Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN MANAJEMEN

PROGRAM IMUNISASI

OLEH :
EGI NOVITA NINGRUM
N 111 15 034
PEMBIMBING KLINIK :
DR. DIAH MUTIARASARI, MPH
DR. H. ERWIN K. PUTRA. B
PENDAHULUAN
Imunisasi telah diakui sebagai upaya pencegahan penyakit yang paling
Efektif dan berdampak terhadap peningkatan Kesehatan
Masyarakat
Program imunisasi yang telah diupayakan selama ini menunjukkan hasil
cakupan yang memuaskan. Cakupan imunisasi di Indonesia pada
tahun 2009 yaitu 90.00% dan pada tahun 2010 yaitu 92.24%. Hal
tersebut telah memenuhi standar yaitu minimal 90% di tingkat
nasional
Cakupan imunisasi selama 3 tahun terakhir (2013-2015) di Kabupaten
Donggala telah mencapai target Renstra Dinas Kesehatan
Kabupaten Donggala, dengan cakupan tertinggi pada tahun 2015.
IDENTIFIKASI MASALAH
Pada laporan manajemen ini, permasalahan terkait program imunisasi yang akan
dibahas antara lain:
1. Bagaimana pelaksanaan program imunisasi di Puskesmas Lembasada?
2. Bagaimana prosedur program imunisasi di Puskesmas Lembasada?
3. Bagaimana pencapaian target program imunisasi di Puskesmas Lembasada?
Input : tenaga kesehatan yang turut serta dalam pelayanan imunisasi
kurang, sehingga dalam pelaksanaannya dibantu oleh kader setempat
dan bidan desa yang ikut serta dalam membantu dalam kegiatan
imunisasi, SDM juga sangat diperlukan dalam melakukan sweeping
imunisasi jika ada keluarga yang tidak datang melakukan imunisasi,
karna dibutuhkan petugas puskesmas yang juga ikut mengikuti
sweeping bersama kader, apalagi desa dalam wilayah kerja puskesmas
ada 19 desa dan memiliki ada beberapa tempat cukup sulit dijangkau.
sarana dan prasarana masih kurang, sumber dana cukup.
Proses : pada mekanisme pelaksanaan kegiatan imunisasi lebih
ditekannkan pada aspek teknisnya dilapangan.
Output : kehadiran bayi dan anak-anak peserta imunisasi masih perlu
ditingkatkan agar tidak diperlukannya lagi sweeping, meskipun tasrget
program sudah tercapai.
PEMBAHASAN
Imunisasi adalah suatu upaya untuk
menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif
terhadap suatu penyakit sehingga bila suatu saat terpajan dengan
penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit
ringan
Imunisasi Program adalah imunisasi yang diwajibkan
kepada seseorang sebagai bagian dari masyarakat dalam rangka
melindungi yang bersangkutan dan masyarakat sekitarnya dari
penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi
INPUT
Masalah yang muncul dari input program ini adalah SDM
program imunisasi yang masih sangat kurang
sebagian besar yang bertugas dalam melakukan
pemberian imunisasi adalah bidan setempat yang
telah mendapatkan pelatihan sebelumnya.
Untuk peralatan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan
program dan dapat menunjang kelancaran program
imunisasi sesuai dengan kriteria yang tertera di buku
pedoman penyelenggaraan imunisasi, untuk vaksin,
alat suntik, termos dan kartu imunisasi lengkap
tersedia, tetapi ada dibeberapa tempat tidak tersedia
safety box, padahal safety box sangat penting untuk
keselamatan, sehingga puskesmas harus lebih
memperhatikan hal tersebut.
PROSES
Pada prosesnya jumlah sasaran bayi didapatkan dari dinas
kesahatan dan dari data rill, puskesmas sendiri memakai
data rill
Sebelum melakukan penyuntikan dilakukan penyuluhan
sebelum melakukan imunisasi, namun, penyuluhan
tersebut dilaksanakan secara individual pada saat
sebelum lakukan penyuntikan, penyuluhan secara
individual lebih efektif.
proses pemberian vaksin kepada bayi dimulai dari pencatatan
KMS oleh seorang kader yang membantu bidan
Langkah-langkah sesuai SOP
Dari standar operasional pelayanan ada beberapa yang belum
dilaksanakan, yang belum terlaksana berupa hal-hal yang kecil seperti
tersedianya safety box untuk menaruh sampah medis seperti alat
suntikan, belum dilaksanakannya mencuci tangan sebelum dan setelah
melakukan tindakakan medis, serta membersihkan area yang akan
dilakukan penyuntikan, dalam SOP juga tertera Beritahu orangtua agar
menunggu sekitar 30 menit di posyandu untuk memantau
kemungkinan terjadinya efek simpang, tetapi hal tersebut belum
dilaksanakan.
Penyimpanan vaksin dilemari es berdasarkan dengan suhu 2-80C.
pendistribusian vaksin yaitu dari pusat ke provinsi, dari provinsi ke
kabupaten/kota, dari kabupaten/kota ke puskesmas dan dari
puskesmas ke bidan di desa atau posyandu.
Setelah dilakukan imunisasi dan diapatkan data maka dilakukan
pencatatan dan pelaporan kedinas kesehatan
OUTPUT
Pada data tahun 2016 umtuk program imunisasi, indicator
keberhasilan untuk program imunisasi adalah 100% yang digunakan
puskesmas untuk seluruh desa dalam wilayah kerja puskesmas,
sedangkan yang indicator keberhasilan yang dipakai dinas
kesehatan donggala untuk program imunisasi adalah 90% untuk
seluruh puskesmas dalam wilayah kerja dinas kesehatan. Untuk
data cakupan imunisasi BCG tahun 2016 ada dua desa yang tidak
mencapai target 100% yaitu desa tolongano (93,3%) dan desa
lalombi (97,8%). Untuk data cakupan imunisasi DPT tahun 2016
semua desa sudah mencapai indicator keberhasilan 100%. Untuk
data cakupan imunisasi polio tahun 2016 ada dua desa yang tidak
mencapai target 100% yaitu desa tolongano (92,3%) dan desa
watatu (98,1%). Untuk data cakupan imunisasi Campak tahun 2016
ada satu desa yang tidak mencapai target 100% yaitu desa
tolongano (89%)
KESIMPULAN
Program Imunisasi di Puskesmas Lembasada sudah sangat baik namun perlu
peningkatan dari :
input yakni jumlah tenaga kesehatan yang masih sangat kurang saat pelaksanaan
kegiatan, serta petugas puskesmas yang sedikit apalagi diharuskan juga ikut
mengikuti sweeping bersama kader, dikarenakan desa dalam wilayah kerja
puskesmas ada 19 desa dan memiliki ada beberapa tempat cukup sulit
dijangkau
proses yakni pelaksanaan kegiatan yang belum semuanya dilakukan sesuai dengan
standar operasional pelayanan
output yakni sudah mencapai target yang ditetapkan dari dinkes yaitu 90%, tetapi
puskesmas memiliki target pelaksanaannya harus tercapai 100%, tetapi ada
beberapa desa yang belum mencapai target 100% seperti desa tolongano dan
juga desa watatu.
SARAN
Untuk meningkatkan program ini perlu sering dilakukan pelatihan kepada seluruh
petugas yang ikut serta dalam kegiatan imunisasi, serta lebih sering lagi
dilakukan penyuluhan secara perkelompok atau secara perindividu agar seluruh
pencapaian untuk dilaksanakannya imunisasi tercapai dan sesuai target, karna
beberapa daerah yang tidak mencapai target 100% dikarenakan ada beberapa
keluarga yang tidak ingin anaknya disuntik karna takut akan terjadi efek samping
yang berbahaya.
TERIMA KASIH