Anda di halaman 1dari 12

Sejak penyebaran Islam yang paling awal keluar dari Arab, Islam telah menjadi suatu agama

dari berbagai suku, ras, dan kelompok masyarakat. Islam adalah suatu agama dunia, dengan demikian pada
umumnya kita dapat menemukan di sebagian besar tempat-tempat utama dan di antara masyarakat yang ada
di dunia. Islam merupakan suatu agama yang disebarkan, muslim diperintahkan untuk membawa pesan
Tuhan kepada semua orang di muka bumi ini dan untuk membuat kondisi dunia menjadi lebih baik, tempat
yang baik secara moral .
Islam adalah jalan hidup yang benar, jalan yang membawa keselamatan dunia dan akhirat dan
merupakan jalan satu-satunya yang harus ditempuh. Islam memiliki ciri-ciri robbaniyah yaitu bahwa Islam
bersumber dari Allah, bukan hasil pemikiran manusia. Islam merupakan satu kesatuan yang padu yang
terfokus pada ajaran tauhid, Allah berikan kepada manusia agama yang sempurna. Islam mencakup seluruh
aspek kehidupan, tak satu aspek pun terlepas dari Islam karena ajaran yang bersifat integral (lengkap) dan
Islam tidak terbatas dalam waktu tertentu tetapi berlaku untuk sepanjang masa dan di semua tempat .
Dalam Islam ditemui kaidah-kaidah umum yang mudah dipahami, sederhana dan mudah
dipraktekkan yang menjadi kemaslahatan umat manusia karena sumber ajaran Islam adalah Al-Quran,
Hadits, dan Ijtihad sehingga Islam menjadi agama rahmatan lil’alamin.
BAB 2
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN AGAMA ISLAM

Ada dua sisi yang dapat kita gunakan untuk memahami pengertian agama islam ,yaitu

sisi kebahasan dan sisi peristilahan. Kedua sisi pengertian tentang islam ini dapat dijelaskan

sebagai berikut.

Dari segi Islam berasal dari bahasa Arab , yaitu dari kata salima yang mengandung arti

selamat ,sentosa, dan damai. Dari kata salima selanjutnya diubah menjadi bentuk aslama yang

berarti berserah diri masuk dalam kedamai. (1) Pengertian kata Islam dekat dengan arti

kata agama yang berarti menguasai ,menundukkan, patuh ,hutang, balasan dan kebiasan.

(2) Islam memiliki karakteristik yang khas dengan agama-agama sebelumnya. Dalam

memahami Islam dan ajarannya, berbagai aspek yang berkenaan dengan Islam perlu dikaji

secara seksama, sehingga dapat dihasilkan pemahaman yang komprehensi. Hal ini penting

dilakukan karena kualitas pemahaman ke-Islaman seseorang dapat mempengaruhi pola pikir,

sikap dan perilaku dalam menghadapi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan Islam
Islam adalah agama universal, komprehensif, lengkap
dengan dimensi edoterik dan eksoteriknya. Sebagai agama
universal, Islam mengenal system perpaduan antara apa yang
disebut konstan-nonadaptabel (tsabuit) di satu sisi watak Islam
yang satu ini tidak mengenal perubahan apapun karena berkaitan
dengan persoalan-persoalan ritus agama yang transenden, nash
yang berkaitan dengan watak (konstan-nonadaptabel) ini dalam
Al-Quran maupun hadits sekitar 10%, yang berupa ajaran agama
yang bersifat kulli dan qoth’i yang konstan dan immutable.
Segmen ini meski diterima apa adanya tanpa harus adaptasi
dengan perubahan-perubahan di sekitarnya, segmen ini terkait
dengan persoalan dasar menyangkut sendi-sendi ajaran agama
yang mempunyai nilai strategis, seperti persoalan keimanan,
sholat, zakat, puasa elastis-adaptabel di sisi lain. Segmen ini
lebih banyak, sekitar 90%, teks agama yang berupa aturan-aturan
global yang bersifat juz’i dan zhanni .
__________________________________________
Maulana Muhammad Ali, Islamologi ( Dinul Islam ) ( Jakarta: Ikhstiar Baru-
van Houve,
Harun Nasution, Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya ,Jilid I , ( Jakarta
:UI Press,1997),hlm 9.
B. PENGERTIAN ISLAM SEBAGAI AGAMA RAHMATAN
LIL’ALAMIN
Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin artinya Islam
merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan
bagi semua seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan
dan jin, apalagi sesama manusia. Pernyataan bahwa Islam
adalah agamanya yangrahmatan lil ‘alamin sebenarnya adalah
kesimpulan dari firman Allah swt:

ِ َ‫م ًة لِ ِّ ْل َعال‬
﴾١٠٧﴿ َ‫مين‬ ْ ‫ك إِ اَّل َر‬
َ ‫ح‬ َ ‫َومَا أَ ْر‬
َ ‫س ْلنَا‬
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi)
rahmat bagi semesta alam”.(QS.Al-Alnbiyah:107)

Islam melarang manusia berlaku semena-mena terhadap


makhluk Allah, lihat saja sabda Rasulullah sebagaimana yang
terdapat dalam Hadis riwayat al-Imam al-Hakim,
‫الر ْحمة‬: ُّ َ‫الرقَّةُ والتَّع‬
َّ ُ‫طف‬ ِّ

“Siapa yang dengan sewenang-wenang membunuh burung,


atau hewan lain yang lebih kecil darinya, maka Allah akan meminta
pertanggungjawaban kepadanya”. Sungguh begitu indahnya Islam
itu bukan !. Dengan hewan saja tidak boleh sewenang-wenang,
apalagi dengan manusia. Bayangkan jika manusia memahami dan
mengamalkan ajaran-ajaran islam, maka akan sungguh indah dan
damainya dunia ini. Nabi MuhammadShallallahu ‘alaihi Wa
sallam diutus dengan membawa ajaran Islam, maka Islam
adalahrahmatan lil’alamin, Islam adalah rahmat bagi seluruh
manusia. rahmat artinya kelembutan yang berpadu dengan rasa iba.
Atau dengan kata lain rahmat dapat diartikan dengan kasih sayang
_______________________________________________
(HR. Al Bukhari dalam Al ‘Ilal Al Kabir 369,
(Lihat Ibnul Mandzur)(Lihat Lisaanul Arab
Penafsiran Para Ahli Tafsir
1. Muhammad bin Jarir Ath Thabari dalam Tafsir
Ath Thabari:
“Para ahli tafsir berpendapat tentang makna
ayat ini, tentang apakah seluruh manusia yang
dimaksud dalam ayat ini adalah seluruh manusia
baik mu’min dan kafir? Ataukah hanya manusia
mu’min saja? Sebagian ahli tafsir berpendapat, yang
dimaksud adalah seluruh manusia baik mu’min
maupun kafir. Mereka mendasarinya dengan riwayat
dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhu dalam
menafsirkan ayat ini:
‫من آمن باهلل واليوم اآلخر كتب له الرحمة في الدنيا واآلخرة‬,
‫ومن لم يؤمن باهلل ورسوله عوفي مما أصاب األمم من الخسف‬
‫والقذف‬
“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari
akhir, ditetapkan baginya rahmat di dunia dan
akhirat. Namun siapa saja yang tidak beriman
kepada Allah dan Rasul-Nya, bentuk rahmat bagi
mereka adalah dengan tidak ditimpa musibah yang
menimpa umat terdahulu, seperti mereka semua di
tenggelamkan atau di terpa gelombang besar”

dalam riwayat yang lain:


‫تمت الرحمة لمن آمن به في الدنيا واآلخرة‬, ‫ومن لم يؤمن به‬
‫عوفي مما أصاب األمم قبل‬
“Rahmat yang sempurna di dunia dan akhirat bagi
orang-orang yang beriman kepada Rasulullah.
Sedangkan bagi orang-orang yang enggan
beriman, bentuk rahmat bagi mereka adalah
dengan tidak ditimpa musibah yang menimpa
umat terdahulu”
Pendapat ahli tafsir yang lain mengatakan
bahwa yang dimaksud adalah orang-orang beriman
saja. Mereka membawakan riwayat dari Ibnu Zaid
dalam menafsirkan ayat ini:
‫فهو لهؤالء فتنة ولهؤالء رحمة‬, ‫وقد جاء األمر مجمال رحمة للعالمين‬. ‫والعالمون‬
‫هاهنا‬: ‫من آمن به وصدقه وأطاعه‬

“Dengan diutusnya Rasulullah, ada manusia yang mendapat


bencana, ada yang mendapat rahmah, walaupun bentuk penyebutan
dalam ayat ini sifatnya umum, yaitu sebagai rahmat bagi seluruh
manusia. Seluruh manusia yang dimaksud di sini adalah orang-
orang yang beriman kepada Rasulullah, membenarkannya dan
menaatinya”
Pendapat yang benar dari dua pendapat ini adalah pendapat
yang pertama, sebagaimana riwayat Ibnu Abbas. Yaitu Allah
mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam sebagai
rahmat bagi seluruh manusia, baik mu’min maupun kafir. Rahmat
bagi orang mu’min yaitu Allah memberinya petunjuk dengan sebab
diutusnya RasulullahShallallahu ‘alaihi Wa sallam.
Beliau Shallallahu ‘alaihi Wa sallam memasukkan orang-orang
beriman ke dalam surga dengan iman dan amal mereka terhadap
ajaran Allah. Sedangkan rahmat bagi orang kafir, berupa tidak
disegerakannya bencana yang menimpa umat-umat terdahulu yang
mengingkari ajaran Allah” (diterjemahkan secara ringkas).
2. Muhammad bin Ahmad Al Qurthubi dalam Tafsir Al
Qurthubi

“Said bin Jubair berkata: dari Ibnu Abbas, beliau berkata:


‫كان محمد صلى هللا عليه وسلم رحمة لجميع الناس فمن آمن به وصدق به سعد‬
, ‫ومن لم يؤمن به سلم مما لحق األمم من الخسف والغرق‬
“Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam adalah rahmat
bagi seluruh manusia. Bagi yang beriman dan membenarkan
ajaran beliau, akan mendapat kebahagiaan. Bagi yang tidak
beriman kepada beliau, diselamatkan dari bencana yang
menimpa umat terdahulu berupa ditenggelamkan ke dalam
bumi atau ditenggelamkan dengan air”
Ibnu Zaid berkata:
‫أراد بالعالمين المؤمنين خاص‬
“Yang dimaksud ‘seluruh manusia’ dalam ayat ini adalah
hanya orang-orang yang beriman”
3. Ash Shabuni dalam Shafwatut Tafasir

“Maksud ayat ini adalah ‘Tidaklah Kami


mengutusmu, wahai Muhammad, melainkan sebagai
rahmat bagi seluruh makhluk’. Sebagaimana dalam
sebuah hadits:
‫إنما أنا رحمة مهداة‬
“Sesungguhnya aku adalah rahmat yang
dihadiahkan (oleh Allah)”
Orang yang menerima rahmat ini dan bersyukur atas
nikmat ini, ia akan mendapatkan kebahagiaan di
dunia dan akhirat.
Allah Ta’ala tidak mengatakan ‘rahmatan
lilmu’minin‘, namun mengatakan ‘rahmatan lil ‘alamin‘
karena Allah Ta’ala ingin memberikan rahmat bagi
seluruh makhluknya dengan diutusnya pemimpin para
Nabi, Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam.
Beliau diutus dengan membawa kebahagiaan yang
besar. Beliau juga menyelamatkan manusia dari
kesengsaraan yang besar. Beliau menjadi sebab
tercapainya berbagai kebaikan di dunia dan akhirat.
Beliau memberikan pencerahan kepada manusia
yang sebelumnya berada dalam kejahilan. Beliau
memberikan hidayah kepada menusia yang
sebelumnya berada dalam kesesatan. Inilah yang
dimaksud rahmat Allah bagi seluruh manusia.
Bahkan orang-orang kafir mendapat manfaat
dari rahmat ini, yaitu ditundanya hukuman bagi
mereka. Selain itu mereka pun tidak lagi ditimpa azab
berupa diubah menjadi binatang, atau dibenamkan ke
bumi, atau ditenggelamkan dengan air.