Anda di halaman 1dari 14

Referat Sepsis Neonatorum

Rizki Novita
I 1111 2018

Pembimbing :
Dr. Rosyadi Akbarri, Sp. A
Definisi
Sepsis pada bayi baru lahir adalah infeksi aliran darah yang
bersifat invasive dan ditandai dengan ditemukannya bakteri
dalam cairan tubuh seperti darah, cairan sumsum tulang atau air
kemih.1
• Amirullah, Asril. Buku Ajar neonatologi ed1. Ikatan dokter Anak Indonesia.
2009.

Sepsis neonatal adalah merupakan sindroma klinis dari penyakit


sistemik akibat infeksi selama satu bulan pertama kehidupan.
Bakteri, virus, jamur, dan protozoa dapat menyebabkan sepsis
bayi baru lahir
• Nelson. Ilmu Kesehatan Anak Jilid I Edisi III. 1992. Jakarta: EGC.
Epidemiologi
Jenis kuman penyebab
Mekanisme
sepsis
Pemeriksaan penunjang
 Anemia
 Leukopenia <4.000/mm3, leukositosis >25.000–
30.000/mm3 pergeseran ke kiri
 Neutropenia absolut <1.000/mm3, rasio neutrofil imatur:
total >0,2 granular toksik
 Trombositopenia
 LED, C-reactive protein (CRP) ↑, procalcitonin ↑
 Kultur darah, cairan serebrospinal, dll. (+)
 Cairan serebrospinal: jika meningitis → keruh disertai
leukosit ↑
Pengobatan
Umum
 Rawat dalam ruang isolasi/inkubator
 Cuci tangan sebelum dan sesudah memeriksa bayi
 Pemeriksa harus memakai pakaian ruangan yang sudah
disediakan
 Pengaturan suhu dan posisi bayi
Pengobatan
Khusus
 Suportif: menjaga stabilitas hemodinamik dan oksigenasi jaringan vital
 O2: bila sianosis, distres pernapasan, apnea, dan serangan kejang
 Pemberian cairan dan elektrolit
 Pada keadaan umum jelek → nutrisi parenteral sesuai dengan usia dan BB bayi
 Bila keadaan umum baik → nutrisi enteral secara bertahap dan parenteral dikurangi
sampai kebutuhan rumatan terpenuhi
 Atasi kejang (lihat terapi kejang pada neonatus)
 Atasi hiperbilirubin (lihat terapi hiperbilirubinemia pada neonatus)
 Atasi anemia, syok, hipo/hiperglikemia (mempertahankan glukosa darah 120–160
mg/dL
 Manajemen stress ulcer
 Recombinant human activated protein C (mencegah pembentukan trombin dan
antiinflamasi) dosis 24 μg/kgBB/jam selama 96 jam pada penderita dengan trombosit
>30.000/mm3
Pengobatan
 Antibiotik
 Sebelum pemberian antibiotik, periksa kultur dan tes resistensi
 Antibiotik spektrum luas untuk gram (+) dan (−) selama belum ada
hasil kultur
 Terapi awal (sebelum ada hasil kultur dan resistensi):
 Kombinasi ampisilin + aminoglikosid
 Ampisilin 50 mg/kgBB/dosis i.v.
 Bayi <7 hr diberikan 2 dosis
 Bayi ≥7 hr diberikan 3–4 dosis
 Aminoglikosid
 <2.500 g: 1,5 mg/kgBB/dosis i.v. 2×/hr
 ≥2.500 g: 2,5 mg/kgBB/dosis i.v. 2×/hr
Pengobatan
 Kombinasi sefotaksim + aminoglikosida [sepsis diduga
karena gram (-)]
 Sefotaksim
 ≤ 7 hr: 100 mg/kgBB/hr i.v. dibagi 2 dosis
 >7 hr: 150 mg/kgBB/hr i.v. dibagi 3 dosis
 Untuk meningitis: 200 mg/kgBB/hr dibagi 4 dosis
 Bila klinis dan laboratorium tidak ada perbaikan sesudah 48 jam •
¨
antibiotik diganti dengan antibiotik alternatif sesuai dengan
gambaran klinis penderita
 Bila disebabkan infeksi nosokomial: meropenem 20
mg/kgBB/i.v./12 jam infus dalam 30 mnt
 Imunoterapi
 Imunoglobulin: 500–750 mg/kgBB/dosis selama 3–7 hr
 Transfusi ganti: 2 × 80 mL × kgBB

 Vaksinasi untuk pencegahan (tetanus toksoid dan influenza)

 Prognosis
 Kematian akibat sepsis pada BKB ≥dibandingkan dengan BCB
Terima Kasih ....