Anda di halaman 1dari 39

RETENSI

URIN

Putri Grace
Margaretha
13.61050270
PENDAHULUAN

 Sumbatan pada sistem saluran


kemih termasuk suatu
kegawatdaruratan medis karena
dapat menyebabkan kematian bagi
pasien.
 Pada laki-laki yang berusia 40-83
tahun secara keseluruhan insiden
retensi urin adalah 4,5 sampai 6,8
per 1000 laki-laki.
 Pada laki-laki usia 70 tahun
peningkatan insiden retensi urin 100
per 1000 laki-laki dan 300 per 1000
pada usia 80 tahun.
 Kasus yang paling sering ditemukan
di klinik adalah BPH (Benign
Prostatic Hyperplasia/BPH). BPH
terjadi pada sekitar 70% pria di atas
usia 60 tahun
 Di RSCM sejak tahun 1994-2013
ditemukan 3.804 kasus dengan rata-
rata umur penderita berusia 66,61
tahun.
ANATOMI SALURAN KEMIH
 T12 hingga L3
 P= 11,5 cm, L= 6
cm, tebal 3,5 cm.
 Berat bervariasi
antara 120-170
gram/ kurang lebih
0,4% dari berat
badan
 mengontrol sekresi hormon
aldosteron dan ADH
 mengatur metabolisme ion kalsium
dan vitamin D
 menghasilkan eritropoetin, renin
,prostaglandin
Ureter dan Kandung kemih
 Berbentuk seperti pipa
 Berdiameter 3-4 mm.
 Panjang + 30 cm pada laki-laki dan
+ 1 cm lebih pendek dari wanita.

 Kapasitas maksimal (volume) untuk


orang dewasa + 350-450 ml
 Kapasitas vesika urinaria anak =
[Umur (tahun) + 2]x 30 ml
Uretra
 Panjang uretra wanita + 3-5 cm
dan diameter 8 mm, berada di
bawah simfisis pubis dan
bermuara di sebelah anterior
vagina.

Uretra merupakan tabung yang menyalurkan urin keluar dari buli-buli melalui proses miksi.

 Panjang uretra pria dewasa + 23-


25 cm. Uretra posterior pria terdiri
atas uretra pars prostatika yaitu
bagian uretra yang dilingkupi oleh
kelenjar prostat, dan uretra pars
membranasea.
1. FASE PENGISIAN

Proses miksi

Urine Kontraksi m.destrusor


buli dan relaksasi
FISIOLOGIS OUE
Masuk ke VU
MIKSI

Dinding buli Aktivasi


meregang parasimpatis

2. FASE
Saraf sensorik PENGOSONGAN Vol. urin bertambah,
desakan dinding VU ↑

Impuls dibawa ke
pusat saraf Desakan berkemih
dapat ditunda beberapa
waktu
Kortikal : Subkortikal :
Produksi urin melambat Dinding VU meregang
RETENSI URIN
DEFINISI

EPIDEMIOLOGI

ETIOLOGI

KLASIFIKASI

PATOFISIOLOGI

GAMBARAN KLINIS

PEMERIKSAAN

GAMBARAN KLINIS
DEFINISI RETENSI URIN

Ketidakmampuan seseorang untuk mengeluarkan


urin yang terkumpul di dalam buli-buli hingga
kapasitas maksimal buli-buli terlampaui.
 laki-laki yang berusia 40-83 tahun,
insiden retensi urin adalah 4,5
sampai 6,8 per 1000 laki-laki.
 Pada laki-laki usia 70 tahun
peningkatan insiden retensi urin 100
per 1000 laki-laki
 Pada usia 80 tahun 300 per 1000
 Usia rata-rata pasien yang dirawat
karena retensi urin adalah 23-89
tahun dengan pasien terbanyak
berusia diatas 60 tahun (77,8%).
ETIOLOGI

Obstruksi

Infeksi
Neurologis dan
Retensi inflamasi

Urin
Penyebab
Farmakologi
lainnya
Prolaps organ:
BPH cystocele atau
rectocele

Obstruksi

Massa yang
Striktur uretra mengkompresi uretra
posterior
 Antidepresan menurunnya
kontraksi muskulus detrusor

 Obat-obatan simpatomimetik, (oral


dekongestan) meningkatkan alfa
adrenergik pada prostat dan uretra
posterior.
 NSAIDs inhibisi kontraksi
muskulus detrusor yang dimediasi
oleh prostaglandin
KLASIFIKASI

Akut
Retensi
Urin
Kronis
PATOFISIOLOGI PROSES BERKEMIH

PENGISIAN & PENGOSONGAN


PENYIMPANAN

SIMPATIS PARASIMPATIS

RELAKSASI OTOT KONTRAKSI OTOT


URETRA TRIGONAL DAN DETRUSOR
PROKSIMAL

RELAKSASI OTOT
POLOS & SKELET
SPHINCTER INTERNA

RETENSI URIN
PEMERIKSAAN
DIAGNOSTIK

Pemeriksaan Pemeriksaan
Anamnesis
Fisik Penunjang
Anamnesis :
Tidak bisa kencing atau kencing menetes
/sedikit-sedikit

Pancaran kencing lemah

Tidak lampias

Keinginan untuk mengedan atau memberikan


tekanan pada suprapubik saat berkemih.
Anamnesis :

Nyeri dan benjolan atau massa


pada perut bagian bawah

Nyeri dan benjolan atau massa


pada perut bagian bawah

Riwayat trauma: "straddle", perut


bagian bawah/panggul, ruas
tulang belakang
PEMERIKSAAN OBJEKTIF

• Penderita gelisah
Inspeksi • Benjolan/massa perut bagian bawah

• Teraba benjolan/massa kistik-kenyal (undulasi)


pada perut bagian bawah.
Palpasi • Bila ditekan→ perasaan nyeri pada pangkal
dan penis atau perasaan ingin kencing yang sangat
mengganggu.
perkusi • Perkusi → redup
Urinalisis Sistoskopi
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Foto polos
abdomen dan
genitalia
• terlihat bayangan
buli-buli yang
penuh dan Uretrografi
membesar.
untuk melihat
• adanya batu Ultrasonografi
(opaque) di uretra adanya striktura,
untuk melihat
atau orifisium kerobekan uretra, volume buli-buli,
internum. tumor uretra. adanya batu,
adanya
pembesaran
kelenjar prostat
PENATALAKSANAAN

Kateterisasi Drainage
urethra suprapubik
KOMPLIKASI

ISK

Vesikolitiasis
Retensi Hidronefrosis
Urin

Gagal
Ginjal
Prognosis

 Prognosis pada penderita dengan


retensi urin akut akan bonam jika
retensi urin ditangani secara cepat.
BAB III
KESIMPULAN
 Retensi urin adalah keadaan dimana
penderita tidak dapat mengeluarkan
urin yang terkumpul didalam
kandung kemih sehingga kapasitas
maksimal dari kandung kemih
dilampaui.
 Penyebab retensi urine terbagi
menjadi 5 kategori :
1. Obstruksi
2. Farmakologi
3. Neurologis
4. Infeksi dan inflamasi
5. Penyebab lainnya.
 Retensi urine dapat diklasifikasikan
menjadi retensi urine akut dan
retensi urine kronik.
 Penatalaksanaan sesuai dengan
penyebab retensi urine.
 Pada kasus retensi urine, harus
dilakukan dekompresi kandung
kemih segera melalui pemasangan
kateter urine maupun kateter
suprapubik.
PROGNOSIS

BONAM