Anda di halaman 1dari 72

LAPORAN KASUS

ILMU KESEHATAN ANAK

Oleh:
Ulya Auniyah Sucinda Ismaya
16710282

Pembimbing:
dr. H. Ahmad Nuri, Sp.A
dr. Gebyar Tri Baskoro, Sp.A
dr. Saraswati Dewi, Sp.A
dr. Lukman Oktadianto, Sp.A
dr. M. Ali Shodikin, M.Kes, Sp.A

SMF ILMU KESEHATAN ANAK


RSD dr. Soebandi Jember
2018
IDENTITAS PASIEN

Nama : An. DN
Umur : 8 bulan
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Bagorejo Gumukmas
Suku : Madura
Agama : Islam
Tanggal MRS : 8 Januari 2018
Tanggal Pemeriksaan : 8 Januari 2017,pukul 19.00
No RM : 16.65.40

2
IDENTITAS ORANGTUA PASIEN

Ayah Ibu
Nama Tn. MH Ny. SJ
Umur 32 tahun 26 tahun
Alamat Gumukmas Gumukmas

Suku Madura Madura


Agama Islam Islam

Pendidikan SMA SMP

Pekerjaan Pegawai Pabrik Beras Ibu Rumah Tangga

3
ANAMNESIS
Heteroanamnesis dilakukan kepada orangtua pasien pada hari
kedua pasien MRS di Ruang A RSD. S
Riwayat Penyakit

Keluhan Utama:
Sesak napas
Riwayat Penyakit Sekarang:
Pasien dikeluhkan sesak napas sejak 3 hari yang lalu. Sesak napas
semakin memberat 1 hari yang lalu. Pasien sampai terlihat mengaggukkan
kepalanya dan terlihat tarikan kuat pada dadanya setiap menghirup
napas. Sesak napas tidak bertambah parah saat malam hari, udara dingin,
maupun adanya debu. Sesak napas tidak memberat setelah beraktivitas.
Sesak tidak membaik dengan perubahan posisi. Sesak baru dialami pasien
pertama kali.
Riwayat Penyakit

7 hari sebelumnya pasien dikeluhkan batuk. Batuk tidak bertambah


parah saat malam hari, udara dingin, maupun adanya debu. Batuk awalnya
kering kemudian batuk grok-grok dan berdahak. Batuk semakin memberat
dan kemudian timbul sesak. Pasien juga dikeluhkan demam sumer yang
bersamaan dengan batuknya. Keluhan ini membuat pasien rewel dan nafsu
makannya menurun. Ibu pasien mengatakan dalam 7 hari terakhir pasien
hanya mau minum ASI dan susu formula dalam jumlah sedikit. Frekuensi
BAK dan BAB pasien normal. Riwayat tiba-tiba tersedak juga tidak ada.
Pilek (-), kejang(-), muntah (-), pilek (-), nyeri telan (-), penurunan
kesadaran (-).
Riwayat Penyakit

Riwayat Pengobatan :
Di dokter umum: Paracetamol sirup, antibiotik
Riwayat Penyakit Dahulu :
Disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga :
- 10 hari yang lalu ibu pasien mengalami batuk
- Riwayat asma (-)
- Riwayat TB (-)
- Riwayat alergi (-)
Riwayat Penyakit Lingkungan :
Orang tua pasien menyangkal adanya orang sekitar yang memiliki gejala
aaserupa.
Perjalanan Penyakit

H7SMRS H3SMRS H1SMRS


 Sesak (-)  Sesak (+)  Sesak (+)
 Batuk (+)  Batuk (+)  Batuk (+)
 Demam (+)  Demam (+)  Demam (+)
 Nafsu makan  Nafsusmakan  Nafsu makan menurun
menurun (+) menurun (+) (+)
Silsilah Keluarga
69 th 59 60 th 51
th th

32 26 15
27
th th th
th

8
bln
Keterangan :
Laki-laki Pasien

Perempuan

Kesan: tidak terdapat penyakit yang diturunkan


Riwayat Pribadi

Riwayat Kehamilan :
Pasien merupakan anak pertama dan ibu tidak ada riwayat keguguran
sebelumnya (G1P0A0). Saat hamil berusia 24 tahun. Usia kehamilan hingga 9
bulan. Berdasarkan pengakuan ibu pasien, dirinya rutin memeriksakan
kehamilannya ke bidan. Selama kehamilan ibu pasien tidak pernah melakukan
USG. Selama kehamilan ibu pasien tidak pernah kejang, tidak muntah berlebih,
tidak demam, tidak pernah mengalami pendarahan melalui jalan lahir. Ibu
pasien tidak pernah mengkonsumsi jamu selama hamil, tidak merokok dan
tidak pernah minum-minuman yang mengandung alkohol.
Kesan : riwayat kehamilan baik

Riwayat Persalinan :
Anak lahir dari ibu G1P0A0 secara spontan ditolong oleh bidan. Usia kehamilan
9 bulan, lahir kepala dulu, berat badan lahir 3000 gram. Tidak terdapat trauma
saat kelahiran, tidak cacat, ukuran kepala yang normal, perawatan tali pusat
dilakukan oleh bidan.
Kesan : riwayat persalinan baik
Riwayat Penyakit

Riwayat Pasca Persalinan :


Bayi diberikan asupan ASI setelah dilahirkan. Tali pusat terawat, putus hari ke-7,
pendarahan tali pusat (-), pasien tidak mengalami kuning(-) biru (-) kejang (-)
demam (-). Ibu pasien rutin membawa pasien ke Posyandu
Kesan : riwayat pasca persalinan baik
Riwayat Imunisasi

Imunisasi PPI Imunisasi non PPI


Hepatitis B : + HIB : tidak dilakukan
Polio :+ PCV : tidak dilakukan
BCG :+ Rotavirus : tidak dilakukan
DPT :+ Varisela : tidak dilakukan
Campak :- MMR : tidak dilakukan
HPV : tidak dilakukan
Tifoid : tidak dilakukan
Hepatitis A : tidak dilakukan

Kesan: Imunisasi baik sesuai PPI


Riwayat Makan dan Minum

Usia Makan dan Minum yang diberikan


0-6 bulan ASI/PASI >7x dalam sehari
6-8 bulan PASI dan MPASI (susu formula, pisang, madu, bubur halus)
Kesan : Kualitas dan kuantitas makanan cukup baik
Riwayat Pertumbuhan

•BB lahir : 3000 gr


•BB sekarang : 7,7 kg
•BB ideal WHO : 8,0 kg
•PB lahir : 43 cm
•TB sekarang : 68 cm
•TB ideal WHO : 71 cm

Kesan : Riwayat pertumbuhan baik sesuai anak seusianya


+2 < Z < -2 (kriteria Z score WHO 2006)
15
Riwayat Perkembangan

Motorik Kasar Motorik Halus


Mengangkat kepala: 3 bulan Tertawa : 4 bulan
Tengkurap : 5 bulan Memegang benda : lupa
Duduk : 8 bulan

Bahasa Sosial Kemandirian


Mengoceh : 3 bulan Tersenyum spontan : 2 bulan
Mengenal ibunya : 3 bulan

Kesan: Riwayat perkembangan baik sesuai anak seusianya


Riwayat Sosial Ekonomi dan Lingkungan

Sosial Ekonomi :
Ayah bekerja sebagai pegawai pabrik beras dan ibu sebagai ibu
rumah tangga. Penghasilan ayah ± Rp 2.000.000,00/bulan, untuk
menghidupi 4 orang anggota keluarga.

Lingkungan :
Pasien tinggal bersama ayah, ibu, dan neneknya. Ukuran rumah
4m x 7m terdiri dari 3 kamar tidur. Memiliki 4 jendela dinding permanen
dari tembok, lantai keramik, atap genteng, ventilasi dan pencahayaan
kurang, sumber air minum dari sumur tetapi dimasak dulu sebelum
diminum, memiliki 1 kamar mandi/WC. Jarak jamban dengan sumur 7
meter. Pasien tinggal di lingkungan yang padat penduduk. Rumah
berdekatan dengan sungai. Pasien tidak memelihara binatang. Di rumah
maupun lingkungan sekitar pasien tidak ada yang sedang sakit batuk
lama.
Kesan : Riwayat sosial ekonomi dan lingkungan kurang baik
Anamnesis Sistem

Sistem Serebrospinal : Demam (-), kejang (-), penurunan kesadaran (-)


Sitem Respirasi : Batuk (+), sesak (+), pilek (-)
Sistem Gastrointestinal : BAB (+) 1x/hari, muntah (-), diare (-), nafsu
makan menurun (+)
Sistm Urogenital : BAK (+) normal kuning jernih
Sistem Muskuloskeletal : gerak menurun (+), pembengkakan pada
lengan dan kaki (-),
Sistem Integumen : pucat (-), kuning (-), turgor kulit normal
PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Umum
•Keadaan umum : Lemah
•Kesadaran : Compos mentis, GCS 4-5-6
•Tanda-Tanda Vital :
•Frek. Nadi : 150 x/menit, reguler, kuat angkat
•Frek. Pernapasan : 82 x/menit
•Suhu : 37,4 0C suhu aksila
•CRT : < 2 detik
•Status Gizi
Umur : 8 bulan
BB sekarang : 7,7 kg
BB ideal WHO : 8,0 kg
TB sekarang : 68 cm
TB ideal WHO : 71 cm
Status gizi : Gizi baik
+2 < Z < -2 (kriteria Z score WHO 2006)
Pemeriksaan Umum

Kulit : Turgor kulit kembali cepat, anemis (-)


sianosis (-), ikterus (-), ptekiae (-), purpura (-)
Kelenjar limfe : Nodul (-), pembesaran KGB (-)
Otot : Pengecilan jaringan otot (-), spasme (-)
Tulang : Deformitas (-), tanda-tanda peradangan (-)
Sendi : Deformitas (-), tanda-tanda peradangan (-),
pembengkakan sendi (-)
Kesan : Keadaan umum pasien lemah, kesadaran composmentis, tanda
vital terjadi peningkatan frekuensi napas, status gizi baik.
Pemeriksaan Khusus
Kepala
Bentuk : normocephal
Rambut : lurus warna hitam
Mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-,
edema palpebra -/-, pupil isokor 3mm/3mm,
refleks cahaya +/+
Telinga : sekret -/-, darah -/-
Hidung : sekret -/-, darah -/-, PCH (+)
Mulut : sianosis (-)
Bibir : sianosis (-), oedema (-), perdarahan (-), stomatitis
angularis (-)
Mukosa : pucat (-), hiperemia (-), perdarahan (-)
Pemeriksaan Khusus
Leher
Bentuk : simetris
Pembesaran KGB : tidak ada
Kaku kuduk : tidak ada
Tiroid : tidak membesar
Pemeriksaan Khusus
Dada
Bentuk normal, simetris, tidak ada ketertinggalan gerak, terdapat retraksi.

Jantung
Inspeksi : Iktus kordis tidak tampak
Palpasi : Iktus kordis teraba
Perkusi : Redup
Batas kanan atas : ICS II garis parasternal dextra
Batas kanan bawah : ICS IV garis parasternal dextra
Batas kiri atas : ICS II garis parasternal sinistra
Batas kiri bawah : ICS IV garis midklavikula
sinistra
Auskultasi : S1S2 tunggal reguler, ekstrasistol (-), gallop (-), murmur (-)
Pemeriksaan Khusus
Paru Kanan Kiri
Depan I: Simetris, Retraksi (+) I: Simetris, Retraksi (+)

P: Fremitus raba tidak dapat P: Fremitus raba tidak dapat


evaluasi dievaluasi

P: sonor P: sonor

A: Vesikuler (+) menurun, Rho (+), A: Vesikuler (+) menurun, Rho (+),
Whe (-) Whe (-)

Belakang I: Simetris, Retraksi (+) I: Simetris, Retraksi (+)

P: Fremitus raba tidak dapat P: Fremitus raba tidak dapat


evaluasi evaluasi

P: sonor P: sonor

A: Vesikuler (+) menurun, A: Vesikuler (+) menurun,


Rho (+), Whe (-) Rho (+), Whe (-)
Pemeriksaan Khusus
Perut
Inspeksi : cembung
Auskultasi : bising usus positif normal (10x/menit)
Perkusi : timpani
Palpasi : soepel, tidak terdapat nyeri tekan, hepar dan
lien tidak membesar, tugor kulit kembali cepat

Anggota gerak
Atas : akral hangat +/+, edema -/-, terdapat sianosis, tidak terdapat
atrofi otot
Bawah : akral hangat +/+, edema -/-, terdapat sianosis, tidak terdapat
atrofi otot
Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang tanggal 8 Januari 2018 di IGD RSD S

Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan


HEMATOLOGI LENGKAP
Hemoglobin 9,9 10,5-13,5 gr/dL
Lekosit 16,1 6,0-17,5 109/L
Hematokrit 29,9 33-39 %
Trombosit 390 150-450 109/L
GLUKOSA DARAH
Glukosa Sewaktu 122 <200 mg/dL
ELEKTROLIT
Natrium 140,8 135-155 mmol/L
Kalium 4,76 3,5-5,0 mmol/L
Chlorida 110 90-110 mmol/L
Foto Dada AP
tanggal 8 Januari 2018

Kesan :
- Tampak perselubungan dengan air
bronchogram di suprahiler kanan
- Kesan : pneumonia kanan atas

28
Resume

Anamnesis
RPS : Pasien sesak napas sejak 3 hari yang lalu. Pasien terlihat mengaggukkan
kepalanya dan terlihat tarikan kuat pada dadanya setiap menghirup napas. 7
hari sebelumnya pasien dikeluhkan batuk. Batuk semakin memberat dan
kemudian timbul sesak. Pasien juga dikeluhkan demam sumer yang bersamaan
dengan batuknya. Keluhan ini membuat pasien menjadi rewel dan nafsu
makannya menurun.

RPO : di dokter umum paracetamol sirup dan antibiotik


RPD : disangkal
RPK : 10 hari yang lalu ibu pasien batuk, asma (-). TB (-)
RPL : disangkal
Resume
Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum : Lemah


Kesadaran : CM, 4-5-6
Tanda-tanda vital: RR 82x/menit, Tax 37,4 ⁰C
Status gizi : Gizi baik
Kepala/leher : PCH (+)
Dada : Retraksi (+), vesikuler (+) menurun, Rho (+) di
kedua lapang dada
Perut : dalam batas normal
Anggota gerak : dalam batas normal
Anus dan kelamin : dalam batas normal
Resume
Pemeriksaan Penunjang

• Hematologi lengkap : dalam batas normal


• Glukosa darah : dalam batas normal
• Elektrolit : dalam batas normal
• Faal ginjal : dalam batas normal
• Foto dada AP : pneumonia kanan atas
Diagnosis Kerja

Pneumonia Berat
Diagnosis Banding

• Bronkiolitis
• Decompensatio cordis
• Penyakit jantung bawaan
Kebutuhan Harian

Kebutuhan Cairan : 770 cc/hari


Kebutuhan Energi : 770 kkal/hari
Kebutuhan Protein : 19,3 gr/hari
Kumpulan Data Diagnosis Kerja Diagnosis Banding Rencana Diagnosis Rencana Terapi

ANAMNESIS Pneumonia Berat • Bronkiolitis - Chest X-Ray - O2 nasal 1 lpm


KU : sesak napas • Decompensatio
RPS : Pasien (An. DN, , Perempuan 8 cordis - Jumlah - Inf. D5 ¼ NS 700 cc/ 24
bulan) dikeluhkan sesak napas. • Penyakit jantung leukosit dan jam
Sesak napas semakin memberat dan bawaan
pasien sampai mengaggukkan hitung jenis - Inj. Ampisilin 2 x 200 mg
kepalanya dan terlihat tarikan kuat leukosit - Inj. Gentamisin 1 x 40 mg
pada dadanya setiap menghirup
napas. Sebelumnya pasien - Kultur dan - Nebul ventolin 3 x 1 resp
dikeluhkan batuk. Batuk semakin pewarnaan
memberat dan kemudian timbul
sesak. Pasien juga dikeluhkan gram sputum
demam sumer yang bersamaan - Kultur darah
dengan batuknya. Keluhan ini
membuat pasien menjadi rewel dan - Deteksi
nafsu makannya menurun. antigen virus
PEMERIKSAAN FISIK
KU : Lemah
Kesadaran : CM, 4-5-6
Tanda-tanda vital : RR 82x/menit,
Tax 37,4 ⁰C
Status gizi : Gizi baik
Kepala/leher : PCH (+)
Dada : Retraksi (+),
vesikuler (+) menurun, Rho (+) di
kedua lapang dada
Perut : dbn
Anggota gerak : dbn
Anus dan kelamin : dbn

35
Planning

Planning Diagnostik :
- Chest X-Ray
- Jumlah leukosit dan hitung jenis leukosit
- Kultur dan pewarnaan gram sputum
- Kultur darah
- Deteksi antigen virus

Planning Monitoring :
- Saturasi oksigen
- Tanda-tanda vital
- Balans cairan
- Makan dan minum
- Respon terapi
Terapi

- O2 nasal 1 lpm
- Inf. D5 ¼ NS 700 cc/ 24 jam
- Inj. Ampisilin 2 x 200 mg
- Inj. Gentamisin 1 x 40 mg
- Nebul ventolin 3 x 1 resp
Edukasi

- Menjelaskan kepada orangtua pasien tentang penyakit yang diderita


pasien: penyebab, perawatan atau terapi, komplikasi, dan prognosis.
- Menjelaskan kepada keluarga tentang pencegahan yang harus
dilakukan agar keluarga lain tidak mengalami penyakit yang sama.
Prognosis

Quo ad vitam : dubia ad bonam


Quo ad functionam : dubia ad bonam
Quo ad sanationam : dubia ad bonam
40
IRAA
•Common cold
•Faringitis; Epiglotitis
•Sinusitis
•Otitis media

IRBA
.Croup
•Bronkitis
•Bronkiolitis

41
•Pneumonia
Epidemiologi
Distribusi mortalitas balita di negara
berkembang (WHO 1993)
35%

23%

6%
2% 2% 27%
5%

Pneumonia Pneumonia/Campak Campak


ARI/Malaria Malaria Diare
Lain-lain

42
PNEUMONIA 43

Masalah pneumonia di Indonesia


pada
anak usia < 5 tahun

•Morbiditas 10-20 %
•Mortalitas 5 / 1000
•Pneumonias kill
150.000 / a year
12.500 / a month
416 / a day = passengers of 1
jumbo jet plane
17 / an hour
1 / four minutes
FAKTOR RESIKO
Malnutrisi
ASI tidak adekuat
Imunisasi tidak Defisiensi vitamin A, Zn
adekuat

Umur muda Berat badan lahir


rendah
RESIKO
MENINGKAT
Tinggal Kelainan anatomi
berdesakan kongenital

Terpapar
Gangguan • Kontaminasi perinatal
fungsi imun • Polusi udara
Tingginya prevalensi
• Asap rokok
bakteri patogen di nasofaring

Kendig’s Disorders of the Respiratory Tract in Children.


Pediatric Respiratory Medicine
44
DEFINISI

• Pneumonia : infeksi akut yang mengenai jaringan paru


(parenkim & jaringan interstitial)
• Pneumonia : penyakit klinis, didefinisikan berdasarkan
gejala dan tanda klinis, dan perjalanan penyakitnya.
• Pneumonia : penyakit respiratorik yang ditandai batuk,
sesak napas, demam, ronki basah, gambaran infiltrat
pada foto Ro toraks.

45
Etiologi
Virus :
RSV, virus influenza, adenovirus dan
virus parainfluenza
Bakteri
• Streptococcus pneumoniae
• Haemophilus influenzae
• Staphylococcus aureus
• Streptococcus group A – B
• Klebsiella pneumoniae
• Mycoplasma pneumoniae
• Chlamydia sp
• Pseudomonas aeruginosa
Aspirasi
Pediatric Respiratory Medicine
Nelson Textbook of Pediatrics.
46
Penegakan etiologi pneumonia pada anak

• Sulit dilakukan
• Bronchoalveolar lavage dan lung
puncture untuk kultur tidak rutin dikerjakan
• Hasil kultur dapat false positif atau false negatif
• Kultur darah : 10-15%

47
“Dugaan penyebab”

• Umur anak
• Perjalanan penyakit
• Pemeriksaan penunjang

48
Penyebab pneumonia menurut kelompok umur

Age Common causes Less common causes

Bacteria Bacteria
Birth to 20 days Escherichia coli Anaerobic organisms
Group B streptococci Group D streptococci
Listeria monocytogenes Haemophilus influenzae
Streptococcus pneumoniae
Ueaplasma urealyticum

Viruses
Cytomegalovirus
Herpes simplex virus

Am Fam Physician 2004;70: 899-908

49
Penyebab pneumonia menurut kelompok umur

Age Common causes Less common causes

Bacteria
3 weeks to Bacteria
Chlamydia trachomatis
3 months S. pneumoniae
Bordetella pertusis
H. Influenzae type B and nontypeable
Moraxella catarrhalis
Viruses
Staphylococcus aureus
Adenovirus
U. Urealyticum
Influenza virus
Parainfluenzae virus 1,2 and 3
Viruses
Respiratory syncytial virus
Cytomegalovirus

Am Fam Physician 2004;70: 899-908

50
Penyebab pneumonia menurut kelompok umur

Age Common causes Less common causes

Viruses Bacteria
4 months to Respiratory syncytial virus H. influenzae type B
5 years Adenovirus M. Catarrhalis
Influenza virus Mycobacterium tuberculosis
Parainfluenza virus Neisseria meningitis
Rhinovirus S. aureus

Bacteria Viruses
Chlamydia pneumoniae Cytomegalovirus
Mycoplasma pneumoniae
S. pneumoniae

Am Fam Physician 2004;70: 899-908

51
Penyebab pneumonia menurut kelompok umur

Age Common causes Less common causes


Bacteria
5 years to Bacteria H. influenzae
adolescence C. Pneumoniae Legionella species
M. pneumoniae M. tuberculosis
S. Pneumoniae S. aureus

Viruses
Adenovirus
Epstein-Barr virus
Influenza virus
Parainfluenza virus
Rhinovirus
Respiratory syncytial virus
Varicella-zoster virus

Am Fam Physician 2004;70: 899-908


52
Patogenesis
• Aspirasi kuman/penyebaran langsung kuman dari
saluran respiratorik atas.
• Paru terlindung dr infeksi krn mekanisme :
– filtrasi partikel di hidung
– pencegahan aspirasi dengan refleks epiglotis
– ekspulsi benda asing melalui refleks batuk
– pembersihan ke arah kranial oleh lapisan mukosilier
– fagositosis kuman oleh makrofag alveolar
– netralisasi kuman oleh substansi imun lokal
– drainase melalui sistem limfatik

53
Patogenesis
• udem krn reaksi jaringan  proliferasi dan
penyebaran kuman ke jaringan sekitarnya.
• sebukan sel polimorfonuklir, fibrin, eritrosit, cairan
• deposisi fibrin, tdp fibrin dan leukosit polimorfonuklir
di alveoli & tjd proses fagositosis yg cepat
• jumlah sel makrofag meningkat di alveoli, sel akan
degenerasi dan fibrin menipis, kuman dan debris
menghilang

54
Patofisiologi

Gangguan parenkim paru

Gangguan komponen volume dari sistem ventilasi

Volume tidal & frekuensi ↑ Proses difusi terganggu

Inspiratory Ventilation Hipoksia


effort perfusion
mismatch
Color Atlas of Pathophysiology. 2000: 66-91
55
Manifestasi klinis 56

• Gejala infeksi secara umum (non spesifik)


• Gejala pulmonal
• Gejala pleural
• Gejala ekstrapulmonal

Kendig’s Disorders of the Respiratory Tract in Children.


Tanda Klinis “Pneumonia” (WHO)

Napas cepat
• < 2 bulan = > 60 x/mnt
• 2 bln – 1 thn = > 50 x/mnt
• 1 – 5 tahun = > 40 x/mnt

Chest Indrawing
(subcostal retraction)

57
Klasifikasi “Pneumonia” (WHO)
Usia kurang dari 2 bulan
Pneumonia berat  chest indrawing berat
 Napas cepat
Pneumonia sangat berat  Tidak bisa minum
 Kejang
 Kesadaran menurun
 Hipertermi/hipotermi
 Napas lambat/tidak teratur
Usia 2 bulan – 5 tahun
Pneumonia Napas cepat
Pneumonia berat Chest indrawing
Pneumonia sangat berat  Tidak dapat minum
 Kejang
 Kesadaran menurun
 Malnutrisi

58
Gambaran Radiologis
1. Pneumonia interstitials (perubahan pada
interalveolar dan perivaskular)
2. Bercak-bercak infiltrat luas Bronkopneumonia
(inflamasi parenkim & sal. Respiratorik)
3. Pneumonia lobaris
(konsolidasi pada satu lobus)
4. Lesi abses, kavitas atau pneumatokel
(pada pasien imunokompromais)

59
Infiltrat. Alveolar
60
Laboratorium
• Pneumonia bakteri leukositosis hingga
>15.000/ul (predominan polimorfonuklir)
• Lekosit >30.000/ul dengan dominasi netrofil 
pneumonia streptokokus
• Trombopenia lebih mengarah kepada infeksi
virus
• Diagnosis definitif : kuman ditemukan dari
darah, cairan pleura atau aspirasi paru

61
Diagnosis

Diagnosis dengan gambaran klinis dan radiologis


Sulit membedakan infeksi virus atau bakteri
Diagnosis etiologi paling mudah diduga
berdasarkan umur

62
Tata laksana Pneumonia

ETIOLOGIK  empiris vs temuan kuman

SUPORTIF
1. Rawat rumah sakit
2. Oksigenasi
3. Akses intravena utk cairan dan nutrisi
4. Atasi kelainan elektrolit
5. Atasi komplikasi & penyakit penyerta

63
Tatalaksana pneumonia

Apakah membutuhkan antibiotika atau tidak:


• Ideal : sesuai kuman penyebab
• Prediktor terbaik utk etiologi : USIA
• Pemberian antibiotika secara empiris
• Dugaan pneumonia viral : antibiotika diberikan
– Kesulitan diagnosis virologi
– Kesulitan isolasi
– Kemungkinan infeksi bakteri sekunder

64
ANTIBIOTIK

• Pembagian jenis pneumonia


– Community acquired pneumonia
 kuman gram positif
– Hospital acquired pneumonia
 kuman gram negatif
• Gambaran radiologis yang khas

65
Antibiotic consideration for pneumonia
related to age group

Newborn and very Infants and preschool School age children


young infants age children ( > 5years)
(< 3 months) (3 months – 5 years)

Etiology: Etiology : Etiology :


Group B Streptococci S pneumoniae M pneumoniae
Gram negative H influenzae K pneumoniae
Enteric bacteriae S Pneumoniae
C trachomatis
S aureus
Antibiotic: Antibiotic:
Antibiotic: Beta-lactam Macrolide
ampicilin ampicilin erythromyin
amoxycilin amoxycilin, claritromycin
amoxycilin/ amoxycilin/clav acid azithromycin
clavulanic acid cephalosporin Tetracyclin and
+ gentamicin Co-trimoxazole doxyciclin (> 8 years)
+ third generation Macrolide
cephalosporin Erythromycin,
Newer macrolide
66
67
Pilihan Antibiotik
 Lini pertama:
Ampisilin : 100mg/kgBB/hari +
Kloramfenikol : 50mg/kgBB/hari
Neonatus : Cloxacillin & Gentamisin
Lini kedua : golongan sefalosporin
Imunokompromais : Sefalosporin
Atipikal : makrolid
 Evaluasi pengobatan : 48-72 jam
 Lama pemberian terapi
 Kemajuan klinis
 Hasil pemeriksaan penunjang
 Dugaan kuman penyebab

68
Tatalaksana pneumonia

Indikasi pasien rawat inap


Penderita tampak toksik
Umur kurang dari 6 bulan
Distres pernafasan berat
Hipoksemia
Dehidrasi atau muntah
Terdapat efusi pleura atau abses paru
Kondisi imunokompromais
Ketidakmampuan orang tua merawat
Didapatkan penyakit penyerta yang lain

69
70

Tata Laksana Suportif

• Oksigenasi
– Nasal Kanul 2-4 L/menit
• IVFD: Cairan Rumatan
– Sesuai umur
– Koreksi Suhu (12% tiap naik 10C)
– Puasa tidak boleh terlalu lama
• Nutrisi enteral harus segera dimulai
– Susu atau makanan cair via NGT / drip
• Nebulisasi
– Bukan tata laksana rutin
– B2 agonis memperbaiki klirens mukosiliar
– Mempermudah evakuasi lendir
– Hati-hati dengan pengisapan lendir
• Antitusif  sebaiknya tidak diberikan
• Fisioterapi dada

71
Komplikasi

• Efusi Pleura (empyema)  evakuasi pus


• Pneumotoraks  WSD
• Perikarditis purulenta
• Miokarditis
• Ektrapulmoner: meningitis purulenta

72