Anda di halaman 1dari 19

SOP VISITE MANDIRI/BERSAMA

APOTEKER DI RUMAH SAKIT PADA


PASIEN RAWAT INAP
ADISTASYA SATRIA SUKOCO (1708612007)
LANDASAN PEMBUATAN SOP
PMK No 72 tahun 2016
Pedoman Visite Kemenkes RI 2011
PMK No 72
tahun 2016
Visite Disebutkan pada
pasal 3 ayat 3 yang
termasuk dalam
pekerjaan kefarmasian
yaitu pada Pelayanan
farmasi klinik

Dijalaskan lebih lanjut


pada bab 3
Pengertian
Visite merupakan kegiatan kunjungan ke pasien rawat inap yang dilakukan
apoteker secara mandiri atau bersama tim tenaga kesehatan untuk mengamati
kondisi klinis pasien secara langsung, dan mengkaji masalah terkait obat,
memantau terapi obat dan reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD),
meningkatkan terapi obat yang rasional, dan menyajikan informasi obat kepada
dokter, pasien serta profesional kesehatan lainnya.

PMK No 72 tahun 2016


A. Formating SOP
Standar Operasional Prosedur Visite dibuat
menjadi:

SOP Visite Mandiri SOP Visite Bersama

METODE Simple Format : Dipilih karena pelaksanaan visite mandiri maupun bersama
oleh apoteker dapat dilakukan kapan saja dan kedua prosedur tidak saling terikat.

Satu SOP dilaksanakan untuk setiap seri kegiatan.


 Tujuan : Untuk menerangkan tahapan dan persiapan visite mandiri atau
bersama yang dilakukan oleh apoteker pada kegiatan kunjungan ke pasien
rawat inap.

Audience (orang-orang yang akan terlibat SOP) :

Visite • Apoteker
Mandiri • Pasien

• Apoteker
Visite • Dokter
Bersama : • Perawat
• Pasien
Knowlage :
Sebelum memulai praktik visite di ruang rawat, seorang apoteker perlu
membekali diri dengan berbagai pengetahuan klinis seperti :
Patofisiologi, Terminologi medis, Farmakokinetika, Farmakologi,
Farmakoterapi, Farmakoepidemiologi, Pengobatan berbasis bukti.

Selain itu diperlukan kemampuan interpretasi data laboratorium dan


data penunjang diagnostic lain

Kemampuan berkomunikasi secara efektif dengan pasien, dan


profesional kesehatan lain.

Pedoman Visite Kemenkes RI 2011


Luaran
◦ Pasien mendapatkan obat sesuai rejimen (indikasi, bentuk sediaan, dosis, rute,
frekuensi, waktu, durasi)
◦ Pasienmendapatkan terapi obat secara efektif dengan risiko minimal (efek samping,
medication errors)
◦ Untuk menjalin hubungan yang baik dengan pasien dan professional kesehatan yang
lain
◦ Untuk meningkatkan pemahaman tentang obat
Penulisan dipilih Short SOP atau SOP pendek dikarenakan prosedur dilakukan
oleh seorang yang sudah terbiasa dengan protokol (Apoteker) dan
prosedurnya dijelaskan secara singkat dan sederhana.
B. Writing SOP
1. Judul
2. Table of Content & Reference
PENGERTIAN Visite merupakan kegiatan kunjungan ke pasien rawat inap yang dilakukan apoteker
secara mandiri atau bersama tim tenaga kesehatan untuk mengamati kondisi klinis
pasien secara langsung, dan mengkaji masalah terkait obat, memantau terapi obat dan
reaksi obat yang tidak dikehendaki (ROTD), meningkatkan terapi obat yang rasional,
dan menyajikan informasi obat kepada dokter, pasien serta profesional kesehatan
lainnya.

TUJUAN Pelaksanaan praktek apoteker ke ruang perawatan bertujuan :


1. Pasien mendapatkan obat sesuai rejimen (indikasi, bentuk sediaan, dosis, rute,
frekuensi, waktu, durasi)
2. Pasienmendapatkan terapi obat secara efektif dengan risiko minimal (efek
samping, medication errors)

KEBIJAKAN 1. Sebagai pedoman untuk melakukan visite mandiri

REFERENSI • Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan
Kefarmasian Di Rumah Sakit
• Pedoman Visite Kementrian Kesehatan RI 2011

INSTALASI TERKAIT Instalasi Farmasi


Instalasi Rawat Inap
3. Prosedur
PROSEDUR I. Persiapan
1. Seleksi pasien: diprioritaskan untuk pasien dengan kriteria sebagai berikut :
 Pasien dalam perawatan intensif,
 Pasien yang mengalami penurunan fungsi organ terutama hati dan ginjal
 Pasien yang hasil pemeriksaan laboratoriumnya mencapai nilai
 Pasien yang mendapatkan obat yang mempunyai indeks terapetik sempit, berpotensi
menimbulkan reaksi obat yang tidak diinginkan (ROTD) yang fatal
2. Pengumpulan informasi penggunan obat antara lain ; data pasien, keluhan utama, riwayat penyakit
saat ini, riwayat sosial, riwayat penyakit terdahulu, riwayat penyakit keluarga, riwayat penggunan
obat, riwayat alergi atau ROTD, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan diagnostik,
masalah medis, catatan penggunaan obat saat ini dan catatan perkembangan pasien.
3. Pengkajian masalah terkait obat : efektivitas terapi dan efek samping obat.
4. Formulir pemantauan terapi obat (PTO) dan referensi dapat berupa buku atau media elektronik.
II. Pelaksanaan
1. Memperkenalkan diri kepada pasien dan keluarganya
2.Dengarkan respon yang disampaikan oleh pasien dan identifikasi masalah
3. Memberikan rekomendasi berbasis bukti berkaitan dengan masalah terkait penggunaan obat
kepada pasien
4. Melakukan pemantauan implementasi rekomendasi
5.Melakukan pemantauan efektivitas dan keamanan terkait penggunaan obat dengan menggunakan
metode Subject Object Assesment Plan (SOAP).
6.Mendokumentasikan kegiatan visite meliputi informasi penggunaan obat, perubahan terapi, catatan
kajian penggunaan obat (masalah terkait penggunaan obat, rekomendasi dan hasil terapi)
C. Ensuring Success And Accuracy

 Tes SOP
◦ Standar Operasional Prosedur visite ini berlaku ketika diadakan visite pada saat jam
kerja
◦ Standar Operasional Prosedur ini berlaku setelah disetujui dan diketahui oleh apoteker
penanggung jawab instalasi farmasi rawat inap dan kepala rumah sakit
 Quality Control

◦ Sop harus di kontrol di monitoring dan di evaluasi oleh penanggung jawab sop yaitu
apoteker penanggung jawab diinstalasi farmasi rawat inap sehingga sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
◦ Jika SOP tidak berjalan dengan baik maka akan dilakukan evaluasi kembali agar
nantinya SOP dapat dijalankan secara maksimal
PENULISAN SOP
Evaluasi Praktek Visite
◦ Evaluasi merupakan proses penjaminan kualitas pelayanan, dalam hal ini adalah
praktik visite apoteker diruang rawat berdasarkan indikator yang ditetapkan. Lingkup
materi evaluasi terhadap kinerja apoteker antara lain dalam hal:

◦ 1. Pengkajian rencana pengobatan pasien


◦ 2. Pengkajian dokumentasi pemberian obat
◦ 3. Frekuensi diskusi masalah klinis terkait pasien termasuk rencana apoteker untuk
mengatasi masalah tersebut
◦ 4. Rekomendasi apoteker dalam perubahan rejimen obat (clinical pharmacy
intervention)
TERIMA KASIH