu : 36oC
Nervus trigeminus : tes sensibilitas : nyeri (-/-)
A Neuralgia Trigeminal + Hiperkolesterolemia
P Obat:
- Aff infus
- Gabapentin 2x150mg
- Metilprednisolon 3x4mg
- Ranitidine 2x1 tab
- Simvastatin 1x10mg
- Acc BLPL
NEURALGIA TRIGEMINAL
Anatomi Nervus Trigeminus

Nervus trigeminus adalah


saraf otak motorik dan
sensorik. Serabut motoriknya
mempersarafi muskulus
maseter, temporalis,
pterigoideus internus et
eksternus, tensor timpani,
omohioideus dan bagian
anterior muskulus digastrikus
- Inti motoriknya terletak di pons

- Serabut-serabut motoriknya bergabung dengan serabut-


serabut sensorik nervus trigeminus yang berasal dari ganglion
Gasseri

- Serabut-serabut sensoriknya menghantarkan impuls nyeri,


suhu, raba dan perasaan proprioseptif.

- Kawasannya ialah wajah dan mukosa lidah dan rongga mulut


serta lidah, dan rongga hidung. Impuls proprioseptif, terutama
berasal dari otot-otot yang dipersarafi oleh cabang
mandibular sampai ke ganglion Gasseri.
• Cabang- cabang dari
nervus V yaitu :

 Cabang Oftalmikus
 Cabang Maksilaris
Cabang
Mandibularis
• Cabang oftalmik : mensuplai sensasi sinus
frontalis, konjungtiva, kornea, kelopak mata
atas, pangkal hidung, dahi dan kulit kepala
sampai sejauh puncak kepala.

• Cabang maksilar : mensuplai sensasi pipi, sinus


maksilaris, aspek lateral hidung, gigi atas,
nasofaring, palatum durum, dan uvula.

• Cabang mandibularis : mensuplai sensasi dagu,


rahang bawah, dua pertiga anterior lidah, gigi
bawah, gusi dan lantai mulut, dan mukosa
bukal pipi.
Neuralgia Trigeminal : Definisi

Menurut Internasional Association for Study of Pain


(IASP) : neuralgia trigeminal (TN) sebagai serangan
tiba-tiba, biasanya unilateral, parah, singkat,
menusuk, berulang serta episode nyeri pada
distribusi satu atau lebih cabang trigeminal saraf
kranialis.

Menurut International Headache Society (IHS):


kesakitan yang unilateral pada wajah dengan
kesakitan terbatas pada distribusi satu atau lebih
divisi nervus trigeminal. Penyakit ini juga dikenal
sebagai tic doulourex atau sindrom Fothergill.
Epidemiologi
• Menurut AANS (American Association
of Neurological Surgeons), sekitar
150.000 orang didiagnosis terkena
Neuralgia Trigeminal setiap tahunnya.
• Laporan dari The National Institute of
Neurological Disorder and Stroke
mengatakan bahwa penyakit ini dapat
terjadi pada semua umur namun yang
terbanyak adalah umur 50 tahun
keatas.
• Pasien yang menderita pada umur 20-40 biasanya
disebabkan karena adanya lesi demielinisasi sekunder
pada pons yang disebabkan multiple sclerosis.
• Gender yang lebih banyak menderita penyakit ini
adalah perempuan dibanding dengan laki laki.
• Rushton dan Olafson melaporkan bahwa 1% dari
pasien yang menderita neuralgia trigeminal adalah
penderita multiple sclerosis.
• Dan pasien dengan keadaan multiple sclerosis biasanya
menderita neuralgia pada kedua sisi wajahnya.
Etiologi
- Etiologinya sampai sekarang masih belum jelas,
tetapi ada beberapa penyebab yang berhubungan
dengan gigi.

- N. V merupakan satu-satunya serabut saraf yang


kemungkinan selalu dihadapkan dengan keadaan
sepsis sepanjang hidup. Keadaan sepsis tersebut
dapat berupa karies gigi, abses, sinusitis,
pencabutan gigi oleh berbagai sebab, infeksi
periodontal, yang kesemuanya diperkirakan dapat
menjadi penyebab NT
- Akan tetapi bukti lain menunjukkan banyak juga
penderita dengan infeksi disekitar mulut, cabut
gigi yang tidak menderita NT. Disisi lain, tidak
jarang pula penderita NT yang ditemukan tanpa
menderita infeksi seperti tersebut diatas.

- NT berawal dari dikeluhkannya rasa nyeri area


mulut pasca suatu prosedur dental sehingga
berakibat munculnya diagnosis sebagai dry
socket pasca ekstraksi gigi. Pasien banyak
berobat ke dokter gigi
- Setelah dilakukan ekstraksi gigi timbul nyeri setelah
24-48 jam kemudian dan biasanya disebabkan
adanya osteitis superfisial pada tulang alveolar

- 1 laporan kasus disebutkan ≤ 2 bulan setelah


dilakukan ” endodontic treatment ” timbul nyeri
paroxysmal yang tajam, & makin bertambah
frekuensinya, & nyeri timbul bila ada ” trigger ”
sentuhan ringan pada pipi kiri dan setiap serangan
berlangsung 1-2 detik dan kadang sampai 5-10
serangan berulang → neuralgia trigeminal
Patofisiologi
 Neuralgia Trigeminal dapat terjadi akibat
berbagai kondisi yang melibatkan sistem
persarafan trigeminus ipsilateral

 Pada kebanyakan kasus, tampaknya yang menjadi


etiologi adalah adanya kompresi oleh salah
satu arteri di dekatnya yang mengalami
pemanjangan seiring dengan perjalanan usia,
tepat pada pangkal tempat keluarnya saraf ini
dari batang otak.
• Ditemukannya peregangan atau kompresi nervus V
Mekanisme • Ditemukannya malformasi vaskular pada beberapa
penderita Neuralgia Trigeminal
perifer • Adanya tumor dengan pertumbuhan yang lambat
• Adanya proses inflamasi pada N.V.

Mekanisme • Multiple sclerosis dimana terjadi demielinisasi


secara meluas sehingga dapat mengenai saraf
trigeminus. Biasanya tidak ada lesi yang spesifik
sentral pada nervus trigeminus yang ditemukan.
 Keadaan ini, yaitu discharge neuronal yang
berlebihan dan pengurangan inhibisi,
mengakibatkan jalur sensorik yang hiperaktif.

 Bila tidak terbendung akhirnya akan menimbulkan


serangan nyeri. Aksi potensial antidromik ini
dirasakan oleh pasien sebagai serangan nyeri
trigerminal yang paroksismal.

 Stimulus yang sederhana pada daerah pencetus


mengakibatkan terjadinya serangan nyeri.

 Efek terapeutik yang efektif dari obat yang diketahui


bekerja secara sentral membuktikan adanya
mekanisme sentral dari neuralgi.
nyeri seperti
tertusuk-tusuk
singkat dan
paroksismal
Serangan yang timbul
dapat mengurangi
Nyeri dapat sangat
nafsu makan, rekurensi
dirasakan pada
dalam jangka lama
kening, pipi,
dapat menyebabkan
rahang atas atau
kehilangan berat
bawah, atau lidah
badan, depresi hingga
bunuh diri

Gambaran Klinis
Nyeri seringkali nyeri dapat
menimbulkan dipresipitasi oleh
spasme reflex otot sentuhan pada
wajah yang terlibat wajah , seperti saat
sehingga disebut cuci muka atau
‘tic douloreaux’, bercukur,
kemerahan pada berbicara,
wajah, lakrimasi mengunyah dan
dan salivasi. Nyeri yang timbul menelan.
biasanya sangat
berat sehingga
pasien sangat
menderita
KLASIFIKASI

Menurut klasifikasi IHS ( International


Headache Society )

NT klasik NT simptomatik
semua kasus yang akibat tumor, multipel
etiologinya belum sklerosis atau kelainan
diketahui ( idiopatik ) di basis kranii.
KLASIFIKASI

NT Tipikal NT Sekunder

NT Atipikal NT Paska Trauma

NT karena Failed Neuralgia


Sklerosis Trigeminal
Multipel
Diagnosis

A. Nyeri: paroksismal, intensitas tinggi, durasi pendek, sensasi shooting


B. Cabang kedua atau ketiga n. trigeminus
C. Kejadian: unilateral
D. Onset: umur pertengahan; wanita (3:2); kambuh-kambuhan sering
pada musim semi dan gugur
E. Daerah pencetus: 50%; sensitive terhadap sentuhan atau gerakan
F. Kehilangan fungsi sensorik: tidak ada ( kecuali pernah dirawat
sebelumnya)
G. Perjalanan penyakit: intermitten; cenderung memburuk; jarang hilang
spontan
H. Insidensi familial: jarang (2%)
Idiopatik Simptomatik

Nyeri bersifat paroksimal di daerah Nyeri terasa terus menerus di


sensorik cabang oftalmikus atau kawasan cabang oftalmikus, atau
cabang maksillaris dan/atau cabang nervus infra-orbitalis
mandibularis

Timbulnya nyeri secara hilang timbul, Nyerinya terus-menerus tidak hilang


serangan pertama bisa berlangsung 30 timbul, dengan puncak nyeri hilang
menit dan serangan berikutanya timbul
antara beberapa detik sampai 1 menit

Nyeri merupakan gejala tunggal dan Disamping nyeri terdapat juga


utama anestesia/hipestesia atau kelumpuhan
saraf otak, ganguan autonom

Penderita berusia 45 tahun. lebih Tidak memperlihatkan kecenderungan


sering wanita dari pada laki-laki pada wanita atau pria dan tidak
terbatas pada golongan umur tertentu
Menilai fungsi
mengunyah (masseter)
dan fungsi
pterygoideus
(membuka mulut,
deviasi dagu).
Menilai sensasi pada
ketiga cabang nervus
trigeminus bilateral Menilai EOM
(termasuk refleks
kornea).

Pemeriksaan Fisik
CT scan

Pemeriksaan
Penunjang

MRI
Diagnosa Banding
Faktor yang
Diagnosis Karakteristik Penyakit yang
Persebaran Meringankan/ Tata Laksana
Banding Klinis Dihubungkan
Memperburuk
Neuralgia Daerah Laki- laki/ Titik-titik rangsang Idiopatik Carbamazepine
Trigeminal persarafan perempuan = 1:3 sentuh, mengunyah, Skeloris multipel Phenytoin
cabang 2 dan 3 Lebih dari 50 tahun senyum, bicara, dan pada dewasa muda Gabapentin
nervus Paroksismal (10-30 menguap Kelainan Injeksi alkohol
trigeminus, detik), nyeri bersifat pembuluh darah Koagulasi atau
unilateral menusuk-nusuk Tumor nervus V dekompresi bedah
atau sensasi
terbakar, persisten
selama berminggu-
minggu atau lebih,
Ada titik-titik
pemicu,
Tidak ada paralisis
motorik maupun
sensorik.
Neuralgia Unilateral atau Lebih banyak Tidak ada Status ansietas Anti ansietas dan
Fasial Atipik bilateral, pipi ditemukan pada atau depresi anti depresan
atau angulus wanita usia 30-50 Histeria
nasolabialis, tahun Idiopatil
hidung bagian Nyeri hebat
dalam berkelanjutan
umumnya pada
daerah maksila
Neuralgia Post Unilateral Riwayat herpes Sentuhan, Herpes Zoster Carbamazepin,
herpetikum Biasanya pada Nyeri seperti pergerakan anti depresan dan
daerah sensasi terbakar, sedatif
persebaran berdenyut-denyut
cabang Parastesia,
oftalmikus kehilangan sensasi
nervus V sensorik keringat
Sikatriks pada
kulit
Sindrom Unilateral, Nyeri berat Mengunyah, Ompong, arthritis Perbaikan geligi,
Costen dibelakang berdenyut-denyut tekanan sendi rematoid operasi pada
atau di depan diperberat oleh temporomandibula beberapa kasus
telinga, proses mengunyah r
pelipis, wajah Nyeri tekan sendi
temporomandibula
Maloklusi atau
ketiadaan molar

Neuralgia Orbito-frontal, Nyeri kepala Alkohol pada Tidak ada Ergotamin


Migrenosum pelipis, rahang sebelah beberapa kasus sebagai
atas, angulus profilaksis
nasolabial
Penatalaksanaan

Drugs eficiency Side effect Initial dose Dose Target


increments daily dose

+++ +++
First carbamazepin 100 mg 2x1 50-100 mg 400-1000
line perhari setiap 2-4 hari mg

+++* ++
oxcarbazepin 300mg 2x1 600 mg setiap 600-2400
perhari 1 minggu mg

Second ++* ++ 300 mg 1x1 300 mg setiap 900-2400


line Gabapentin perhari 3 hari mg

baclofen ++* +++ 10 mg 3x1 10 mg setiap 50-60 mg


perhari hari
Penatalaksaan Non Medis
(Bedah)
Jika pasien tidak dapat menghilangkan
rasa sakit maka dianjurkan operasi.
PROGNOSIS

Pada banyak kasus, neuralgia trigeminal


memiliki prognosis yang baik. Kira- kira 80
% pasien nyerinya menghilang dengan
pengobatan. Ketika pengobatan gagal atau
terjadi efek samping yang tidak diinginkan
maka, pilihan pengobatan yang lain juga
tersedia dan memiliki angka kesuksesan
yang tinggi.
Pembahasan
Tinjauan Pustaka Kasus
Etiologi NT : idiopatik, simptomatik Idiopatik
(tumor, multiple sclerosis)

Gejala NT : Pasien mengeluh bengkak di kedua pipi,


Nyeri unilateral singkat dan paroksismal terasa nyeri bila disentuh, nyeri seperti
Dipresipitasi oleh sentuhan ditusuk-tusuk
Nyeri di percabangan nervus trigeminus
Dapat menyebabkan spasme otot

Pengobatan :
First line : Carbamazepine 2x100mg Pada pasien diberikan Carbamazepine
Second line : Oxcarbazepin 2x300mg 2x200mg dan Pregabalin 2x75mg, serta
Gabapentin 1x300mg obat pulang Gabapentin 1x75mg
Baclofen 3x10mg

Anda mungkin juga menyukai