Anda di halaman 1dari 16

REFLEKSI KASUS

DEMAM TIFOID

Oleh :
Rachayu Arsid
N 111 16 095
PEMBIMBING KLINIK :
dr. I Nyoman Widajandja, M.Kes
dr. Ika Magfirah
PENDAHULUAN
– Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah kasus
demam tifoid di seluruh dunia mencapai 16-33 juta dengan 500-
600 ribu kematian tiap tahunnya..
– Di hampir semua daerah endemik, insidensi demam tifoid banyak
terjadi pada anak usia 5-19 tahun.
– Penyakit demam tifoid merupakan penyakit yang jarang
didapatkan kasusnya di puskesmas Dolo berdasarkan data tahun
2016 penyakit demam tifoid tidak termasuk kedalam 10 penyakit
terbanyak.
PERMASALAHAN

– IDENTITAS PASIEN
– Nama : An. A
– Umur : 14 Tahun
– Jenis kelamin : Laki-laki
– Agama : Islam
– Tanggal masuk : 3 November 2017
– Keluhan utama : Panas

– Riwayat penyakit sekarang : Pasien laki-laki usia 14 tahun, datang ke poli puskesmas Dolo
dengan keluhan panas. Panas dirasakan hilang timbul yang di alami selama 6 hari. Turun dengan obat
penurun panas dan kemudian meningkat lagi. Panas yang dirasakan paling sering meningkat pada
sore sampai malam. Panas tidak disertai menggigil dan kejang, panas disertai dengan pusing, pasien
juga mengeluh lemas. Batuk (-), sesak (-), pilek (-), sakit menelan(-), mual (-), muntah (-), darah (-).
Mimisan (-)dan pendarahan gusi (-).nyeri perut (+) dirasakan sejak 3 hari yang lalu, nyeri dirasakan
seperti melilit, nyeri perut hilang timbul, nyeri perut semakin timbul saat pasien beraktivitas, nyeri
perut disertai dengan kesulitan BAB sejak 3 hari yang lalu, BAK lancar.
– Riwayat penyakit dahulu :
Pasien pernah mengalami panas tetapi tidak sampai di rawat.
– Riwayat sosial-ekonomi :
• Pasien tinggal bersama dengan ayah, ibu dan dua orang adiknya
di dalam sebuah rumah dengan ukuran kurang lebih 35 m2 (5 m x 7
m) dengan 2 buah kamar tidur, 1 buah ruang tamu, 1 buah dapur
dan tidak mempunyai kamar mandi sendiri didalam rumah.
• Ruang tamu memiliki pencahayaan dan ventilasi udara yang cukup.
• Keluarga pasien merupakan keluarga ekonomi menengah.
– Riwayat Kebiasaan dan lingkungan :
– Pasien mengatakan bahwa dia jarang mencuci tangan dengan
menggunakan sabun saat makan. Kebiasaan pasien yang sering
mengonsumsi makanan-makanan yang dijual di sekolah maupun di
pinggir jalan. Selain itu juga waktu aktivitas pasien hingga waktu sore
sehingga waktu istirahat yang berkurang.
– Sumber air untuk mandi, dan air untuk mencuci pakaian, pasien
memakai air dari sumur suntik. Adapun sumber air untuk air yang
diminum, pasien menggunakan air galon. Tempat pembuangan kotoran
tepat berada dibelakang rumah. Dimana kamar mandi yang digunakan
merupakan kamar mandi umum dengan jarak antara jamban dan
pembuangan kotoran terlihat dekat.
– Riwayat Kehamilan dan Persalinan:
• Antenatal Care : Ibu pasien sering memeriksakan kehamilannya pada
pelayanan kesehatan.
• Natal : Pasien lahir normal dan dilahirkan di RS ditolong oleh bidan.
Usia kehamilan cukup bulan. Berat badan lahir 2900 gram.
• Post Natal : Tidak Ada kelainan
Denyut Nadi : 90 kali/menit
Respirasi : 24 kali/menit
Suhu : 38° C

Pemeriksaan Fisik dan Temuan Yang bermakna

Status Generalis Tanda-Tanda Vital dan Hasil Laboratorium


temuan bermakna

– Keadaan Umum Denyut Nadi: 90 kali/menit


Sakit Sedang, Lemas
Respirasi : 24 kali/menit

Suhu : 38° C Jenis Hasil


Nilai Normal
Pemeriksaan Pemeriksaan
– Status Gizi WBC 3.3 4,0 – 10,0

Baik HGB 14.7 11,5 – 16,0


HCT 41.4 37,0 – 47,0
Kepala : Lidah Kotor PLT 330 150 – 500
Abdomen : Bunyi RBC 5.52 3,80-5.80
Peristaltik Menurun
– Kesadaran
Composmentis
– DIAGNOSIS : Demam Tifoid

– Prognosis
Bonam
PEMBAHASAN

Paradigma hidup sehat yang diperkenalkan oleh H.L. Blum mencakup 4 faktor yaitu:

– Faktor genetik
Berdasarkan teori demam tifoid bukanlah penyakit keturunan

– Faktor perilaku
Pada kasus ini menurut keterangan pasien. Pasien jarang mencuci tangan dengan sabun
saat ingin makan, selain itu juga kebiasaan sehari-hari pasien yang mengonsumsi
makanan diluar seperti di kantin sekolah dan di pinggir jalan. Dimana pasien tidak
mengetahui tentang kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Faktor lingkungan
– Faktor lingkungan yang mempengaruhi pasien terkena penyakit demam
tifoid yaitu di rumah pasien tidak ada kamar wandi dan hanya
menggunakan kamar mandi umum yang dipakai bersama-sama
masyarakat sekitar serta ibu pasien mengaku jika mereka sering buang
air di tempat cuci piring.
Faktor pelayanan kesehatan
Untuk pelayanan kesehatan di Puskesmas Dolo dalam mencegah
terjadinya demam tifoid cukup baik. Petugas puskesmas sering
mengadakan penyuluhan mengenai PHBS. Namun penyuluhan
tentang penyakit demam tifoid masih jarang dilakukan
dikarenakan angka kejadian kasus demam tifoid di daerah kerja
puskesmas dolo tidak termasuk kedalam 10 penyakit terbanyak
yang ada diwilayah kerja puskesmas dolo.
Di tambah lagi poliklinik mengenai sanitasi di puskesmas Dolo
belum berjalan dengan aktif
KESIMPULAN

1. Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi sistemik bersifat akut yang
disebabkan oleh salmonella Thypi cara penularan melalui makanan atau
minuman yang terkontaminasi.
2. Pencegahan dengan menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat merupakan
langkah awal untuk menurunkan angka kejadian penyakit demam tifoid
3. Faktor kebersihan personal dalam keseharian dan lingkungan dapat
mempengaruhi angka kejadian demam tifoid
4. Faktor perilaku dan lingkungan menjadi faktor utama penyebab demam tifoid
pada pasien ini.
SARAN

– Promosi Kesehatan
– Meningkatkan penyuluhan mengenai penyebaran demam tifoid.
– Meningkatkan penyuluhan tentang edukasi secara keseluruhan
tentang demam tifoid di masyarakat secara umum dan di keluarga
pasien secara khusus.
– Perlindungan Khusus
– Menjaga PHBS dan mengobati penderita penyakit demam
tifoid guna mencegah penularan dengan anggota keluarga
lain dalam rumah.
– Diagnosis Dini dan Pencegahan
– Mencari kasus sedini mungkin.
– Penatalaksanaan yang tepat.
– Pembatasan Cacat
– Melakukan pengobatan dan perawatan sesuai pedoman sehingga penderita sembuh dan
tidak terjadi komplikasi.
– Meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan sebagai penunjang untuk memungkinkan
pengobatan dan perawatan yang lebih intensif dan sembuh.

– Rehabilitasi
– Penyuluhan kesehatan, terutama kepada ibu-ibu.
– Pengobatan dan perawatan kasus dengan tepat.
TERIMA KASIH