Anda di halaman 1dari 22

PEMISAHAN KIMIA

EKSTRAKSI

Anggota :
 Desi Wulandari 160332605877
 Ayu rahmania lestari 160332605884
 Dwi Nofasari 160332605848
 Mimma Amalia 150332601326
Ayu
PENDAHULUAN

Hasil ekstraksi
Ekstraksi

larutan fase
fase air
organik

larutan yang kaya larutan yang


pemisahan suatu zat dari sampel dengan solut yang miskin dengan
berdasarkan kelarutannya pada diinginkan solut disebut
pelarut tertentu (ekstrak ) rafinat.
Ayu

PRINSIP DASAR

pemisahan yang berdasarkan


perbedaan kelarutan antara dua
pelarut.

Proses ini terjadi dengan cara


memisahkan zat terlarut melalui dua
buah pelarut yang dapat melarutkan
zat tersebut namun kedua pelarut ini
tidak dapat saling melarutkan
Ayu
TUJUAN EKSTRAKSI
Teknik ekstraksi sangat berguna untuk pemisahan
secara cepat dan bersih, baik untuk zat organik atau
anorganik, untuk analisis makro maupun mikro

Selain untuk kepentingan analisis kimia,


ekstraksi juga banyak digunakan untuk
pekerjaan preparatif dalam bidang kimia organik,
biokimia, dan anorganik di laboratorium
Ayu
Metode ekstraksi memiliki kemiripan konsep
dengan metode distilasi.

Distilasi Ekstraksi

Beda kelarutan relatif zat terlarut


Beda tekanan uap dan volatiltas. dalam pelarut.

KD = C₁ / C₂
K = CL / CG

K : konstanta kesetimbangan KD : koefisien distribusi/ koefisien partisi


Ayu
KRITERIA PELARUT YANG DIGUNAKAN
DALAM EKSTRAKSI

Titik didih

Kemampuan tidak
saling bercampur

Kelarutan

Selektivitas
Ayu
CONTOH EKSTRAKSI
Lapisan iod
dalam air

lapisan iod
dalam kloroform
Mimma
PROSES
EKSTRAKSI

Cara memisahkan zat terlarut melalui dua buah


pelarut yang dapat melarutkan zat tersebut
namun kedua pelarut tidak dapat melarutkan

Sampel dilarutkan dalam rafinat yang berada


dalam kontak dengan ekstraktan sehingga
terjadi perpindahan molekul zat terlarut
Mimma
PERISTIWA-PERISTIWA
MIKRO DALAM PROSES
EKSTRAKSI

Distribusi dari senyawa-senyawa yang dapat


larut dalam dua jenis pelarut yang tidak dapat
bercampur

Interaksi kimia pada fase air

Interaksi Kimia pada fasa organik


Mimma
Distribusi dari senyawa-senyawa yang dapat larut dalam
dua jenis pelarut yang tidak dapat bercampur

Distribusi solut akan mengikuti harga


konstanta distribusinya jika interaksi zat
terlarut berjalan normal

Proses ini terjadi secara spontan dengan waktu


yang tidak terlalu lama

Kelarutan meningkat jika temperatur dan


tekanan dinaikkan
Mimma

Interaksi kimia pada fase air

Dalam pelarut polar seperti air,


senyawa organik yang polar untuk
bermuatan dalam pelarut air sangat
besar

Besarnya interaksi senyawa anorganik


cenderung ionik dengan air
Mimma

Interaksi Kimia pada Fase Organik

Senyawa yang diambil lebih lebih


larut dalam pelarut organik
dibandingkan dengan pelarut air

Contohnya yaitu asam butirat dalam


pelarut benzena.
Desi
HUKUM DISTRIBUSI DAN PARAMETER-
PARAMETER EKSTRAKSI

Dasar metode ekstraksi Kelarutan

Hukum distribusi merupakan perbandingan kelarutan


suatu senyawa dalam dua pelarut yang berbeda yang
dapat dirumuskan dalam rasionya
Desi

𝐴 𝑟𝑎𝑓
𝐾𝐷 =
𝐴 𝑒𝑘𝑠𝑡

Keterangan:
𝐾𝐷 = konstanta distribusi
𝐴 𝑟𝑎𝑓 = konsentrasi larutan pada pelarut
rafinat
𝐴 𝑒𝑘𝑠𝑡 = konsentrasi larutan pada pelarut
ekstraktan
Desi

 Kelarutan, dengan hukum “like dissolves like”


merupakan konsekuensi dari interaksi gaya-gaya van
der Waals dan gaya-gaya London dari zat terlarut dan
pelarutnya.
 Bisa merupakan kombinasi polar-nonpolar atau
sebaliknya
Desi

Konstanta disribusi bergantung pada


1. Kedua jenis pelarut
2. Temperatur
3. Tekanan udara
Desi

1. ISOTERM DISTRIBUSI
Beberapa bentuk khas isoterm
distribusi
Dwi Nofa

2. ANGKA BANDING DISTRIBUSI


Dwi Nofa

Angka banding distribusi digunakan sebagai


pengganti terminologi konstanta distribusi dan
dinotasikan dengan D.
Hal itu dikarenakan :
a) Solut terionisasi dalam pelarut air
b) solut berasosiasi dalam pelarut organik.
Dwi Nofa

CONTOH

Ekstraksi asam benzoat dengan


menggunakan pelarut benzena dan
air.

Dalam air, asam Dalam pelarut benzena,


benzoat asam benzoat akan
merupakan berinteraksi secara
asam lemah dan molekuler membentuk
terionisasi dimernya.
sebagian
Dwi Nofa

Konstanta Distribusi
asam benzoat dalam
pelarut air dan
benzena

KD = KD =

Dalam air Dalam benzena


 Oleh karena asam benzoat sudah tidak memenuhi
syarat dari konstanta distribusi, maka konstanta
distribusi digantikan oleh rasio distribusi, D, dan
dapat ditulis sebagai berikut :

Atau
D
=

D=

Dwi Nofa