Anda di halaman 1dari 21

KESEHATAN DAN

KESELAMATAN KERJA
TENTANG ALAT PELINDUNG
DIRI
ALAT PELINDUNG
DIRI (APD)

Oleh
M.Yusuf Affandi Sidik 1541150010
M.Fatoni Azharudin 1541150098
M.Ramadhan Arifananda 1541150047
Pengertian Alat Pelindung Diri
 Alat pelindung diri (APD) merupakan kelengkapan
yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya
dan risiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja
itu sendiri dan orang di sekelilingnya.
 Kewajiban itu sudah disepakati oleh pemerintah
melalui Departemen Tenaga Kerja Republik
Indonesia. Semua jenis APD harus digunakan
sebagaimana mestinya, gunakan pedoman yang
benar-benar sesuai dengan standar keselamatan
kerja (K3L )
Syarat-syarat APD
O Harus memberikan perlindungan yang cukup
terhadap bahaya yang dihadapi tenaga kerja
/sesuai dengan sumber bahaya yang ada .
O Tidak mudah rusak.
O Tidak menggangu aktifitas pemakai.
O Memenuhi syarat spesifik (SNI).
O Nyaman dipakai dan lain-lain.
Kelebihan Dan Kekurangan
(APD)
Kelebihan :
O Mengurangi resiko akibat kecelakan kerja yang
terjadi baik sengaja maupun tidak sengaja.
O Melindungi seluruh/sebagian tubuhnya pada
kecelakaan .
O Sebagai usaha terakhir apabila sistem
pengendalian teknik dan administrasi tidak
berfungsi dengan baik.
O Memberikan perlindungan bagi tenaga kerja di
tempat kerja agar terlindungi dari bahaya kerja.
Kekurangan :
O Kemampuan perlindungan yang tak sempurna karena
memakai APD yang kurang tepat dan perawatannya
yang tidak baik .
O Fungsi dari ADP ini hanya untuk mengura gi akibat
dari kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya
bukan untuk menyelamatkan nyawa.
O Tidak menjamin pemakainya bebas kecelakaan karena
hanya melindungi bukan mencegah.
O Cara pemakaian APD yang salah karena kurangnya
pengetahuan tentang penggunaan APD yang baik dan
benar.
O APD tak memenuhi persyaratan standar karena
perawatannya tidak baik dan kualitasnya buruk.
Dasar Hukum

 Undang-undang No.1 Tahun 1970.


• Pasal 3 ayat (1) butir f :Memberikan Alat-alat
perlindungan pada para pekerja.
• Pasal 9 ayat (1) butir c :Pengurus diwajibkan
menunjukan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja
baru tentang APD bagi tenaga kerja yang bersangkutan.
• Pasal 12 butir b :dengan peraturan perundangan diatur
keajiban atau hak tenaga kerja tenaga kerja untuk
memakai APD yang diwajibkan.
• Pasal 14 butir c :Pengurus diwajibkan menyediakan
secara Cuma-Cuma Apd yang diwajibkan pada pekerja
dan orang lain yang memasuki tempat kerja.
Dasar Hukum
 Permenakertrans No. per. 03/Men/1981 :
• Pasal 4 ayat (3) menyebutkan kewajiban
pengurus menyediakan secara Cuma-Cuma APD
yang diwajibkan penggunaanya oleh tenaga
kerja yang berada dibawah pimpinanya untuk
mencegah PAK.
 Permenakertrans No. per. 03/Men/1982 :
• Pasal 2 menyebutkan memberikan nasehat
mengenai perencaan dan pembuatan tempat
kerja, pemilihan alat pelindung diri yang
diperlukan dan gizi serta penyelenggaraan
makan di tempat kerja.
Macam-macam Alat Perlindungan Diri
 Safety Helmet Safety Helmet
merupakan alat pelindung kepala yang
melindungi kepala dari benda-benda yang
bisa mengenai kepala secara langsung.
 Tali Keselamatan (safety belt)
Berfungsi sebagai alat pengaman ketika
menggunakan alat transportasi ataupun peralatan
lain yang serupa (mobil,pesawat, alat berat, dan
lain-lain). Sehingga saat kita terjatuh, ada tali
pengaman yang menyangga tubuh kita.
 Sepatu Karet (sepatu
boot)
Berfungsi sebagai alat
pengaman saat bekerja di
tempat yang becek ataupun
berlumpur. Kebanyakan di
lapisi dengan metal untuk
melindungi kaki dari benda
tajam atau berat, benda
panas, cairan kimia, dsb
 Sarung Tangan
Berfungsi sebagai alat pelindung tangan
pada saat bekerja di tempat atau situasi yang
dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan
dan bentuk sarung tangan di sesuaikan
dengan fungsi masing-masing pekerjaan.
 Tali Pengaman (Safety Harness)
Berfungsi sebagai pengaman saat bekerja di
ketinggian. Diwajibkan menggunakan alat ini di
ketinggian lebih dari 1,8 meter. Berguna untuk
melindungi tubuh dari kemungkinan terjatuh, biasanya
digunakan pada pekerjaan konstruksi dan memanjat
serta tempat tertutup atau boiler. Harus dapat menahan
beban sebesar 80 Kg.
 Penutup Telinga (Ear Plug / Ear Muff)
Berfungsi sebagai pelindung telinga pada saat
bekerja di tempat yang bising. Sumbat Telinga
Sumbat telinga yang baik adalah menahan
frekuensi tertentu saja,sedangkan frekuensi
untuk bicara biasanya (komunikasi) tak
terganggu.
 Kaca Mata Pengaman (Safety Glasses)
Berfungsi sebagai pelindung mata ketika
bekerja (misalnya mengelas) agar tidak
terkena benda-benda.
 Masker (Respirator) Berfungsi sebagai
penyaring udara yang dihirup saat bekerja di
tempat dengan kualitas udara buruk (misal
berdebu, beracun, dsb).
 Pelindung wajah (Face Shield)
Berfungsi sebagai pelindung wajah dari
percikan benda asing saat bekerja (misal
pekerjaan menggerinda).
 Jas Hujan (Rain Coat)
Berfungsi melindungi dari percikan air saat
bekerja (misal bekerja pada waktu hujan atau
sedang mencuci alat).
Merawat (APD)
 Cara Merawat APD yang Baik dan Benar
1. meletakkan APD pada tempatnya setelah selesai digunakan,
2. melakukan pembersihan secara berkala,
3. memeriksa APD sebelum dipakai untuk mengetahui adanya
kerusakan atau tidak layak pakai,
4. memastikan APD yang digunakan aman untuk keselamatan
jika tidak sesuai maka perlu diganti dengan yang baru.
5. dijaga keadaannya dengan pemeriksaan rutin yang
menyangkut cara penyimpanan, kebersihan serta kondisinya.
6. Apabila dalam pemeriksaan tersebut ditemukan alat helm
kerja yang kualitasnya tidak sesuai persyaratan maka alat
tersebut ditarik serta tidak dibenarkan untuk dipergunakan
PERINGATAN
Apabila kita sudah memakai alat pelindung
diri yang sesuai, kita masih dituntut untuk
selalu berhati-hati karena alat pelindung diri
yang kita pakai mempunyai keterbatasan.
Be Success!

THANKS FOR
ATTENTION