Anda di halaman 1dari 30

JENNIFER ANATASYA JELIKA MAITIMU

2015-83-046
1. Menjelaskan alur penegakan diagnosis
2. Menjelaskan obstruksi ikterus et causa suspect hepatitis virus
3. Mejelaskan etiopatogenesis
4. Menjelaskan tatalaksana awal dan edukasi
5. Menjelaskan pemeriksaan penunjang
 Anamnesis
1. Identitas : laki-laki, 30th
2. Keluhan Utama : mata kuning sejak 2 minggu
3. Konsep sacred seven
1. Lokasi
2. Onset
3. Kualitas
4. Kuantitas
5. Kronologi
6. Factor-faktor modifikasi
7. keluhan penyerta lainnya
4. Konsep fundamental four (F4)
■ Pemeriksaan fisik  Pemeriksaan penunjang

Melakukan pemeriksaan fisis dari 1. Pemeriksaan darah lengkap


ujung rambut sampai pada 2. pemeriksaan tes fungsi hati :
ekstremitas Pemeriksaan SGOT/SGPT,
1. Inspeksi bilirubin total/direct, alkali
fosfatase, gamma GT
2. Auskultasi
3. Serum Biopsi hati
3. Palpasi
4. Pemeriksaan Serologis : igM anti
4. perkusi HAV, igM anti HBc, HBsAg, igM
anti HCV
5. Urinalsiis : bilirubin dan
urobilinogen
1. Hepatitis A
2. Hepatitis B
3. Hepatitis C
4. Drug induced hepatitis (drug induced liver injury)
Hepatitis adalah kelainan hati berupa peradangan (sel) hati. Peradangan ini ditandai dengan
meningakatan kadar enzim hati. Peningkatan ini disebabkan adanya gangguan atau
kerusakan membran hati. Terdapat dua factor penyebab :

Infeks : - Virus Hepatitis Non Infeksi : - Obat


- adenoviruses
- Herpes Simpleks
- HIV
- Bakteri
H E P AT IT I S
Stabil dalam lingkungan selama 1 bulan
Masa inkubasi 2-4 minggu
Dapat diinaktivasi dengan pemanasan dengan suhu minimal 85°C selama 1 menit atau dengan
pengenceran natrium hipoklorit dalam air dengan kadar 1:100.
Tanda-tanda dan gejala:
 Fase preikterus: gejala-gejala seperti influenza (hilang nafsu
makan, mual, lelah, dan rasa tidak enak badan) Hilang nafsu
makan, mual, muntah, lelah, rasa tidak enak badan, demam, sakit
kepala, dan nyeri abdomen bagian kanan atas.
 Fase ikterus : sklera dan kulit berwarna kuning, urin berwarna
gelap, feses berwarna terang (acholic), kulit gatalgatal, dan
gejala-gejala sistemis yang memburuk

Anak-anak yang berusia <6 tahun tidak menampakkan gejala,


kalaupun ada, mereka tidak mengalami jaundice (kuning).
 Pemeriksaan fisik
Sklera, kulit, dan sekresi ikterik
Penurunan berat badan ringan (2-5 kg)
Hepatomegali
 Pemeriksaan penunjang
Tes laboratorium
SEROLOGI : IgM anti HAV positif
BIOKIMIA FUNGSI LIVER : Peningkatan kadar bilirubin, γ-
globulin, dan transaminase hepatik (alanine transaminase dan
aspartate transaminase) 2 kali lipat dari normal pada penyakit
anikterik akut.
Peningkatan kadar alkali fosfatase, γ-glutamil transferase, dan
bilirubin total pada pasien kolestatik.
• Tidak ada pengobatan khusus
• Pengobatan suportif
• Pemberian farmakologi
• Istirahat / tirah baring
• DIET
• Simtomatik
• Perawatan di RS
Pencegahan hepatitis A dapat dilakukan dengan vaksinasi dan
imunisas (PASIF  Ig dan AKTIF vaksin)
Semua anak yang berusia >1 tahun, kelompok faktor risiko,
pasien penyakit hati kronis, dan orang-orang dengan gangguan
faktor pembekuan darah sebaiknya menerima vaksin hepatitis
A.
Dua jenis vaksin hepatitis A yang berlisensi di AS adalah Vaqta
dan Havrix.
Imunoglobulin (Ig) digunakan sebagai terapi profilaksis
pra/pasca paparan terhadap HAV.
Paling efektif bila diberikan dalam masa inkubasi.
Ig jarang menyebabkan efek samping serius dan aman
diberikan kepada wanita hamil dan menyusui.
Dosis:
 0,2 mL/kg IM untuk mereka yang telah terpapar HAV atau belum
(profilaksis <3 bulan)
 0,6 mL/kg IM (profilaksis ≥5 bulan) untuk mereka yang belum
terpapar HAV
H E P AT IT I S
 Pelancong
 Pengguna obat suntik (IDU)
 Kontak seksual/tinggal serumah dengan penderita
 Orang yang memiliki banyak pasangan seks
 Psangan seks yang terinfeksi
 Homoseksual
 Pasien hemodialisis
 Petugas kesehatan
 Bayi yang dilahirkan wanita atau ibu yang terinfeksi
1. Hepatitis B akut
2. Hepatitis B Kronik
PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN
ANAMNESIS
FISIK PENUNJANG

1. SKLERA IKTERIK 1. SEROLOGI


1. KELUHAN 2. URINE : bilirubin (+)
2. HEPATOMEGALI
2. RIWAYAT PENYAKIT 3. DARAH : penignkatan
3. SPLENOMEGALI (5-15%)
3. RIWAYAT KELUARGA kadar bilirubin,
4. SIROSIS  ASITES
4. RIWAYAT KEBIASAAN SGOT/SGPT
5. EDEMA TUNGKAI
6. SPIDER NEVI (jarang)
7. ERITEMA PALMAR
(jarang)
 HBsAg (Hepatitis B surface Antigen)
 Anti HBs
 Anti HBc
 HBeAg
 Anti Hbe
 DNA VHB
 Aspan kalori dan cairan yang adekuat
 Tirah abring
 Pengobatan simptomatik
- Demam : ibuprofen 2x400mg/hari (anak 20mg/kgBB/hari)
- Mual : mataklopramid 3x10mg, anak sehari 3x ¼-1/2 tab (1tab=10mg)/hari atau
domperidon 3x10mg/hari
- Perut kembung dan perih : H2 bloker (simetidin 3x200mg/hari atau ranitidin
2x150mg/hari) atau PPI (omeprazol 1x20mg/hari)
 Interferon
 Lamivudin
 Terapi gizi
 Vaksin VHB 0,5ml segera setelah lahir
H E P AT IT I S
Manifestasi klinis

1. Infeksi akut  ASIMPTOMATIK


2. Infeksi kronik  lelah jangka pnajng, manifestasi ekstrahepatik : fatigue, loss of
appetite, trouble sleeping, depression
 Mengeliminasi virus
 Mencegaha progresivitas penyakit menjadi sirosis
maupun karsinoma
 Rekomendasi dari KDA  pengobatan dengan
kombinasi interferon dan ribavirin

 Uji saring yang efektif terhadap donor darah


 Uji saring terhadap individu yg berada pd daerah
dengan prevalensi HCV tinggi untuk mencegah
penyebaran lebih lanjut
 Pendidikan kesehatan bagi pekerja yang erat kerjanya
dengan darah dan cairan tubuh

 Enselopati hepatic
 Sirosis hepatos
 serosis
1. Obat-obatan, bahan kimia, dan racun
2. Reaksi transfusi darah yang tidak terlindungi virus hepatitis.
3. Infeksi virus.