Anda di halaman 1dari 36

ISU ETIK DALAM

PENELITIAN KUALITATIF

Oleh : Ns. Syarniah, Sp.Kep.J


Pokok Bahasan
 Isu etik pada Pendekatan kualitatif
 Berbagai isu etik dalam tahapan penelitian
kualitatif.
 Prinsip-prinsip etik pada pendekatan
kualitatif
 Kondisi khusus ttg isu dan penelitia
kualitatif
Introduction

Sesederhana apapun suatu proses penelitian


tetap memiliki risiko, termasuk
kemungkinan risiko mendapatkan bahaya
atau ketidaknyamanan karena penelitian yg
dilakukan.
 Risiko masalah pada awal persetujuan
calon responden, Ketidaknyamanan pada
saat proses pengumpulan data,
ketidaknyamanan paparan hasil riset.
Isu etik Pada Pendekatan Kualitatif
Masalah/dilema etik dpt Mulai dari
terjadi pd semua tahapan Menetapkan
proses penelitian Pertanyaan Penelitian

Mengumpulkan
Menganalisis data
data

Menulis Laporan Penelitian


1. Penghargaan
Hak & Martabat
Partisipan
Manusia sbg Subjek utama Penelitian
mempunyai ‘ NEED & WANT’

Perlu Dihargai Hak-Hak Manusia ketika


berpartisipasi dlm penelitiian

Perlu Perlindungan Martabat dan Keselamatan


Manusia sbg subjek penelitian serta kelayakan
penelitian
2. Dampak Psikologis

Riset Kualitatif Partisipan tdk ada potensi Dampak


Kerugian menerima manfaat atau Psikologis
langsung

• Kecil potensinya • Partisipan hanya • Ketidaknyamanan


memberikan terlibat dlm proses psikologis krn
dampak yg wawancara tanpa laporan peneltian
membahayakan scr ada perlakuan. mengekspose
langsung terutama pengalaman pribadi
dampak fisik. partisipan yg akan
dibaca oleh org lain

Connolly & Reid (2007)


3. Over relationship

Tjd masalah etik


Over
dari hub sosial
Deep interview relationship
antara peneliti
(hub sgt erat)
dg partisipan.

Mauthner, et al, 2005)


4. Sikap empati
peneliti

Sikap Peneliti
• Stress • Banyak asumsi
• Over peneliti krn
• Takut involvement faktor empati.
• Empati pd
Kondisi psikologis partisipan
Hasil Riset Tdk
partisipan saat
akurat
interview
5. Adanya
kepentingan yg
berbeda scr
bersamaan

Adanya kepentingan yg
berbeda pd saat bersamaan Peneliti perlu melakukan
yi kepentingan peneliti utk langkah antisipatif dg
hsl riset ilmiah & memenuhi beberapa prinsip
penghormatan hak etika penelitian.
partisipan atau pihak lain
Utk meminimalkan atau mengatasi
risiko/ketidaknyamanan yg dpt tjd
pada partisipan selama proses
pengumpulan data

Peneliti harus mampu


memberikan /
memprediksi 5 komponen.
1. Konsekuensi Beneficience
2. Informed Consent
3. Anonimity & Confidentiality
4. Konsekuensi Bahaya/Risiko atau Ketidaknyamanan
Partisipan.
5. Peran Peneliti
1. Konsekuensi Beneficienci/Manfaat
Penelitian
• Bagaimana hasil riset bermanfaat atau memberikan
1 kontribusi manfaat kpd partisipan ?

• Siapa yg akan memperoleh manfaat ?


2
• Apakah langsung dpt bermanfaat utk para partisipan scr
individu atau kelompok lain yg memiliki kondisi yg sama dg
3 partisipan yg sedang diteliti ?

• Dalam bentuk apa sajakah manfaat tersebut dapat


4 diterima oleh para individu atau kelompok tsb ?
2. Persetujuan setelah
penjelasan/Informed Consent dari
Partisipan
Informed Concent dpt mjd masalah 
ketika partisipan tdk mendapat penjelasan
yg lengkap di awal penelitian

Krn sifat riset kualitatif Tentatif &


Eksploratorif
2. Persetujuan setelah
penjelasan/Informed Consent
….cont

• Bagaimana memperoleh
1 persetujuan dari partisipan ? (lisan
atau tertulis)

• Siapa yg harus memberikan

2 persetujuan ? (partisipan langsung


atau melallui pihak lain spt ortu,
wali, dll)
2. Persetujuan setelah
penjelasan/Informed Consent
…cont’
• Bagaimana
3 ketersediaan
kelengkapan informasi
ttg riset yg dilakukan ?
• Apakah perlu diberikan

4
informasi sebelum wawancara
dilakukan atau informasi yg
ditunda penyampaiannya
setelah wawancara dilakukan ?
3. Kerahasiaan &
Anonimitas/Confidentiality Partisipan
Kerahasiaan partisipan dpt terancam krn
Deskripsi yg Rinci selama proses penelitian

- Bagaimana peneliti melindungi kerahasiaan partisipan ?


- Apa saja konsekuensi yg dpt dialami partisipan selama penelitian ?
- Bagaimana identitas partisipan dpt dirahasiakan ?
-Seberapa penting penyamaran identitas partisipan perlu
dirahasiakan ?
- Dapatkah masalah2 yg berkaitan merahasiakan identitas partisipan
dpt diantisipasi atau diselesaikan peneliti ?
- Siapa saja yg dpt mengakses hasil wawancara ?
- Bagaimanakah mengantisipasi masalah2 yg bersifat legal
berkenaan dg perlindungan identitas partisipan ?
4. Konsekuensi Bahaya/Risiko atau
Ketidaknyamanan Partisipan

Posisi partisipan /informan merupakan individu/kelompok


yg rentan

mereka berpikir bhw “HARUS IKUT” dlm penelitian


(padahal tdk mengingingkan)

Partisipan merasa takut &


tertekan selama wawancara
Pertanyaan yang harus dijawab
peneliti :
 Apa saja konsekuensi bahaya atau risiko &
ketidaknyamanan yg dpt dialami partisipan
ketika menceritakan pengalaman pribadinya ?
 Apakah konsekuensi tsb dpt diatasi oleh
lebih banyaknya manfaat penelitian yg akan
diperoleh partisipan ?
 Bagaimana upaya peneliti meminimalkan
risiko bahaya atau ketidaknyamanan
partisipan saat menceritakan pengalaman
pribadinya ?
Pertanyaan yang harus dijawab
peneliti …..cont’ :
 Apa saja konsekuensi
risiko/ketidaknyamanan yg perlu
diantisipasi yg akan terjadi pd partisipan
ketika hasil riset dipublikasikan ?
Hal yg dpt dialami partisipan saat wawancara
(Poerwandari, 2009)

* Partisipan dpt teringat lagi cerita yg ingin


dilupakannya.
* Berkonflik lagi dg agt keluarga.
* Kehilangan rasa aman.
* Terungkap identitas pribadinya.
5. Peran Peneliti

Peneliti Riset Kualitatif

Sbg Instrumen

Peneliti memiliki peran utk


mengantisipasi berbagai isu etik yg
akan muncul dlm penelitiannya.
BERBAGAI ISU ETIK
DALAM TAHAPAN
PENELITIAN KUALITATIF
Isu-isu etis yang perlu diantisipasi researcher pd riset
kualitatif :
(Kvale, 2011)

1. Pemilihan Topik dan Tujuan Riset.


2. Rancangan atau Desain Riset
3. Proses Pengumpulan data
4. Analisis dan Interpretasi
5. Pelaporan dan Publikasi
1. Pemilihan Topik dan Tujuan Riset
Peneliti perlu menguraikan “apa” dan “mengapa”
perlu dilakukan penelitian pd topik dan tujuan
riset yg akan diteliti.

Isu etis akan muncul ketika Topik Riset “tdk” ditujukan utk
menambah pengetahuan ilmiah dan “tdk” memiliki tujuan yg
diarahkan pd upaya peningkatan kondisi kehidupan dan
kesejahteraan manusia pd umumnya.

Shg topik & tujuan riset dpt tdk dimengerti oleh komite
etik riset  shg sebaiknya topik riset diarahkan pd
pengembangan ILPENG & Kesejahteraan Individu/Subjek
Riset.
2. Rancangan atau Desain Riset
Antisipasi isu etik pd tahap ini diarahkan pd
pemenuhan hak partisipan yg dilakukan
utk memperoleh persetujuan partisipan.
 Partisipan perlu memperoleh kejelasan
dan kebenaran pemberian informasi
mengenai penelitian & menyatakan
persetujuan utk berpartisipasi dlm
penelitian setelah mendapat penjelasan yg
jelas dan benar dari peneliti.
3. Proses Pengumpulan Data
Selama wawancara dpt terjadi
Ketidaknyamanan psikologis pada partisipan

Misal :
- Terungkapnya perasaan & rahasia hidup partisipan.
- Terungkapnya peristiwa kehidupan pribadi atau rahasia pribadi partisipan yg dpt
memunculkan traumatik atau memalukan utk diceritkaan pd org lain.
- Partisipan dpt stress atau kelelahan psikis selama wawancara

Perlu diantisipasi oleh peneliti :


* Peneliti menghindari sikap memperdaya atau membohongi partisipan.
- Peneliti mendiskusikan tujuan riset & memberikan penjelasan kpd partisipan bagaimana
data yg diberikannya akan digunakan pd penelitian yg dilakukan.
* Pertimbangkan metode utama pengumpulan data : wawancara atau & observasi
4. Analisis dan Interpretasi

Isu etis pd tahap ini :

- Apa & Bagaimana data yg diperoleh utk dpt dianalisis


& diinterpretasikan, terutama berkaitan dg temuan
data yg tdk sejalan dg Tujuan riset.
- Perlu diantisipasi kebutuhan utk meminta konfirmasi
atau persetujuanpartisipan selama data dianalisis.

Peneliti perlu melindungi privasi partisipan dg cara


menjamin kerahasiaan identitas melalui penyamaran
identitas partisipan & perlu menginterpretasikan
gabungan pernyataan-pernyataan partisipannya.
5. Pelaporan dan Publikasi
Isu pada tahap
pelaporan & publikasi :

# Kerahasiaan data yg diungkapkan partisipan, terutama yg bersifat pribadi 


Standar Etik APA (2010) : pelaporan & publikasi hasil riset menekankan pd aspek
kejujuran dlm menulis laporan & publikasi.

# Peneliti harus menghindari Plagiarisme.


# Penulisan laporan sebaiknya tdk mengungkap data yg berpotensi menimbulkan
bahay atau ketidaknyamanan partisipan baik saat ini m/p akan datang.
# bentuk laporan menggunakan bahasa yg jelas & mudah dipahami oleh pembaca.
PRINSIP-PRINSIP ETIK PADA
PENDEKATAN KUALITATIF
Prinsip-prinsip Etik pada Pendekatan
Kualitatif
• Prinsip Menghargai Harkat & Martabat Partisipan
1

• Prinsip Memerhatikan Kesejahteraan Partisipan


2

• Prinsip Keadilan (justice) untuk semua Partisipan


3

• Persetujuan setelah Penjelasan (informed


4 consent)
1. Prinsip Menghargai Harkat &
Martabat Partisipan
Cara, menjaga :
1. Menjaga kerahasiaan identitas partisipan (anonymity)  hasil
rekaman diberi kode/tanpa nama.

2. Kerahasiaan data (confidentiality)  penyimpanan data hanya


dpt diakses oleh peneliti.

3. Menghargai privacy & dignity  kesepakatan waktu & tempat,


partisipan dpt boleh tdk menjawab pertanyaan atau mengundurkan
diri sbg partisipan.

4. Menghormati otonomi (respect for autonomy)  partisipasi dlm


riset tanpa paksaan.
2. Prinsip Memerhatikan
Kesejahteraan partisipan
• Memerhatikan
KEMANFAATAN
1 (BENEFICIENCE)

• Meminimalkan RISIKO (NONMALEFICIENCE) ;


kebebasan dari Bahaya (Free`From Harm),
Eksploitasi (Free From Exploitation), &
2 Ketidaknyamanan (Free From Discomfort)
3. Prinsip Keadilan (Justice) untuk
semua Partisipan

Semua partisipan memiliki hak utk


diperlakukan adil dan tidak dibeda-bedakan
di antara mereka selama kegiatan riset
dilakukan.
4. Persetujuan setelah Penjelasan
(Informed Consent)

Riset kualitatif bersifat Shg diawal, peneliti


fleksibel & Perlu adanya
tdk mungkin
mengakomodasi berbagai Persetujuan Setelah
menjelaskan
ide yg tdk direncanakan Penjelasan (PSP) dari
sebelumnya yg timbul keseluruhan studi yg
partisipan.
selama proses penelitian akan dilakukan .
KONDISI KHUSUS
TENTANG ISU ETIK &
PENELITI KUALITATIF
Berkaitan dg riset Kes yg dilakukan oleh perawat atau
nakes lain, hal yg hrs dipertimbangkan (Iphofen, 2005)

Jk partisipan adl kolega peneliti, maka


• Menggali pengalaman & perasaan partisipan
hrs dilakukan dg sensitif & diplomatif.
Jk partisipan adl pasien, maka
• Kewaspadaan peneliti agar tdk berperan sbg
seorg profesional yg memberi yankes ketika
mendengar keluhan pasien saat wawancara.
Berkaitan dg riset Kes yg dilakukan oleh perawat atau
nakes lain, hal yg hrs dipertimbangkan ….cont’

Peneliti mungkin memiliki konflik peran sbg


investigator & sbg profesional kes.
• Partisipan tdk bs memahami perbedaan peran tsb  shg
partisipan mempersepsikan peneliti sbg pemberi yankes
seharusnya membantu partisipan, bukan mempelajari
fenomena yg sedang dialminya.

Jk jenis kelamin partisipan & peneliti berbeda 


tdk mungkin wawancara hanya berdua saja, maka
• Perlu pihak ke 3 sbg asisten peneliti/pendamping partisipan 
hrs direncanakan sebelumnya & ada jaminan tidak akan
menganggu proses wawancara.