Anda di halaman 1dari 20

PENGERTIAN INTRACUTAN (IC)

 PENGERTIAN
 Memberikan obat melalui suntikan intracutan atau
intradermal adalah suatu tindakan membantu proses
penyembuhan melalui suntikan ke dalam jaringan
kulit atau intra dermis.
 TUJUAN
 Pasien mendapatkan pengobatan sesuai program
pengobatan dokter.
 Memperlancar proses pengobatan dan menghindari
kesalahan dalam pemberian obat.
 Membantu menentukan diagnosa terhadap penyakit
tertentu (misalnya tuberculin tes).
 Menghindarkan pasien dari efek alergi obat ( dengan
skin test).
 Intrakutan Merupakan cara memberikan atau
memasukkan obat ke dalam jaringan kulit. Intra kutan
biasanya di gunakan untuk mengetahui sensivitas
tubuh terhadap obat yang disuntikkan. Hal tersebut
bertujuan untuk melakukan skintest atau tes terhadap
reaksi alergi jenis obat yang akan digunakan.
Pemberian obat melalui jaringan intra kutan ini
dilakukan di bawah dermis atau epidermis, secara
umum dilakukan pada daerah lengan tangan bagian
ventral
 Letak pemberian intrakutan yaitu:
 Dilengan atas, yaitu tiga jari di bawah sendi bahu tepat
di tengah daerah muskulus deltoideus.
 Dilengan bawah, yaitu bagian depan lengan bawah 1/3
dari lekukan siku atau 2/3 dari pergelangan tangan
pada kulit yang sehat, jauh dari peredaran darah

 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberikan obat
melalui jaringan intrakutan yaitu:
 Tempat injeksi
 Jenis spuit dan jarum yang digunakan
 Infeksi yang mungkin terjadi selama infeksi
 Kondisi atau penyakit klien
 Pasien yang benar
 Obat yang benar
 Dosis yang benar
 Cara atau rute pemberian obat yang benar
 Waktu yang benar
 Alat dan Bahan Dalam Pemberian Obat melalui
Jaringan Intrakutan
 Daftar buku obat/catatan, jadwal pemberian obat.
 Obat dalam tempatnya
 Spuit 1 cc/spuit insulin
 Cairan pelarut
 Bak steril dilapisi kas steril (tempat spuit)
 Bengkok
 Perlak dan alasnya
 Prosedur Kerja Dalam Pemberian Obat Melalui
Jaringan Intrakutan
 1) P Mencuci tangan
 2) Berdiri di sebelah kanan/kiri pasien sesuai
kebutuhan.
 3) Cek daftar obat pasien untuk memberikan obat
 4) Membawa obat dan daftar obat ke hadapan pasien
sambil mencocokkan nama pada tempat
 tidur dengan nama pada daftar obat.
 5) Meenginjeksi pasien sesuai dengan nama pada daftar
obat
 6) Jaga privasi pasien
 Ambil obat untuk tes alergi kemudian
larutkan/encerkan dengan aquades. Kemudian ambil
0,5 cc dan encerkan lagi sampai kurang lebih 1 cc dan
siapkan pada bak injeksi atau steril.
 Desinfeksi dengan kapas alcohol pada daerah yang
akan dilakukan suntikan.
 Tegangkan dengan tangan kiri daerah yang akan
disuntik.
 Lakukan penusukan dengan lubang jarum suntik
menghadap ke atas dengan sudut 15-20 derajat di
permukaan kulit.
 Suntikkkan sampai terjadi gelembung.
 Tarik spuit dan tidak boleh dilakukan masase.
 Cuci tangan dan catat hasil pemberian obat/tes obat,
waktu, tanggal dan jenis obat.
 Setelah penyuntikan area penyuntikan tidak boleh
didesinfeksi.
 13) Bila injeksi intrakutan dilakukan untuk test antibiotik,
lakukan penandaan pada area penyutikan dengan
melingkari area penyuntikan dengan diameter kira kira
1inchi atau diameter 2,5 cm. Penilaian reaksi dilakukan 15
menit setelah penyuntikan. Nilai positif jika terdapat tanda
tanda rubor, dolor, kalor melebihi daerah yang sudah
ditandai, artinya pasien alergi dengan antibiotik tersebut.
 14) Bila injeksi ditujukan untuk mantoux test tuberkulin
test, dapat dinilai hasilnya dalam 2 sampai 3 kali 24 jam,
positif bila terdapat rubor dolor kalor melebihi diameter 1
cm pada area penyuntikan.
 Beri penjelasan pada pasien atau keluarga untuk tentang
penilaian pada daerah penyuntikan dan anjurkan untuk tidak
menggaruk, memasage atau memberi apapun pada daerah
penyutikan. Menyimpan obat obat sisa dan daftar obat pasien
ketempatnya
 16) Mengobservasi keadaan umum pasien
 17) melepaskan handschoen, mencuci tangan.
 18) Membuat pendokumentasian mencakup:
 · Tindakan dan respon pasien
 · Nama jelas perawat yang melakukan tindakan, waktu
penyuntikan dan waktu penilaian, dan
 lokasi penyuntikan.

 Skin test
 adalah suatu pengujian yang dilakukan pada kulit
untuk mengidentifikasi substansi alergi (alergen)yang
menjadi pemicu timbulnya reaksi alergi
 CATATAN
 Sebelum memberikan obat perawat harus mengetahui diagnosa
medis pasien, indikasi pemberian obat, dan efek samping obat,
dengan prinsip 10 benar yaitu benar pasien, benar obat, benar
dosis, benar waktu pemberian, benar cara pemberian, benar
pemberian keterangan tentang obat pasien, benar tentang
riwayat pemakaian obat oleh pasien, benar tentang riwayat alergi
obat pada pasien, benar tentang reaksi pemberian beberapa
obat yang berlainan bila diberikan bersama-sama, dan benar
dokumentasi pemakaian obat.
 Untuk mantoux tes) diberikan 0,1 cc dibaca setelah 2-3 kali 24
jam dari saat penyuntikan obat.
 Setelah dilakukan penyuntikan tidak dilakukan desinfektan.
 Perawat harus memastikan bahwa pasien mendapatkan
obatnya, bila ada penolakan pada suatu jenis obat, maka
perawat dapat mengkaji penyebab penolakan, dan dapat
mengkolaborasikannya dengan dokter yang menangani
pasien, bila pasien atau keluarga tetap menolak
pengobatan setelah pemberian inform consent, maka
pasien maupun keluarga yang bertanggungjawab
menandatangani surat penolakan untuk pembuktian
penolakan therapi.
 Injeksi intrakutan yang dilakukan untuk melakukan tes
pada jenis antibiotik, dilakukan dengan cara melarutkan
antibiotik sesuai ketentuannya, lalu mengambil 0,1 cc
dalam spuit dan menambahkan aquabidest 0,9cc dalam
spuit, yang disuntikkan pada pasien hanya 0,1cc.
 Injeksi yang dilakukan untuk melakukan test
mantoux, diambil 0,1 cc dalam spuit, untuk langsung
disuntikan pada pasien.
 Skin test
 biasanya dilakukan pada pasien yang akan diberikan
pengobatan dan dicurigai memiliki alergi terhadap
bahan dan obattertentu, misalnya pada penderita
rhinitis alergika, asthma, alergi makanan, dan
lainsebagainya
 skin test
 merupakan pengujian yang sering dan harusdilakukan
terhadap pasien di rumah sakit maupun klinik adalah
bahwa setiap individumemiliki sensitivitas yang berbeda-
beda terhadap berbagai macam bahan maupun obat.Selain
itu, skin test relatif mudah dilakukan, nyaman bagi pasien,
tidak mahal, dan hasil pemeriksaan bisa didapatkan hanya
dalam waktu 15-20 menit
 Pengujian dimulai dengan menggores atau menusuk kulit
dengan jarum steril khusus, dan depositkan sejumlah kecil
ekstrak alergen ke dalam kulit
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai